cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Teknologi Industri
ISSN : 2085580X     EISSN : 26144069     DOI : -
Jurnal Penelitian Teknologi Industri (JPTI), adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan ilmiah, paket ilmiah dan kajian dalam bidang kimia proses dan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti/perekayasa baik yang berasal dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado maupun instansi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
VARIASI LAMA FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN NaCl TERHADAP PRODUKSI ASAM LAKTAT DARI KUBIS (Brassica oleracea) Mariati Edam
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 10 No. 1 Juni 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.317 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v10i1.3953

Abstract

Kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai cita rasa yang enak, juga mengandung gizi yang cukup tinggi. Sayuran ini bersifat mudah rusak dan busuk, sehingga menghasilkan limbah yang dihasilkan dari daun yang membusuk. Limbah inilah yang merupakan tempat hidup bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus yang merupakan suatu mikroorganisme yang berfungsi dalam pembentukan asam laktat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variasi lama fermentasi dengan penambahan NaCl terhadap produksi asam laktat dari kubis. Metode penelitian ini adalah penelitian “deskriptif eksperimental”. Rancangan penelitian yang akan dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial sebanyak 2 faktor yaitu (1) konsentrasi NaCl: 2.5, 3 dan 3.5%, (2) lama fermentasi yang terdiri dari tiga level yaitu 8, 10 dan 12 hari, sebanyak dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi NaCl dari cairan fermentasi kubis yaitu total bakteri asam laktat yaitu 7.45-8.92 log/cpu, pH berkisar 3.94-5.8 dan total asam laktat yaitu 0.8-2.6%. Hasil pengamatan organoleptik terhadap cairan fermentasi kubis berupa bau yaitu jelas khas fermentantasi (asam) hingga tidak berbau asam khas fermentasi dan warna yaitu cream-coklat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi terbaik proses fermentasi asam laktat dari kubis adalah lama fermentasi 8 hari dengan penambahan NaCl 3% dan memperoleh kadar asam laktat tertinggi yaitu 2.6%.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGGORENGAN TERHADAP MUTU KERIPIK NANAS MENGGUNAKAN PENGGORENG VAKUM Nicolas Tumbel
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 9 No. 1 Juni 2017
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.125 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v9i1.3204

Abstract

Produksi buah nanas (Ananas comosus) yang relatif tinggi dan umur simpan yang relatif pendek menjadi alasan dilakukan diversifikasi produk nanas, sehingga dapat menambah nilai jual dan memperpanjang umur simpan buah. Salah satu alternatif yang potensial untuk dikembangkan adalah dengan mengolahnya menjadi keripik. Pengolahan keripik nanas dilakukan dengan menggunakan alat penggorengan vakum (vacuum frying). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penggorengan terhadap produk keripik nanas menggunakan mesin penggoreng vakum. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu sortasi (pengupasan kulit dan pembersihan), pembelahan, pencucian/penirisan air dan penggorengan. Penggoreng vakum yang digunakan memiliki dimensi panjang 120 cm, lebar 100 cm dan tinggi 140 cm, yang dilengkapi dengan tabung penggoreng, panel listrik, pemanas, bak air, pompa vakum, serta peniris produk. Pada proses pembuatan keripik nanas ini dilakukan kombinasi antara waktu (40 dan 50 menit) dan suhu (80 dan 90oC) dengan tekanan konstan 60 cmHg. Kapasitas penggoreng vakum untuk buah nanas adalah 2 kg dengan rendemen rata-rata keripik yang dihasilkan sekitar 25%. Hasil analisa menunjukkan bahwa mutu keripik yang sesuai dengan SNI adalah dengan perlakuan suhu 90oC dan waktu 50 menit. Sedangkan untuk perlakuan 40 menit dengan suhu 80oC  dan 90oC, kadar minyak/lemak sesuai SNI sedangkan kadar air dan kadar abu tidak sesuai SNI. Uji organoleptik tekstur perlakuan 40 menit pada suhu 80oC tidak disukai panelis. Keripik nanas yang dihasilkan memiliki rasa yang khas (nanas), warna dan penampakan yang normal dengan tekstur yang renyah. Kata Kunci: nanas, keripik nanas, suhu penggoreng, penggoreng vakum
LIMBAH FLY ASH PABRIK MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN DALAM PEMBUATAN BATAKO Doly P Silaban; Alexius Luther Ola
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 1 Juni 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.542 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v11i1.5055

Abstract

Utilization of fly ash waste to subtitute portland cement in concrete brick fabrication to resolve enviromental problem  has been done. This research used fly ash from waste of vegetable oil industry at Bitung City. Descriptive method has been used to interprete data with sand and fly ash composition as free variable and portland cement composition as constant variable. At the beginning  As, Cd, Cr, Hg and Pb concentration in fly ash was analyzed and comply minimum standard on Indonesia government regulation (PP No 18 Tahun 1999) about dangerous waste, so it could be used as concrete bricks raw materials. Sample prototype dimension was molded in (cm) 27x12x8 with 10 samples for one test and data was provided from two repetition. Compressive Strength from fly ash mixing showed value (kg/cm2) 27.77-64.22 with water absorption value (%) 9.62-16.79. Compressive strength value of concrete brick from fly ash mix comply SNI 03-0349-1989 standard on grade III and IV.
PENGARUH PENGGUNAAN SANTAN KELAPA DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS “COOKIES SANTANG” Nova Patra Kumolontang
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Volume 7, No. 1 Desember, Tahun 2015
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.202 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v7i2.4803

Abstract

Santan kelapa merupakan emulsi lemak dalam air, berwarna putih susu mengandung protein serta zat gizi lainnya.Santan mengandung berbagai jenis lemak yang baik dan telah diaplikasikan dalam berbagai produk pangan.  Pembuatan cookies kering telah dilakukan untuk mengangkat produk tradisional yang merupakan salah satu kearifan lokal dalam memanfaatkan santan sekaligus meminimalisir penggunaan lemak jenis lain. Perlakuan penelitian penggunaan santan murni mencakup yang dipekatkan dan yang tidak dipekatkan. Produk disimpan pada suhu ruang selama 0, 1, 2, dan 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwaprodukyang menggunakan santan yang dipekatkan dan tidak dipekatkan masing-masing memiliki kadar air 2,24% dan 2,10%, kadar lemak 16,13% dan 15,87%, kadar abu 1,25% dan 1,14%,dan kadar karbohidrat 76,85% dan 78,22%.Merujuk pada SNI 01-2973-1992, produk dapat dikategorikan memenuhi syarat mutu,kecuali untuk kadar  protein  2,67%  dan 3,46%yang tidak memenuhi syarat mutu. Semakin lama produk disimpan, semakin meningkat kandungan asam lemak bebas dan TPC tetapi masih dibawah ambang batas yang dipersyaratkan. Uji organoleptik menunjukkan bahwa sampai penyimpanan bulan ke-3 produk masih disukai panelis.  Kata kunci: “cookies santang”, santan kelapa
PENGARUH AKTIVATOR TERHADAP ARANG AKTIF TEMPURUNG KEMIRI Petrus Patandung
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 9 No. 2 Desember 2017
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.239 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v9i2.3526

Abstract

Pengaruh aktivator arang tempurung terhadap arang aktif tempurung kemiri telah dilaksanakan. Tujuan penelitian  yaitu  untuk mengetahui pengaruh aktivator terhadap arang aktif tempurung kemiri dengan melalui aktivasi sehingga dapat diketahui pengaruh wilayah produksi kemiri. Metode penelitian dilakanakan dengan melaui  percobaan pembuatan arang aktif yang  yang menggunakan activator H3P04 dan NH4Cl dengan konsentrasi 9 % selama 24 jam, dicuci sampai bersih serta aktivasi pada suhu 750 °C selama1,5 jam,  data disusun dalam bentuk Gambar atau Grafik serta   dianalisa secara deskriptif  yang  menggunakan  wilayah pertanaman  atau daerah yang potensial menghasilkan kemiri: A= arang aktif tempurung kemiri dari Tomohon  dengan menggunakan aktivator H3P04,  B= arang aktif tempurung kemiri dari Tomohon dengan menggunakan aktivator NH4Cl, C= arang aktif tempurung kemiri  dari  Bolang mangondow dengan menggunakan aktivator H3P04,  dan D= arang aktif dari Bolaangmangondow dengan menggunakan aktivator NH4Cl. Penelitian diulang 3 (dua) Kali. Arang aktif yang diperoleh: kadar air 10,24-10,30 %, Kadar abu 6,22-7,20 %, bahan mudah menguap pada suhu 950 °C  20,22-21,17 % ;  Bagian yang tidak terarang tidak ternyata, daya serap terhadap I2 764,48-780,82 mg/g, karbon aktif murni 71,58- 73,57, daya serap terhadap biru metilena 118-130,75 mg/g  dan rendemen arang aktif 62,44-71,20 %.  Hasil yang terbaik diperoleh pada perlakuan dengan menggunakan bahan kimia sebagai aktivator H3P04 karena semua parameter memenuhi standar arang aktif SNI.06-3730-1995, sedangkan dengan menggunakan NH4Cl belum memenuhi syarat mutu arang aktif yaitu parameter daya serap terhadap biru metilena.Kata kunci: Arang aktif, Aktivator, Aktivasi, air,  daya serap 
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKO KIMIA MINYAK PALA DARATAN DAN KEPULAUAN DI SULAWESI UTARA Hilda Kaseke; Doly Prima Silaban
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.352 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3190

Abstract

Luas areal dan produksi pala di kepulauan di Sulawesi Utara paling banyak terdapat dikepulauan Sitaro, Talaud dan Sangihe dan untuk daratan di kabupaten Minahasa Utara,Minahasa dan Minahasa Tenggara. Pala yang dihasilkan dari kepulauan dan daratan yang adadi Sulawesi Utara umumnya diperdagangkan dalam bentuk biji dan fuli. Untuk mendapatkanmutu minyak pala yang baik dipengaruhi oleh jenis pala, agroklimat lokasi penanaman, umurpanen dan teknik penyulingan dalam mendapat minyak pala. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui rendemen minyak pala serta mengidentifikasi sifat fisiko kimia dari minyak palakepulauan dan daratan di Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif dandilakukan dalam 2 tahap yaitu menyuling pala untuk mendapatkan minyaknya dan minyak hasilpenyulingan diidentifikasi sifat fisiko kimianya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemenminyak pala kepulauan berkisar 4,89-5,11% dan pala daratan 4,08-5,01%. Komponen kimia α-pinen, β-pinen, limonene, linolool, miristisin pada minyak pala daratan dan kepulauan diSulawesi Utara memiliki presentase yang berbeda. Kadar miristisin dari minyak pala yang adadi Sulawesi Utara kepulauan berkisar 13,43-16,75% dan daratan berkisar 11,52-13,54%. Kadarmiristisin tersebut lebih tinggi dari yang dipersyaratkan SNI 06-238-2006 yaitu minimal 10%.Kata kunci : minyak pala, miristin, fisiko kimia
PENGARUH KOSENTRASI SARI BUAH MANGGA KUWINI TERHADAP KUALITAS PERMEN KERAS Sjamsiwarni Reny Sjarif
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 10 No. 2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.948 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v10i2.4336

Abstract

Kuwini (Mangifera odorata Griff.) tergolong anggota genus Mangifera. Buah tersebut mempunyai aroma yang khas setelah masak, dapat dipergunakan untuk memberikan rasa dan aroma pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah mangga kuwini terhadap kualitas permen keras.               Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu: pembuatan sari buah, pembuatan permen dan pengujian mutu permen. Metode yang digunakan adalah metode percobaan secara Rancangan Acak Lengkap, dua kali ulangan dengan dengan perlakuan penambahan sari buah mangga kuini M (0, 20, 25, 30, 35%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan sari buah mangga kuwini terhadap nilai rata-rata kadar air berkisar antara 0,83- 1,94%, kadar sukrosa 70,3-75,09%, kadar gula reduksi 11,06-12,51% dan kadar Vitamin C berkisar antara 0-1,52 mg/g. Penambahan sari buah mangga kuwini pada permen berpengaruh nyata terhadap kadar air,gula reduksi, kadar Vitamin C, warna,bau dan tidak perpengaruh nyata pada kadar sukrosa,tekstur dan rasa permen. Permen keras dengan penambahan sari sari buah mangga kuwini memenuhi syarat mutu  SNI 3547.1:2008 untuk parameter kadar air, kadar sukrosa, kadar gula reduksi, kadar abu, dan secara organoleptic disukai panelis.Kata kunci: kuwini, mangga, permen
Indeks Kata Kunci Tampinongkol, Meity
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Volume 7, No. 1 Juni, Tahun 2015
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.598 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v7i1.4715

Abstract

PENGARUH METODE PENGOLAHAN DAN UMUR PANEN KELAPA TERHADAP KUALITAS DAN KANDUNGAN SENYAWA FENOLIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Anton Muis
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 8 No. 2 Desember 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.244 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v8i2.2383

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa yang diperoleh dari buah kelapa segar diproses secara mekanik atau alamiah dengan atau tanpa pemanasan, tanpa melalui pemurnian atau penambahan bahan kimia. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh metode pengolahan dan umur panen terhadap kualitas dan kandungan senyawa fenolik VCO. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 (dua) perlakuan yaitu: metode pembuatan VCO dan umur panen kelapa, Pengujian kandungan senyawa fenolik secara kualitatif (screening fitokimia) dan komposisi asam lemak menggunakan Gas Chromatography Mass Spectro (GCMS). Disamping itu juga akan dilakukan pengujian rendeman dan kualitas minyak pada umumnya meliputi: kadar air, FFA dan Bilangan Peroksida. Data pengujian kemudian dianalisis secara deskritif. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa semakin umur panen kelapa, rendemen VCO semakin tinggi begitupun sebaliknya.Rendemen tertinggi dihasilkan pada metode pengeringan kelapa parut dan yang terendah adalah dengan metode minyak pancing. Kadar air VCO yang dihasilkan dalam penelitiaan ini sesuai dengan standar menurut APPC 0,1 % - 0,5 % dan SNI VCO No. 7381 tahun 2008 kadar air maksimal 0.2%. Bilangan peroksida,Kadar FFA VCO tersebut sesuai dengan standar SNI VCO No.7381 tahun 2008 kadar FFA maksimal 0.2%, kecuali pada minyak yang berasal dari kopra putih (pembanding) memiliki kadar FFA 0.5%.Semakin meningkat umur panen buah kelapa kandungan total senyawa fenoliknya semakin meningkat namun total senyawa tokoferol dan flavonoid cenderung menurun . Total senyawa fenolik tertinggi pada pembuatan VCO dengan metode kelapa parut dan terendah yaitu metode pemanasan minimal. Total senyawa tokoferol terendah pada pengolahan VCO dengan metode menggunakan starter sedangkan yang tertinggi yaitu metode fermentasi spontan. Total senyawa flavonoid tertinggi yaitu pembuatan VCO dengan metode dari kelapa parut  dan yang terendah dengan metode minyak pancing.apabila didasarkan padakandungan asam laurat maka semua metode dan umur panen kelapa pada penelitian ini dapat digunakan dalam pembuatan VCO.Kata kunci: VCO, Senyawa Fenolik
Pembuatan Batako Sebagai Alternatif Penanganan Spent Bleaching Earth yang Dihasilkan Pabrik Minyak Kelapa Broerie Pojoh
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 8 No. 1 Juni 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.304 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v8i1.1018

Abstract

ABSTRAKTumpukan limbah SBE di kompleks pabrik minyak kelapa di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang bertambah pada setiap proses  produksi sangat potensial mengancam kelangsungan usaha pabrik. Penumpukkan di halaman pabrik dilakukan karena belum adanya TPA khusus di wilayah tersebut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas penimbunan in-situ. Penelitian bertujuan untuk meneliti pengaruh agregat, ekstraksi minyak, dan komposisi limbah SBE terhadap kualitas batako. Pengamatan dilakukan dengan merujuk pada persyaratan SNI 03-0348-1989 tentang Mutu dan Cara Uji Bata Beton Pejal meliputi kuat tekan dan kenampakan fisik dan sesuai Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) meliputi kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan batako yang dibuat dari limbah SBE yang diekstraksi tanpa menggunakan agregat, baik “tanah domato,” pasir kali, dan kerikil split, tidak memenuhi persyaratan SNI maupun PUBI. Diketahui juga bahwa batako yang dibuat dari limbah SBE yang minyaknya diekstraksi dengan cara dibuat menjadi briket memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara disangrai. Selanjutnya diketahui bahwa penggunaan agregat pasir kali menghasilkan batako dengan kuat tekan yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan “tanah domato”. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata kuat tekan batako yang dibuat dari limbah SBE yang diekstraksi minyaknya dengan komposisi SBE 25% lebih baik dibandingkan dengan komposisi SBE 50% dan 75%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar ekstraksi minyak SBE dalam skala besar dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus agar supaya pencemaran oleh asap dapat ditekan seminimal mungkin. Untuk tujuan peningkatan stabilitas serta kuantitas tumpukan SBE maka direkomendasikan untuk membuat batako menggunakan SBE dengan komposisi sebanyak 50%. Kata kunci: batako, spent bleaching earth, stabilitas tumpukan

Page 2 of 11 | Total Record : 106