cover
Contact Name
Auladuna
Contact Email
auladuna9@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
auladuna9@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26569523     EISSN : 26571269     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Auladuna merupakan jurnal pendidikan guru madrasah ibtidaiyah dikelola oleh Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Kegurua Institut Agama Islam Al-Falah As-sunniyyah Kencong. Jurnal Auladuna mencakup tentang pendidikan terutama dalam, kajian, aplikasi teori, hasil penelitian, dan pengajaran dalam bidang keilmuan ranah pendidikan dasar dalam program studi Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun dan menjadi sarana bagi peneliti, akademisi, dan praktisi yang tertarik dengan kajian pendidikan dan pembelajaran dasar dan berkeinginan untuk menyalurkan pemikiran dan temuannya, terutama yang berkaitan dengan Kajian dalam bidang keilmuan di madrasah ibtidaiyah / sekolah dasar. Artikel yang dimuat adalah hasil penelitian, telaah ilmiah dan kritis atas isu penting dan terkini yang tercakup dalam pembidangan jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 01 (2025): APRIL" : 14 Documents clear
Representasi Etnis, Agama, dan Gender dalam Buku Teks Utama Bahasa Inggris Sekolah Dasar Sukraini, Niwayan
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7 No 01 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v7i01.2470

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes contextual teaching and learning (CTL) that is meaningful and applicable, yet its implementation can be hindered without Culturally Responsive Pedagogy (CRP). Textbooks, as primary learning media, play a strategic role in representing ethnic, religious, and gender diversity. Preliminary observation of Indonesian English textbooks indicated unequal representation, leading this study to address three research questions: (1) how ethnicity, religion, and gender are represented in the textbook, (2) to what extent these representations reinforce or challenge existing stereotypes, and (3) what implications they have for shaping students’ perceptions of diversity and equality. This study employed qualitative content analysis with a descriptive approach on My Next Words Grade 6 – Student’s Book for Elementary School (2022), focusing on Unit 8 “I Will Go to Dufan.” Findings reveal a gender imbalance, with male characters more dominant (61%) than female characters (39%), reflecting traditional stereotypes but also showing some inclusive portrayals. Hijab-wearing girls are actively represented, challenging passive stereotypes, while ethnic representation remains minimal, limited to cultural symbols. The study concludes that the textbook retains gender and ethnic bias despite progressive steps in religious and cultural aspects. Recommendations include enhancing female and minority ethnic representation, strengthening teachers’ critical literacy, and enforcing stricter curriculum policies on equity.
Manajemen Inovasi dalam Penerapan Deep Learning pada Kurikulum Sekolah Dasar Natalia, Krisma; Pranata, Pranata
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7 No 01 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v7i01.2471

Abstract

This article aims to analyze the role of innovation management in the implementation of deep learning in the primary school curriculum through a literature review. The study examines relevant national and international literature, covering the concepts of deep learning, implementation challenges, and the integration of innovation management within the context of the Kurikulum Merdeka. The findings indicate that the successful implementation of deep learning is strongly influenced by teacher readiness, instructional leadership of school principals, curriculum innovation, professional development of teachers, collaboration among stakeholders, as well as the availability of resources and consistent policy support. Teachers with an open mindset toward innovation, digital literacy, and collaborative skills are able to implement meaningful and reflective learning. Furthermore, the integration of simple technology and the utilization of local resources support adaptive learning practices despite limited facilities. Based on these findings, this article recommends strategies to strengthen innovation management through transformational leadership, the establishment of teacher learning communities, digital technology integration, and cross-stakeholder synergy to enhance deep learning implementation in primary schools. This study contributes by emphasizing innovation management as a key factor in creating a systematic, adaptive, and sustainable learning ecosystem.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar Fitriana, Ayu; Eta Parera, Moh. Mul Akbar; Tong, Jailani
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7 No 01 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v7i01.2472

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Di sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis sebagai wahana internalisasi nilai moral, sosial, budaya, dan kebangsaan. PKn tidak sekadar menyampaikan konsep tentang hak dan kewajiban warga negara, melainkan sarana membiasakan siswa untuk berpikir kritis, logis, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai moral yang luhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran PKn dengan metode kajian literatur. Sumber data diperoleh dari delapan artikel, buku, dan penelitian relevan yang dipublikasikan antara tahun 1991 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dicapai melalui berbagai strategi, di antaranya: (1) penerapan pembelajaran inovatif berbasis proyek, teknologi, dan kearifan lokal; (2) pengembangan budaya sekolah yang konsisten melalui kegiatan religius, literasi, pembiasaan disiplin, dan pemberian penghargaan; (3) integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian ke dalam kurikulum dan perangkat pembelajaran PKn; serta (4) keterlibatan aktif guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sebagai faktor pendukung. Selain itu, penggunaan instrumen penilaian karakter memungkinkan guru untuk memantau perkembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara lebih terukur.penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui PKn harus dilakukan secara holistik, melibatkan pembelajaran inovatif, budaya sekolah, integrasi kurikulum, keteladanan guru, serta dukungan keluarga. Dengan demikian, sekolah dasar dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berempati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Transformasi Guru Agama Hindu SD di Kota Palangka Raya Sri Pinatih, Ni Putu
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7 No 01 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v7i01.2473

Abstract

The transformation of the role of Hindu religious education teachers at the elementary school level has become increasingly urgent in the face of 21st-century educational challenges. Teachers are no longer confined to the role of value instructors who merely deliver tattwa (philosophical teachings) and susila (ethics), but are also expected to serve as agents of character formation, internalizing the values of Dharma, Satya, Ksama, Ahimsa, Arjawa, and Daya in students’ daily lives. This study aims to analyze how Hindu religious education teachers in elementary schools are transforming from value transmitters into character agents, and to examine the implications for character education rooted in Hindu local wisdom. The research employed a qualitative descriptive approach through literature review and curriculum policy document analysis, complemented by contextual inquiry into classroom pedagogical practices. The findings indicate that Hindu religious education teachers in elementary schools, particularly in Palangka Raya, hold a strategic role in shaping the moral foundations of students at the concrete operational stage of development. The transformation of teachers’ roles is characterized by: (1) the application of Tri Kaya Parisudha values as a model of ethical conduct, (2) the integration of Hindu religious teachings with character education in elementary schools, and (3) the strengthening of teachers’ roles as role models capable of addressing the challenges of globalization and digitalization. This study highlights that Hindu religious education teachers at the elementary level are key figures in character education and support national education policies that position character education as a top priority.

Page 2 of 2 | Total Record : 14