cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 270 Documents
Analisis Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja, Penghargaan dan Sanksi Kerja Terhadap Kinerja Kerja Pada Perawat Ruang Rawat Inap RS Azra Kota Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 M. Fariz Ghazwan Saleh; Cicilia Windiyaningsih; Eka Yoshida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2923

Abstract

Rumah sakit harus mampu bersaing dalam memberikan pelayanan terbaik dan mampu bersaing dengan para competitor untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik. Salah satu masalah SDM yang dihadapi rumah sakit adalah turnover intention. Masalah ini merupakan masalah penting yang harus diatasi karena bisa mengganggu kelangsungan hidup rumah sakit dan dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk mengatasinya. Work Stress dan Work- Family Conflict memiliki peran penting dalam meningkatnyaTurnover intention. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Work Stress dan Work- Family Conflict terhadap Turnover intention Pada Perawat Rumah Sakit Azra Bogor. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat unit rawat inap RS Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel yang ditentukan sebesar 76 perawat unit rawat inap.  Metode analisis menggunakan pendekatan multiple linear regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa Work stress berhubungan secara signifikan terhadap turnover intention (P-value  0,013; β +0,443), Work Family Conflict berhubungan secara signifikan terhadap turnover intention (P-value  0,001; β +0,465). Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh yang signifkan baik secara parsial ataupun simultan antara Work Stress dan Work-Family Conflict terhadap Turnover Intention Pada Perawat di Rumah Sakit Azra Bogor. Oleh karena itu management RS harus berusaha keras untuk menekan tingkat stres pada perawat, dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap beban kerja, meningkatkan konseling, coaching pada perawat sehingga mampu menyimbangkan antara peran pada tugas di rumah sakit dan di rumah.Kata Kunci : Work Stress, Work- Family Conflict, Turnover Intention
Analisis Kepuasan Pasien Berdasarkan Status Pasien (BJPS dan Non BPJS) Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mekar Sari Iqbal Musyaffa; Alih Germas Kodyat; Fresley Hutapea
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3045

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan instalasi rawat jalan farmasi RS Mekar Sari yang dinilai dari hubungan antara harapan yang diinginkan serta kenyataan yang diterima yang ditinjau dari lima aspek kepuasan yaitu kenyataan, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitaif dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang ada di instalasi rawat jalan farmasi RS Mekar Sari. Sampel penelitian ini adalah sebagian pasien instalasi rawat jalan farmasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 100 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara kepuasan pasien BPJS dan non BPJS berdasarkan tingkat harapan dan kenyataan terdapat beberapa aspek yang memiliki perbedaan yang signifikan pada aspek kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati. Sedangkan berdasarkan kenyataan yang diterima pasien, aspek kepuasan yang memiliki perbedaan signifikan adalah kenyataan dan kehandalan. Secara keseluruhan juga didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dengan non BPJS di instalasi farmasi rawat jalan RS Mekar Sari. Kata Kunci: Kepuasan, BPJS, Non BPJS, Harapan, Kenyataan
Analisis Deskriptif Informed Consent Form Rawat Inap Di RSUP DR. Kariadi Semarang Sabran Sabran; Lani Lani Annisa Majiida; Muhammad Yunus; S Deddy Setiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.2974

Abstract

Salah satu pelayanan rekam medis yaitu mengisi formulir persetujuan setelah mendapat informasi yang jelas merupakan salah satu bentuk pelayanan rekam medis sebagai indikator standar pelayanan minimal rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap informed consent berdasarkan pengetahuan partisipan penelitian yaitu. H.30 surat pernyataan persetujuan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Berdasarkan hasil analisis persentase kelengkapan pengisian formulir persetujuan RSUP Dr. Kariadi Semarang 95 persen. Sehingga angka tersebut belum mencapai standar pelayanan minimal 100% kelengkapan surat pernyataan persetujuan.
Pengaruh Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Membayar Pasien BPJS Mandiri Chaerunnisa AR
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.2957

Abstract

Latar belakang Masalah yag dihadapi dalam pengumpulan iuran peserta mandiri (PBPU) adalah tunggakan pembayaran (tidak rutin membayar) oleh peserta. Dapat dikategorikan bahwa peserta penunggak relatif orang berpendidikan menengah, usia produktif, kawin, dan pembayar utama wanita. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri. Metode penelitian: merupakan penelitian kuantitatif terapan dengan dengan disain Cross Sectional Study. Populasi penelitian adalah pasien rawat inao di RSUD Haji Kota Makassa.r Sampel berdasarkan rumus Slovin (margin error 10%). Diambil secara purposive sampling sebanyak 173 responden Hasil penelitian:. Hasil analisis dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai P Value = 0.00 atau nilai P < 0.05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri di RSUD Haji Kota Makassar. Hasil analisis dengan menggunakan Continuity Correlation diperoleh nilai P Value = 0.00 atau nilai P < 0.05. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri. Dengan nilai P Value = 0.00 < 0.05. Uji multivariat secara simultan dengan uji regresi logistik berganda maka pengetahuan memiliki nilai exp(B) yaitu sebesar 7.059 kali dan dukungan keluarga memiliki nilai exp(B) = 2.634 dan nilai sig=0.000 berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan membayar pasien BPJS Mandiri di RSUD Haji Kota Makassar. Diharapkan kepada BPJS Kesehatan untuk memberikan sosialisasi atau informasi kepada peserta BPJS KesehatanKata kunci:  kepatuhan membayar, pengetahuan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Farmasi Melalui Pendekatan Lean Management di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum M. Yunus Bengkulu Ferdi Ferdi; Ani Nuraini; Dedi Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3034

Abstract

Pelayanan farmasi yang bermutu di unit pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit merupakan indikator untuk menilai kinerja rumah sakit dalam hal kendali mutu dan biaya. Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait Obat. Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskan adanya perluasan dari paradigma lama yang berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadi paradigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi Pelayanan Kefarmasian (pharmaceutical care). Penerapan Lean Hospital Pharmacy dapat dilakukan untuk menjamin terjadinya efisiensi di setiap tahap praktik farmasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan konsep lean untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Depo Farmasi Rawat jalan RSUD M Yunus Bengkulu. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian operasional dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data kualitatif dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada petugas dan pasien di bagian depo farmasi Rawat jalan RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu pada bulan Januari 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif sebagai bahan pertimbangan pada proses mendesain usulan perbaikan proses pelayanan dengan pendekatan lean hospital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional) yang ada. VAR untuk proses pelayanan pasien dengan resep obat non racikan adalah 29%, sedangkan VAR untuk proses pelayanan pasien dengan resep obat racikan adalah 25%. Identifikasi 8 jenis waste yang dilakukan menggunakan kuesioner yang terjadi di Instalasi Farmasi RSUD M.Yunus Bengkulu, terdapat 3 waste kritis tertinggi dalam proses pelayanan di Depo Farmasi Rawat Jalan RSUD M.Yunus Bengkulu yaitu motion (17,32 %), overprocessing (14,48%), dan inventory (14,20%). Penilaian Risiko akar penyebab waste motion, yaitu mengenai lay out Depo Farmasi Rawat Jalan yang harus disesuaikan, agar mengurangi gerakan-gerakan yang dapat memperlambat saat penyiapan resep. Untuk menjamin pelayanan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, diusulkan usulan perbaikan yang dibagi kedalam tiga tahap, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.Kata kunci: pelayanan farmasi, Instalasi Farmasi, lean management 
Pengaruh Kualitas Layanan Makanan dan Kualitas Produk Makanan Terhadap Sisa Makanan Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pasien Akan Service Mix Makanan (Studi pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit UKRIDA di Jakarta) Evan Luke Aditya; Wani Devita Gunardi; Fushen Fushen
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3039

Abstract

Sisa makanan merupakan indikator mutu standar pelayanan minimal yang ditetapkan nasional dan diukur untuk mengetahui kemampuan dan kemauan seseorang untuk mengkonsumsi makanan yang disajikan. Makanan adalah salah satu tatalaksana nutrisi bagi pasien di dalam perawatannya. Semakin banyak sisa makanan yang terbuang, maka biaya yang terbuang juga semakin tinggi dan tidak bermanfaat bagi pasien. Faktor penentu dari sisa makanan yaitu kualitas layanan makanan, kualitas produk makanan, dan kepuasan pasien akan service mix makanan. Data didapatkan melalui kuesioner dan observasi kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan Structural Equation Modelling (SEM). Responden adalah pasien rawat inap Rumah Sakit Ukrida sebanyak 100 orang. Hasil penelitian pengaruh langsung didapatkan bahwa kualitas layanan makanan tidak berpengaruh terhadap sisa makanan, kualitas produk makanan berpengaruh negatif terhadap sisa makanan, kualitas layanan makanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien akan service mix makanan, kualitas produk makanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien akan service mix makanan, dan kepuasan pasien akan service mix makanan berpengaruh negatif terhadap sisa makanan. Kemudian pengaruh tidak langsung didapatkan kepuasan pasien akan service mix makanan tidak memediasi pengaruh kualitas layanan makanan terhadap sisa makanan dan kepuasan pasien akan service mix makanan memediasi pengaruh kualitas produk makanan terhadap sisa makanan. Penyelenggaraan makanan Rumah Sakit Ukrida baru dilakukan secara mandiri mulai Januari 2022 sehingga perlu terus meningkatkan mutu pelayanan penyelenggaraan makanan.Kata kunci: Kualitas Layanan Makanan, Kualitas Produk Makanan, Sisa Makanan, Kepuasan Pasien, Rumah Sakit Ukrida 
Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Sikap Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Mandaya Karawang Kinanthi Cahyaning Utami; Yanuar Jak; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3035

Abstract

Rumah Sakit diselenggarakan berdasarkan nilai perlindungan dan keselamatan pasien. Keselamatan pasien rumah sakit itu sendiri merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Di Indonesia, data mengenai KTD masih sulit untuk didapatkan. Di rumah sakit Mandaya pun terjadi penurunan jumlah laporan insiden dari tahun 2021 ke 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Mandaya Karawang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari data primer yang diambil oleh peneliti sendiri menggunakan kuisioner dan data sekunder yang menjadi data pendukung penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan Budaya Keterbukaan (open culture) dan Budaya Pelaporan (reporting culture) tidak berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi 0,619 untuk budaya keterbukaan dan 0,232 untuk budaya pelaporan. Budaya Keadilan (justice culture) dan Budaya Belajar (learning culture) berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 untuk budaya keadilan dan 0,000 untuk budaya belajar. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, variabel budaya keselamatan (budaya keterbukaan, budaya pelaporan, budaya keadilan, dan budaya belajar) berpengaruh terhadap sikap melaporkan insiden keselamatan pasien dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata Kunci : Budaya Keselamatan Pasien, Insiden Keselamatan Pasien
Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Infeksi Pada Pasien Sectio Caesaria Di Rumah Sakit Hermina Bekasi Periode 2021 - 2022 Yuanna Dewi; Cicilia Windiyaningsih; Abdul Azis
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3041

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Pada tahun 2002 CDC memperkirakan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit sekitar 1,7 juta orang dan sekitarnya 99.000 orang meninggal karena infeksi ini. Infeksi daerah operasi ( IDO ) merupakan salah satu infeksi dari infeksi nosokomial mayoritas yang terjadi di rumah sakit. Penggunaan antibiotik profilaksis yang sesuai dapat mengurangi kejadian infeksi luka operasi. Survei WHO tahun 2014 menunjukan kejadian infeksi daerah operasi (IDO) meningkat 1,2 kasus per 100 prosedur bedah menjadi 23,6 kasus per 100 prosedur bedah. Salah satu infeksi yang termasuk dalam kelompok Health Care Assosiated Infections (HAIs) adalah Infeksi daerah operasi (IDO). Penelitian bertujuan mengetahui determinan yang berpengaruh terhadap kejadian infeksi pada pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit melalui beberapa determinan yang diteliti yaitu umur, usia kehamilan, paritas ibu, komorbid, kondisi Kesehatan ibu (nilai Hb), jenis antibiotik, waktu pemberian, lama penggunaan, rute pemberian, jenis operasi, durasi operasi dan Length Of Stay (LOS) dengan kejadian IDO pada pasien Sectio Caesarea (SC) di RS Hermina Bekasi Periode 2021 - 2022. Rancangan desain penelitian studi observasional retrospektif dilakukan dengan sampel 350 orang. Data diperoleh melalui Berkas Rekam Medik (BRM), observasi sejak pasien selesai Tindakan SC sampai kontrol 7 hari paska rawat di poliklinik. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji kai kuadrat serta analisis multivariat dengan uji non parametrik regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara komorbid (OR = 3,88; 95% CI = 0,948 - 15,925) dengan kejadian IDO. Faktor lainya tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kejadian IDO. Hasil uji non parametrik regresi ganda menemukan komorbid merupakan determinan yang paling dominan terhadap kejadian IDO. Identifikasi faktor risiko IDO dapat bermanfaat untuk merencanakan upaya meminimalkan kejadian IDO pada pasien pasca bedah sesar.  Penggunaan jenis antibiotic profilaksis yang tidak tepat (injeksi ceftriaxone) menunjukkan kejadian IDO 0,85% dengan cost efektif dan efisien untuk dapat dipertimbangkan kepada manajemen RS Hermina Bekasi.Kata kunci : Antibiotik profilaksis, bedah sesar, infeksi luka operasi, komorbid. 
Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Linen Laundry dan Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan Pasien di RSUD Tarakan Lasmaria Hasiholan; Lili Indrawati; Ahdun Trigono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3037

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit melalui pelayanan penunjang medik, khususnya dalam pengelolaan linen laundry. Hasil surve awal di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan melalui wawancara dengan sampel 20 orang 87% menyebutkan linen hilang. Hasil laporan rumah sakit tahun 2021 jumlah linen hilang 3230 dan surve kepuasan pasien 90,58% secara umum, belum ada spesifik untuk linen laundry. Pencapaian kinerja pengelolaan linen laundry memerlukan perbaikan kualitas pelayanan bertujuan menghasilkan kepuasan konsumen. Sehingga peneliti mengambil judul “Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Linen Laundry dan Kinerja terhadap Kepuasan Pasien” melihat hubungan anatara kulaitas layanan linen laundry dan kinerja karyawan dalam kepuasan pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional study melihat hubungan antara variabel dependen dan independent. Populasi semua pasien rawat inap periode januari sampai februari 2023. Teknik sampel menggunakan probability sampling dan Simple random sampling memetimbangkan kriteria inklusi dan ekslusi, jumlah sampel 250 orang. Variabel penelitian terdiri dari tiga yaitu pengaruh kualitas layanan linen laundry, kinerja karyawan dan kepuasan pasien. Pengaruh kualitas layanan linen laundry 5 dimensi 12 pernyataan, sedangkan kinerja karyawan 5 indikator 14 pernyataan dalam kuesioner dan kepuasan pasien 5 dimensi 17 pernyataan sehingga total 43 pernyataan. Hasil penelitan menujukan kualitas linen laundry dan kinerja karyawan terhadap kepuasan pasien sebesar 17,2%. Hubungan kualitas linen laundry terhadap kepuasan pasien sebesar 0,194 nilai CR 3,077 dan p-value 0,02<0,05 artinya berhubungan positif. Hubungan kinerja karyawan terhadap kepuasan pasien sebesar 0,360, nilai CR 6,014 dan p-value 0,000, artinya terdapat hubungan positif. Berdasarkan model teoritis dalam penelitian ini hasil pengujian secara empiris analisis Structural Equation Model (SEM) maka hasilnya menunjukkan kualitas pelayanan linen laundry dan kinerja karyawan berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Kata Kunci: Linen, Laundry, Kualitas, Kinerja dan Kepuasan
Implikasi Adanya Perbedaan Isi pada Undang-undang Cipta Kerja Ditinjau dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 di RSBT Pangkalpinang Sri Andriana; Ali Germas Kodyat; Aliefety Putu Garnida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i2.3044

Abstract

Untuk menyediakan lapangan pekerjaan seluasnya disaat tuntutan globalisasi dan teknoogi ekonomi dengan persaingan yang kian kompetitif, Pemerintah Indonesia telah membuat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Aturan ini menyusul pelbagai undang-undang yang sudah lebih dulu terbit, namun dianggap belum mampu menghadirkan kebutuhan hukum untuk mempercepat dan menciptakan peluang kerja. Termasuk belum kuat memberikan kepastian dan pengakuan perlakuan sama di muka hukum terhadap pekerja. Terutama terkait Pasal 112 Angka 2 Pasal 4A ayat (3) huruf a dalam penjelasannya yang menerangkan tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dikenakan kepada pemberi jasa pelayanan kesehatan medis. Dalam penjelasan pasal itu, banyak profesi tenaga kesehatan (nakes) yang ketentuannya ada di Pasal 11 ayat (1)hingga (14) UU Nakes No 36 Tahun 2014 tidak disebutkan. Dari itulah, penulis menganalisis adapertentangan pengakuan pada UU Cipta Kerja sehingga memberi judul penelitian: “Implikasi Adanya Perbedaan Isi pada Undang-undang Cipta Kerja Ditinjau dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 di RSBT Pangkalpinang.” Penelitian ini memilih metodelogi kualitatif menggunakan pendekatan yuridis empiris dan action research. Dengan pengamatan terlibat, wawancara mendalam dan studi dokumen serta penelitian lapangan untuk mendapati faktaserta data yang dibutuhkan. Hasil penelitiannya, dari 497 karyawan RSBT Pangkalpinang ditemukan sebanyak 78 orang nakes tidak disebutkan profesinya pada Penjelasan UU Cipta Kerja. Selain itu, nakes dan pengurus organisasinya kecewa merasa pemerintah tidak adil mencantumkan dukun bayi dan paranormal dengan mengesampingkan para nakes.Sehingga pemerintah disarankan merevisi UU Cipta Kerja agar memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada seluruh nakes.Kata kunci: Pengakuan, Tenaga Kesehatan, Undang-undang Cipta Kerja

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue