cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA BATANG TEBU HIJAU DAN BATANG TEBU MERAH MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS DPPH Ahmad Priyanto; Ricka Islamiyati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.876 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.17

Abstract

Tebu (Saccharum officinaum.) Merupakan tanaman penting untuk ketahanan pangan, karena hampir 75% gula dunia berasal dari tebu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol tebu merah dan tebu  hijau. Pada uji pendahuluan dilakukan dengan uji KLT analisis  antioksidan. Senyawa yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada hasil pemisahan kromatografi diatas yaitu pada Rf 0,9 pada tebu merah dan 0,90625 pada tebu hijau; dengan pembanding kuersetin dengan nilai Rf 0,9125. Antioksidan mampu menghambat oksidasi melalui 2 jalur, yaitu melalui radikal bebas (free radicalscavenging). Antioksidan ini disebut antioksidan primer .termasuk jenis ini dalam jenis ini adalah senyawa- senyawa fenolik seperti galat dan flavonoid.jalur kedua tanpa penangkapan radikal bebas. Antioksidan ini disebut dengan antioksidan sekunder yang mekanisme melalui pengikat logam dan menyerap sinar ultraviolet. Radikal bebas umumnya sebagai model dalam penelitian antioksidan adalah 1,1–difenil-2-pikrilhidrazi (DPPH) merupakan metode yang mudah ,cepat,dan mudah untuk menetapkan aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan antara Tebu Merah menunjukkan nilai IC50 sebesar 86,38 ppm, sedangkan pada ekstrak etanol Tebu Hijau sebesar 72,65 ppm. Kadar flavonoid total pada ekstrak etanol Tebu Merah berbeda signifikan dengan ekstrak etanol Tebu  Hijau adalah sebesar 175,87 ± 0,88% b/b Equivalen Kuersetin, sedangkan pada ekstrak etanol Tebu Hijau sebesar 36,76 ± 0,70% b/b Equivalen Kuersetin. Kata Kuci: Tebu (Saccharum officinaum.), Antioksidan
OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK DAGING LIMBAH TOMAT (Lycopersicum esculentul Mill) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA KELINCI Dzun Haryadi Ittiqo; Susliana Agustina
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 2 (2018): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.873 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i2.31

Abstract

Luka insisi adalah luka akibat terpotongnya jaringan oleh goresan benda tajam. Senyawa golongan flavonoid dan saponin telah dibuktikan secara pre klinis dapat mempercepat penyembuhan luka. Tomat mengandung senyawa saponin dan bioflavonoid, sehingga diperkirakan memiliki potensi sebagai obat penyembuh luka. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Metode optimasi menggunkan D-optimal dengan software design exspert versi 7.1.5. Komponen yang dioptimasi adalah formula standar gel basis natrium karboksimetil selulosa (Na-CMC) dan propilenglikol, respon yang dinilai adalah daya lekat, daya sebar dan pH. Formula optimum gel dilakukan diuji stabilitas dan aktivitas terhadap lama penyembuhan luka insisi pada kelinci. Hewan uji dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (betadin salap 10%),formula optimum dan tanpa perlakuan. Punggung kelinci dibuat luka insisi sepanjang 3 cm dan kedalaman 0,3 cm, luka diolesi sampel uji sebanyak dua kali sehari selama 7 hari. Pengamatan dilakukan dengan mengukur panjang luka selama perlakuan. Data diuji statistik dengan metode ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD (Last significant different). Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi CMC-Na dan propilenglikol mempengaruhi pH, daya sebar dan daya lekat. Porsentase formula optimum bahan teroptimasi gel yang dihasilkan untuk CMC-Na dan Propilenglikol masing-masing adalah 3,50% dan 11,50% dengan parameter nilai mutu fisik untuk pH 6,09, daya sebar 10,38 cm2, daya lekat 12,32detik. Formula gel optimum memiliki kestabilan yang baik terbukti dari tidak terjadinya sineresis pada saat penyimpanan dengan suhu berbeda yaitu 10°C dan 30°C.Analisis statistik menunjukkan aktivitas penyembuhan luka formula optimum berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan tanpa perlakuan. Kata kunci : Gel, Lycopersicum esculentum Mill, D-optimal,  Luka Insisi.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS FASKES I (RAWAT JALAN) DI UNIT FARMASI PUSKESMAS DAWE KAB. KUDUS TAHUN 2018 Yulia Pratiwi; Shofianawati Shofianawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.376 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.11

Abstract

BPJS kesehatan merupakan badan hukum yang bertujuan untuk melaksanakan program jaminan kesehatan agar pasien mendapat perlindungan dan memelihara kesehatan dan dilaksanakan di puskesmas untuk tingkat pertama. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis kualitas pelayanan dan informasi obat di puskesmas Dawe serta menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan informasi obat terhadap kepuasan di puskemas Dawe. Pengambilan sumber data primer melalui kuosiner dan data sekunder melalui kajian literature. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan dan informasi obat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Kualitas pelayanan dan Informasi obat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS, disarankan petugas instalasi farmasi untuk tetap mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan infromasi obat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pasien. Kata Kunci  : BPJS, Kualitas Pelayanan, Informasi Obat, Kepuasan Pasien, Puskesmas
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI MINYAK ZAITUN TERHADAP PENURUNAN KETEBALAN EPITEL BRONKUS PADA MENCT ASMA YANG DIINDUKSI OVALBUMIN Dian Arsanti Palupi; Fajrunida Nur Hasanah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 2 (2018): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.885 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i2.25

Abstract

Asma merupakan inflamasi kronis dari saluran pernapasan yang kompleks dengan banyaknya sel yang berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T dan ditandai oleh gejala yang variabel dan berulang seperti mengi, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Membuktikan dan menganalis pengaruh pemberian suplementasi minyak zaitun (Olea europaea L.) yang dikombinasi dengan Telfas OD terhadap penurunan ketebalan epitel bronkiolus dengan melihat gambaran histopatologi pada mencit asma. 25 ekor mencit jantan BALB/c  umur 2-3 bulan, disensitisasi  OVA secara intra peritoneal pada hari ke-0 dan ke-7 dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I: normal tanpa perlakuan, Kelompok II: kontrol negatif diberi NaCl 0,9% Kelompok III: perlakuan Telfast OD 0,32 mg/hari p.o. Kelompok IV: perlakuan minyak zaitun 0,15ml/hari. Kelompok V:   diberi kombinasi Telfas OD 0,015 ml / hari p.o dan minyak Zaitun  0,15 ml/ hari p.o. Hari ke-14, 15, 16, 17 ditantang oleh OVA 1%  secara inhalasi dengan alat nebulizer selama 20 menit. Dua puluh empat jam setelah pemaparan akhir, mencit dikorbankan dengan dislokasi leher untuk duji histopatologi epitel bronkus. Kombinasi Telfast OD 0,32mg/hari  dan minyak  zaitun 0,15ml/hari  menunjukan hasil penurunan ketebalan epitel bronkus yang paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Pemberian suplementasi minyak zaitun (Olea europaea L.) yang dikombinasi dengan Telfas OD secara signifikan mampu menurunkan  ketebalan epitel bronkus mencit asma. Kata kunci: Telfast OD, Minyak zaitun , Epitel bronkus
Evaluasi Hasil Keseragaman Ukuran, Keregasan dan Waktu Hancur Tablet Salut Film Neuralgad Produksi Lafi Ditkesad Bandung Kristin Catur Sugiyanto; Dian Arsanti Palupi; Yenny Adyastutik
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 1, No 1 (2017): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.975 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v1i1.5

Abstract

Suatu obat harus dibuat dalam kondisi yang dikendalikan dan dipantau dengan cermat agar menghasilkan obat yang memenuhi persyaratan. Evaluasi mutu fisik sangat penting untuk memastikan suatu obat telah memenuhi spesifikasi sehingga menghasilkan obat yang bermutu dan berkhasiat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi uji keseragaman ukuran, keregasan dan waktu hancur tablet salut film Neuralgad yang diproduksi oleh LAFI DITKESAD Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data hasil evaluasi uji mutu fisik tablet salut film Neuralgad secara prospektif dan dibandingkan dengan spesifikasi yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III tahun 1979 dan Voight tahun 1994. Data yang diambil adalah hasil evaluasi mutu fisik tablet salut film Neuralgad dengan no. bets W.091, W.099 dan W.100. Hasil evaluasi uji mutu fisik tablet salut film yang didapatkan yaitu ketebalan tablet bets W.091 = 5,48mm, bets W.099 = 5,53mm dan bets W.100 = 5,61mm, diameter tablet bets W.091 = 13,01 mm, bets W.099 = 13,01mm dan bets W.100 = 13,00, persentase keregasan tablet pada bets W.091 = 0,027%, bets W.099 = 0,031 dan bets W.100 = 0,013 sebesar 0,023 % dan waktu hancur tablet pada bets W.091 = 13,83 menit, bets W.099 = 12,16 menit dan bets W.100 = 11,50 menit. Hasil evaluasi uji mutu fisik tablet salut film Neuralgad produksi LAFI DITKESAD Bandung telah memenuhi spesifikasi berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi III tahun 1979 dan Voigt tahun 1994.
Efek Pemberian Minyak Biji Kelor (Moringa Oliefera L.) Sebagai Terapi Asma Terhadap Gambaran Dian Arsanti Palupi; Elma Martati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.302 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v3i1.42

Abstract

LATAR BELAKANGAsma adalah inflamasi kronik pada jalan nafas yang disebabkan oleh hiperresponsivitas jalan nafas, mukosa dan produksi mucus berlebih. Inflamasi ini biasanya kambuh dengan tanda gejala asma seperti batuk, dada sesak, wheezing dan disapnea. Minyak biji kelor (Moringa Oliefera L.) mengandung zat aktif isotiosianat dan glukosinolat yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan bronkidilator TUJUAN:Menganalisis pengaruh pemberian suplementasi minyak biji kelor (Moringa Oliefera L.)  terhadap penurunan ketebalan epitel bronkiolus mencit asma yang diinduksi ovalbumin METODE25 ekor mencit jantan BALB/c  umur 2-3 bulan, dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I: normal tanpa perlakuan OVA dan hanya diberi suspensi CMC Na 0,5% p.o, Kelompok II, II, IV dan V disensitisasi  OVA secara intra peritoneal pada hari ke-0 dan ke-7. Kelompok II: kontrol negatif diberi suspensi CMC Na 0,5% p.o, Kelompok III: diberi Telfast OD 0,32 mg/hari p.o. Kelompok IV: diberi minyak biji kelor 0,4mL/hari. Kelompok V:  diberi kombinasi Telfas OD 0,32mg/ hari p.o dan minyak biji kelor 0,4 mL/ hari p.o. Hari ke-14, 15, 16, 17 kelompok II, III, IV dan V ditantang oleh OVA 1%  secara inhalasi dengan alat nebulizer selama 20 menit. Dua puluh empat jam setelah pemaparan akhir, mencit dikorbankan dengan dislokasi leher untuk dilakukan uji histopatologi epitel bronkiolus dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin HASILKombinasi Telfast OD 0,32mg/hari  dan minyak  biji kelor 0,4mL/hari  menunjukan hasil penurunan ketebalan epitel bronkiolus yang paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya.  KESIMPULAN :Suplementasi minyak biji kelor dapat menurunkan ketebalan epitel bronkiolus 17,26 μm. Minyak biji kelor bersifat sinergis dengan Telfas OD dengan menurunkan ketebalan epitel bronkiolus pada mencit asma yang diinduksi Ovalbumin
POTENSI BATANG TANAMAN YODIUM (Jatropha multifida Linn) SEBAGAI SENYAWA ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 SECARA IN VITRO Rokhana Rokhana; Ainiyah Ainiyah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.615 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v3i1.36

Abstract

The search for bioactive compounds sources it continue to do because of the emergence of pathogenic bacteria that are resistant to antibiotics. Iodine plants(Jatropha multifida Linn) has flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and jatropins. The flavanoid content in iodine plants can inhibit bacterial growth. Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium that can cause infections characterized by tissue damage accompanied by purulent abscesses. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of methanol extract of iodine plant stem against Staphylococcus aureus in vitro. Types of laboratory experimental research. The sample used in the study was iodine plant (Jatropha multifida Linn) extrac concentration used 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Using the Kirby bauer diffusion method. The results showed that there was antibacterial activity on iodine stems which showed a clear zone around the cactam disk at concentrations of 40% (10mm) 60% (12 mm), 80% (14mm), 100% (17 mm).
TERAPI ADJUVAN MINYAK NIGELLA SATIVA TERHADAP PENURUNAN KETEBALAN EPITEL BRONKUS MENCT ASMA YANG DIINDUKSI OVALBUMIN Dian Arsanti Palupi; Yeni Krisma Dewi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.467 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.12

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis saluran nafas obstruk kronik ditandai dengan adanya peradangan dan remodeling  yang disertai dengan kelainan kronis pada jalan nafas responsif . Minyak jinten hitam mampu menurunkan infiltrasi sel-sel radang pada saluran pernafasan sebanding dengan antihistamin golongan III. Membuktikan minyak Nigella sativa sebagai terapi adjuvan pada asma dengan menurunkan ketebalan epitel bronkious  pada mencit asma dengan eksperimental in vivo. 20 ekor mencit betina BALB/c  umur 2-3 bulan, disensitisasi  OVA secara intra peritoneal pada hari ke-0 dan 14 dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok normal tanpa perlakuan, Kelompok kontrol negatif diberi aqua dest, kelompok 1 diberi Deksametason 0,015 mg/hari i.p, kelompok 2 diberi kombinasi dexamethasone 0,015 ml / hari secara  intra peritoneal dan minyak Nigella sativa  0,15 ml/ hari per oral. Hari ke-21, 23, 25, 27 ditantang oleh OVA 1%  secara inhalasi dengan alat nebulizer selama 20 menit. Dua puluh empat jam setelah pemaparan akhir, tikus dikorbankan dengan dislokasi leher. Kombinasi dexamethasone 0,015mg/hari dan minyak  Nigella sativa 0,15ml/hari  menunjukan hasil penurunan ketebalan epitel bronkus yang paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Terapi adjuvan minyak Nigella sativa dapat menurunkan ketebalan epitel bronkusKata Kunci: Deksametason, Minyak Nigella sativa , Epitel bronkus
POTENSI GEL ANTIACNE EKSTRAK BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermis Lilis Sugiarti; Ayun Muzlifah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 2 (2018): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.776 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i2.26

Abstract

Jerawat merupakan suatu keadaan dimana terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit sehingga mengalami peradangan. Bakteri yang memicu peradangan pada kulit yaitu bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis. Buah parijoto memiliki kandungan senyawa seperti tanin, saponin, flavonoid, dan glikosida dan memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Pada penelitian ini ekstrak buah parijoto diformulasikan dalam bentuk sediaan gel karena gel dapat menghantarkan obat dengan baik ke kulit. Aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan berbagai konsentrasi. Sebagai kontrol negatif digunakan DMSO (sebagai pelarut gel), dan sebagai kontrol positif digunakan gel antiacne merk “X” dengan kandungan bahan aktif alkohol. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis seperti bau, warna, bentuk serta homogenitas, pH, dan pengujian daya sebar. Dalam sediaan gel ekstrak buah parijoto memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermis. Sediaan gel ektrak buah parijoto dengan berbagai konsentrasi ekstrak  (6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100 %) menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap Propionibacterium acnes (p=0,000) dan Staphylococcus epidermis (p=0,002). Hasil evaluasi karakteristik gel antiacne ekstrak buah parijoto menunjukkan pH sediaan memenuhi persyaratan, gel berwarna coklat kehijauan, memiliki homogenitas dan daya sebar yang baik. Kata kunci : Antibakteri, Medinilla speciosa Blume, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, Gel antijerawat.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD RAA SOEWONDO PATI TAHUN 2017 Annik Megawati; Della Fatma Sari
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.686 KB) | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.19

Abstract

Diare merupakan suatu gejala penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu ≥ 3 kali per hari yang disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Salah satu penyebab diare adalah bakteri. Terapi antibiotik yang rasional dapat mencegah timbulnya resisten terhadap bakteri. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, dengan rancangan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menelusuri data rekam medis pasien secara retrospektif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dengan mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian serta waspada terhadap efek samping obat. Data yang diperoleh sebanyak 46 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketepatan indikasi sebesar 100%, ketepatan pasien sebesar 100%, ketepatan pemilihan obat sebesar 100%, ketepatan dosis sebesar 98%, 2% tidak tepat dosis, ketepatan cara dan lama pemberian sebesar 96%, 4% tidak tepat lama pemberian dan Waspada terhadap efek samping obat sebanyak 100%. Dan presentase tingkat kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD RAA Soewondo Pati sebesar 99%. Gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di Instalasi Rawat Inap RSUD RAA Soewondo Pati periode Tahun 2017 menunjukkan bahwa tingkat ketepatan indikasi sebesar 100%, ketepatan pasien sebesar 100%, ketepatan pemilihan obat sebesar 100%, ketepatan dosis sebesar 98%, 2% tidak tepat dosis, ketepatan cara dan lama pemberian sebesar 96%, 4% tidak tepat lama pemberian dan Waspada terhadap efek samping obat sebanyak 100%. Dan presentase tingkat kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD RAA Soewondo Pati sebesar 99%. Kata kunci : Kerasionalan, Antibiotik, Diare

Page 3 of 22 | Total Record : 212