cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Efek Hipoglikemik Fraksi Etil Asetat dan Air Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar dengan Metode Induksi Aloksan Endra Pujiastuti; Annik Megawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.56

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Mellitus yang semakin meningkat, menempatkan Indonesia di posisi ke-4 di dunia setah India, Cina dan Amerika serikat. Tahun 2000, Indonesia terdapat 8,4 juta penderita Diabetes Mellitus dan diperkirakan akan terus bertambah menjadi 21,3juta pada tahun 2030 (Soegondo dkk, 2009).Indonesia sebagai Negara dengan kekayaan alam yang melimpah, diantaranya dari segi tanaman obat sehinnga banyak digunakan sebagai altenatif obat, salah satuanya untuk menurunkan kadar glukosa darah (Soriton, 2014).Salah satu tanaman obat berasal dari kearifan lokal Desa Colo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yaitu parijoto (Medinilla speciosa  Blume). Tanaman parijoto mengandung  tanin, flavonoid dan glikosida pada buahnya, serta didapatkan hasil ekstrak buah parijoto memenuhi standar mutu dengan kadar flavonoid total 156 mg/RE serta memiliki aktivitas antioksidan (Wachidah, 2013).  Penelitian ini bertujuan mengetahui efek hipoglikemia fraksi etil asetat dan air Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa  Blume) pada Tikus Putih jantan galur Wistar Dengan Metode Induksi Aloksan, mengetahui perbedaan efek hipoglikemik fraksi etil asetat dan air Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa  Blume) pada Tikus Putih jantann galur Wistar Dengan Metode Induksi Aloksan. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan induksi aloksan pada tikus putih jantan galur wistar dan mengakibatkan rusaknya sel beta pancreas sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Dimana sebelum diberikan aloksan hewan uji dipuasakan terlebih dahulu dan di periksa kadar darah nya. Pemberian fraksi etil asetat dan air ranting buah parijoto pada dosis 25, 50 dan 100 mg/Kg BB diberikan setelah tikus mengalami Peningkatan Kadar glukosa darah dan dikatakan diabetes mellitus dengan harapan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Data diuji menggunakan one way ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan antar perlakuan.hasil yang diperoleh dari uji one way ANOVA didapat nilai signifikan 0.000 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok perlakuan.Dilanjutkan uji Post Hoc LSD dengan hasil P0.05 arti nya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian fraksi air dengan etilasetat ranting buah parijoto pada tikus wistar yang diinduksi aloksan.
Pembuatan Etanol Dari Nira Tebu Dengan Metode Fermentasi Rohmatun Nafi'ah; Susan Prima Devi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i1.41

Abstract

Tebu is one of the many plants found in the Holy area of Central Java, which has a high sugar content. The raw material for making ethanol is sugary, starchy and fibrous. Nira is one of the by-products of a sugar cane factory which has a high sugar content. The study of making ethanol from Nira Tebu as a raw material for medicine using fermentation methods was carried out on a laboratory scale. The purpose of this study was to produce ethanol from Nira Tebu as a raw material for chemical drugs by fermentation method.The procedure of this study was through the pretreatment stage, the hydrolysis stage, and the fermentation stage. The fermentation process with the addition of yeast and lasts for 7 days with the volume of sugarcane juice used is 5 liters. Yeast used for fermentation is 1,2,3,4 and 5 grams and varies from 1-7 days of fermentation time. Furthermore, ethanol levels and acidity levels (pH) were determined from Nira Tebu. So that from the results of the study it can be obtained the most optimal ethanol levels with variations in the amount of yeast and the length of fermentation time.
Gambaran Pengetahuan Penggunaan Antibiotik SMK Kesehatan Ria Septiyana; Muhammad Khabib Burhanuddin Iqomah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.47

Abstract

Pendahuluan: Antibiotika merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri dimana antibiotika rute per oral merupakan pilihan pertama pada terapi  infeksi.  Berbagai  studi  menemukan  bahwa sekitar  40 -62% antibiotika digunakan secara tidak tepat, antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotika Metode: Desain penelitian menggunakan non eksperimen Experimental. Jumlah sampel 104 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penggumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Usia responden mayoritas 16 tahun sebanyak 147 responden (91,9%), mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak  148 reponden (91,9%). Pengetahuan penggunaan antibiotik siswa SMK kesehatan mayoritas sedang (93,3%) Diskusi : Hasil uji analisa statistik dengan menggunakan uji Mann Withney Test, mendapat p value 0,000 (p 0,05) terdapat terdapat perbedaan pengetahuan penggunaan antibiotik pada siswa SMK kesehatan dan SMK non kesehatan.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG OBAT KERAS TERHADAP PEMBELIAN DAN KEPATUHAN PASIEN MINUM OBAT ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DOKTER DI APOTEK KABUPATEN KUDUS Yulia Pratiwi; Kristin Catur Sugiyanto
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.53

Abstract

ABSTRAK                Obat keras adalah obat yang berkhasiat keras dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter atau dapat diberikan oleh seorang apoteker (khusus obat yang masuk dalam daftar obat wajib apotek)(19). Antibiotik adalah bahan kimiawi yang dihasilkan oleh organisme seperti bakteri dan jamur yang dapat menganggu microorganisme lain(6). Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali didukung pula dengan mudahnya diperolehnya antibiotik secara bebas tanpa harus menggunakan resep dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pengetahuan pasien tentang obat keras terhadap pembelian obat dan pengaruh pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat antibiotik di kabupaten Kudus                Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang membeli antibiotik di Apotek Kabupaten Kudus dan terpilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sample yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan rumus perhitungan sampel Lemeshow untuk penelitian deskritif adalah 96 responden, namun ditambah 10% untuk mengantisipasi kemungkinan dropped out, sehingga jumlah sampel menjadi 110 responden.  Uji yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Corelasi bivariat untuk menyatakan adanya hubungan dan tingkat keeratannya, setelah diketahui adanya hubungan baru dilakukan uji regresi linier untuk mengetahui adanya pengaruh.                Dilihat dari hasil tanggapan responden pengetahuan pasien masuk dalam kategori baik dengan mean 24,31. Pembelian Obat masuk dalam kategori cukup, dengan mean 13,77. Kepatuhan minum obat antibiotik masuk dalam kategori baik dengan mean 16,21. Terdapat hubungan signifikasi antara pengetahuan pasien terhadap pembelian obat Antibiotik dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat antibiotik yang ditujukan dengan nilai Sig 0,000. Sedangkan dalam  hal  keyakinan terdapat adanya pengaruh pengetahuan pasien terhadap pembelian obat di apotek dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat yang ditunjukan dengan nilai Sig 0,000 (0,05).
EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK KULIT UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum, L) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DTP-HB-Hib Rina Wijayanti; Abdur Rosyid
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.16

Abstract

Demam merupakan proses yang dimiliki oleh tubuh dimana agen infeksi dan jaringan yang sudah rusak tidak bisa bertahan, ini disebabkan oleh aksi sekunder dari adanya suatu penyebab seperti agen infeksi, kerusakan jaringan, peradangan, keganasan dan penyakit lainnya. Kulit umbi bawang putih mempunyai kandungan flavonoid. Flavonoid dapat menghambat enzim siklooksigenase khususnya siklooksigenase-2 yang berperan dalam biosintesis prostaglandin sehingga proses terjadinya demam terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek (ekstrak kulit umbi bawang putih) EKUBP sebagai antipiretik  pada tikus putih yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib 0,3 ml intramuscular dan pengaruh ekstrak etanolik kulit umbi bawang putih (Allium sativum L.) (EEKUBP) pada dosis terapi antipiretik terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian  post test only control group design. Tikus putih sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol negatif diberi CMC Na 1%, kelompok II kontrol positif diberi Parasetamol (PCT), kelompok III, IV, dan V diberi EKUBP dengan dosis 252 mg/200 gBB, 504 mg/200 gBB, dan 756 mg/200 gBB. Pengukuran suhu dilakukan sebelum pemberian vaksin DTP-Hb-Hib, 3 jam setelah pemberian vaksin DTP-Hb-Hib dan 30 menit sekali setelah perlakuan sampai menit 120. Pemberian dilakukan selama 7 hari dan pada hari ke-8 dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT metode enzymatic colorimetric kinetic. Efektivitas antipiretik dilihat melalui penurunan suhu setelah diberi EKUBP. Data dianalisis menggunakan uji Annova di lanjutkan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EKUBP dosis 756 mg/200 gBB karena berbeda signifikan terhadap kelompok kontrol negatif (p0.05) dan tidak berbeda dengan parasetamol (p0.05). Analisa data kadar SGOT dan SGPT menggunakan Kruskal-wallis Test dan dilanjutkan Mann Whitney Test pada kadar SGOT. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok I dengan kelompok Ekstrak tidak terdapat perbedaan bermakna pada pemeriksaan kadar SGOT dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pula terhadap kadar SGPT tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib dengan pemberian EEKUBP 252mg/200gBB, 504mg/200gBB dan 756mg/200gBB. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ekstrak kulit umbi bawang putih (EKUBP) dosis 756 mg/200 gBB terbukti memiliki aktivitas sebagai antipiretik, dan tidak berpengaruh meningkatkan kadar SGOT dan SGPT tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib. Kata Kunci : ekstrak kulit umbi bawang putih, vaksin DTP-HB-Hib, antipiretik, SGPT dan SGOT
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Herba Anting-anting (Acalypha indica L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit yang diinduksi Fruktosa Ricka Islamiyati; Rifda Naufa Lina
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i1.38

Abstract

Herba Anting-anting (Acalypha indica L.)merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.Kandungan Kimia yang terdapat pada herba anting-anting sangat banyak salah satunya yaitu β- D-glucoside sebagai antihiperglikemia.Hiperglikemi pada penelitian ini dilakukan dengan induksi fruktosa selama 2 minggu berturut-turut. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol herba anting-anting  (Acalypha australis L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi fruktosa. Pada penelitian ini digunakan hewan uji sebanyak 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif dan 3 kelompok uji dengan dosis ekstrak: 1000 mg/kgbb, 1200 mg/kgbb dan 1500 mg/kgbb). Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit jantan. Ekstrak herba anting-anting mempunyai aktivitas untuk menurunkan kadar glukosa darah, tetapisecara statistik aktivitas terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi fruktosa tidak signifikan ditunjukkan dengan p 0,05 (0,561).  Hal ini mungkin disebabkan oleh kegagalan induksi fruktosa untuk mengkondisikan mencitmenjadi tikus model hiperglikemi.
Skrining Fitokimia dan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Aseton dan Etil Asetat Biji Buah Bisbul (Diospyros Discolor) Tumbuhan Endemik Bogor Dian Arrisujaya; Devy Susanty; Resha Ratna Kusumah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.46

Abstract

Beberapa bagian dari Diospiros discolor (tanaman Bisbul) telah dilaporkan memiliki berbagai khasiat terkait dengan kandungan flavonoid pada masing-masing bagian tanaman tersebut. Biji buah bisbul belum dilaporkan dan diduga mempunyai kandungan yang sama dengan bagian lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kadar flavonoid total pada ekstrak biji bisbul. Pada penelitian ini, biji buah bisbul diekstrak menggunakan pelarut aseton dan etil asetat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 4×24 jam dengan penggantian pelarut. Rendemen ekstrak aseton dan etil asetat biji buah bisbul yaitu 30,12% dan 28,14%. Kandungan metabolit sekunder pada masing-masing ekstrak diketahui melalui skrining fitokimia. Hasil Uji fitokimia menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, Triterpenoid/Steroid, dan Tanin. Analisis kadar flavonoid total pada kedua ekstrak dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Kadar flavonoid total ekstrak etil asetat lebih tinggi dari ekstrak aseton yaitu masing-masing 423,60 ± 2,68  dan 377,03 ± 1,50 mg Ekuivalen Katekin/ g ekstrak.
Uji Efek Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Tikus Wistar yang Diinduksi Potasium Oksonat Secara In Vivo Annik Megawati; Sofa Yuliana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.57

Abstract

Asam urat merupakan senyawa kimia hasil akhir dari pemecahan purin atau produk sisa dalam tubuh yang merupakan hasil katabolisme purin yang dibantu oleh enzim guanase dan xanthin oksidase. Rimpang temulawak merupakan salah satu jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek dan dosis optimum ekstrak etanol rimpang temulawak terhadap penurunan kadar asam urat tikus wistar yang diinduksi potasium oksonat secara in vivo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre test and post test control group design, sampel yang digunakan yaitu tikus jantan galur wistar yang berjumlah 36 tikus dan dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari 6 tikus, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 50 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 100 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol rimpang temulawak dosis 200 mg/kgBB, data diperoleh dari hasil pengukuran setelah dipuasakan 18 jam, setelah diinduksi potasium oksonat dan setelah perlakuan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan SPSS dengan metode one way ANOVA kemudian dilanjut dengan uji Pos Hoc LSD. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temulawak dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan. Data yang diperoleh dari uji LSD menunjukkan nilai signifikan kelompok dosis 50 mg/kgBB dan kelompok dosis 200 mg/kgBB (p0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kelompok, sedangkan pada kelompok dosis 100 mg/kgBB (p0,05), menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Pemberian ekstrak etanol rimpang temulawak mampu menurunkan kadar asam urat dengan persentase penurunan kadar asam urat secara berturut-turut sebesar 19.53%, 28.80%, dan 43.04% dan ekstrak etanol rimpang temulawak dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki kemampuan paling optimal dalam menurunkan kadar asam urat dibandingkan dengan dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB.
Perbandingan Rendemen Kristal Kafein pada Biji Kopi (Coffea arabica l.) dan Coklat (Theobroma cacao l.) dengan Menggunakan Metode Refluks Fatma Tsalis Nugraheni; Melani Dewi; Ria Septiyana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 1, No 1 (2017): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v1i1.6

Abstract

Tingkat konsumsi masyarakat akan minuman yang mengandung kafein seperti kopi (Coffea arabica L.) dan coklat (Theobroma cacao L.) semakin meningkat. Kafein yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan rendemen kristal kafein biji kopi dan coklat. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode refluks menggunakan pelarut diklorometana yang ditunjang dengan analisa KLT menggunakan fase diam plat silica gel GF 254 dan fase gerak etil asetat : metanol : NH4OH pekat (85:10:5). Pelarut diklorometana dipilih karena memiliki sifat lebih polar dibandingkan pelarut lain dan dapat melarutkan kafein lebih banyak. Hasil nilai Rf pada baku kafein adalah 0,5, kopi 0,55 dan coklat 0,52. Hasil analisa statistik menggunakan uji independent samples t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata rendemen kristal kafein biji kopi dan coklat yaitu 0,36033% dan 0,12933%. Hasil analisa bivariate didapatkan nilai p-value 0,001 α yaitu 0,001 0,05 hal ini diartikan bahwa ada perbedaan nilai rendemen kristal kafein pada biji kopi dan coklat.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL RANTING BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN Annik Megawati; Endra Pujiastuti
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 2 (2018): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v2i2.23

Abstract

Pada tahun 2000 di Indonesia terdapat 8,4 juta pengidap penyakit diabetes mellitus dan diperkirakan akan menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 (Soegondo dkk, 2009). Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang besarsebagai aset negara yang perlu digali sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu kearifan lokal, di desa Colo dilereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yaitu parijoto (Medinilla speciosa Blume). Tanaman yang mengandung tanin, Flavonoid, Saponin dan glikosida dalam buahnya, serta memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Ekstrak Etanol Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Dengan Metode Induksi Aloksan. Untuk mengetahui perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok perlakuan. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan induksi aloksan pada tikus putih dan menyebabkan kerusakan sel beta pankreas sehingga terjadi diabetes mellitus. Pemberian ekstrak etanol ranting buah parijoto diberikan setelah tikus DM, dengan harapan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Data diuji menggunakan one way ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan antar perlakuan. Diperoleh nilai signifikan 0.000 0.05 artinya terdapat perbedaan antar perlakuan terhadap efek hipoglikemik pada tikus diabetes. Selanjutnya data diuji Multiple Comparisons Bonferrondi peroleh hasil tidak ada perbedaan antara kelompok control positif (Glibenklamid) dan Kelompok dosis 100 mg/KgBB. Kata Kunci : Medinilla speciosa Blume ; Aloksan, Kadar glukosa darah

Page 5 of 22 | Total Record : 212