cover
Contact Name
Arie Asnaldi
Contact Email
asnaldi@fik.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
menssana@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menssana
ISSN : 2527645X     EISSN : 2527645x     DOI : -
Core Subject : Education,
Penerbitan Jurnal Menssana bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi dan pemutakhiran gagasan dari para ilmuwan olahraga di Indonesia. Jurnal Menssana berisi penelitian empiris dalam bidang Pendidikan Olahraga, Pendidikan Rekreasi, dan Kesehatan, Ilmu Keolahragaan serta kepelatihan olahraga.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Kajian Pelatihan Keterampilan Psikologis Terhadap Mental Atlet Futsal arief, mochamad qesha
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.01

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh pelatihan keterampilan psikologis terhadap mental atlet futsal. Fokus utama dari review ini adalah mengidentifikasi bagaimana intervensi psikologis, seperti pelatihan keterampilan mental dan mindfulness, dapat meningkatkan ketahanan mental, mengurangi kecemasan kompetitif, dan memperbaiki kinerja atlet. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pelatihan psikologis yang efektif mampu memberikan manfaat signifikan dalam hal keterampilan mengatasi tekanan dan membangun identitas tim yang kuat di kalangan atlet futsal. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam olahraga, kajian ini menggarisbawahi perlunya penerapan program-program psikologis yang terstruktur untuk meningkatkan kualitas pengalaman atlet, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dan organisasi olahraga dalam merancang program pelatihan yang lebih holistik, serta mendorong penelitian lebih lanjut mengenai aspek psikologis dalam futsal dan olahraga lainnya.
Eko Firdaus Dampak Pandemi Coviv-19 Terhadap Transformasi Digital Industri Olahraga di Indonesia Firdaus, Eko
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.02

Abstract

Wabah COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan dan dinamika dunia olahraga di Indonesia. Aktivitas-aktivitas yang sebelumnya dilaksanakan secara langsung, seperti sesi latihan, pertandingan, hingga pengelolaan organisasi, mengalami gangguan akibat diterapkannya pembatasan sosial. Situasi ini mendorong para pelaku olahraga nasional untuk melakukan inovasi, salah satunya melalui penerapan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dampak pandemi terhadap sektor olahraga serta mengeksplorasi berbagai bentuk digitalisasi yang muncul sebagai respons adaptif terhadap kondisi krisis. Metode yang digunakan pendekatan studi pustaka, dengan mengacu pada sumber dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen resmi lembaga, serta publikasi terakreditasi yang terbit dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis secara tematik-induktif untuk mengidentifikasi pola, klasifikasi, serta tema-tema utama dari literatur yang dikaji. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya menimbulkan tantangan, melainkan juga menciptakan peluang percepatan digitalisasi dalam industri olahraga nasional. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi nasional berbasis ekosistem digital olahraga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Kata Kunci: digitalisasi olahraga, pandemi COVID-19, inovasi digital, industri olahraga Indonesia, studi Pustaka
Peran Nutrisi Terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini Putri, Laras Fadhilah
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.04

Abstract

Nutritional deficiencies cause delayed physical development and impaired motor coordination. This study aims to examine the relationship between nutritional status and motor development in early childhood. The method used is a literature review. Articles were searched using the Google Scholar database and then grouped based on inclusion and exclusion criteria. Articles were searched according to the research topic for the period 2020-2025 using the keywords “nutrition,” “motor development,” and “early childhood,” and 10 articles that met the inclusion criteria were found and analyzed further. The results of the study showed that nutritional status was significantly related to the motor development of early childhood. Children with good nutrition had more optimal motor skills compared to children with poor nutrition. In conclusion, fulfilling balanced nutrition from an early age is the main foundation in supporting children's physical growth and motor skills.
Pengaruh Permainan Lempar Tangkap Bola Kecil Terhadap Kemampuan Koordinasi Mata Dan Tangan Siswa Kelas V SDN Johar Baru 15 Khamilah, Nasywa Shafa
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.05

Abstract

This research aims to determine influence of small ball throwing catching game on eye-hand coordination ability of grade V students at SDN Johar Baru 15. The method used is Quasi-Experiment Design with a Pretest-Posttest Control Group. Population in the study 60 students, of which 48 student were selected as samples and divided equally into experimental and control groups. The instrument used to measure eye hand coordination is test coordination eye hand, while data analysis was conducted with normality tes, homogeneity tests, and hypothesis testing. Based on the resulst of the normality tests using the Shapiro-Wilk normalty test indicate that the pretest and posttest data from both groups have significance values >0.05. Specifically, the pretest significance group experimental value was 0.723 for the group control pretest value was 0.122. While the significance the posttest group experimental value was 0.555 for the group control value was 0.357. That result the data is distributed normally. The result of homogeneity using Levene's statistic stated that pretest significance of 0.786, and significance value of the posttest 0.702, this indicates both >0.05 homogenity distributed data. Hypothesis test used paired sample t-test yielded a p value (0.000) <0.05. Thus,it can be conclusion that the small ball throwing catching game influence eye hand coordination ability of students at SDN Johar Baru 15.
Pengembangan Instrumen Asesmen Praktik Lapangan Berbasis Outcome-Based Education Febriani, Ayu Rizky; Hidayat, Rohman; Anggraeni, Dewi
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.03

Abstract

Assessment in field practice learning within higher education Physical Education programs continues to face challenges in measuring learning outcomes comprehensively and objectively, particularly across psychomotor, cognitive, and affective domains. This study aimed to develop a Field Practice Learning Assessment Instrument (ASPRAK) that is valid, feasible, and effective for use in outcome-based practical learning. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects included course instructors and undergraduate students enrolled in field practice courses in the Physical Education program. Data were collected through expert validation and small-scale and large-scale trials using Likert-scale questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques by converting scores into feasibility percentages. The results indicated that the ASPRAK instrument achieved an average feasibility score of 82%, categorized as feasible, and demonstrated high alignment with Course Learning Outcomes and sub-learning outcomes, ease of independent use, and strong support for student self-reflection. Therefore, ASPRAK has the potential to serve as an objective, transparent, and applicable assessment instrument to support the implementation of Outcome-Based Education in field practice learning in higher education. Keywords: learning assessment, field practice, physical education, Outcome-Based Education, ADDIE
Aktivitas Fisik Komunitas sebagai Determinan Tidur dan Kognisi Lansia Widanita, Neva; Qurrotuaini, Risma; Suhartoyo, Topo; Bangun, Septiono; Febriani, Ayu Rizky
Jurnal MensSana Vol 10 No 1 (2025): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.10012025.06

Abstract

Population aging is associated with an increased prevalence of sleep disturbances and cognitive decline, which may reduce independence and quality of life among older adults. This study aimed to examine the relationship between physical activity, sleep quality, and cognitive function among older adults participating in a community-based exercise program (Sang Surya gymnastics). A quantitative correlational design was applied involving 33 older adults. Physical activity was assessed using the Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and cognitive function using the Mini-Mental State Examination (MMSE). The results showed that participants had moderate physical activity levels (PASE = 112.36 ± 28.47), suboptimal sleep quality (PSQI = 6.21 ± 2.14), and cognitive function ranging from normal to mild impairment (MMSE = 24.87 ± 3.12). Physical activity was significantly associated with cognitive function (r = −0.39, p < 0.05), whereas its association with sleep quality was weak and not statistically significant (r = −0.11, p > 0.05), and sleep quality showed a weak, non-significant correlation with cognitive function (r = 0.21, p > 0.05). These findings indicate that community-based physical activity is more closely related to cognitive function than sleep quality among older adults, suggesting that physical activity programs may contribute to cognitive health maintenance, while improvements in sleep quality may require additional targeted interventions. Keywords: physical activity; sleep quality; cognitive function; older adults; community-based exercise
Efikasi Diri Dan Kesiapan Berolahraga Siswa Sekolah Dasar: Tinjauan Terhadap Respon Denyut Nadi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pramudya, Ardian Hermala; S, Adi
Jurnal MensSana Vol 11 No 1 (2026): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.110126.02

Abstract

Pendidikan Jasmani di sekolah dasar memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan fisik, psikologis, dan sosial siswa. Keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya ditentukan oleh kualitas program pembelajaran, tetapi juga oleh kesiapan siswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik, yang meliputi aspek psikologis dan fisiologis. Efikasi diri merupakan faktor psikologis yang mempengaruhi keterlibatan siswa, sedangkan denyut jantung dapat digunakan sebagai indikator tujuan fisiologis untuk mencerminkan respon tubuh terhadap aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan kesiapan siswa sekolah dasar untuk berolahraga serta korelasinya dengan respon denyut jantung dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa kelas lima dan enam sekolah dasar yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner efikasi diri, kuesioner kesiapan berolahraga, dan pengukuran denyut jantung. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas ANOVA, dan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki efikasi diri yang tinggi dan kesiapan berolahraga yang sedang hingga baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan antara efikasi diri dan kesiapan berolahraga (r = 0,403; p < 0,01). Sebaliknya, efikasi diri dan kesiapan berolahraga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan denyut jantung (p > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa efikasi diri memainkan peran penting dalam membentuk kesiapan psikologis siswa, sementara denyut jantung lebih mencerminkan respon fisiologis yang dipengaruhi oleh faktor kebugaran dan intensitas aktivitas.
Pengaruh Push Up Diamond & Incline Pada Kekuatan Lengan Voli Putra SMPN 3 Pangkah Pratama, Moh Ovta; Wahyudi, Agung
Jurnal MensSana Vol 11 No 1 (2026): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.110126.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan diamond push-up dan incline push-up terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada atlet bola voli putra di SMPN 3 Pangkah, Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian berjumlah 20 siswa ekstrakurikuler bola voli putra yang diambil dengan teknik total sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik distribusi A-B-B-A. Instrumen penelitian berupa tes kekuatan otot lengan. Analisis data meliputi uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), uji t berpasangan, dan uji t independen. Hasil menunjukkan rata-rata kekuatan otot lengan kelompok eksperimen meningkat dari 6,95 menjadi 9,00 (kenaikan 2,05), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 7,15 menjadi 7,25 (kenaikan 0,10). Data berdistribusi normal dan homogen (p>0,05). Uji t berpasangan dan uji t independen menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Disimpulkan bahwa latihan diamond push-up dan incline push-up efektif meningkatkan kekuatan otot lengan atlet bola voli putra.
Pengaruh Metode Bermain Terhadap Kemampuan Passing Bawah Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Putra Maulana, Aldy; Wahyudi, Agung
Jurnal MensSana Vol 11 No 1 (2026): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.110126.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan bermain terhadap kemampuan passing lengan bawah dalam voli di kalangan siswa laki-laki yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyatul Ma'muroh, Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan metode ABBA. Kelompok eksperimen menerima perlakuan melalui metode bermain, sedangkan kelompok kontrol menerima metode latihan konvensional. Kemampuan passing lengan bawah diukur menggunakan tes Brumbach forearms pass wall volley. Hasil uji sampel t independen menunjukkan bahwa metode bermain lebih efektif daripada metode konvensional. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen adalah 80,00, yang lebih tinggi dari kelompok kontrol (60,00), dengan nilai signifikansi 0,008 (< 0,05). Dengan demikian, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada hasil posttest. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan selama empat minggu (12 sesi) menggunakan metode bermain efektif meningkatkan kemampuan passing lengan bawah siswa ekstrakurikuler voli putra.
Karakteristik Lengkung Kaki (Flat Foot) dan Hubungannya dengan Indeks Kesehatan Siswa Sekolah Menengah Pertama daffa nabil gusti; Adi S
Jurnal MensSana Vol 11 No 1 (2026): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.110126.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik lengkung kaki (flat foot) dengan Indeks Kesehatan Siswa Indonesia (IKSI) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Permasalahan yang ada adalah kesenjangan antara dampak flat foot terhadap kesehatan dan partisipasi siswa dengan kurangnya perhatian terhadap isu ini dalam konteks pendidikan jasmani. Flat foot bukan hanya kelainan bentuk kaki, tetapi juga merupakan faktor risiko yang dapat mempengaruhi status kesehatan muskuloskeletal siswa, yang berpotensi menurunkan kualitas hidup, partisipasi dalam pembelajaran, dan produktivitas mereka di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Data dikumpulkan dari 134 siswa kelas IX di SMP Negeri 5 Semarang (N = 134). Karakteristik flat foot diukur melalui analisis jejak kaki dan diklasifikasikan (High arch, Normal arch, Low arch), sedangkan IKSI diukur menggunakan kuesioner dengan skala skor 1-4. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS 25. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan sedang-kuat antara kedua variabel (koefisien = -0,638; p=0,000). Artinya, semakin rendah lengkung kaki (kondisi flat foot), cenderung semakin rendah pula indeks kesehatan siswa. Simpulan penelitian ini adalah karakteristik flat foot merupakan determinan signifikan bagi capaian IKSI. Hal ini menyoroti perlunya memperhatikan kesehatan kaki sebagai komponen penting dari kebijakan kesehatan sekolah dan program pendidikan inklusif.