cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2022)" : 13 Documents clear
Kajian Sastra Didaktis dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata Kartini, Ari; Sumiyadi, Sumiyadi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11063

Abstract

Analysis of Didactic Literature In Guru Aini Novel Written by Andrea Hirata ABSTRAKNovel sabagai salah satu karya sastra dapat dikatakan sebagai interprestasi kehidupan dan perilaku yang nyata. Penelitian ini mencoba menggali dimensi nilai-nilai didaktis pada sebuah novel. Kajian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif  analisis deskripsi  dengan pendekatan sastra didaktis. Data diambil bersumber dari novel berjudul “Guru Aini” yang dibuat oleh salah satu penulis terkenal Andrea Hirata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel “Guru Aini” karya Andrea Hirata terdapat unsur sastra didaktis berkenaan dengan pertama melalui kajian alur tokoh dan penokohan, serta latar dapat ditemukan nilai-nilai karakter seperti kepribadian yang bermartabat, mandiri, kreatif, tanggung jawab, idealis, kerja keras, penuh semangat, dan mampu mengendalikan diri; kedua adanya dimensi nilai pendidikan nasional, yaitu nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas; ketiga bahasa yang disajikan sangat menarik, mudah dipahami, mengandung metafora, dan perumpamaan dalam menjelaskan ilmu matematika serta kehidupan. Secara garis garis besar, novel berjudul “Guru Aini” karya Andrea Hirata dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di sekolah dalam meningkatkan karakter siswa.Kata kunci: sastra didaktis, novel guru aini, nilai karakterABSTRACTNovel as a literary work can be said as an interpretation of real life and behavior. This study tries to explore the dimensions of didactic values in a novel. The study was conducted using a qualitative descriptive analysis method with a didactic literary approach. The data is taken from a novel entitled "Guru Aini" which was written by one of the famous writers, Andrea Hirata. The results show that in the novel "Guru Aini" by Andrea Hirata there are didactic literary elements related to the first through the study of the plot of characters and characterizations, and the setting can be found character values such as dignified, independent, creative, responsible, idealistic, personality. hard work, passionate, and able to control themselves; secondly, there are dimensions of national education values, namely the values of religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity characters; The three languages presented are very interesting, easy to understand, contain metaphors, and parables in explaining mathematics and life. Broadly speaking, the novel entitled “Guru Aini” by Andrea Hirata can be used as a teaching material for learning literature in schools in improving the character of students.Keyword: didactic literature, “Guru Aini”, character values
Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Tyas, Debora Korining; Oktaviani, Ursula Dwi; Fitrianingrum, Evi; Oktaviani, Irmaculata
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11096

Abstract

The Dayak Hibun Language Affixation in Hibun Village Folklore Parindu District, Sanggau Regency ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengetahui afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman cerita rakyat bahasa Dayak Hibun dengan sumber data dari dua orang informan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Elan dan Toolbox, selanjutnya hasil eksport dari Toolbox dianalisis manual menyesuaikan materi yang ada dalam kaidah morfologi untuk menemukan afiksasi yang ada dalam cerita rakyat bahasa Dayak Hibun. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)hanya terdapat satu jenis afiksasi yaitu prefik. (2) prefik yang didapatkan dalam penelitian ini ada 9 jenis yaitu: prefik be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) total kata yang berprefik adalah 72 kata. (4) jumlah kata pokok dalam ketujuh cerita adalah 1.313. Berdasarkan korpus data yang digunakan peneliti dari tujuh cerita berbahasa Dayak Hibun yang sudah dipaparkan diatas menyatakan bahwa didalam bahasa Dayak Hibunhanya terdapat satu afiksasi saja. Hal ini bisa saja terjadi karena itu merupakan keunikan yang dimiliki oleh bahasa tersebut. Selain hanya terdapat satu afiksasi saja, bahasa Dayak Hibunjuga memiliki keunikan lain yaitu sangat minim penggunaan konsonan “r” dalam penyebutan katanya.Kata kunci: Afiksasi, Bahasa, DayakHibun, Cerita RakyatABSTRACTThe purpose of the study was to determine the Dayak Hibun language affixation in Hibun Village Folklore, Parindu District, Sanggau Regency. The research approach is a qualitative approach with descriptive research method. The data of this study is a recording folklore in Dayak Hibun language with the data source from two informants. Data collection technique is observation, in-depth interviews and documentation. The research data result were analyzed using the Elan and Toolbox applications. Then, the export results is obtained from the Toolbox. Moreover, it were analyzed manually by adjusting the material contained in the morphological rules to find affixes in the folklore of the Dayak Hibun language. The results obtained are: (1) there is only one type of affixation, namely prefixes. (2) there are 9 types of prefixes obtained in this study, namely: be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) the total words with prefixes are 72 words. (4) the number of root lexical in the seven stories is 1,313. Based on the corpus of data which is used by researchers from seven stories in the Dayak Hibun language described above, it is stated that in the Dayak Hibun language there is only one affixation. This can happen because it is the uniqueness of the language. In addition to having only one affixation, the Dayak Hibun language also has another uniqueness, namely the very minimal use of the "r" consonant in pronunciation the word.Keyword: Affixation, Dayak Hibun Language, Folklore
Kanon Style dalam Retorika Najwa Shihab pada Acara Mata Najwa di Metro Tv Sari, Lusi Komala
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11110

Abstract

Canon Style in Najwa Shihab’s Rhetoric at Mata Najwa Shows on Metro Tv ABSTRAKPenelitian kualitatif deskriptif ini untuk mendapatkan data diksi dan majas sebagai bentuk style retorika Najwa Shihab (NS). Pengumpulan data menggunaan teknik dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik content analysis. Diksi yang paling dominan digunakan NS dalam membawaan acara adalah diksi populer. Diksi ini memberikan kesan rendah hati dan kesetaraan pada tuturan NS. Selain itu tuturan NS diwarnai diksi khusus, percakapan, dan idiom. Diksi khusus memberikan efek tajam pada bahasa. Diksi percakapan memberikan efek santai, ringan, dan akrab. Idiom memberikan efek estetika pada bahasa sekaligus makna yang padat. Majas paling dominan pada tuturan NS adalah majas penegasan. Kemudian, diikuti oleh majas pertautan, perbandingan, dan pertentangan. Majas penegasan membawa efek tajam pada bahasa sehingga tuturan menjadi jelas. Majas pertautan, perbandingan, dan pertentangan, menjadikan acara Mata Najwa menjadi hidup dan bertenaga. Penelitian ini menunjukkan bahwa majas tidak lagi digunakan secara konvensional untuk mendapatkan unsur keindahan semata. Lebih dari itu, pengunaan majas menunjukkan kecerdasan dan lebih menjelaskan konsep secara estetis.Kata kunci: Kanon, gaya retorika, presenterABSTRACTThis descriptive qualitative research is to obtain diction and figure of speech data as a form of Najwa Shihab's (NS) rhetorical style. Data collection used documentation techniques, while data analysis used content analysis techniques. The most dominant diction which is used by NS in presenting the program is popular diction. This diction gives the impression of humility and equality in NS speech. In addition, NS speech is varied by special diction, conversation, and idioms. Special diction gives a sharp effect on the language. Conversational diction gives a relaxed, light, and familiar effect. Idioms give an aesthetic effect to language as well as solid meaning. The most dominant figure of speech in NS speech is affirmative figure of speech. Then, it is followed by the figure of speech of linkage, comparison, and contradiction. Affirmation figure of speech has a sharp effect on language. Therefore, the speech becomes clear. The figure of connection, comparison, and contradiction, makes the Mata Najwa event come alive and powerful. This research shows that figure of speech is no longer used conventionally to get the element of beauty alone. Moreover, the use of figure of speech shows intelligence and explains the concept more aesthetically.Keyword: Canon, rhetoric style, host

Page 2 of 2 | Total Record : 13