cover
Contact Name
Indah Suryawati
Contact Email
indahsuryawati_2121@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
communication@budiluhur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Communication
ISSN : 20865708     EISSN : 24427535     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Communication published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Spasialisasi dan Strukturasi Industri Suara Melalui Audio on Demand Pada Platform Podcast Noice Adry Alim Priyatna; Eni Maryani
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.1909

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia podcast di Indonesia cukup berkembang dengan kemunculan Spotify, Google Podcast, dan Apple Podcast. Noice, yang dimiliki oleh Mahaka Media Grup hadir sebagai platform podcast asli Indonesia yang mengusung jargon “Rumah Konten Audio di Indonesia” dengan menghadirkan konten podcast 100% lokal Indonesia. Pada prosesnya terdapat praktik ekonomi politik media Vincent Mosco berupa spasialisasi dan dan strukturasi dalam Noice. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengungkap bagaimana spasialisasi yang terjadi dalam pengembangan bisnis Noice dengan pendekatan lokalnya, selain itu juga untuk mengetahui praktik strukturasi yang dijalankan oleh Noice di bawah naungan Mahaka Radio Integra (MARI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori ekonomi poltik media sebagai pisau analisisnya. Pengambilan data dilakukan dengan studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan spasialisasi yang terjadi berkaitan dengan usaha Noice mengatasi jarak dan waktu dengan menghadirkan banyak genre podcast bertema lokal dan hyperlokal dengan waktu tayang yang konsisten serta menghadirkan fitur komentar dan live chat dalam podcastnya. Strukturasi yang terjadi berkaitan dengan proses pembentukan Noice dan pengembangannya yang merupakaan hasil interaksi antara agen dan struktur dalam organisasi MARI, podcaster, dan pendengar sehingga membentuk struktur baru dalam platform Noice. Noice juga melahirkan kelas sosial tersendiri pada pendengarnya dengan banyak menghadirkan kalangan selebritis dan publik figur yang sudah terkenal, dan lebih banyak tema podcast untuk kalangan milennial. Ke depannya Noice juga akan melakukan monetisasi konten serta menerima iklan untuk tayang di platformnya. Bisa disimpulkan bahwa strategi pengembangan Noice merupakan praktik spasialisasi dan strukturasi yang dalam teori ekonomi politik media merupakan usaha institusi bisnis untuk mendapatkan keuntungan untuk kelangsungan bisnisnya.
Penyajian Podcast Komite Akreditasi Nasional “Podcastkan” Sebagai Media Informasi Skema Akreditasi Haronas Kutanto; Artyasto Jatisidi; Rini Lestari
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.2169

Abstract

Saat ini, sebagian besar institusi baik kementrian ataupun non kementrian menggunakan platform media sosial sebagai media informasi publik, salah satunya dengan memproduksi konten podcast. Podcast merupakan serial program yang menyajikan berbagai macam informasi, yang membahas berbagai macam topik tentang hiburan, edukasi ataupun sosialisasi. Podcast telah menjadi media komunikasi yang cukup populer, terbukti dengan semakin banyaknya institusi yang memiliki konten program dalam format podcast. Layaknya sajian program mini talkshow di televisi, saat ini podcast dapat sajikan dalam format “video podcast”. Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah lembaga yang bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia dengan tugas utama memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilai Kesesuaian. Komite Akreditasi Nasional memanfaatkan media sosial dengan format video podcast “PodcastKAN” sebagai media informasi skema akreditasi lembaga penilaian kesesuaian yang ditayangkan melalui platform youtube. Dalam hal ini, peneliti berfokus pada produksi dan penyajian podcast: mulai dari pra-produksi, produksi dan pasca produksi, termasuk strategi pemilihan narasumber di setiap episodenya.
Analisis Kualitatif Kebijakan Strategis Negara Dalam Bidang Media Di Era Pandemi Covid-19
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.2149

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan krisis dalam media massa di Indonesia. Negara melalui Dewan Pers meluncurkan fellowship jurnalisme perubahan perilaku untuk mengatasi krisis media tersebut. Fellowship jurnalisme perubahan perilaku ini melibatkan ribuan wartawan dan kurator. Mereka harus memproduksi berita minimal 11 berita setiap bulannya untuk memperoleh bantuan keuangan dari negara. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui kebijakan strategis negara dalam bidang media di era pandemik covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan juga memakai metode studi kasus tipe tunggal holistik. Pendekatan yang memotret konteks yang dinamis merupakan pengertian dari pendekatan kualitatif. Sedangkan studi kasus adalah metode untuk merekam sebuah peristiwa yang memiliki ukuran ruang dan waktu tertentu. Penelitian ini menemukan pertama, ada beberapa langkah strategis yang dilakukan negara dalam membantu media di era pandemik covid-19. Kedua, kualitas berita sangat buruk. Jauh dari standar berita profesional yang dihasilkan wartawan. Jurnalisme yang dikembangkan selama fellowship jurnalisme perubahan perilaku jauh dari jurnalisme berkualitas. Motivasi utama peserta fellowship jurnalisme perubahan perilaku adalah memperoleh uang dari negara, sesuatu yang bertentangan dengan salah satu pilar media, yaitu, independen.
Obstacles of Parmusi Da'wah Communication in Border Areas Usamah Hisyam; Sihabudin Noor; Novi Andayani Praptiningsih
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.2194

Abstract

The purpose of this study was to find out the dynamics and problems of Parmusi's preaching communication on the NTT-Timor Leste border, Parmusi's efforts to overcome the problems of da'wah communication at the NTT-Timor Leste border, and Islamic quality improvement after the Da'i overcome the problem of da'wah communication on the NTT-Timor Leste border. The research method used is a qualitative approach with an interpretive research paradigm. The sources of primary data were obtained from observation, Focuss Group Discussion (FGD), interview with the mandalam on 6 (six) da'i Parmusi and 9 (nine) worshipers. Secondary data sources were obtained from the Qur'an & Hadist, documents and literature studies on journals, e-books, books, web, and online media. Data analysis techniques use the Interactive Model Miles & Huberman. The results showed that the dynamics and problems of da'wah communication in the NTT-Timor Leste border area are the lack of quantity of preachers, the low level of education and the religious quality of Muslims, especially converts, the lack of mosques which hinders congregational/Friday prayers. The activities of the Parmusi Da'wah Caravan in Rote Island and Kera Island, as well as the Rainmanuk subdistrict Belu, in the context of the inauguration of the construction of the Islamic Center and the formation of the Parmusi Madani Village running smoothly. Parmusi's efforts to overcome the problems of da'wah communication on the NTT-Timor Leste border are by increasing the preaching schedule through lectures, recitations and Friday sermons. Islamic quality improvement after the Da'i overcame the problem of da'wah communication on the NTT-Timor Leste border significantly increased. Many muslims pray in mosques, the recitation assemblies are crowded with worshipers, and converts are increasing in number.
Studi Etnografi Virtual Kehidupan di Balik Akun Twitter K-Popers Dalam Perspektif Dramaturgi Imma Latifa; Sugeng Harianto
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.2133

Abstract

Perbedaan idola, genre musik, hingga perbedaan sikap dan perilaku anggota grup terkadang membuat antarpenggemar bentrok di media sosial. Mereka saling beradu argumen, hingga melemparkan cacian dan makian ke penggemar lain yang dinilai tidak mempunyai kesamaan opini dengan mereka. Hal tersebut juga membuat penggemar K-Pop dianggap menakutkan oleh pengguna media sosial lainnya, karena tidak dapat menerima perbedaan opini. Namun di dunia nyata, pengguna media sosial cenderung berperilaku berbeda dengan ketika berada di dunia virtual atau media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sikap, perilaku, serta image yang dibentuk para penggemar K-Pop di akun media sosial twitter dan perbedaannya dengan di dunia nyata. Metode kualitatif serta pendekatan etnografi virtual digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terhadap akun twitter kedua informan dan wawancara mendalam. Data kemudian akan dianalisis berdasarkan perspektif teori dramaturgi. Hasil penelitian menujukkan bahwa setiap orang selalu memiliki lebih dari satu sisi yang ingin dirinya perlihatkan. Namun, sebelum memperlihatkan sisi lainnya tersebut, ia akan mempertimbangkan terlebih dahulu apa saja yang perlu disiapkan untuk menunjukkan sisi lain dirinya. Kedua informan sama-sama menyiapkan pengetahuannya terkait dunia penggemar, grup idola, dan budaya fangirling agar bisa masuk dan menjadi bagian dari komunitas tersebut. Reaksi ekspresif terhadap idolanya dan penggunaan bahasa yang sepenuhnya berbeda dengan kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa kedua informan ingin memperlihatkan image layaknya K-Popers mayoritas di Indonesia. Kedua informan lebih memilih menggunakan bahasa gaul yang biasa digunakan anak muda di perkotaan daripada bahasa jawa selama melakukan fangirling. Namun, sikap dan perilaku tidak mengikuti war antarpenggemar maupun ikut serta meramaikan hashtag juga menunjukkan bahwa kedua informan tidak selalu ingin terlihat seperti mayoritas perilaku K-Popers lainnya.
Strategi Komunikasi Humas Polresta Serang Kota Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Media Zikri Fachrul Nurhadi; Achmad Wildan Kurniawan; Haryadi Mujianto; Alviola Sylva Excelsa
Communication Vol 14, No 1 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i1.2170

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun komunikasi yang humanis antara media dengan Humas Polresta Serang dalam upaya untuk memperbaiki hubungan yang sudah ada, memperbaiki citra negatif yang berkembang di publik. Menjalin hubungan yang baik ini sebagai upaya dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan analisis situasi, penyusunan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi yang dilakukan oleh Humas Polresta Serang Kota. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah Theory of 4 Steps of Public Relations of Cutlip, Center & Broom. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Dalam penelitan ini terdapat dua narasumber yang ahli dalam bidang kehumasan dari akademisi dan praktisi media, serta tiga informan merupakan wartawan sebagai mitra yang bekerjasama dengan Humas Polresta Serang Kota. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis situasi strategi komunikasi Humas Polresta Serang Kota dalam membangun hubungan baik dengan media terjalin secara dinamis, dengan mengedepankan profesionalitas dan asas kekeluargaan. Pada aspek penyusunan strategi dengan mempelajari karakteristik media, bersikap responsif serta membuat forum diskusi. Kemudian mengimplementasikan strategi dengan menyediakan fasilitas yang nyaman dan menggelar acara bersama wartawan, kemudian mengevaluasi strategi dengan melaksanakan pertemuan rutin dengan wartawan. Simpulan pada penelitian ini bahwa analisis situasi, penyusunan strategi, implementasi strategi dan evaluasi yang dilakukan oleh Polresta Serang Kota menjadi alat utama dalam mendukung program-program yang dijalankan dan mendukung pencapaian opini publik yang dinamis, terbuka dan tanggungjawab dalam menjaga hubungan baik dengan media sebagai fungsi edukatif bagi masyarakat.
Storytelling Convergence pada Radio Shelter 95,3 FM di Era Digital Diah Ayu Pramesti Rachmadianti
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2565

Abstract

Konvergensi media adalah integrasi media telekomunikasi tradisional dengan internet. Storytelling convergence adalah salah satu bentuk dimensi konvergensi media yang pekerja media mampu menyajikan dan mengisahkan informasi ke dalam berbagai bentuk yang disebarkan di berbagai platform. Radio Shelter 95,3 FM telah menerapkan storytelling convergence sejak lama. Idealnya hal tersebut bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan jumlah pendengarnya. Namun, Radio Shelter 95,3 FM mengalami penurunan jumlah pendengar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan storytelling convergence pada Radio Shelter 95,3 FM dan keuntungan penerapan dari storytelling convergence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk dimensi storytelling convergence yang diterapkan pada Radio Shelter 95,3 FM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memakai teori konvergensi media Rich Gordon, yang berfokus pada penerapan dimensi storytelling convergence dan keuntungan dari menerapkan dimensi storytelling convergence. Hasil penelitian menunjukkan Radio Shelter 95,3 FM menerapkan dimensi storytelling convergence yaitu beberapa pekerja media mampu menyajikan informasi ke dalam berbagai bentuk (teks, audio, visual, video, grafik, dan lain-lain). Kemudian Radio Shelter 95,3 FM memanfatkan berbagai platform (website, aplikasi, dan media sosial) dalam penyebaran informasi atau konten untuk menjangkau audiens. Adapun keuntungan dari penerapan storytelling convergence adalah dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pendengar, bisa meningkatkan komunikasi interaktif antara pendengar dan penyiar, memungkinkan terjadinya kenaikkan pendapatan perusahaan, menghemat biaya produksi, dan memudahkan pendengar mengakses radio.
Pola Komunikasi Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) di Keuskupan Surabaya Dalam Memanfaatkan Teknologi Komunikasi Brigitta Revia Sandy Fista; Yuli Nugraheni
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.1937

Abstract

Masa pandemi COVID-19 memberikan banyak dampak kepada seluruh lapisan masyarakat bahkan dampak tersebut ikut dirasakan umat Katolik di seluruh Indonesia. Segala pembatasan yang diterapkan berpengaruh pada kegiatan keagamaan di gereja. Hal tersebut menjadi tugas Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dalam menghadapi Batasan komunikasi dalam organisasi gerejawi. Pemanfaat media komunikasi menjadi cara untuk komisi dapat tetap melanjutkan aktivitas dan menyalurkan informasi kepada para umat parokinya. Penelitian ini akan melihat bagaimana Komsos melakukan komunikasi antar anggotanya untuk tetap bisa tetap menyalurkan informasi kepada setiap umat di paroki. Mengingat berbagai keterbatasan yang muncul akibat pandemic baik itu dalam hal skill, jarak maupun usia dalam memanfaatkan teknologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kasus yang menggunakan para anggota komsos sebagai objek penelitiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui wawancara mendalam dengan para narasumber terkait permasalahan. Didapatkan hasil bahwa pola komunikasi yang terjadi ialah pola komunikasi bintang, yaitu pola yang memberi gambaran tentang tiga level atau lebih dalam suatu organisasi, semua yang terlibat di dalam organisasi bisa melakukan komunikasi dengan semua pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Proses yang terjadi tidak memandang siapa pemimpin dalam organisasi tersebut. Pola komunikasi ini dapat memberikan gambaran nyata dan jelas tentang proses komunikasi yang terjadi dalam gereja katolik ketika pandemic covid-19.
Memberdayakan Komunitas: Komunikasi Kooperatif Dalam Platform Media Komunitas Rocky Prasetyo Jati
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2551

Abstract

Media komunitas di era digital berfungsi sebagai saluran penting untuk melestarikan budaya lokal, memberdayakan masyarakat, dan mendorong keterlibatan demokratis. Di tengah gelombang globalisasi yang luar biasa dan kemajuan teknologi yang pesat, media komunitas menjangkar individu ke konteks lokal mereka, membantu mereka mempertahankan rasa identitas dan koneksi dengan lingkungan mereka. Melalui pendekatan strategi studi kasus etnografi, artikel ini bertujuan untuk menggali peran komunitas budaya Bali Buja (paguyuban peduli budaya Jawa) di Klaten dalam merevitalisasi semangat lokal. Di luar perannya dalam melestarikan warisan budaya, Bali Buja mempromosikan partisipasi sipil dan kohesi sosial melalui media komunitas berbasis teknologi internet. Inklusivitas adalah ciri khas media komunitas, memastikan bahwa kelompok yang terpinggirkan menemukan ekspresi serta memperkaya mosaik identitas komunitas. Media hiperlokal, bagian dari media komunitas, mengatasi penurunan konten lokal di media arus-utama dengan berfokus pada wilayah geografis yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan komunitas budaya untuk melestarikan dan menampilkan warisan, tradisi, dan kreativitas seni mereka. Media komunitas, melalui praktik komunikasi kooperatif, meningkatkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Kesimpulannya, media komunitas menjembatani tradisi dan inovasi, melestarikan budaya lokal sambil memanfaatkan teknologi media di era digital. Media komunitas menjadi mercusuar yang memberdayakan komunitas untuk menghadapi dunia modern sambil tetap menghargai akar mereka.
Manajemen Komunikasi Special Event Gebyar Pesona Budaya Garut 2023 Sarah Anisa Askari; Muhammad Aditya Pratama; Zikri Fachrul Nurhadi
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui tahapan manajemen untuk menggagas sebuah event yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Fase-fase tersebut menjadi tolak ukur efektifitas Gebyar Pesona Budaya Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis situasi, penyusunan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theory Four-Step Process of Public Relations of Cutlip, Center & Boom (Empat Langkah Strategi PR). Teori ini menjelaskan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang Public Relations dalam melakukan setiap aktivitasnya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dilakukannya riset komprehensif untuk merencanakan event Gebyar Pesona Budaya Garut. Riset melibatkan pencarian data secara menyeluruh melalui observasi, wawancara mendalam, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis situasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut beberapa bulan sebelum acara berhasil memeriahkan Hari Jadi Garut dengan merancang strategi komunikasi yang baik, sedangkan penyusunan srategi yang dirancang berhasil menarik perhatian masyarakat Garut ataupun luar Garut, implementasi dari perencanaan strategi awal berhasil membuat acara Hari Jadi Garut ini semakin kental dengan adat dan budayanya dengan penyusunan acara yang terstruktur dan komunikasi yang efektif, terakhir evaluasi yang dilakukan dengan berbagai stakeholders menunjukkan bahwa acara Hari Jadi Garut ini meskipun terdapat hambatan tetapi acara ini tetap berhasil dan sesuai dengan rencana awal. Event ini berfungsi sebagai ajang promosi untuk Kabupaten Garut dan memperkenalkan seni budaya daerah tersebut. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mendalami analisis dampak ekonomi, sosial, dan budaya dari event seperti Gebyar Pesona Budaya Garut, serta menggali strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam.