cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Kendali Mutu Data Hujan Harian Dalam Satu Tahun Di Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Mulat Yuningsih
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.104

Abstract

Data hujan yang tersedia tidak selamanya berada dalam kondisi baik, hal ini menuntut adanya proses kendali mutu. Metode kendali mutu data hujan pada umumnya melibatkan riwayat data panjang sebagai dasar penentuan kategori data, sedangkan untuk data dengan rentang waktu satu tahun belum tersedia metode yang tepat. Jika data historis tidak tersedia, perlu dibangun suatu model kendali mutu untuk data hujan harian dengan rentang waktu satu tahun. Metode penelitian ini melalui 2 tahapan utama, yaitu: penilaian terhadap kondisi di lapangan dan pendeteksian terhadap kondisi data. Penilaian kondisi lapangan meliputi kinerja alat atau pos, kondisi lingkungan, dan manusia. Hasil analisis lapangan berupa nilai Quality Control 1 (QC 1) yang menggambarkan kondisi pos hujan dan proses pendeteksian terhadap kategori data berupa analisis spasial dan temporal menghasilkan nilai Quality Control 2 (QC 2) yang menunjukkan kondisi data. Berdasarkan nilai kedua QC ini, maka ditarik kesimpulan mengenai kondisi data secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis QC 1, kondisi pos cenderung dipengaruhi oleh faktor manusia. Hal ini ditunjukkan oleh kondisi pos di mana 2 dari 5 pos yang diteliti berada dalam kelas meragukan disebabkan oleh kesalahan pengamat. Hasil analisis QC 2 menunjukkan hanya 2 dari 33 pos yang dianalisis berada dalam kateori meragukan dan sisanya berada dalam kategori baik.
Upaya Optimasi Kinerja Melalui Basic Design Revitalisasi Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cisirung, Bandung Selatan Ratna Adiana; Ratna Hidayat; Iskandar A Yusuf; Misbahudin Misbahudin; Ahmad Taufiq
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4307.262 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i1.313

Abstract

Berkaitan dengan upaya restorasi dan Pengendalian Pencemaran Air (PPA) yang masuk ke Sungai Citarum bagian hulu, kegiatan revitalisasi IPAL Cisirung dilakukan untuk meningkatkan kapasitas IPAL Cisirung agar kinerjanya menjadi lebih optimal. IPAL Cisirung dibangun dengan teknologi pengolahan air limbah secara fisika, kimia dan biologi. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan dan pengujian sampel di laboratorium. Debit air limbah saat ini yang masuk ke IPAL Cisirung sebesar 206,10 L/detik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat basic design revitalisasi IPAL Cisirung sebagai acuan Detail Engineering Design (DED) dengan kapasitas perencanaan sebesar 350 L/detik. Pengambilan sampel air dilakukan berdasarkan gambaran unit pengolahan yang harus direvitalisasi, yakni bak ekualisasi, outlet bak pengendap I, dan bak pengendap II. Hasil uji penelitian di laboratorium secara kimiawi menunjukan kondisi optimum kekeruhan adalah 28,6 NTU. Revitalisasi unit pengolahan biologi dirancang menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Keuntungan teknologi MBBR adalah sangat efektif dalam mereduksi COD sebesar 85%, mereduksi nitrogen melalui proses nitrifikasi dan mampu menyerap TSS atau MLSS sebanyak 2400 mg/L.
TINGKAT KOROSIFITAS AIR TERHADAP INFRASTRUKTUR SUMBERDAYA AIR MENURUT DIN 4030 DAN LANGELIER SATURATION INDEX Moelyadi Moelyo
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.672 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v8i2.372

Abstract

Terjadinya perusakan infrastruktur sumberdaya air oleh efek korosi, disebabkan terjadinya perubahan sifat kimia, fisika dan biologi dalam air. Fenomena ini perlu diteliti secara mendalam, namun secara teoritis dapat dinyatakan sebagai dampak dari pencemaran air dan fenomena lingkungan keairan yang mampu mengubah karakteristik air menjadi bersifat korosif. Indikasi korosifitas air dapat dilihat dengan makin meluasnya perusakan oleh air terhadap material yang ada. Penilaian tingkat korosifitas air dapat dilakukan berdasarkan beberapa metode, diantaranya kriteria korosifitas pada beton, perhitungan Langelier Saturation Index (LSI), Standard Methods for Examination Water and Wastewater dan penentuan kehilangan metal serta laju korosi. LSI merupakan suatu indeks yang dikaitkan dengan keasaman aktual dari air terhadap keasaman air setelah terjadinya penjenuhan oleh kapur (CaCO3). Penelitian yang dilakukan di Waduk Sermo, pada lokasi hulu, tengah, hilir luasan waduk serta outlet waduk, menunjukkan bahwa air Waduk Sermo belum termasuk kategori air yang dapat merusak beton, karena parameter pH, CO2 agresif, amonia, magnesium dan sulfat yang masih di bawah kriteria yang dapat merusak beton (DIN-4030, 1969). Akan tetapi, angka LSI hampir di semua lokasi dan titik pengamatan waduk menunjukkan angka LSI negatif, yang berarti air cenderung bersifat korosif sedikit terutama air bagian dasar waduk.
KAJIAN BERBAGAI TIPE PENGELOLAAN WILAYAH SUNGAI DI ASIA SEBAGAI ACUAN DALAM PENENTUAN SISTEM PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR Isnugroho Isnugroho
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.7 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.141

Abstract

Pengelolaan sumber daya air terpadu merupakan kegiatan yang sangat penting guna mendapatkan jaminan ketersediaan air yang mencakup perspektif antarsektor, kesenjangan kebutuhan mendatang, dan ketersediaan saat ini serta berorientasi pada tiga pertimbangan utama, yaitu: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam dekade terakhir banyak negara di Asia telah menerapkan kebijakan nasional dalam pengelolaan air dengan sistem pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai walaupun penerapannya masih dalam tahap permulaan. Pengelolaan sumber daya air terpadu di wilayah sungai dilaksanakan dengan baik oleh organisasi pengelola sungai dengan memfasilitasi dan/atau melaksanakan berbagai proses pembangunan dan pengelolaan. Di Asia berbagai pengelola sungai, baik kecil maupun besar membantu pemerintah dan pemilik kepentingan dalam merealisasikan pengelolaan sumber daya air terpadu. Beberapa pengelola sungai merupakan organisasi pemerintah. Namun, dalam beberapa kasus, untuk memberikan keleluasaan serta otonomi, baik dalam pengelolaan, pengembangan, maupun keuangan digunakan sistem perusahaan atau semi-perusahaan. Tulisan ini mengkaji perbedaan di antara tiga tipe sistem pengelolaan wilayah sungai, yaitu: komite, publik/pemerintah, dan korporasi. Dengan demikian, dapat ditentukan tipe/jenis pengelolaan yang paling sesuai untuk diterapkan di suatu wilayah sungai.
SIMULASI GENANGAN BANJIR MENGGUNAKAN DATA ASTER DEM FLOOD INUNDATION SIMULATION USING ASTER DEM DATA slamet, nuryanto sasmito; sarwono, sarwono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v12i1.294

Abstract

Sungai Cilemer merupakan sungai yang bermuara ke Teluk Lada, berlokasi di bagian pantai barat Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pengaruh pasang surut air laut, debit banjir yang tinggi serta pemukiman yang berada di bantaran sungai menyebabkan banjir menggenangi pemukiman warga setiap tahunnya. Untuk mengetahui tinggi limpasan banjir yang terjadi serta luas genangan akibat banjir, maka pemodelan numerik sungai serta pemodelan genangan banjir dilakukan. Pemodelan numerik sungai dilakukan dengan menggunakan data penampang melintang yang ada, hasil pemodelan ini di integrasikan dengan Graphical Information System (GIS) untuk mengetahui luas genangan yang terjadi. Data masukan untuk GIS berupa data Digital Elevation Model yang berasal dari Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer Digital Elevation Model (ASTER DEM). Hasil pemodelan numerik menunjukkan kapasitas Sungai Cilemer Hulu mencapai 210 m3/s, sedangkan pada segmen hilir hanya 100 m3/s. Hasil simulasi menunjukkan dengan limpasan 0,96 m maka luas genangan banjir 2 tahunan sebesar 546 Ha. Limpasan banjir 1,1 m menyebabkan luas genangan banjir 5 tahunan sebesar 592 Ha. Limpasan banjir 1,26 m membuat genangan banjir 10 tahunan seluas 682 Ha, sedangkan limpasan 2,56 m menjadi genangan seluas 912 Ha untuk debit banjir 25 tahunan. Pengaruh bangunan pengendali banjir di dekat muara sudetan menyebabkan kenaikkan muka air sebesar 19 cm.
COVER JSDA Mei 13 COVER JSDA Mei 13
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.578 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i1.408

Abstract

-
Pengembangan Model Faveur Untuk Penilaian Kriteria Retensi Pada Green Roof Di Perancis Safitri Lisma
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.562 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i2.130

Abstract

Pemanfaatan green roof meningkat secara signifikan selama 10 tahun terakhir di Prancis. Tidak terumuskannya kriteria hidrologis untuk merancang dan mengevaluasi pemanfaatan green roof untuk pengelolaan air hujan khususnya di Prancis menjadi masalah tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah tools dalam model FAVEUR untuk menilai kinerja kriteria retensi green roof. Dalam penelitian ini kriteria retensi green roof dihitung dalam 3 skala waktu yaitu tahunan, musiman dan setiap kejadian hujan. Simulasi model FAVEUR dengan variasi parameter untuk ncalc=500 menghasilkan nilai kriteria retensi rata-rata : tahunan antara 301-470 mm (48-75% dari curah hujan tahunan), retensi musim panas antara 218-327 mm (35-52% dari curah hujan tahunan), retensi musim dingin antara 84-143 mm (13-23% dari curah hujan tahunan). Selanjutnya untuk kriteria retensi kejadian hujan, nilai maksimum selalu berbanding lurus dengan kapasitas retensi dalam interval 12-100 mm, nilai minimum selalu sama dengan 0 dan rata-rata antara 5.13-44.46 mm. Kriteria retensi ini menunjukkan korelasi yang baik dengan kapasitas intersepsi (Cint). Berdasarkan korelasi tersebut, disusunlah 48 persamaan polinomial kriteria retensi dalam tiga skala waktu berbeda. Selanjutnya, berdasarkan hubungan kriteria retensi green roof dan karakteristik fisik green roof terhadap kapasitas intersepsi, sebuah tools penilaian kinerja hidrologis green roof telah berhasil disusun dalam format Excel. Tools ini dapat menunjukkan kinerja hidrologis green roof khususnya kriteria retensi dengan memvariasikan karakteristik fisik green roof seperti jenis vegetasi, ketebalan substrat dan kapasitas air maksimum substrat (CME).
Cover JSDA Mei 2016 COVER JSDA Mei 2016
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.648 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i1.394

Abstract

-
Perbandingan hidrograf banjir menggunakan beberapa metode perhitungan curah hujan efektif (studi kasus: Das Cisadane Hulu) Orita Mega Delani; Bambang Dwi Dasanto
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.405 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i2.65

Abstract

Calculation of effective rainfall is an important step in hydrologic modelling. The used methods to calculate effective rainfall rarely observe watershed conditions on site. The objectives of the study is to determine the optimum method in calculating effective rainfall based on infiltration approach in Upper Cisadane Watershed and to analysis dominant characteristic of watershed on selected method. SCS-CN, Initial and Constant Rate Loss Method, and Green and Ampt Loss Method were the methods that used to estimate run off value in Upper Cisadane Watershed. The simulation was performed using HEC-HMS and tested using EF and RMSE on peak discharge and volume of hydrograph. The three events of peak discharge was chosen. Based on EF and RMSE test, Green and Ampt Loss Method model showed that simulated hydrograph was similar to measured hydrograph in Upper Cisadane Watershed with EF was 0.764 and RMSE was 5.93 m3/s. Based on the analysis, green and Ampt method is recommended to use on watershed with mountainous topographic and simillar on shape with Upper Cisadane Watershed.
PRAKIRAAN DISTRIBUSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI DAS CIMANUK DENGAN MENGGUNAKAN PREDIKSI HUJAN DARI SATELIT DAN MODEL SEDIMEN DISTRIBUSI SPASIAL Agung Bagiawan
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2639.557 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i1.363

Abstract

Perubahan tata guna lahan sangat berdampak pada perubahan karakteristik hidrologi, hal tersebut teramati dan terindikasi pada meningkatnya banjir, terjadinya kekeringan, menurunnya ketersediaan air, serta meningkatnya laju sedimentasi. Perubahan karakteristik aliran tersebut perlu dipelajari dan diprediksi agar dapat dilakukan antisipasi, dan mitigasinya sehingga perencanaan, pembangunan dan pengoperasian sarana dan prasarana yang telah atau sedang dibangun nantinya dapat dioperasikan secara optimal dan berkelanjutan serta berbagai kebijakan pengelolaan dapat diambil untuk mengurangi bencana yang dapat timbul karenanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menginformasikan kondisi erosi dan sedimentasi di DAS Cimanuk sehingga langkah dan kebijakan pengelolaan dapat ditentukan. Model aliran, erosi dan sedimentasi telah berhasil dikembangkan dan diterapkan di DAS Cimanuk untuk memetakan perubahan besarnya erosi dan pergerakan aliran yang membawa sedimentasi dari lahan ke sungai. Peta yang dihasilkan dari model tersebut telah dapat menggambarkan erosi yang terjadi di DAS Cimanuk dalam skala spasial (tempat) dan temporal (waktu) yang mana hasilnya mendekati dan sesuai dengan kondisi erosi dan sedimentasi yang terjadi di lapangan pada tiap-tiap sub DAS di Cimanuk. Hasil model yang telah berhasil menggambarkan perubahan besarnya erosi dan sedimentasi untuk tiap-tiap bulan tersebut dapat memberikan masukan kepada pengelola DAS untuk mengantisipasi/ menurunkan laju erosi dan sedimentasi yang terjadi dengan menyiapkan program konservasi lahan di sub Das Cimanuk pada lokasi yang terlihat mengalami erosi yang berat.

Page 8 of 24 | Total Record : 236