cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): Juni" : 10 Documents clear
Metode Sintetik dengan Token Economy Guna Meningkatkan Kemampuan Speechreading Anak Tunagrahita Dengan Gangguan Pendengaran Nirtafitri Trianisa; Tjut Rifameutia; Eva Septiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.314 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.517

Abstract

Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan pada anak tuna ganda yang masih dapat memanfaatkan sisa pendengarannya untuk berkomunikasi adalah speechreading, yaitu kemampuan untuk memahami lawan bicara dengan melihat gerak bibir, ekspresi wajah serta gestur tubuh lawan bicaranya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah penggunaan pendekatan sintetik bahasa disertai dengan token economy dapat meningkatkan kemampuan speechreading pada subjek D yang merupakan siswa tuna grahita dengan gangguan pendengaran. Setiap kali menunjuk dengan tepat pada langkah kelima dan pengujian, subjek diberikan token yang nantinya akan ditukarkan dengan reinforcer. Penelitian dilakukan terhadap seorang anak tuna grahita dengan gangguan pendengaran dengan jenis kelamin laki-laki berusia 12 tahun yang duduk di kelas 4 SD inklusi. Desain penelitian single subject tipe A-B-A’. Peningkatan kemampuan speechreading dilihat dari perbandingan antara hasil tes kemampuan speechreading sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode sintetik dengan token economy dapat meningkatkan kemampuan speechreading pada subjek D yang merupakan siswa tuna grahita dengan gangguan pendengaran. Subjek mampu menunjuk kartu dengan tepat sebanyak 100% dari 5 kata yang diujikan pada sesi 1 dan sebanyak 80% dari 5 kata yang diujikan pada sesi 2. Kata kunci: Disabilitas, speechreading, metode sintetik, token ekonomi
Mengikat Karyawan Dengan Telecommuting (Studi Keterikatan Kerja Karyawan Telecommuting) Nuri Sadida; Zulfa Febriani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.579 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.522

Abstract

Survei pada tahun 2012 menunjukkan bahwa hanya ada 1/3 karyawan yang memiliki keterikatan kerja dengan pekerjaannya di Indonesia. Salah satu sebab permasalahan yang dipersepsikan karyawan adalah kurangnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Hal ini terjadi karena belum banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan jam kerja fleksibel. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan beberapa perusahaan di Indonesia mulai menerapkan disain kerja telecommuting, sebuah disain kerja yang memungkinkan karyawan untuk tidak bekerja di kantor yang terpusat. Beberapa penelitian sebelumnya menyajikan beberapa keuntungan penerapan telecommuting, diantaranya meningkatnya produktivitas, kepuasan kerja, dan menurunnya stres kerja.  Namun belum ada penelitian yang meneliti perbedaan tingkat keterikatan kerja pada karyawan yang bekerja di kantor tersentralisasi dengan karyawan telecommuting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tersebut. Sejumlah 53 karyawan berpartisipasi dalam penelitian ini, dimana jumlah karyawan telecommuting adalah 21 karyawan dan karyawan yang bekerja tersentralisasi sejumlah 32 orang. Dimensi keterikatan kerja yang diukur adalah absorpsi, dedikasi, dan semangat. Pengambilan data menggunakan kuesioner Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dengan 17 aitem yang diadaptasikan. Data dianalisis menggunakan teknik statistik non parametrik. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelompok karyawan telecommuting menunjukkan rata-rata tingkat keterikatan kerja yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok karyawan yang bekerja tersentralisasi (U = 180,5 , p = .005). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahan di Indonesia untuk mempertimbangkan penerapan telecommuting. Kata kunci: keterikatan kerja, telecommuting, telework, UWES engagement scale, jam kerja fleksibel, work-life balance
Gambaran Perceived Social Support Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut yang Menjalani Perawatan Paliatif Agnes M. Amelia L. Witjaksono; Venie Viktoria Rondang Maulina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.238 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.514

Abstract

Selama menghadapi kondisi kesehatannya dan perubahan yang terjadi akibatnya, penderita kanker stadium lanjut bisa mengalami masalah pada aspek fisiologis, psikologis, sosial dan budaya, serta spiritual dan eksistensial. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar penderita dapat membantu mereka dalam mengatasi masalah yang dihadapi, namun keberhasilannya tergantung pada bagaimana penderita memaknai dukungan sosial yang diterimanya (perceived social support). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-structured. Subjek penelitian berjumlah tiga dan memiliki karakteristik, yaitu penderita kanker yang telah didiagnosa kanker stadium lanjut, sedang menjalani Perawatan Paliatif, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kelima dimensi dukungan sosial dipersepsikan oleh penderita kanker stadium lanjut selama menghadapi masalah yang muncul akibat kondisinya. Sumber dukungan sosial berasal dari berbagai pihak. Sumber dukungan sosial tertentu bisa memberikan lebih dari satu dimensi dukungan sosial. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial berbeda-beda. Informational support memberikan informasi untuk memahami kondisi kesehatan dan nasehat untuk menjaga kondisi kesehatan, sedangkan instrumental support memberikan bantuan secara finasial dan peralatan untuk mendukung pengobatan, serta memberikan pelayanan untuk mengatasi masalah kesehatan dan rumah tangga. Emotional support, esteem support, dan companionship support mampu memberikan penghiburan dan motivasi melaui perkataan dan tindakan selama menghadapi kondisi kesehatannya. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial dapat memberikan dampak yang positif apabila diberikan secara tepat, namun bisa menimbulkan perasaan negatif ketika diberikan secara kurang tepat, kurang memadai, atau justru secara berlebihan.Kata kunci: Kanker stadium lanjut, Perawatan Paliatif, dukungan sosial, perceived social support
Gambaran Parenting Stress Dan Coping Stress Pada Ibu Yang Memiliki Anak Kembar Stephanie Lestari; Yapina Widyawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.249 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.516

Abstract

Dalam proses pengasuhan (parenting), beberapa faktor dapat mempengaruhi orang tua. Faktor tidak hanya orang tua saja, tetapi karakteristik anak juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi. Salah satu karaktersitiknya adalah anak kembar. Memiliki anak kembar dapat menimbulkan tantangan yang lebih besar karena tanggung jawab orang tua menjadi berlipat ganda pada saat yang bersamaan dan dapat menimbulkan (parenting stress). Parenting stress dapat memberikan pengaruh negatif dalam hubungan anak dan orang tua terutama pada ibu yang umumnya lebih banyak terlibat dalam pengasuhan di awal kehidupan. Ibu yang mengalami stres lebih mungkin untuk menampilkan kurangnya kasih sayang, penerimaan, pengawasan, serta lebih dapat memunculkan kontrol dan disiplin. Ibu yang mengasuh lebih dari satu anak berpendapat bahwa stres merupakan salah satu masalah serius yang mereka hadapi. Dikatakan pula bahwa stres yang dialami oleh orang tua dan kemampuan mereka untuk mengatasi (coping stress), dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan non ekperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pareting stress serta coping stress pada ibu yang memiliki anak kembar. Partisipan adalah ibu yang memiliki anak kembar di SD kelas 3 - 6. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi adaptasi dari alat ukur Parenting Stress Index (PSI) serta alat ukur Cope Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak kembar memiliki tingkat stres yang sedang. Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa karakteristik distractibility yang dimiliki oleh anak kembar (baik kakak maupun adik) dapat menyebabkan ibu menjadi stres. Strategi coping yang lebih banyak dilakukan oleh ibu yang memiliki anak kembar yaitu planning dan turning to religion.Kata kunci: stres pengasuhan, coping, anak kembar 
Kepuasan Kerja pada Tenaga Penunjang Akademik Ditinjau dari Dukungan Sosial Rekan Kerja di Universitas Mercu Buana Yogyakarta Reni Yuniasanti; Fachmi Budi Setyawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.515

Abstract

Tenaga penunjang dalam sebuah perguruan tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam memenuhi fungsi pelayanan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti-bukti empiris, apakah dukungan sosial rekan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Data diperoleh dengan menggunakan Skala Kepuasan kerja dan Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja. Ujicoba skala dilakukan pada karyawan di PT. Mega Andalan Kalasan  berjumlah 97 orang. Skala Kepuasan Kerja dari 60 aitem yang diujicobakan terdapat 19 aitem yang gugur dan terdapat  41 aitem yang valid dan reliabel. Koefisien validitas Skala Kepuasan Kerja bergerak dari  0.53 – 0.826 dengan koefisien reliabilitas alpha (α) sebesar 0,919. Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja 40 aitem yang diujicobakan terdapat 22 aitem yang gugur dan terdapat  18 aitem yang valid dan reliabel.  Koefisien validitas Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja bergerak dari  0.51 – 0.948 dengan koefisien reliabilitas alpha (α) sebesar 0.519. Subjek penelitian diambil dengan menggunakan metode random sampling. sebanyak 97 tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Berlandaskan hasil analisis Pearson Product Moment Correlation menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti dengan r_xy=0,824 dengan taraf nilai signifikansi p = 0,00 (p 0,05). Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulkan bahwa hipotesis penelitian terbukti, terdapat hubungan antara kepuasan kerja  dan dukungan sosial rekan kerja pada tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Sumbangan efektif dukungan sosial rekan kerja terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik sebesar 82,4%, sehingga masih terdapat 17,6% faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik. Kata kunci: Kepuasan Kerja, Dukungan Sosial Rekan Kerja, Tenaga Penunjang Akademik
Hubungan Antara Identitas Organisasi Dan Perilaku Kerja Inovatif Di Industri Kreatif: Studi Pada Karyawan Perusahaan X Hanan Maria Hatta; Endang Parahyanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.520

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara identitas organisasi dan perilaku kerja inovatif pada perusahaan X. Penelitian ini didasarkan pada pesatnya perkembangan dari industri kreatif. Pendekatan yang sesuai dalam menghadapi hal tersebut adalah pendekatan inovatif yang dapat memicu diterapkannya perilaku kerja inovatif dalam organisasi. Salah satu hal yang dapat memiliki hubungan dengan perilaku kerja inovatif adalah identitas organisasi. Identitas organisasi sendiri memiliki peranan penting dalam memandu perilaku kayawan yang diharapkan muncul. Terdapat total 401 karyawan perusahaan X yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Perusahaan X merupakan perusahaan yang memiliki nilai inovatif dan bergerak dalam bidang industri kreatif dengan sub-kelompok penerbitan dan percetakan. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Innovative Work Behavior Scale (Janssen, 2000) dan Organizational Identity Scale (Etikariena, 2015). Dengan menggunakan teknik analisis pearson product moment correlation, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara identitas organisasi dan perilaku kerja inovatif (r= .063, p .05).Kata kunci: identitas organisasi, inovatif, industri kreatif
Hubungan Psychological Capital Dan Perilaku Kerja Inovatif Di Industri Kreatif: Studi Pada Karyawan Perusahaan Xyz Dila Fitriza Rulevy; Endang Parahyanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.521

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai hubungan antara psychological capital dan perilaku kerja inovatif di industri kreatif perusahaan XYZ. Hal ini didasari oleh perkembangan industri kreatif yang mengalami peningkatan pada beberapa tahun belakangan, sehingga dibutuhkannya inovasi. Pendekatan psychological capital dapat dilakukan untuk unggul dalam kompetisi berkelanjutan yang didasarkan pada fakta bahwa kebanyakan organisasi saat ini tidak menyadari potensi penuh dari sumber daya manusianya. Psychological capital  dapat menjadi salah satu faktor internal yang berperan terhadap perilaku kerja inovatif yang merupakan inovasi pada tingkat individu. Pengukuran psychological capital menggunakan alat ukur Psychological Capital Questionaire (PCQ-12) yang disusun oleh Luthans, Youssef, dan Avolio (2007). Pengukuran perilaku kerja inovatif menggunakan alat ukur Innovative Work Behavior Scale (IWB Scale) yang disusun oleh Janssen (2000) dan telah diadaptasi oleh Damayanti (2013). Partisipan penelitian berjumlah 398 karyawan perusahaan XYZ. Melalui teknik statistik Pearson Correlation, diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dan perilaku kerja inovatif (r = 0.448, n = 398, p 0.01, two tailed).Kata kunci: perilaku positif organisasi, psychological capital, perilaku kerja inovatif, industri kreatif
Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Keterlibatan Orangtua Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar Shella Shella; Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.518

Abstract

Di kota Pangkalpinang khususnya ibu memiliki keterlibatan yang baik untuk membimbing anak dalam belajar. Dengan keterlibatan orang tua yang baik seharusnya prestasi belajar anak-anak juga baik namun kenyataannya tidak semua anak memiliki prestasi belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar matematika, hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika, dan hubungan antara keterlibatan orang tua dengan motivasi belajar. Penelitian ini menyertakan 233 siswa kelas V Sekolah Dasar Yayasan X di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan menggunakan teknik judgement sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner keterlibatan orang tua dan motivasi belajar serta catatan nilai rapor siswa,  khususnya prestasi belajar matematika. Teknik analisis dengan menggunakan korelasi produk moment (multiple correlation). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar matematika (r = 0,076 dan p = 0,246 0,01), terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika (r = 0,284 dan p = 0,000 0,01), dan terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan motivasi belajar (r = 0,565 dan p = 0,000 0,01). Kata kunci: keterlibatan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar matematika
Hubungan Self Efficacy Dengan Burnout Pada Guru Di Sekolah Dasar Inklusi Shalia Septianisa; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.523

Abstract

Meningkatnya jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belum bersekolah mendorong berdirinya sekolah inklusi sebagai salah satu inovasi pendidikan bagi penyandang cacat (disabilitas). Sekolah inklusi menerima ABK dan menyediakan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anak Tanpa Kebutuhan Khusus (ATBK) dan ABK, seperti penyesuaian kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Adanya tugas tambahan terhadap guru sekolah inklusi dapat menyebabkan guru mengalami stres yang tinggi dan merasa tertekan saat meghadapi keanekaragaman karakter siswa, hal ini dapat menimbulkan burnout pada guru. Kondisi burnout yang dialami guru diasumsikan berhubungan dengan kondisi self efficacy. Self efficacy seseorang dapat mempengaruhi aktifitas, besarnya usaha yang dikeluarkan dan daya tahan dalam menghadapi rintangan. Penelitian ini  bertujuan untuk melihat hubungan antara self efficacy dengan burnout pada guru di sekolah dasar inklusi. Diharapkan dengan diketahuinya burnout dan self efficacy, guru dapat menangani permasalahannya dan lebih profesional dalam menangani siswa berkebutuhan khusus. Penelitian dilakukan dengan penyebaran skala self efficacy dan skala burnout kepada 80 orang guru pada 12 sekolah inklusi di Jakarta Pusat dengan karateristik yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan nilai r yaitu -0,112 dan angka signifikansi 0,324 (p 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada guru di sekolah dasar inklusi.Kata kunci: Sekolah Inklusi, Self- efficacy, Burnout, Anak Berkebutuhan Khusus
Perbedaan Tingkat Kecemasan Pada Dokter Gigi Muda Dan Perawat Gigi Muda Saat Menghadapi Pasien Rini Julistia; Kartika Sari; Arum Sulistyani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.519

Abstract

Kecemasan adalah suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang dialami individu ketika berfikir mengenai sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi, sehingga menimbulkan perasaan takut, kehati-hatian dan kewaspadaan. Salah satu faktor yang membedakan tingkat kecemasan yaitu lingkungan belajar.Perbedaan lingkungan belajar ini ditemukan pada dokter gigi muda dan perawat gigi muda.Lingkungan belajar dokter gigi muda memiliki tuntutan tinggi dan penuh dengan tekanan jiwa, seperti, kurikulum materi yang menuntut dokter gigi muda untuk memiliki bermacam-macam kemampuan dan keahlian, termasuk kemahiran dalam pengetahuan teori, kompetensi klinik, dan keterampilan. Sementara itu, pada lingkungan belajar perawat gigi muda terdapat beban kerja yang lebih bersifat fisik seperti melakukan perawatan ringan, merapikan kursi dental, dan  mensterilkan alat-alat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada dokter gigi muda dan perawat gigi muda saat menghadapi pasien.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik proportional sampling. Jumlah keseluruhan subjek penelitian adalah 200 orang, yang terdiri dari 100 orang dokter gigi muda dan 100 orang perawat gigi muda. Data dikumpulkan melalui skala kecemasan yang terdiri dari 28 pernyataan.Analisis data menggunakan teknik Mann-Whitney dengan hasil Z yang di peroleh yaitu sebesar -4,242 dan harga P sebesar 0,000 (P0,05). Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan pada dokter gigi muda dan perawat gigi muda saat menghadapi pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 10