cover
Contact Name
A Yunastiawan Eka Pramana
Contact Email
yunasekapramana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rekaruang@sttnas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKA RUANG
ISSN : -     EISSN : 26215926     DOI : -
Reka Ruang is a scientific journal focusing on fundamental and applied science in the field of urban and regional studies. We encourage submission of research in the areas of: Regional development; Spatial planning policy; Disaster management; Urban planning and design; Housing development; Public space Urban management; Spatial modeling; Integrated transportation system; Natural resources, ecosystem, and environment.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang" : 9 Documents clear
Analisa Penggunaan Lahan Tahun 2013 Sampai Tahun 2023 di Kabupaten Seruyan Eko Dedy Kurniawan; Singgih Hartanto; Theresia Susi; Herwin Sutrisno
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v7i1.4964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk tujuan mengetahui pola perubahan lahan di Kabupaten Seruyan dari tahun 2013 sampai 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi pola perubahan penggunaan lahan menggunakan data penggunaan lahan Kabupaten Seruyan tahun 2013 dan 2023 dengan klasifikasi sebanyak 15 jenis penggunaan lahan sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan Kabupaten Seruyan selama 10 tahun banyak mengalami perubahan. Jenis penggunaan lahan yang mengalami penurunan adalah hutan rawa sekunder dengan nilai persentase sebesar 20% dan lahan terbuka sebesar 1%, sedangkan penggunaan lahan yang mengalami peningkatan yaitu kebun campur, lahan terbangun, perkebunan, semak belukar, dan semak belukar rawa.
Kolaborasi Multi-Pihak Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pada Studi Kasus CSR Pertamina AFT Sepinggan, Balikpapan Aji, Hangga Restu; Nurfauziah, Nisa Maulida; Salshabilla, Aliecya Zahraa
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v7i1.5371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas terkait peran para pihak di dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pada studi kasus implementasi CSR Pertamina AFT Sepinggan. Di tengah kondisi pencapaian TPB yang masih jauh dari target, kolaborasi multi-pihak diharapkan dapat mendukung pencapaian TPB. Penelitian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) melalui pelibatan aktif masyarakat atau subjek penelitian dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tindakan untuk mencapai perubahan sosial. Peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan di lingkungan CSR Pertamina AFT Sepinggan ini melakukan kegiatan pertanian yang ramah lingkungan, hemat energy, dan terintegrasi mulai dari budidaya pertanian hortikultur, budidaya perikanan menggunakan bioflok, hingga pengelolaan sampah organik menjadi media tanam. Dalam menjalankan kegiatannya, masyarakat menggunakan alat siram ramah lingkungan (Smart Irrigation Sprinkle Timer) dan alat sensor cuaca (Automatics Weather Agri Sensor) sehingga dalam melakukan kegiatan pemberdayaan menjadi lebih efektif dan efisien yang dapat mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan secara aktif di dalam mendukung pencapaian TPB di masa yang akan datang.
Identifikasi Segmentasi Pasar Properti Hunian di Wilayah Kabupaten Sleman Pramana, A.Yunastiawan Eka; Fanani, Fahril
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the characteristics of the land and property market within an urban setting is crucial for urban planners. In Indonesian urban areas, where individual land ownership is predominant, it is essential to recognize how individual decisions accumulate and shape the city. One significant market force influencing urban development is the housing market. This market is highly segmented, so grasping the characteristics of housing market segmentation can help policymakers and urban planners create more effective urban policies. This research aims to identify the characteristics of housing market segmentation in Sleman Regency. Located adjacent to Yogyakarta City, which is a mid-sized city known for its educational and tourism activities, Sleman Regency has experienced significant growth in housing properties. By utilizing data collected from property listing websites, this research will explore the formation of housing segmentation in the studied area. Exploratory Spatial Distribution Analysis (ESDA) will be employed to examine the spatial distribution of housing properties based on value and size. The results may reveal the existence of housing property segmentation in the case study area, which can extend beyond the defined administrative boundaries. Additionally, the findings highlight the importance of proximity to the city center and the main university campus as key factors influencing housing location choices in the area.
Kajian Lanskap Budaya Permukiman Adat Kampung Naga: Indonesia Priyoga, Iwan; Nurkukuh, Dwi Kunto
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Naga is a traditional residential area that until now still adheres to the ancestral heritage. The harmony of life with nature gave birth to local wisdom that formed the Kampung Naga settlement to blend with nature. The cultural landscape of the Kampung Naga settlement illustrates the interaction of humans with nature which is formed in the patterns of space and buildings they inhabit. This research was conducted to determine the harmony of the concept of cultural landscape in the realization of the settlement pattern of Kampung Naga, as a manifestation of the balance of humans with the natural surroundings. The research was conducted using a qualitative descriptive method in the form of observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out by comparing the variables of the saujana concept to the settlement pattern of Kampung Naga, which is related to its physical, territorial, and cultural arrangement.
Komparasi Implementasi Konsep Smart City di Kota dan Kabupaten (Studi Kasus: Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo) Cahyadani, Lestyanto; Djunaedi, Achmad
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hierarchically, City and Regency are equal in the government system of Indonesia. However, there are differences in characteristics between them. The difference also allow defferent approaches in implementing a policy, including smart city. Purpose of this research is to identify the correlation between that difference characteristics and the implementation of smart city. This research uses case study method and uses data sources such as documents, interview, and observation. That three data sources were analyzed using triangulation method to validate the results of analysis process. The result of this research shows that there are correlations between the implementation of smart city and the issues in the City and the Regency. Application of the smart city concept in Surakarta City is mostly influenced by the issues of urban area, such as dense population, lack of resources, urban communities, and high intensity of transportation. Meanwhile, in Sukoharjo Regency, implementation of smart city is influenced by issue of rural and peri-urban areas e.g lots of open space, abundant natural resources, low population density, rural communities, facilites gap, and indutrial waste.
STRATEGI PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR BERBASIS GREEN PORT DI PELABUHAN PANJANG KOTA BANDARLAMPUNG Dwi Puspita, Reska; Wijayanti, Goldie Melinda; Sulistiyorini, Rahayu
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panjang Port is a major cargo port in Indonesia. Along with the increasing demand for ports and infrastructure in Panjang Port, it can cause environmental damage. Efforts can be made by applying the green port concept to port infrastructure. However, until now, the implementation of a green port in Panjang Port has not been realized. So that this research was made with the aim of formulating an infrastructure optimization strategy that is in accordance with the application of the green port concept to infrastructure in Panjang Port. Then the data that has been obtained is then analyzed using qualitative descriptive analysis methods and SWOT analysis. Based on the literature study, the standards used are international standards and green port indicators. Based on the results of the analysis, Panjang Port is in compliance with international standards in terms of safety and security. Meanwhile, the green port indicator is not appropriate. So that the strategy formulation is based on internal factors and port external factors.
KOMPARASI KEBUTUHAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN AKIBAT MUCULNYA KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN BATANG TAHUN 2030 Iffa Mayangsari; Neritarani, Rivi
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Kawasan Industri dapat menciptakan efek berganda bagi lingkungan sekitarnya, sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dalam merencanakan tata ruang di sekitar Kawasan Industri. Efek berganda yang terjadi yaitu pengaruh terhadap bangkitan lalu lintas dan aspek ketersediaan tenaga kerja dalam kaitannya dengan kebutuhan tempat tinggal danĀ  berbagai fasilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lokasi yang sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan permuiman pada tahun 2030 berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan dan untuk mengetahui perbandingan prediksi kebutuhan lahan permukiman dengan lahan yang tersedia hasil evaluasi kesesuaian lahan pada tahun 2030 setelah adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP). Pendekatan yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian pertama untuk mendapatkan peta evaluasi kesesuaian lahan, kemudian data kembali di overlaykan dengan constrain untuk memperoleh lokasi permukiman terbaik, dan metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian kedua yaitu time series untuk memprediksi kebutuhan permukiman untuk penduduk yang bekerja disektor industriĀ  pada tahun 2030 dan metode overlay & logical matching untuk komparasi antara kebutuhan dengan ketersediaan lahan pada tahun 2030. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil dari evaluasi kesesuaian lahan yaitu terdapat 4 (empat) tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1) seluas 62.526,94 Ha, sesuai (S2) seluas 11.779,95 Ha, agak sesuai (S3) seluas 10.146,73 Ha dan tidak sesuai (N) seluas 2.796,05 Ha. Untuk kebutuhan lahan permukiman pada tahun 2030 yaitu seluas 3.045,89 Ha sedangkan untuk ketersediaan lahan yang telah dikurangi oleh constraint dari RTRW dan penggunaan lahan eksisting diperoleh luas 8.792,15 Ha, untuk 13 kecamatan masih memiliki sisa lahan dan 2 kecamatan lainnya mengalami kekurangan seluas 595,79 Ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk 13 (tiga belas) kecamatan pola perkembangannya dapat mengikuti rencana pola ruang yang sudah ada sehingga tidak perlu merencanakan kembali jika Kawasan Industri telah beroperasi, sedangkan untuk kecamatan yang masih memiliki kekurangan lahan akan didistribusikan ke kecamatan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan.
Identifikasi Dampak dan Strategi Dalam Mereduksi Fenomena Urban Heat Island di Kawasan Metropolitan Jabodetabek Mh Nateq Nouri; Dinan, Rois
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek is a metropolitan area where DKI Jakarta serves as the center of government and economy in Indonesia. As a hub of activities in Indonesia, its operations are inherently more complex than in other locations. Individuals from outside DKI Jakarta are drawn to migrate to the region due to its intricate activities. Covering an area of 15,978 km2, DKI Jakarta had the highest population density among Indonesian provinces in 2021. This high population density can have environmental implications, leading to the phenomenon of the Urban Heat Island (UHI). The density of buildings, driven by the substantial population, contributes to elevated surface temperatures, exacerbated in situations with low green spaces or minimal vegetative cover. Hence, the aim of this research is to determine the impact of the UHI phenomenon in DKI Jakarta on its surrounding areas (Bodetabek) and propose methods to mitigate these effects. To identify the UHI phenomenon, the researchers utilized LST and NDVI analysis methods to measure vegetation density, along with NDBI to gauge building density. The research adopted a Willingness to Pay (WTP) approach for DKI Jakarta and Bodetabek, creating spatial strategies to reduce environmental impact. The analysis results reveal that East Jakarta experiences the most severe UHI phenomenon, while Bogor Regency has the lowest surface temperatures. Concerning the willingness to pay for environmental services, the average Willingness to Pay (WTP) value from 104 respondents in DKI Jakarta is approximately Rp. 66,846.00. The CVM results indicate a value of 62%, signifying a strong relationship between the observed variables. Thus, these findings suggest that respondents possess a significant willingness to pay for environmental improvement in the area. The analysis outcomes indicate that stakeholders involved can implement the POAC strategy outlined in this research.
Kajian Karakteristik Lanskap Budaya Permukiman Indis Kampung Kwarasan Di Kota Magelang Priyoga, Iwan; Kurniawati, Amithya Irma
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kwarasan yang terletak di Kota Magelang merupakan salah satu karya Thomas Karsten dari sekian banyak karya arsitektur dan perencanaan kotanya di seluruh Indonesia. Topografinya yang berkontur justru dimanfaatkan Thomas Karsten untuk membuat permukiman Kwarasan dapat memanfaatkan view ke sekitarnya, antara lain view ke arah Gunung Sindoro-Sumbing dan Sungai Progo. Kwarasan sebagai sebuah sebuah permukiman memiliki pola ruang yang terbagi menjadi 3 (tiga) zona yang berbeda, yaitu zona permukiman bangunan besar, sedang dan kecil, dengan sebuah lapangan yang berfungsi sebagai pusat kawasan dari permukiman tersebut. Lapangan di dalam kawasan permukiman tersebut oleh Karsten direncanakan sebagai bentuk dari konsep kota Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dikerjakan dengan maksud untuk mengetahui konsep perencanaan pola tata ruang karya Thomas Karsten yang diterapkan di Kampung Kwarasan, sebagai pijakan meneliti karya-karya Thomas Karsten lainnya yang tersebar diseluruh pelosok negeri ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 9