cover
Contact Name
Didiharyono
Contact Email
muh.didih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muh.didih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 26226332     EISSN : 26226340     DOI : -
Core Subject : Education,
To Maega | Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Andi Djemma. Jurnal ini adalah jurnal nasional yang mencakup banyak masalah umum atau masalah yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari publikasi ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual dan ide-ide yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020" : 10 Documents clear
Meningkatkan Pemahaman akan Pengendalian OPT Bawang Putih pada Anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu Puguh Bintang Pamungkas; Ardiyanta Ardiyanta
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.380

Abstract

AbstrakBawang putih (Allium sativum L.)memiliki begitu banyak manfaat, dimana seharusnya diikuti dengan peningkatan akan produktivitasnya. Namun dilapangan budidaya bawang putih belum mampu mencukupi permintaan dari pasar, sehingga dilakukan import untuk memenuhinya. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas bawang putih, mulai dari kualitas bibit yang rendah, sampai gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman). Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) yang tepat juga akan membantu peningkatan produktivitas bawang putih, dimana pengendalian bisa dilakukan dengan mengidentifikasi terlebih dahulu OPT yang menyerang. Kemudian dilakukan pengendalian secara kultur teknis, maupun penggunaan agen hayati. Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan/sosialisasi mengenai pengenalan dan pengendalian OPT bawang putih, (baik di lahan maupun di gudang pasca panen) yang diikuti oleh anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Cepit, Pagergunung, Kec. Bulu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Berdasarkan, hasil kegiatan penyuluhan, pengetahuan petani akan pengenalan dan pengendalian OPT meningkat sebesar 39% dibandingkan sebelum adanya kegiatan penyuluhan. Dari kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa petani melakukan pengendalian dengan cara yang telah dilakukan turun-temurun, pemahaman petani akan pengendalian OPT mengalami peningkatan setelah kegiatan sosialisasi, oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan secara berkala kepada petani, sehingga hasil penyuluhan dapat memberikan damapak nyata terhadap peningkatan produksi bawang putih.Kata Kunci: bawang putih, kelompok tani, opt, sosialisasi.AbstractGarlic (Allium sativum L.) has so many benefits, which should be followed by an increase in productivity. But in the field of garlic cultivation has not been able to meet the demand of the market, so do import to fulfill. Many factors cause low productivity of garlic, starting from low quality seeds, to pest and disease disorders. Proper pest control will also help increase the productivity of garlic, where control can be done by identifying the pest first. Then the technical culture is controlled and the use of biological agents. Therefore, socialization was carried out regarding the introduction and control of garlic pests (both on land and in the post harvest warehouse) which was followed by members of the Ngudi Rahayu Farmer Group, Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Central Java. Based on the results of extension activities, knowledge and farmers will be the introduction of the pest control increased by 39% compared to before their extension activities. From the activities that have been carried out it can be concluded that farmers carry out control in a way that has been carried down for generations, farmers' understanding of pest control has increased after socialization activities, therefore it is necessary to provide periodic assistance to farmers, so that the results of counseling can have a real impact on increasing garlic production.Key Word: Farmers, garlic, pest, socialization
Membangun Masyarakat Peduli Lingkungan Pesisir Melalui Edukasi Kepada Masyarakat Kota Tanjungpinang Terkait Pelestarian Daerah Pesisir Elfa Oprasmani; Trisna Amelia; Erda Muhartati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.372

Abstract

AbstrakKota Tanjungpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Riau yang juga termasuk daerah pesisir. Sebagai Kota yang sedang berkembang, maka kepadatan penduduk di Kota Tanjungpinang terus meningkat secara signifikan. Dampak akibat padatnya jumlah penduduk yaitu alih fungsi lahan sebagai lahan permukiman, industri, sarana dan prasarana serta kegiatan lainnya. Salah satu alih fungsi lahan yang terjadi yaitu alih fungsi kawasan mangrove yang menyebabkan rusaknya ekosistem di daerah pesisir dan lautnya. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan dampak rusaknya ekosistem mangrove di daerah pesisir serta kurangnya pemahaman terhadap upaya pelestarian ekosistem mangrove menyebabkan permasalahan tersebut terus terjadi. Pengabdian masyarakat yang diadakan oleh tim Pengabdian Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ditujukan kepada masyarakat Kota Tanjungpinang dengan metode pendidikan/edukasi kepada masyarakat Tanjungpinang untuk memberikan pengetahuan tentang peran pentingekosistem mangrove bagi daerah pesisir, meningkatkan kesadaran dan kepedulianmasyarakat dalam melestarikan daerah pesisir serta mendorong masyarakat untuk ikut melakukan konservasi mangrove. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari keinginan masyarakat untuk ikut menandatangani janji pelestarian lingkungan.Kata Kunci: edukasi masyarakat, pelestarian, daerah pesisirAbstractTanjungpinang City is the capital of Riau Islands Province which is also a coastal area. As a developing city, the population density in Tanjungpinang City continues to increase significantly. The impact due to dense population is the conversion of land as residential land, industry, facilities and infrastructure as well as other activities. One of the functions of land conversion is the conversion of mangrove areas which causes damage to the ecosystem in the coastal and marine areas. Lack of knowledge and awareness of the impact of damage to mangrove ecosystems in coastal areas and a lack of understanding of efforts to conserve mangrove ecosystems causes these problems to continue to occur. Community service provided by the Raja Ali Haji Maritime University (UMRAH) community service team is aimed at the people of the city of Tanjungpinang with education methods to the Tanjungpinang community to provide knowledge about the important role of mangrove ecosystems in coastal areas, increase public awareness and concern in preserving coastal areas and encourage the community to participate in mangrove conservation. Community service activities went well. This can be seen from the desire of the community to join in signing environmental pledges.Key Word: community education, preservation, coastal area
Strategi Pembelajaran bagi Guru di Lembaga Pendidikan Islam Anak Sholeh Pepelegi, Sidoarjo Nuril Huda; Ninik Mardiana; Imayah Imayah
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.407

Abstract

AbstrakLembaga Pendidikan Islam Anak Sholeh berdiri pada tanggal 18 Desember 2018. Dengan usia yang masih dini ini, LPI Anak Sholeh membutuhkan pihak-pihak lain untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas lembaga. Oleh sebab itu LPI Anak Sholeh bekerja sama dengan tim dosen Unitomo untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan strategi pembelajaran yang menyenangkan bagi guru di sana untuk meningkkatkan sumber daya manusia. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dari identifikasi mitra, kesepakatan penentuan objek pelatihan, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi bersama. Hasil yang didapatkan berupa peningkatan kualitas guru dalam mengolah strategi pembelajaran untuk anak prasekolah, baik di ruang kelas maupun di luar kelas. Kesimpulan yang didapat (1) penerapan strategi belajar disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan seiring dengan perkembangan zaman, (2) strategi belajar harus mempertibangkan sifat keamanan dan kenyamanan siswa, (3) guru harus terampil menerapkan strategi belajar agar faktor kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa berkembang, (4) media pembelajaran yang tepat menunjang strategi belajar mengajar.Kata kunci: strategi belajar,  guru, kognitif, psikomotorik, afekstifAbstractThe Sholeh Children's Islamic Education Institute (LPI Anak Sholeh) was established on December 18, 2018. With this early age, the LPI Anak Sholeh needs other parties to improve and develop the quality of the institution. Therefore LPI Anak Sholeh worked closely with Unitomo's lecturer team to conduct counseling and training in learning strategies that were fun for the teachers there, to upgrade their human resort development. The method of implementing this service starts from identifying partners, agreeing on the determination of training objects, training and mentoring, and joint evaluation. The results obtained in the form of improving the quality of teachers in processing learning strategies for preschoolers, both in the classroom and outside the classroom. The conclusions obtained (1) the application of learning strategies tailored to the needs of students and along with the times, (2) learning strategies must consider the nature of student safety and comfort, (3) teachers must be skilled in implementing learning strategies so that cognitive, psychomotor and affective factors of students developing, (4) appropriate learning media support teaching and learning strategies.Keywords: learning strategies, teachers, cognitive, psychomotor, affective
Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hipertensi Pada Lansia Rea Ariyanti; Ida Ayu Preharsini; Berliany Winny Sipolio
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.369

Abstract

AbstrakLansia (lanjut usia) adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Lansia dikatakan memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif dibandingkan dengan usia muda. Salah satu penyakit degeneratif yang sering timbul tanpa gejala adalah hipertensi. Hipertensi disebut sebagai “silent killer” karena bisa muncul tanpa gejala atau tanda-tanda peringatan, sehingga banyak yang tidak menyadarinya. Penyebab terlambatnya penanganan pada pasien dengan hipertensi adalah mayoritas pasien datang ke fasilitas kesehatan apabila telah terjadi komplikasi, dan kurangnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan kurangnya kontrol terhadap keadaan penyakitnya khususnya pada lansia. Oleh karena itu, dengan dilakukannya pemberdayaan kader terkait hipertensi diharapkan peran kader dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia dapat berjalan optimal. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader terhadap upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia. Target utama program ini adalah kader kesehatan di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini meliputi survei awal terkait hipertensi pada Lansia, dan melaksanakan penyuluhan tentang upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia dengan menggunakan metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman kader kesehatan terkait Penyakit Hipertensi khususnya upaya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi pada lansia di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.Kata Kunci: Degeneratif, Hipertensi, LansiaAbstractLansia is someone who is at the age of 60 years and above. lansia Elderly have the risk to experience a variety of degenerative diseases compared with young age. One of the many degenerative diseases that often arise without symptoms is hypertension. Hypertension is referred to as "silent killer" because it can appear without any symptoms or warning signs, so many do not realize it. Due to the delay of treatment in patients with hypertension is the majority of patients come to health facilities when there have been complications, and because of lack of public access to health services, resulting in lack of control of the condition of illness especially in the elderly. Therefore, the empowerment of cadres related to hypertension is expected the role of cadres in the prevention and control of hypertension in the elderly can run optimally. This Program aims to improve cadre's understanding of prevention and control of hypertension in the elderly. The main target of this program is elderly cadres in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency. This activity includes preliminary surveys related to hypertension in the elderly, and further conducting counseling on prevention and control of hypertension in the elderly. The result of this activity is the increase in understanding health cadres related to hypertension, especially efforts in the prevention and control of hypertension disease in the elderly in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, sub-district Poncokusumo, Malang.Key Word: Degenerative, Elderly, Hypertension.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui PKM Lesson Study Rusdiana Junaid; Muhammad Rusli Baharuddin
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.413

Abstract

AbstrakMitra pada kegiatan ini adalah guru-guru SMP Negeri 8 Palopo sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui PKM lesson study. Lebih dari 85% siswa harus melakukan remedial ujian akhir semester agar memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Program kemitraan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru-guru SMP Negeri 8 Palopo tentang pemenuhan hak belajar siswa. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan lesson study. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi pedagogik yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan guru dalam bentuk membuat chapter design dan lesson design dengan berkolaborasi dengan teman sejawat, serta peningkatan pemenuhan hak belajar siswa ditandai dengan terciptanya suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan. Selain itu, PKM lesson study menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah yang dipublikasi melalui jurnal nasional dan prosiding seminar international.Kata Kunci: Lesson study, Kompetensi pedagogik, Hak belajar siswa AbstractPartners in this activity are the teachers of Palopo 8 Public Middle School in an effort to improve teacher pedagogical competence through PKM lesson study. More than 85% of students have to do a remedial final semester exam to meet the minimum completeness criteria. This partnership program aims to increase the knowledge of teacers of SMP Negeri 8 Palopo about fulfilling student learning rights. Based on the problems faced by partners, the solution offered is lesson study Training and Assistance. The rsults of this activity are an increase in pedagogical competence marked by increasing teacher knowledge in the form of creating chapter designs and lesson designs by collabrating with peers, as well as increasing the fulfillment of student learning rights marked by creating an atmosphere of active, creative, effective, innovative, and fun learning. In addition, PKM lesson study produces outcomes in the form of scientific articles published through national journals and international conference proceedings.Key Word: Lesson study, Pedagogical competence, Student learning rights
Peluang Wirausaha Mandiri melalui Diversifikasi Olahan Kelapa Jumarniati Jumarniati; Muhammad Rusli Baharuddin; Wakifatul Hisani
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.381

Abstract

AbstrakMitra dalam PKM ini adalah Kelompok Tani Kelapa Kecamatan Bone-bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang membudidayakan tanaman kelapa dan mengolahnya menjadi Kopra. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu rendahnya nilai jual kelapa dan olahan kelapa (Kopra) belum mampu mengangkat perekonomian petani serta keberadaan limbah kelapa berupa air kelapa, pelepah dan daun yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan menjadi sarang hama. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pelaksana menawarkan alternatifik solusi berupa Prospek Wirausaha Mandiri melalui Diversifikasi Olahan Kelapa. Bentuk kegiatan dari PKM Petani Kopra ini adalah Pendampinagn Pembuatan dan Pemanenan Nata de Coco dan Pelatihan Kewirausahaan dan Pengemasan Produk. Target Luaran dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam membuat nata de coco Pengemasan produk, manajemen pemasaran dan dasar-dasar akuntasi keuangan. Selain itu, lahir wirausaha baru skala home industry berbasis potensi daerah dan meningkatnya pendapatan petani kelapa.Kata Kunci: Limbah Kopra, Wirausaha Mandiri, Nata de Coco AbstractPartners in the Community Partnership Program are the Coconut Farmers Group in Bone-Bone District, North Luwu Regency, South Sulawesi, which cultivates coconut plants and processes them into Copra. Processed palm oil has not been able to lift farmers by using coconut water, midribs and leaves that cause environmental pollution and become a den of pests. Based on these considerations, the implementation team offered an alternative solution in the form of an Independent Entrepreneurial Prospect through Processed Coconut Diversification. The form of activities of the Copra Farmers Community Partnership Program is the Nata de Coco Production and Harvesting Assistant and Entrepreneurship and Product Packaging Training. The target of the output of this Community Partnership Program activity is to increase the knowledge of Partners in making nata de coco Product packaging, marketing management and the basics of financial accounting. In addition, a home-based industry scale entrepreneurship was based on regional potential and coconut farmers income allocationKey Word: Copra Waste, Independent Entrepreneur, Nata de Coco
Pelatihan Laporan Keuangan Bagi Pengurus BUM Desa Sekapur Sirih Saipul Al Sukri; Asepma Hygi Prihastuti; Julina Julina
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.419

Abstract

Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa adalah dengan mendorong gerak ekonomi desa melalui kewirausahaan. Kewirausahaan di desa dapat diwadahi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat desa. BUM Desa Sekapur Sirih terletak di Kabupaten Pelalawan. Pengurus BUM Desa memiliki kewajiban membuat laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh masyarakat desa dan Kepala Desa. Rata-rata pengurus BUM Desa Sekapur Sirih tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan mereka rata-rata hanya tamatan Sekolah Menengah Atas. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelatihan laporan keuangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman pengurus tentang konsep akuntansi dan penyusunan laporan. Laporan Keuangan BUM Desa setidaknya terdiri atas buku kas harian, laporan rugi/laba dan laporan posisi keuangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyampaian materi, tanya jawab dan simulasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, pengurus sudah mampu memahami pentingnya membuat laporan keuangan, tujuan dan manfaat pencatatan, nomor golongan atau akun transaksi dan mencatat transaksi ke kas harian hingga menyusun laporan keuangan BUM Desa simpan pinjam.
Pelatihan Teknik Budidaya Ubikayu Nuabosi Menggunakan Teknologi Pola Tanam Tumpangsari Dengan Tanaman Legum Di Desa Randotonda Kecamatan Ende Kabupaten Ende Willy Brordus Lanamana; Kristono Yohanes Fowo; Laurentius Dominicus Gadi Djou; Yohanes Pande
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.376

Abstract

AbstrakMitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Kema Tau Pawe, yang dibentuk tahun 2010. Salah satu komoditas tanaman pangan yang dibudidayakan yaitu ubikayu varietas lokal Nuabosi. Ubikayu ini merupakan komoditas unggulan daerah. Permasalahan utama, teknik budidaya masih dilakukan secara konvensional, petani belum membuat guludan, tanpa pemupukan, jarak tanam yang tidak teratur, dan jarang melakukan pembersihan gulma, sehingga produktivitasnya rendah. Tujuan pelaksanaan pengabdian untuk melakukan perbaikan teknis budidaya menggunakan teknologi pola tanam tumpangsari ubikayu dan tanaman legum. Metode yang digunakan, penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan penyuluhan teknik budidaya. Materi pelatihan meliputi, teknik pembuatan guludan, pemanfaatan sereza dan pengaplikasian promi, pelatihan pola tanam tumpangsari serta pelatihan pembersihan gulma dan pembumbunan. Dari pretest dan posttest yang diberikan terjadi peningkat nilai yang signifikan pada posttest. Pada materi teknik pembuatan guludan rata-rata pretest 5,68, posttest meningkat sebesar 12,6, materi pemanfaatan sereza dan pemberian promi, rata-rata pretest 5,52, posttest meningkat sebesar 13,64, materi pola tanam tumpangsari rata-rata pretest 5,6, posttest meningkat sebesar 13,56 dan untuk materi pembumbunan dan pembersihan gulma, rata-rata  pretest 5,52, posttest meningkat sebesar 14,2. Perbaikan teknis budidaya meliputi; pembuatan guludan, pemanfaatan sereza dan pengaplikasian promi, polatanam tumpangsari, pembersihan gulma dan pembumbunan.      Kata Kunci: Tumpangsari Legum, Ubikayu Nuabosi   AbstractPartner in the implementation of community service activity was Kema Tau Pawe farmer group, which was formed in 2010. One of the food crop commodities cultivated by this farmer group was Nuabosi cassava, in which this cassava was their regional superior commodity. The main problem of Nuabosi cassava cultivation was that the cultivation technique was still performed conventionally, in which farmers did not make mounds, did not perform fertilization, planted the plants in irregular spacing, and rarely performed weed control, so that it led to the low productivity. The specific objective of the implementation of this service activity was to carry out technical improvements in Nuabosi cassava cultivation using the Nuabosi cassava intercropping system with legumes. Methods used were counseling and training methods. The community service activity was begun with counseling about cultivation techniques. There were four materials provided in training, such as techniques for making mounds, the use of cereals and application of promi, training in intercropping system and training for weed control and embellishments. Based on pretest and posttest given to famer group for the four materials, it was found that there was significant increase in the posttest score. First, in the material containing techniques for making mounds, the average of pretest score was 5.68, and it increased in the posttest, which was 12.6. Next, in the material about the use of cereals and application of promi, the average of pretest score was 5.52, and it increased in the posttest, which was 13.64. Then, in the material about intercropping system the average of pretest score was 5.6, and it increased in the posttest, which was 13,56. The last, in the material about weed control and embellishments, the average of pretest score was 5.52, and it increased in the posttest, which was 14.2. Technical improvements for cultivation include; making mounds, the use of cereals and application of promi, intercropping, weed control and embellishments.    Keywords: Intercropping Legumes, Nuabosi Cassava
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Daring Interaktif Bagi Guru-Guru SD Al Islam Morowudi, Gresik Faishol Hadi; Ahmad Syafi’i; Yiyin Isgandi
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.420

Abstract

AbstrakKebijakan kegiatan pembelajaran dari rumah di tengah Pandemi Covid-19 memaksa guru harus menciptakan pembelajaran daring yang interaktif dan efektif. Salah satu komponen pembelajaran daring yang wajib dimiliki guru adalah komponen penguasaan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan efektif bisa diaplikasikan dalam kelas daring. Oleh karena itu, tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabian ini adalah untuk membantu dan memfasilitasi guru SDI Al Islam Morowudi dalam menguasai media pembelajaran daring yang tepat yang bisa diterapkan ke siswa. Metode yang diterapkan dalam pengabdian adalah pelatihan, yaitu ada dua pemateri yang menyampaikan dan melatih peserta dalam menggunakan dua media pembelajaran daring yaitu Kahoot dan Socrative. Hasil dari pengabdian ini adalah saat ini peserta memiliki paling tidak dua variasi media pembelajaran daring yang interaktif yang bisa diimplementasikan di kelas daring, yaitu media pembelajaran Kahoot dan Socrative. Dua platform pembelajaran ini diharapkan mampu membantu guru dalam mencipatkan kegiatan pembelajaran daring yang interaktif dan menyenangkan sehingga siswa mampu mencapai kompetensi pembelajaran yang diinginkan.Kata Kunci: Pembelajaran Daring Interaktif, Kahoot, Socrative AbstractThe policy of learning activities from home in the middle of the Covid-19 Pandemic forced teachers to create interactive and effective online learning. One component of online learning that teachers must have is the mastery of learning media that is interesting, interactive, and effective can be applied in online classes. Therefore, the purpose of carrying out these community service activities is to help and facilitate SDI Al Islam Morowudi's teacher in mastering the right online learning media that can be applied to students. The method applied in the service is training, namely there are two presenters who deliver and train participants in using two online learning media namely Kahoot and Socrative. The results of this dedication are that at present the participants have at least two variations of interactive online learning media that can be implemented in online classes, namely Kahoot and Socrative learning media. These two learning platforms are expected to be able to help teachers create interactive and fun online learning activities so that students are able to achieve the desired learning competenciesKey Word: Interactive Online Learning, Kahoot, Socrative
Peningkatan Keterampilan Guru IPA Dalam Pengembangan Sumber Belajar Mandiri Sebagai Sarana Belajar Siswa Eka Putri Azrai; Ade Suryanda; Daniar Setyo Rini
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v3i2.313

Abstract

AbstrakPerubahan paradigma dalam pembelajaran merupakan keniscayaan. Perubahan terjadi dalam desain, proses dan dan penilaian dalam pembelajaran. Perubahan menuntut guru mempersiapkan diri dengan berbagai ketrampilan, salah satunya ketrampilan pengembangan sumber belajar. Sumber belajar yang dikembangkan guru tentunya memiliki keunggulan dibandingkan dengan sumber belajar yang sudah tersedia seperti buku paket. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan guru dalam pengembangan sumber belajar yang dapat digunakan dalam belajar mandiri. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode experiential learning dengan pendekatan participant-centered melalui teknik case study, dan simulasi, dilanjutkan dengan praktek pengembangan sumber belajar dengan pendampingan oleh tim pengabdian pada Masyarakat. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan motivasi, pemahaman dan ketrampilan guru-guru IPA MTs se Kabupaten Bogor dan berhasilnya guru mengembangkan produk sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci: experiential learning; keterampilan guru; sumber belajar.AbstractThe change in paradigm in learning is a necessity. Changes occur in the design, process and assessment of learning. Change requires teachers to prepare themselves with various skills, one of which is the development of learning resources. Learning resources developed by teachers certainly have advantages compared to learning resources that are already available such as textbooks. The purpose of this community service activity is to increase the motivation, knowledge and skills of teachers in developing learning resources that can be used in independent learning. This community service uses the experiential learning method with a participant-centered approach through case study techniques, and simulations, followed by the practice of developing learning resources with mentoring by the community service team. The output of this activity is increasing motivation, understanding and skills of MTs IPA teachers in Bogor Regency and the success of teachers in developing learning resource products that are used in learning.Key Word: experiential learning; learning resources; teacher skills.

Page 1 of 1 | Total Record : 10