cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PELATIHAN MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN Rini Anggraini; Popy Yuliarty
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i2.367

Abstract

Hantaran pernikahan atau sering disebut seserahan merupakan sesuatu yang umum dan harus ada dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan merupakan simbolisasi dari pihak mempelai pria sebagai wujud tanggung jawab kepada pihak keluarga terutama orang tua calon pengantin wanita. Pelatihan ini merupakan pelatihan tahap ke 2 dengan peserta yang berbeda. Permasalahan yang timbul adalah banyak para ibu yang tidak mengetahui cara membuat hantaran pernikahan dengan kreatif dan menarik, padahal keterampilan ini tentu sangat diperlukan untuk mereka sendiri ataupun dapat menjadi peluang jasa menghias hantaran pernikahan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 10 orang. secara umum, kegiatan ini dapat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta waktu selanjutnya untuk belajar lagi ( Nilai rata-rata terendah pada pertanyaan nomor 4 dengan rata-rata 3.10)
DAUR ULANG KARTON BEKAS MENJADI PRODUK BERNILAI Popy Yuliarty; Rini Anggraini; Retna Kristiana
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i2.371

Abstract

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi baru dengan tujuan mencegah adanymencegah adany mencegah adany mencegah adanymencegah adanymencegah adanymencegah adanymencegah adany mencegah adany mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan a sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, polusi dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang baru dengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang baru dengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang baru dengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang baru dengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang barudengan proses pembuatan barang baru dengan proses pembuatan barang baru. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp . Pada kegiatan ini, samp . Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp . Pada kegiatan ini, samp . Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp . Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, samp. Pada kegiatan ini, sampah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas ah difokuskan kepada sampah karton bekas tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain tempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan laintempat nasi (box nasi), bekas susu, pasta gigi dan lain -lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam lain, atau dengan kata lain termasuk dalam jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas.jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. jenis karton duplek dengan ketebalan bebas. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diEvaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan lakukan lakukan lakukan lakukan lakukan lakukan dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18dengan cara penyebaran kuisiober kepada peserta yang berjumlah 18 orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah orang. Tujuan dari kuisioner ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai ratauntuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan. Berdasarkan nilai rata -rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan rata di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini da bahwa secara umum, kegiatan ini dabahwa secara umum, kegiatan ini dapat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan pat dikatagorikan berhasil, peserta antusias mempelajari dan mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta mempraktekkan materi pelatihan. Namun waktu pelaksanaannya kurang lama sehingga mereka minta selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sul selanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulselanjutnya untuk belajar lagi (pertanyaan nomer 4) karena isi/materi pelatihan dirasa cukup sulit
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK 90 A, 10 A,130 A TERHADAP SIFATMEKANIS DAN STRUKTURMIKROHASIL PENGELASAN GASMETAL ARCWELDING (GMAW) PADA BAJA KARBON JISS50C Aladin Eko Purkuncoro
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik, kekerasan,dan struktur mikro las GMAW dengan elektroda AWS 18ER70S- 6 dengan Ø 0.8 mm. Penelitian ini menggunakanbahan baja karbon JIS S50C. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 90 A, 110 A, 130 A denganmenggunaka las GMAW. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 70°. Spesimen dilakukanpengujian Tarik, kekerasan dan foto mikro. Dari pengelasan tersebut didapat beban maksimum yang dibutuhkanuntuk memutuskan dari masing-masing jenis Variasi arus pada pengelasan GMAW, bahwa specimen yang palingbesar menerima beban yaitu pada Arus 130 A sebesar 74773,3 Newton sedangkan yang paling rendah menerimabeban adalah pada Arus 90 A yaitu 71003 Newton. Kekuatan luluh terjadi pada variasi arus 130 A yaitu 337,36Mpa, urutan kedua yaitu pada Arus 110 A dengan nilai 279 Mpa, sedangkan yang paling rendah yield strengthnyaadalah pada Arus 90 A yaitu 299,65 Mpa. Tingkat kekerasan tertinggi terjadi pada daerah HAZ sebesar 254,1 HVdari variasi 130 A, hal ini terlihat pada struktur mikronya yang mengalami perubahan bentuk butir lebih lembutdari arus pengelasan yang lainya.
PENERAPAN PENGGUNAAN MAGNESOL SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN BIODIESEL PADA PERUSAHAAN PENGHASIL BIODIESEL Harimbi Setyawati; Dwi Ana Anggorowati; Erni Junita Sinaga
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.375

Abstract

PT. Alegria Indonesia merupakan salah satu perusahaan penghasil biodiesel yang ada di kotaPasuruan, bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan biodiesel adalah biji jarak. Untuk mendapatkan bijijarak perusahaan terebut bekerjasama dengan para petani yang ada di sekitar perusahaan dan BalittasKarangploso Malang. Untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas biodiesel, termasukpada proses pencucian biodiesel tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendapatkanbiodiesel dengan kualitas yang baik sesuai dengan standard kelayakan biodiesel di Indonesia dengan prosespencucian menggunakan magnesium silikat (Magnesol). Proses pemurnian dry washing biodiesel menggunakanadsorben magnesium silikat, dapat meningkatkan kemurnian dari biodiesel yang dihasilkan. Penggunaanmagnesium silikat yang tepat akan menyerap impurities dengan maksimal, termasuk sisa gliserol, sisa alkoholdan katalis, serta air dan sedimen pada biodiesel.Karakter fisik biodiesel secara umum telah memenuhi standardkelayakan biodiesel di Indonesia yang diatur dalam SNI 04-7182-2006 kecuali beberapa poin yaitu angka setanadan gliserol bebas.Masa aktif magnesium silikat (magnesol) rata-rata adalah sekitar 40-50 menit. Setelah itudisinyalir magnesium silikat (magnesol) telah atau mulai mengalami kejenuhan.
PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DESA KARANGKATES UNTUK MENCAPAI ZERO WASTE Anis Artiyani; Dwi Ana Anggorowati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.376

Abstract

Desa Karangkates berupaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah dimana volume sampahsangat berdampak pada lingkungan disekitarnya, maka dari itu direncanakan pengelolaan sampah dengan sistem3 R yaitu : Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang). Penyediakansarana dan prasarana kebersihan. Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Karangkates untuk mencapai Zero Wastebisa dilaksanakan. Data komposisi dapat diketahui jenis sampah yang paling banyak yaitu sampah basah atausisa makanan dan daun sebesar 54,48 % dimana sampah basah tersebut akan di buat pengomposan. Tersedianyasemua fasilitas yang dibutuhkan dalam proses pengelolaan sampah termasuk pengadaan peralatan, sarana danprasarana yang bisa digunakan oleh penduduk untuk memilah milah sampah sejak berada di TPST. Dari hasilpengolahan data bahwa kelompok ibu rumah tangga lebih banyak mendominasi kegiatan pengolahan sampah,terutama pengolahan sampah organik yang kemudian menjadi kompos. Di Desa Karangkates organisasi yangberasal dari masyarakat seperti PKK membina bagaimana memanfaatkan sampah dan mengembangkan polapikir masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah sebagai peningkatan ekonomi dengan pendirian banksampah.
KOMUNIKASI JARAK JAUH RADIO VHF/UHF MENGGUNAKAN CROSS BAND REPEATER (XBR) DI KUBE PSP DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNGMALANG Choirul Saleh; Eko Nurcahyo; Sidik Noertjahjono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.378

Abstract

Handy Talky (HT) merupakan salah satu perangkat komunikasi yang cepat dan mudah digunakan karenatidak perlu mengalami tunda waktu dalam proses pengolahan maupun pengiriman informasinya, namun denganterbatasnya jarak jangkau, membuat pengguna merasa tertantang untuk meningkatkan jarak jangkau radio padaband VHF / UHF tersebut yang biasanya hanya menjangkau 2-5 km dengan power maksimum 5 watt. Komunikasiradio Unit Koperasi dengan kelompok usaha bersama peternak sapi perah (KUBE PSP) Desa Kemiri KecamatanJabung Malang sering mengalami gangguan dalam komunikasi dimana kedua lokasi ini tidak boleh terhambat olehruang dan waktu, sehingga dibangunlah Cross Band Repeater (XBR) untuk memperluas jangkauan hinggaradius 40-100 km hanya dengan daya sekitar 100 - 300 mWatt sehingga menghemat penggunaan energy listrikdalam komunikasi radio. Cross Band Repeater adalah sistem perangkat repeater yang menggunakan dua bandberbeda untuk input dan outputnya. Kebanyakan menggunakan band VHF dan UHF. Input dan output dapatdipakai berbalikan, misal input dari VHF dan memancar ulang di UHF dan sebaliknya. Keuntungan dariXBR adalah kemampuan menggabungkan (crossing) kelompok VHF dan UHF. Dengan adanya Cross BandRepeater yang terpasang pada Repeater maka dihasilkan suara lebih bersih dari gangguan diri-sendiri juga jarakjangkau akan lebih jauh dengan penggunaan energi yang kecil.
TINGKAT RISIKO PEKERJA PADA MESIN PIERCING TUBE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) DI DEPARTEMEN PRESS SHOP PT. X. Popy Yuliarty; Andri Wibowo
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.379

Abstract

Kenyamanan dan keamanan di tempat kerja harus diwujudkan karena karyawan sangat rentanmengalami kecelakan ketika bekerja. Hal ini tentu membuat adanya banyak kerugian seperti biaya, waktu,efisisensi dan efektivitas kerja serta berakibat pada produktivitas kerja yang menurun. Banyak hal yang harusdiperhatikan di dalam line produksi agar line produksi bisa di jadikan tempat yang aman dan nyaman. Rumusanmasalah dalam penelitian ini adalah berapa tingkat risiko ergonomi terhadap proses produksi pada karyawan didepartemen (Press Shop) PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah rekomendasi perbaikan yang tepat untukmengurangi / menyelesaikan permasalahan karyawan terhadap keletihan pada karyawan didepartemen PressShop di PT. X. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah REBA, RULA serta kuisioner NBM. Untukmenghitung nilai skor RULA dan REBA peneliti menggunakan software RULA REBA Assessment pada tiappengamatan aktifitas produksi. Hasil dari penelitian ini adalah untuk 3 skor tertinggi keluhan yang dirasakanoperator yaitu sakit pinggang (7), sakit pada lengan atas bagian kanan total skor (6), sakit pada bagian punggungtotal skor (5). Untuk Skor REBA pada pierching tube header pipe adalah 8, termasuk dalam resiko tinggisehingga perlu adanya perbaikan, Skor RULA pada pierching tube header pipe 7, memiliki level risiko tinggiperlu adanya perbaikan. Solusi perbaikan dari hasil data penelitian yaitu perbaikan terhadap edukasi terhadapoperator, perbaikan pada posisi layout kerja dan membuat modifikasi meja pada mesin.
PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK TOTAL SUSPENDED SOLID PADA STOCK PREPARATION 1 DI PT X (INDUSTRI KERTAS) Rini Anggraini; Bagas Atma P; Popy Yuliarty
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.380

Abstract

PT. X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi kertas. Salah satu seksi indukX adalah bagian Stock Preparation. Stock Preparation mempunyai tugas fundamental, yaitu mengubah wastepaper menjadi pulp atau bubur kertas sebelum menjadi produk jadi yaitu kertas. Kualitas air merupakan salah satuhal terpenting dalam Stock Preparation 1, baik itu berupa air proses maupun air limbah. Di Stock Preparation,parameter penilaian kualitas air limbah dapat dilihat dari jumlah Total Suspended Solid (TSS) yang terkandung didalam sewer. Data yang digunakan untuk kualitas air pada Total Suspended Solid di Stock Preparation 1 denganmenggunakan metode Control Chart yaitu merupakan salah satu dari alat QC 7 tools (7 alat pengendalian kualitas)yang berbentuk grafik dan dipergunakan untuk memonitor atau memantau stabilitas dari suatu proses sertamempelajari perubahan proses dari waktu ke waktu. Tujuannya agar air yang dibuang ke lingkungan tidakmencemari lingkungan sekitar. Hasil yang di peroleh menggunakan metode ini, sebesar 1606 mg/L dan tergolongkedalam golongan yang tidak mencemari lingkungan. Hasil penelitian ini adalah data out of control yaitu padadata ke – 8 yang disebabkan karena nilai konsentrasi TSS yang tinggi (melebihi standar yang ditetapkan).Penyebabkonsentrasi TSS tinggi adalah pompa ada yang bocor sehingga air masuk ke sewer, Line Production Stop karenatangki penyaringan dikuras, overflow yaitu kelebihan aliran air di dalam tangki sehingga output tidak keluar danscreen (Penyaring) jenis STS mengalami PLUG, dalam kata lain saringan tersumbat.
IMPLEMENTASI ALAT PERONTOK JAGUNG DIDESA LODALEM KABUPATEN MALANG Mujiono Mujiono; Sujianto Sujianto; Munasih Munasih
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.382

Abstract

Tim pengabdian kepada masyarakat telah melakukan survey ke Petani jagung di desaLodalemKabupaten Malang Dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dari petani tentang permasalahan yangdihadapi petani, pada saat panen jagung. Permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah apabila jagung telahdipanen kemudian dijemur maka proses berikutnya adalah untuk dilakukan perontokan/pemipilan, hal ini masihdilakukan dengan menggunakan alat manual/seadanya misalkan dengan pemipilan dengan menggunakantangan,kerok yang dibuat dari bambu, papan kayu dengan ban bekas, dll. Sehingga akan mengakibatmengeluarkan tenaga yang banyak/berlebihan serta dalam waktu yang cukup lama untuk melakukanperontokan/pemipilan,dengan keterbatasan alat mengakibatkan kurang baiknya biji jagung hasil pemipilan ataubiji jagung banyak yang rusak, pecah dlsb, demikian juga akan mengakibatkan banyaknya waktu untukmenyelesaikan. Dari fakta dan kondisi di atas maka target dari pada pengabdian kepada masyarakat ini adalahuntuk membuatkan alat perontok jagung dengan menggunakan kaidah ergonomis, agar supaya dapatmempercepat dan mempermudah pekerjaan pemipilan, menghemat waktu lebih efisien serta hasilnya lebih baik(hasil pipilan biji jagung ) dari yang sebelumnya. Adapun metode pelaksanaan yaitu melakukanpengembangan,memperbaiki proses perontokan/pemipilan dengan cara membuatkan alat yang lebih ergonomissehingga jumlah pipilan lebih berkualitas, alat yang dipergunakan lebih menarik aman dan nyaman dipakai sertadapat meningkatkan hasil pemipilan dari 12 kg / jam menjadi 31 kg/jam.
PENERAPAN MESIN PENGHANCUR KOTORAN KAMBING UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PUPUK BAGI KELOMPOK TANI DI DESA NGADIREJO KABUPATEN MALANG Sanny Andjar Sari; Salammia LA; Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.383

Abstract

Pada bidang pertanian pupuk merupakan item yang sangat penting bagi kesuburan tanah untukmenjadikan hasil panen yang memuaskan, banyak petani yang menggunakan pupuk kimia daripada pupukorganik. Terkadang petani mengeluh dikarenakan saat ini semakin meningkatnya harga pupuk kimia, denganmeningkatnya harga pupuk kimia yang semakin mahal ini membuat petani untuk memikirkan bagaimana caramengganti pupuk kimia yaitu dengan menggunakan pupuk kandang, dalam pembuatan pupuk kandang darikotoran kambing secara langsung tanpa menghancurkan memerlukan 7 - 14 hari untuk proses penguraiandidalam tanah dan juga memerlukan beberapa tambahan bahan untuk pengomposannya. Proses pembuatanpupuk organik yang telah dilakukan para petani di Desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan ini tentunyamemerlukan waktu yang lama untuk menjadikan kotoran kambing sebagai pupuk, ini disebabkan kotorankambing yang sudah kering dihancurkan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Sehinggamembutuhkan mesin penghancur untuk mempercepat proses penghancuran dari kondisi sebelumnyamembutuhkan waktu 22 menit untuk 2kg kotoran kambing kering menjadi 3,05 menit.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue