cover
Contact Name
Artyasto
Contact Email
artyasto.jatisidi@budiluhur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
artyasto.jatisidi@budiluhur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Avant Garde
ISSN : 2338431X     EISSN : 2657151X     DOI : -
Core Subject : Social,
Avant Garde : Jurnal Ilmu Komunikasi is scientific journal published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year on Juni & December. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE" : 6 Documents clear
MODEL KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN PENDUDUK TAMBAK BAYAN YOGYAKARTA PASCA PERISTIWA SEBONGAN Mario Yohanes Paulus Riberu; Puji Lestari; Christina Rochayanti
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.639 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.67

Abstract

Perbedaan budaya bisa menimbulkan konflik dan berdampak pada perubahan pola komunikasi. Peristiwa penembakan yang terjadi di Lapas Cebongan dan menewaskan empat warga dari NTT memberi pengaruh yang besar terhadap perubahan pola komunikasi antarbudaya mahasiswa NTT di Yogyakarta khusunya di Tambak Bayan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan model komunikasi antarbudaya antara mahasiswa NTT dengan penduduk Tambak Bayan dan mengidentifikasi upaya-Avant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.2 Desember 2015 | 198upaya apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa NTT untuk menjaga hubungan baik dengan penduduk Tambak Bayan. Teori yang digunakan adalah teori etnosentrisme dan face negociation theory. Metode penelitiannya kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam pola komunikasi antarbudaya mahasiswa NTT dengan penduduk Tambak Bayan. Sebelum peristiwa Cebongan, proses komunikasi antardua kelompok beda budaya ini berjalan secara interaktif dan kooperatif. Pola komunikasi antarbudaya mahasiswa NTT dengan penduduk Tambak Bayan berubah menjadi saling curiga dan berprasangka negatif sejak peristiwa Cebongan. Terdapat hambatan-hambatan komunikasi seperti isu perbedaan suku agama dan ras (SARA), adanya ancaman, penolakkan, yang pada akhirnya menumbuhkan sikap etnosentris dalam masing-masing kelompok. Sebaiknya mahasiswa NTT dan penduduk Tambak Bayan berkolaborasi agar hubungan antaretnis bisa kembali membaik dan terwujud rasa nyaman.
ANALISIS PERCAKAPAN DALAM PROGRAM DEBAT KANDIDAT PEMILIHAN KEPALA DAERAH JAWA TIMUR Ruisah Ruisah
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.68 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap bagaimana pelanggaran terjadi dalam representasi percakapan para kandidat Pilkada Jawa Timur dalam program debat kandidat menjelang pemilihan gubernur tanggal 29 Agustus 2013, khususnya dalam aspek rinsip kerjasama dalam percakapan dan bagaimana implikatur percakapan terjadi dengan dasar teori maksim, di antaranya maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim cara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik dan analisis wacana. Data dalam penelitian ini ialah data tertulis, berupa hasil transkripsi dari percakapan, yakni percakapan dalam program debat kandidat pilkada Jawa Timur yang diambildari media elektroniktelevisi, yang ditayangkanpadasebuah program debat pada stasiun TvOne yang tayang pada tanggal 12 Agustus 2013 dan Metro TV menayangkan program debat pada tanggl 21 Agustus 2013. Data yang berupa transkripsi percakapan para kandidat pilgub Jatim dikaji berdasarkan maksim-maksim tersebut untukm enunjukkan pelanggara nprinsip kerjasama percakapan dalam berkomunikasi terhadap lawan atau mitra tuturnya. Penelitian ini menemukan bahwa para kandidat pilkada JawaTimur melakukan pelanggaran terhadap keseluruhana turan dalam prinsip kerjasama, yakni pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara.
MENYOAL REGULASI PENYIARAN DIGITAL (Studi terhadap Kepentingan Publik dalam Regulasi Televisi Digital di Indonesia) Vinna Waty Sutanto; Salim Alatas
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.127 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.69

Abstract

Tulisan ini berawal dari persoalan regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkenaan dengan rencana digitalisasi penyiaran di Indonesia, melalui regulasi ini pemerintah berupaya untuk memulai digitalisasi penyiaran di Indonesia. Indonesia telah mulai menyusun rencana untuk melakukan konversi dari penyiaran analog ke digital. Penyusunan rencana ini dimulai sejak awal tahun 2009 sampai dengan akhir tahun 2018. Sebelumnya pada tahun 2008 pemerintah telah melakukan serangkaian kegiatan uji coba yang merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dengan Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI) yang anggotanya terdiri dari televise swasta nasional yang ada di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : pertama, bagaimanakah motif dan konteks yang melandasi terbitnya regulasi mengenai televisi Digital di Indonesia?. Kedua, apakah regulasi tersebut lebih mencerminkan kepentingan publikAvant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.2 Desember 2015 | 238(public-interest). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini ingin memberikan deskripsi atau gambaran tentang fenomena digitalisasi penyiaran di Indonesia dari perspektif kepentingan publik (public interest). Dengan melakukan penelusuran kepustakaan (library research), penelitian ini secara spesifik juga ingin mendeskripsikan sejarah dan perkembangan regulasi di Indonesia, termasuk kepentingan-kepentingan yang melandasi terbitnya regulasi tersebut.Kajian ini menunjukkan bahwa pemerintah cenderung berpihak pada kepentingan kapital dalam menentukan pengelola multipleksing. Kemudian, dari segi kepentingan publik (public interest), regulasi ini juga masih belum mencerminkan upaya pemerintah untuk menempatkan kepentingan publik jauh diatas kepentingan pasar.
MODEL KOMUNIKASI KELUARGA PADA ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT) DALAM PENGASUHAN ANAK BALITA Afrina Sari
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.698 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.64

Abstract

Orangtua dalam keluarga adalah dua orang yang menjadi panutan bagi anak-anaknya. Pada orangtua baik ibu atau pun ayah yang menjadi orangtua tunggal merupakan sosok yang menjalankan dua peran di dalam rumah tangga. Anak akan mendapatkan imitasi dari seorang ayah atau seorang ibu sebagai orangtua tunggal. Sehingga akan muncul pengambaran dalam memberikan transformasi nilai kepada anak terutama anak balita. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis penggunaan Komunikasi secara verbal dan nonverbal yang di gunakan orangtua tunggal kepada anak Balitanya dalam kegiatan rutin sehari-hari. 2) Menganalisis pola komunikasi orangtua tunggal kepada anak Balita. 3)Avant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.2 Desember 2015 | 127Menemukan model komunikasi keluarga orangtua tunggal dalam pengasuhan anak Balita. Metode yang dipakai adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada orangtua tunggal yang tinggal di Kelurahan Kaliabang Tengah Bekasi Utara. Wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data kualitatif. Wawancara dilakukan kepada orangtua tunggal yang dipilih secara Snow Ball. Hasil penelitian menunjukan bahwa orangtua tunggal menggunakan komunikasi verbal yang beragam. Komunikasi verbal lebih mengikuti keadaan anak dan mengusahakan untuk mengikuti anak, dan mengajarkan sikap yang baik dan disiplin. Komunikasi nonverbal lebih ditunjukkan dengan mencontohkan, memeluk saat anak kurang nyaman, dan menuntun saat berjalan. Pola komunikasi secara berurutan dimulai dari perhatian orangtua, dan diikuti oleh rasa sayang untuk menuntun anak dan memberikan pola komunikasi verbal dan nonverbal kepada anaknya. Anak dalam keluarga yang diasuh oleh orangtua tunggal menunjukkan sikap mandiri dan patuh terhadap orangtuanya.
KAJIAN SEMIOTIKA PERANG TANDA DALAM PERSAINGAN CONVENIENCE STORE GERAI 7-ELEVEN DAN INDOMART POINT Lidya Wati Evelina; Daniel Wiguna
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.85 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.65

Abstract

Kehadiran convenience store mulai marak di Indonesia dan masing-masing mempunyai kesan tersendiri bagi konsumen.Untuk memenangkan persaingan masing-masing pengelola perlu mengetahui faktor eksterior dari masing-masing gerai.Tujuan penelitian ini mengetahui makna dibalik tanda yang terdapat pada Exterior dari gerai convenience store 7-Eleven dan Indomaret Point dalam konteks persaingan bisnis. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, ditambah data sekunder dari Internet berupa artikel, jurnal, maupun buku yang bersifat fisik atau pun digital. Analisis data menggunakan analisis semiotika yang secara khusus menggunakan teori semiotika Roland Barthes.Uji Validitas dilakukan sewaktu proses pengumpulan data dan analisis intrepretasi data.Validitasnya menggunakan Kompetensi Subyek Riset dan trustworthines. HasilAvant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.2 Desember 2015 | 164penelitian:(1)Eksterior 7-Eleven memberikan kesanmewah, eksklusif, aman dan nyaman kepada para pengunjung. Hal ini terlihat dari pengaturan tata letak dan kebersihan bangunan. Padatnya pengunjung yang memenuhi area 7-Eleven juga menjadi faktor pendukung kesan populer yang diciptakan gerai.(2) Eksterior Indomaret Point memberikan kesan gerai yang merakyat (baca: Lokal) dan gerai convenience store terbaik di tanah air. Hal ini dibuktikan dari adanya beberapa pedagang kaki lima berjualan di depan gerai pada malam hari dan stiker prestasi pada pintu masuk gerai. Kesan tidak teratur masih nampak pada eksterior gerai yang belum tertata rapi.
KEARIFAN LOKAL JAGAD CILIK JAGAD GEDHE SEBAGAI DOKTRIN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Liza Dwi Ratna Dewi
Avant Garde Vol 3, No 2 (2015): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.571 KB) | DOI: 10.36080/avg.v3i2.66

Abstract

Ajaran tentang “jagad cilik jagad gedhe” merupakan salah satu kearifan lokal yang ada dalam budaya Jawa. Menurut nenek moyang suku Jawa, harmonisasi seharusnya ada di kedua jagad itu. Keduanya saling berkaitan. “Kalau dalam jagad cilik terjadi sesuatu yang tidak beres, bisa tidak beres pula jagad gedhe”. (Ekopriyono, 2005:7). Penelitian ini bertujuan menolak hegemoni teori-teori Barat dalam pembangunan dunia yang terbukti tidak mengarahkan dunia pada pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Tulisan ini memaparkan bagaimana kearifan lokal timur “jagad cilik-jagad gedhe” terbukti merupakan doktrin bagi pembangunan berkelanjutan di masa lampau. Sebaliknya pelanggaran terhadap kearifan lokal “jagad cilik–jagad gedhe” membawa bencana pada kehidupan manusia di masa kini. Dengan keterbatasan literatur yang ada tentang komunikasi pembangunan dengan perspektif timur, maka tulisan ini menggunakan kearifan lokal itu sendiri sebagai “teori” yang seharusnya digunakan dalam komunikasi pembangunan. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dengan desain multi kasus holistik, yaitu sebuah studi kasus yang mencakup berbagai kasus pembangunan padaAvant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.2 Desember 2015 | 147unit analisis tunggal yaitu negara Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa: Penyimpangan kearifan lokal “jagad cilik jagad gedhe” terbukti tidak menunjukkan hasil pembangunan yang signifikan dan tidak menjamin pembangunan berkelanjutan. Sedangkan strategi Pembangunan yang berpedoman pada kearifan lokal “jagad cilik-jagad gedhe” terbukti membawa kemakmuran masyarakat Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan harmonisasi jagad cilik jagad gedhe merupakan strategi komunikasi dan teori, yang terbukti sahih dalam mendukung kemakmuran masyarakat Indonesia. Dengan demikian kearifan lokal “jagad cilik–jagad gedhe” dapat dijadikan pedoman pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6