Communication
Jurnal Communication published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific disciplines.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13, No 1 (2022): Communication"
:
7 Documents
clear
Media Massa Sebagai Second Track Diplomasi Dalam Mendukung Kepentingan Nasional Indonesia di Laut Cina Selatan
Eri Budi Wibowo
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1750
Perluasan aktor non-negara dalam hubungan internasional menjadikan media massa diakui sebagai salah satu instrumen diplomasi yang cukup berpengaruh terhadap kebijakan maupun proses decision making. Berdasarkan perkembangan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemeneritan Indonesia menggunakan instrumen media massa sebagai second track diplomasi guna mendukung kepentingan nasional Indonesia di Laut China Selatan (LCS). Teori yang digunakan adalah teor komunikasi massa menurut McQuail dan teori second track diplomaci menurut Louise Diamond dan John Mc Donald. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan objek penelitian adalah kebijakan second track diplomasi Indonesia melalui peran media massa. Sumber penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder meliputi referensi dan buku, jurnal, artikel, website, dan portal pemberitaan sebagai pendukung penelitan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan eksposur pemberitaan terhadap pengelolahan potensi martim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di LCS menjadi penting untuk dilakukan sebagai bentuk eksistensi pemerintah Indonesia terhadap hak berdaulat di LCS. Kemudian, dibutuhkan agenda setting media massa yang menyoroti dukungan masyarakat internasonal mengenai implementasi freedom of navigation di LCS.
Proses Perencanaan Pesan Dalam Membangun Citra ‘Zumba Fitness Indonesia’ Melalui Key Opinion Leader
Arga Sukma Bhagaskara;
Mohammad Shihab
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1577
Gaya hidup sehat menjadi terasa lebih penting di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Gaya hidup yang sehat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kebugaran agar tidak terdampak virus corona. Masyarakat Indonesia pun sudah mulai menyadari betapa pentingnya gaya hidup sehat. Salah satu olahraga popular yang dapat meningkatkan kesehatan adalah zumba. Saat ini, zumba identik dengan olahraga kaum perempuan. Padahal, olahraga ini dapat diikuti oleh siapa saja yang menginginkan gaya hidup sehat. Oleh sebab itu, Zumba Fitness di Indonesia melalui OCCAM Komunikasi Indonesia ingin membangun kesadaran merek dan citra yang tepat di dalam persepsi publik. Citra merupakan aset yang tidak tampak yang sangat penting bagi sebuah perusahaan dan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen untuk membeli dan berlangganan sebuah produk. Citra perusahaan yang buruk tentu akan mempengaruhi kehidupan bisnis sebuah perusahaan. Karena itu, perusahaan akan berusaha keras membentuk dan menjaga nama baik perusahaan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses perencanaan pesan dalam membangun citra Zumba Fitness Indonesia melalui influencer. Subyek penelitian ini merupakan dua orang konsultan yang mengelola aktivitas komunikasi Zumba Fitness di Indonesia. Hasil penelitian ini menyimpulkan proses perencanaan pesan yang dilakukan untuk Zumba Fitness terbagi dalam empat tahapan, yakni: (1) analisis profil dan situasi; (2) analisis kampanye terdahulu; (3) perencanaan pesan; dan (4) evaluasi. Pesan yang digunakan disusun menggunakan teknik informatif sesuai lokasi dan waktu, serta teknik persuasif menggunakan emotional appeal, humorous appeal, reward appeal, dan motivational appeal.
Gaya Komunikasi Nadiem Makarim
Agung Priyo Sembodo;
Tengku Faisal;
Aminah Swarnawati;
Ridwan Noor Riandi;
Irfan Naufal El Hassan
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1670
Sosok Nadiem Makarim menjadi sentral dalam upaya mencapai target kemajuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi. Instansi ini merupakan peleburan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset dan Teknologi. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui bagaimana sebenarnya gaya komunikasi ketokohan dari Nadiem. Berangkat dari teori komunikasi organisasi dan teori terkait enam gaya komunikasi Tubbs dan Moss, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara semiotika dari Roland Barthes.Tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui makna konotatif, denotatif dan mitos dari teks video wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Nadiem menggunakan gaya komunikasi equalitarian style dalam berkomunikasi. Terdapat makna denotatif sederhana dari pengunaan batik dalam paparan konsep kampus merdeka. Makna Konotatif kesan akan kemampuan dan pengalaman yang akan terus berkembang termasuk disiplin dan soft skill. Sementara unsur mitos dari teks wawancara memberikan pesan meskipun berlatar belakang pengusaha, Nadiem ingin terkesan memiliki pemahaman holistik dari pengalaman maupun konsep di dunia pendidikan, riset dan teknologi.
Peran Komunikasi Pemerintah Untuk Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik
Icha Annisa Aprilia
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1576
Penelitian ini dilakukan agar mengetahui peran komunikasi pemerintah untuk mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami sejauh mana pemerintah menerapkan komunikasi pemerintah dalam rangka merealisasikan good governance yang saat ini dinilai kurang efektif dengan sistem hukum yang dijalankan di Indonesia terutana dalam sistem penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode studi referensi. Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data guna mengungkap pembahasan yang terdapat dalam artikel ini. Pengumpulan referensi dalam kegiatan analisis ini dilakukan dengan mempelajari dan meninjau sejumlah jurnal, buku, dan dokumen-dokumen (cetak ataupun online) beserta beberapa sumber data serta bukti lainnya yang dinilai relevan dan kredibel dengan objek kajian. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh bahwa komunikasi pemerintah sangat penting dilakukan terutama dalam hal pelayanan publik. Komunikasi pemerintah menjadi titik utama dalam suksesnya keberlangsungan pelayanan publik guna mewujudkan good governance sebab pemerintah berperan sebagai komunikator yang menyalurkan berbagai info pada masyarakat dan mempersuasi masyarakat agar turut aktif dalam pengembangan sumber daya publik. Komunikasi pemerintah dalam pelayanan publik ternyata masih belum sesuai dengan UndangUndang, karena masih terjadi kurangnya komunikatif dalam penyampaian informasi hingga kurangnya transparansi dari pemerintah dalam pelayanan publik. Pemerintah harus bisa meminimalisir beberapa kendala dalam komunikasi pemerintah, agar komunikasi bisa berlangsung dengan lancar dan tepat sasaran.
Transformasi Media Cetak Ke Platform Digital (Analisis Mediamorfosis Harian FAJAR Makassar ke FAJAR.co.id)
Indah Suryawati;
Rahmat Edi Irawan
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1674
Harian FAJAR sebagai salah satu surat kabar terbesar di Makassar telah melakukan transformasi ke dalam platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses mediamorfosis Harian FAJAR ke FAJAR.co.id. Langkah dan strategi apa saja yang telah dilakukan dan bagaimana konsep mediamorfosis ini diimplementasikan oleh FAJAR.co.id. Roger Fidler menempatkan mediamorfosis sebagai penyatuan teknologi dalam media komunikasi. Mediamorfosis adalah bentuk transformasi media komunikasi yang timbul akibat hubungan timbal balik. Ada tiga konsep utama dalam mediamorfosis yaitu koevolusi, konvergensi serta kompleksitas. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivis. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Teknis analisis data menggunakan tiga tahap yang mencakup : 1) reduksi data-data; 2) penyajian data-data, dan 3) menyusun simpulan atau verifikasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Harian FAJAR dan FAJAR.co.id menyadari adanya asas keberlangsungan hidup dari bentuk komunikasi lama ke bentuk komunikasi baru. FAJAR.co.id adalah bentuk transformasi Harian FAJAR dan untuk memaksimalkan FAJAR.co.id maka keduanya memisahkan diri dalam perusahaan media yang berbeda. Harian FAJAR dan FAJAR.co.id berkomitmen menjadi penjaga di jalurnya masing-masing.
Konsep Diri Mahasiswa Otaku Di Kota Bandung (Analisis Terhadap Konsep Diri Yang Dimiliki Oleh Mahasiswa Otaku Yang Ada DiKota Bandung)
Dimas Fikria Nur'Dai Pratama;
Adrio Kusmareza Adim
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1688
Otaku adalah julukan yang diberikan kepada orang yang memiliki ketertarikan kepada budaya populer Jepang seperti anime, manga, Jpop, dan tokusatsu. Karena memiliki kecenderungan untuk menutup diri maka otaku sering mendapat prasangka negatif dari masyarakat. Karena prasangka yang diberikan oleh masyarakat menyebabkan otaku mengalami kesulitan untuk melakukan interaksi sosial dengan orang normal dan akan cenderung berinteraksi dengan sesama otaku yang memiliki ketertarikan pada hal yang sama. Riset ini dibuat dengan tujuan memahami terbentuknya konsep diri yang dimiliki oleh otaku menggunakan teori interaksi simbolik George Herbert Mead yang menjelaskan tentang pembentukan mind, self, dan society dalam pembentukan konsep diri seorang individu. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode penelitiankualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan literatur. Riset ini menemukan bahwa pembentukan konsep diri mahasiswa otaku di kota Bandung menjadi seorang otaku dimulai sejak kecil dan melalui proses pembentukan mind, self, dan society yang panjang.
Manajemen Komunikasi Organisasi Media Online Limapagi di Era Pandemi Dalam Perspektif Strukturalis
Yuliana Choerul Reza;
Ahmad Toni
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36080/comm.v13i1.1681
Pandemi berdampak bagi berbagai lini kehidupan tidak dipungkuri dunia industri kreatif atau media massa salah satunya adalah media online Limapagi. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini bermaksud melihat bagaimana manajemen komunikasi organisasi yang dilakukan media online Limapagi di masa pandemi seperti ini dengan perspektif strukturalis. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur menggunakan triangulasi sumber data diperoleh melalui metode berbasis dokumen baik buku maupun online dan wawancara dengan menerapkan teori Boneka Matouschka Rusia dan manajemen ilmiah taylor dalam perspektif strukturalis. Berdasarkan data yang telah dianalisis maka hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam menjaga eksistensi media Limapagi tetap bertahan di tengah pandemi dengan perarturan phsycal distancing dan meningkat peminat pembaca di website media online tersebut yaitu dengan menangani krisis tersebut dengan memilih strategi adaptif yaitu melakukan penyesuaian sistem kerja yang menjadi sistem shfiting dan work from home (wfh). Selain itu, Limapagi melakukan manajemen komunikasi yang efektif berupa rapat secara online melalukan video conference atau disebut virtual meeting melalui apikasi zoom dan dalam berkordinasi yang digunakan secara cepat dan intens baik kepada antar staff dan staff dengan atasan pada setiap bulannya melalui group chat di aplikasi Whatsapp. Manajemen komunikasi dengan perspektif strukturalis ternyata masih relevan untuk digunakan pada media Limapagi dengan melihat bagaimana cara pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur organisasi, serta rentang pengawasannya.