cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Penerapan Aplikasi Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Digital di Taman Kanak-Kanak Vihi Atina; Nurchim Nurchim; Yommy Adhiwira Yudha
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.172-180

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perlu ditingkatkan guna mendorong keberhasilan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini bertujuan menerapkan aplikasi augmented reality sebagai media pembelajaran digital di Taman Kanak-Kanak (TK) khususnya di TK Kemala Bhayangkari No 72 Wonogiri dengan materi belajar tentang profesi. Tahapan dalam menerapkan aplikasi ini meliputi (1) pengamatan masalah, (2) penerapan teknologi, (3) pelatihan mitra dan (4) pendampingan mitra. Hasil penerapan aplikasi augmented reality yakni dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan media digital dan menyediakan sarana prasarana pembelajaran digital. Selain itu, proses kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan media digital menjadi lebih menarik dan interaktif.The implementation of Information and Communication Technology (ICT) needs to be improved to encourage the success of digital transformation in the world of education. This activity aims to apply the augmented reality application as a digital learning media in kindergarten especially in TK Kemala Bhayangkari No. 72 Wonogiri with learning material about the profession. The stages in implementing this application include (1) observation of the problem, (2) application of technology, (3) partner training, and (4) partner assistance. The results of implementing the augmented reality application are that it can increase teacher competence in using digital media and provide digital learning infrastructure. In addition, the process of teaching and learning activities using digital media is becoming more interesting and interactive.
Global Halal Center - Unissula mengabdi untuk menyelamatkan umat melalui penyusunan istrumen Muslim Friendly Suryono Suryono; Yani Istadi; Rahmawati S. Praptiningsih; Hudan Taufiq; Sukijan Athoillah; Widiyanto Widiyanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.1-15

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, dengan jumlah lebih dari 87 % total penduduknya. Jumlah yang tidak kecil ini merupakan sasaran yang harus diselamatkan dari fasilitas pelayanan barang dan jasa yang merugikan dari sisi peribadatan mereka. Memberikan jaminan aman dari sisi penyedia jasa adalah langkah yang akan ditempuh oleh pusat studi Global Halal Center-UNISSULA(PS GHCU), melalui upaya penciptaan instrumen Muslim Friendly berbagai sektor jasa. Tujuan dari aktifitas yang dilakukan oleh GHCU adalah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk mengkualifikasikan tingkat keamanan menurut nilai-nilai Islam (Muslim Friendly) dari suatu unit/lembaga yang memberikan pelayanan jasa pada konsumen/pelanggan muslim, dalam kategori pratama, utama dan paripurna. Proses penyusunan dilakukan melalui kegiatan seminar dan workshop yang mengikutkan peserta masyarakat umum, akademisi dan mahasiswa dengan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Institute Pengkajian Halal Malaysia, dan Majelis Upaya Kesehatan Syariah Indonesia. Hasil dari aktivitas kegiatan ini adalah lima instrumen pokok dalam sektor jasa yang meliputi Muslim Friendly for Dental Clinic Rating System, Muslim Friendly for Pharmacy Rating System, Muslim Friendly for Aesthetic Clinic Rating System, Muslim Friendly for Microfinance Rating System, dan Muslim Friendly for Slaughterhouse Rating System.Kata kunci: Apotek; keuangan mikro; klinik; Muslim Friendly; pemotongan hewanAbstractIndonesia is a country with a majority of the population of Islam, with more than 87% of the total population. This population must be saved from the service facilities of goods and services that harm their worship. Providing safe guarantees from the service provider side is a step that will be taken by the Global Halal Center-UNISSULA (PS GHCU) study center, through efforts to create a "Muslim Friendly " instrument in various service sectors. The purpose of the activities carried out by GHCU is to create instruments that can be used to qualify the level of security according to Muslim Friendly values of a unit / institution that provides services to Muslim consumers / customers, in the pre-primary, primary and plenary categories. The drafting process was carried out through seminars and Workshops that included general public participants, academics and students with speakers from the Indonesian Ulema Council, Halal Product Guarantee Organizing Agency, Malaysian Halal Assessment Institute, and Indonesian Sharia Health Effort Assembly. The results of these activities are the five main instruments in the service sector which include Muslim Friendly for Dental Clinic Rating System, Muslim Friendly Pharmacy Rating System, Muslim Friendly for Aesthetic Clinic Rating System, Muslim Friendly for Microfinance Rating System, and Muslim Friendly for Slaughterhouse Rating System.Keywords: Pharmacy; microfinance; clinics; Muslim Friendly; animal slaughter
Intervensi psikososial bagi mahasiswa terminasi PPSK Fakultas Kedokteran UNISSULA Semarang Ahmadi Nur Huda; Ika Buana Januarti; Siti Maesaroh
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.184-193

Abstract

AbstrakMahasiswa program terminasi Fakultas Kedokteran UNISSULA adalah mahasiswa yang masa studinya tinggal satu semester, untuk membantu mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik, maka penting dilakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) intervensi psikososial sehingga mahasiswa yang terkena ketentuan terminasi dapat meneriman kenyataan yang ada dan merasa optimis. Artikel dibuat untuk mengetahui data demografi mahasiswa dan kondisi psikososial mahasiswa dalam menerima ketentuan terminasi. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan mahasiswa terminasi hasil yudisium periode genap tahun akademik 2017 selanjutnya diberikan PKM intervensipsikosial, ceramah motivasi belajar, tujuan hidup manusia, role model oleh mahasiswa lain yang telah berhasil studinya, rencana kedepan dan komitmen bersama, selanjutnya diberikan post tes untuk mgetahui hasil intervensi psikososial yang telah diberikan. Hasil dari studi ini adalah bahwa terdapat lima belas (15) mahasiswa terminasi yang mengikuti PKM  intervensi psikososial, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki ada 9 mahasiswa (60 %), alamat terbanyak di Jawa Tengah ada 10 mahasiswa (66,7 %), tempat tinggal terbanyak rumah sendiri ada 8 mahasiswa (53,3 %), keinginan masuk Fakultas Kedokteran terbanyak adalah keinginan sendiri ada 7 mahasiswa (46,7 %), menyukai Fakultas Kedokteran ada 14 mahasiswa (93,3 %), tahun masuk ke Fakultas Kedokteran terbanyak tahun 2009 ada 11 mahasiswa (73,3 %). Setelah dilakukan PKM  intervensi psikososial didapatkan mahasiswa sangat membutuhkan akan adanya intervensi, intervensi psikososial sangat membantu memahami permasalahan mahasiswa, intervensi psikososial sangat membantu membawa perubahan pikiran dan perasan lebih baik, intervensi psikososial sangat bermanfaat dan sangat membantu menyelesaikan permasalahan mahasiswa. Mengetahui kondisi mahasiswa dalam menerima ketentuan terminasi, memberikan solusi, dukungan emosional dan pemahaman bahwa di balik permasalahan pasti ada hikmahnya. Kata kunci: intervensi psikososial; mahasiswa terminasi; FK UNISSULA.  AbstractUNISSULA Faculty of Medicine termination program students are students who have only one semester of study period, to help students to be able to complete their studies well, it is important to do a Community Service Program (PKM) for psychosocial interventions so that students affected by termination provisions can accept the existing reality and feel optimistic . The article was made to find out student demographic data and student psychosocial conditions in accepting termination provisions. The method used is to collect students termination results of the 2017 academic year even period later given PKM social psychological intervention, learning motivation lectures, human life goals, role models by other students who have successfully studied, future plans and joint commitment, then given a post-test to find out the results of psychosocial interventions that have been given. The results of this study are that there were fifteen (15) termination students who took the PKM psychosocial intervention, the most gender was 9 male students (60%), the highest address in Central Java there were 10 students (66.7%), most of their own homes have 8 students (53.3%), the most desires to enter the Faculty of Medicine are 7 students (46.7%) of their own desires, like the Faculty of Medicine there are 14 students (93.3%), the year of entering the Faculty In 2009 there were 11 students (73.3%). After PKM psychosocial intervention was found, students really needed an intervention, psychosocial intervention really helped to understand students' problems, psychosocial intervention really helped bring a change of mind and feel better, psychosocial intervention was very useful and really helped solve student problems. Knowing the condition of students in accepting termination provisions, providing solutions, emotional support and understanding that behind the problem there must be a silver lining. Keywords: psycho-social intervention; termination program; FK UNISSULA.
Peningkatan Pengetahuan tentang Narkoba dan HIV/AIDS di Pondok Pesantren Al Hidayah Borowatu, Sukoharjo Marni Marni
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.126-134

Abstract

Perilaku sebagian remaja yang mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba dikalangan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dengan cara disuntikkan bisa berakibat seseorang menderita HIV/AIDS, kondisi ini merupakan kondisi yang sangat berbahaya, mengingat penyakit ini belum bisa disembuhkan. Salah satu faktor penyebab penyalahgunaan narkoba adalah kurangnya pengetahuan tentang narkoba dan HIV/AIDS, santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan budaya dan pengetahuan yang bervariasi, dan rata rata pengetahuan masih rendah, untuk itu perlu diberikan pengetahuan pada remaja khususnya santri agar tidak menyalahgunakan narkoba dan menjauhi perilaku beresiko HIV/AIDS seperti penggunaan narkoba suntik dan sex bebas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri agar berperilaku sehat dengan menjauhi narkoba dan agar terhindar dari HIV/AIDS. Kegiatan diawali studi pendahuluan, yang dilakukan saat kunjungan pertama dengan membagikan kuesioner. Tahap kedua berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren untuk menentukan waktu  pelaksanaan penyuluhan, selanjutnya  pelaksaan penyuluhan. Memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS. Ada 3 fase pada proses penyuluhan, yaitu fase orientas/perkenalan, fase kerja dan fase terminasi/evaluasi. Penyuluhan kesehatan telah berhasil dilaksanakan, para santri sangat berantusias dan memahami materi yang telah disampaikan terbukti para santri mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. Penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan para santri terkait penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS.dibuktikan sebelum diberikan penyuluhan skor mean 4,95 dan mean setelah diberikan penyuluhan mean kor pengetahuan 6,73, terjadi peningkatan skor pengetahuan 1,67. Penyuluhan kesehatan kepada para santri terbukti mampu meningkatkan pengetahuan santri tentang penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS yaitu terjadinya mean skor  pengetahuan 1,67. The behavior of some adolescents who ignore the norms and norms prevailing in society is one of the causes of rampant drug use among the younger generation. Drug abuse by injection can result in a person suffering from HIV / AIDS, this condition is a very dangerous condition, considering that this disease cannot be cured. One of the factors causing drug abuse is a lack of knowledge about drugs and HIV / AIDS, therefore it is necessary to provide knowledge to adolescents, especially students, so that they do not abuse drugs and stay away from HIV / AIDS risk behaviors such as injecting drug use and free sex. This activity is aimed to increase the knowledge of students to behave in a healthy manner by avoiding drugs and avoiding HIV / AIDS. It was done by providing health education about drug abuse and HIV/AIDS prevention. There are 3 phases in the counseling process, namely the orientation phase / introduction, the work phase and the termination / evaluation phase. It was found that health education has been successfully carried out, the students are very enthusiastic and understand the material that has been delivered is proven to be able to answer questions raised by the speakers. Health education can increase the knowledge of students related to drug abuse and prevention of HIV / AIDS. Health education to students is proven to increase students' knowledge about drug abuse and HIV / AIDS prevention.
Pelatihan TOEIC untuk siswi-siswi Tata Busana SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta Luluk Iswati
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.134-143

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris siswi-siswi Tata Busana SMK Muhammadiyah Bangunjiwo dengan memberikan pelatihan TOEIC (Test of English as an International Communication). TOEIC merupakan standar alat ukur kemampuan Bahasa Inggris siswa-siswi lulusan SMK yang telah diterapkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud. Sebagai jurusan yang baru dibuka di tahun ajaran 2017/2018, Jurusan Tata Busana SMK Muhammadiyah Bangunjiwo belum pernah mengadakan pelatihan maupun tes TOEIC untuk meningkatkan serta mengukur kemampuan Bahasa Inggris para siswanya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 17 pertemuan, dimana 2 pertemuan diantaranya digunakan untuk pre-dan post-test TOEIC bagi para peserta. Sebanyak 13 peserta tercatat sebagai peserta pelatihan ini. Pre-test dan post-test dilaksanakan untuk mengukur capaian skor peserta sebelum dan setelah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa dari 13 peserta pelatihan, 3 peserta tidak masuk selama pelatihan dan tidak mengikuti pre dan post-test (tidak aktif), 4 peserta hanya mengikuti post-test, 3 peserta mengalami kenaikan skor, 2 peserta mengalami penurunan skor, dan 1 peserta skornya tetap. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa meskipun hasilnya tidak signifikan, ada sikap dan hal positif yang ditunjukkan para peserta. Indikatornya adalah jumlah peserta post-test yang meningkat (10 orang) dibandingkan pada saat pre-test (6 orang) sehingga dapat dikatakan bahwa motivasi peserta naik, dan jumlah peserta yang mengalami kenaikan skor (3 orang) lebih banyak daripada peserta yang mengalami penurunan skor (2 orang), sehingga bisa dikatakan bahwa pelatihan ini cukup efektif untuk menaikkan kompetensi Bahasa Inggris para peserta.  Kata kunci: TOEIC; kompetensi Bahasa Inggris; SMK Abstract This Community Partnership Service activity aimed to improve the competence of English students at SMK (Vocational High School) Muhammadiyah Bangunjiwo by conducting TOEIC (Test of English and International Communication) training. TOEIC is a standard of English language proficiency measurement for SMK graduates who have been set by the government through the Ministry of Education and Culture. As a new department opened in the 2017/2018 school year, the Department of Clothing of SMK Muhammadiyah Bangunjiwo has never held a TOEIC training nor TOEIC test to improve and measure the English language skills of its students. In this program, the training was held for 17 meetings, of which 2 meetings were used for the TOEIC pre-and post-test for the participants. A total of 13 participants were listed as participants in this training. Pre-test and post-test were carried out to measure participants' scores before and after training. The results showed that out of 13 training participants, 3 participants did not participate in the training nor did they  participate in the pre and post-test (inactive), 4 participants only followed the post-test, 3 participants got an increased score, 2 participants got a decreased score, and 1 participant got a constant score. Overall, it can be concluded that even though the results are not significant, there are positive attitudes and things shown by the participants. The indicator is the increasing number of post-test participants (10 people) compared to the pre-test (6 people) so that it can be said that the participants' motivation rises, and the number of participants who got an increased score (3 people) is more than the participants who got a decreased score (2 people,) so that it can be said that this training is quite effective in increasing the English competence of the participants. Keywords: TOEIC; English competence; vocational school
Optimalisasi Peran Pendamping Desa terhadap Pencegahan Fraud Pemerintah Desa di Kabupaten Demak Provita Wijayanti; Indri Kartika; Kiryanto Kiryanto; Zainal Alim Adiwijaya; Muhammad Ja'far Shodiq; Mutoharoh Mutoharoh; Nisa' Uzlifat Nashruah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.55-67

Abstract

AbstrakPemerintah desa melaksanakan tugas pengelolaan dan pertanggungjawaban dana desa berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam pelaksanaan sistem pengawasan dan tata kelola pemerintah desa, perangkat desa dibantu oleh pendamping dan pengawas desa yang meliputi auditor Inspektorat Kabupaten, anggota Badan perwakilan desa dan pendamping desa. Pendamping dan pengawas desa memiliki peran penting dalam pendampingan pencegahan fraud dana desa yang terjadi di pemerintahan desa. Populasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan seluruh pendamping desa di Kabupaten Demak. Teknik insidental sampling digunakan dalam pengabdian ini dan diperoleh 51 orang pendamping desa di kabupataen demak yang menjadi mitra dalam program pengabdian masyarakat oleh tim dosen akuntansi FE UNISSULA. Data mengenai persepsi peran pendamping pemerintah desa serta peran sistem pengendalian internal terhadap pencegahan fraud diperoleh melalui pembagian kuesioner tertutup dengan skala likert 1-5. Hasil pengujian regresi linier berganda menunjukkan bahwa peran pendamping pemerintah desa berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud sedangkan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud.AbstractThe village government carries out the task of village funds managing, and supervising based on Law number 6/2014 of Villages. In implementing supervision and governance system, village officials are assisted by village assistants and supervisors that containing the District Inspectorate auditor, members of the village representative body and village assistants. Village assistants and supervisors have an important role in assisting fraud prevention on village funds, which could potentially occur in village government. The population in this community service activity is the whole village assistants in Demak Regency. Incidental sampling technique was used so that resulted in 51 village assistants in Demak Regency who became partners in the community service program held by the accounting team of Faculty of Economic Universitas Islam Sultan Agung. Data on the perception of the village assistant’s role as well as the internal control system role on fraud prevention were obtained through the distribution of closed questionnaires using the Likert scale of 1-5. The results of multiple linear regression tests indicate that the role of village government assistants has a positive effect on fraud prevention while the internal control system has no effect on fraud prevention.
Empowerment of Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) through RW Siaga Sehat Jiwa (RW SSJ) in Bandarharjo Semarang Dwi Heppy Rochmawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.73-82

Abstract

Health is an investment to improve the quality of human resources. Both physically and psychologically healthy. The mental nursing area includes giving care to healthy mental, client and mental disorders clients. Mental health services are no longer focused on healing clients of mental disorders, but also on efforts to promote mental health or prevention efforts. This effort can be carried out by health workers and community participation through community empowerment. Community empowerment of mental health can be achieved with a health service management especially community-based mental health services. This form of health care management approach is known as Community Mental Health Nursing (CMHN). The purpose of this community service is to realize the formation of RW Siaga Sehat Jiwa (RW SSJ) with the participation of the Mental Health Cadre (KKJ). RW SSJ is a forum for the KKJ to carry out activities and apply the abilities obtained through training. With the increasing ability of the KKJ in overcoming health problems, it is hoped that the community can play an active role in realizing health status in their environment. The method used is the nursing process approach. It is expected that the KKJ has the ability to carry out early detection, determine family status and care for family risks and disorders, refer cases to health centers and or hospitals.
Penyuluhan hukum Pendaftaran Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Kota Semarang melalui Sistem Online Single Submission (OSS) Amin Purnawan; Akhmad Khisni; Siti Ummu Adillah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.1-10

Abstract

Penyuluhan Hukum dan Pendampingan tentang Pendaftaran Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Kota Semarang melalui Sistem Online Single Submission (OSS) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 ini, berangkat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa problematika pelaksanaan pendaftaran legalitas usaha UMKM melalui Sistem OSS di Kota Semarang, terutama karena kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada pelaku UMKM. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan hukum dan pendampingan kepada sejumlah 35 pelaku UMKM di Kecamatan Semarang Selatan. Tingkat antusiasme peserta cukup tinggi dimana peserta banyak mengajukan pertanyaan seputar legalitas usaha dan berminat untuk mengurus legalitas usahanya. Ada salah satu peserta yang membagikan pengalamannya mengurus legalitas usahanya dan manfaat yang telah dirasakan dalam meningkatkan pertumbuhan usaha. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum pelaku UMKM untuk mengurus legalitas usahanya. Metode peningkatan kesadaran hukum dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan. Adapun materi sosialisai meliputi UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM dan Perda No. 13 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan UMKM; Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik/Online Single Submission (OSS). Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai salah satu pelaku pembangunan ekonomi di daerah perlu diberdayakan melalui pengembangan sumber daya manusia, dukungan permodalan, produksi dan produktifitas, perlindungan usaha, pengembangan kemitraan, jaringan usaha dan pemasaran serta legalitas usahanya melalui Online Single Submission (OSS). Hasil penyuluhan dan pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum UMKM untuk mengurus legalitas usahanya. Kata Kunci: Izin Usaha; Pendaftaran; Penyuluhan Hukum; Sistem OSSAbstractLegal Counseling and Assistance on the Registration of UMKM Business Legality in Semarang through the Online Single Submission System (OSS) based on PP Number 24 of 2018 departs from the results of research showing that the problematic implementation of the registration of the legality of MSME businesses through the OSS System in Semarang City, mainly due to lack dissemination and education to SMEs. Implementation of community service in the form of legal counseling and assistance to a number of 35 SMEs in the South Semarang District. The level of enthusiasm of the participants was quite high where participants asked many questions about the legality of the business and were interested in taking care of the legality of the business. There was one participant who shared his experience taking care of the legality of his business and the benefits that have been felt in promoting business growth. This community service aims to increase the legal awareness of SMEs to take care of the legality of their business. Methods of increasing legal awareness by providing counseling and assistance. The socialization material includes Law No. 20 of 2008 concerning UMKM and Perda No. 13 of 2013 concerning Empowerment of MSMEs; Government Regulation Number 24 of 2018 concerning Online Single Submission (OSS) Licensing Services. Micro, Small and Medium Enterprises as one of the economic development actors in the regions needs to be empowered through human resource development, capital support, production and productivity, business protection, partnership development, business and marketing networks and business legality through Online Single Submission (OSS). The results of counseling and mentoring showed an increase in understanding and legal awareness of MSMEs to take care of the legality of their business.Keywords: Business Legality; Legal Education; OSS System; Registration
Pendampingan Keterampilan Berkomunikasi Public Speaking dalam Mendukung Pemasaran Produk UMKM Desa Gedawang Banyumanik Semarang Dian Marhaeni Kurdaningsih; Choiril Anwar
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.181-190

Abstract

Desa Gedawang Banyumanik Semarang memiliki banyak potensi. Di saat usaha melimpah mereka memanen hasil bumi akan tetapi sebagian dari mereka mendirikan usaha berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dari berbagai sektor. Peluang ini menciptakan masyarakat berinisiatif membangun usaha home industry. Tantangan para pengusaha home industry ini memproduksi produknya berdasarkan banyak sedikitnya pesanan. Mereka belum memanfaatkan media promosi sebagai sarana pemasaran. Beberapa alasan yang muncul diantaranya adalah karena belum dikuasainya teknologi informasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan berkomunikasi berupa public speaking kepada warga Gedawang dalam upaya peningkatan standar mutu dan kesejahteraan UMKM mereka. Pendampingan dilakukan dalam bentuk pelatihan public speaking dan pendampingan pelaksanaan pemasaran dengan mengandalkan keterampilan public speaking hingga mampu memasarkan secara mandiri. Pendampingan juga dilakukan dalam bentuk mencarikan relasi atau channel pemasaran agar produk-produk UMKM ini dikenal di masyarakat luas. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pendampingan ini diharapkan warga dapat melakukan presentasi, wawancara atau menyampaikan laporan yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan ini.Gedawang Village Banyumanik Semarang has a lot of potential. When the business is abundant they harvest agricultural products, but some of them establish SMEs (Small and Medium Enterprises) from various sectors. This opportunity creates the community to take the initiative to build a home industry business. The challenge for home industry entrepreneurs is to produce their products based on the number of orders. They have not used promotional media as a marketing tool. Some of the reasons that arise include the lack of mastery of information technology. This activity aims to provide understanding and communication skills in the form of public speaking to Gedawang residents in an effort to improve quality standards and the welfare of their SMEs. Assistance is carried out in the form of public speaking training and mentoring in marketing implementation by relying on public speaking skills to be able to market independently. Assistance is also carried out in the form of finding relationships or marketing channels so that SMEs products are known to the wider community. From the results of the implementation of this assistance activity, it is hoped that residents can make presentations, interviews or submit better reports after participating in this activity.
Pendampingan Pengrajin Pot Antik Sido Mulyo dengan Marketplace dalam Meningkatkan Pemasaran pada Era Pandemi Covid-19 Nadia Annisa Maori; Eka Setya Budi; Bambang Siswanto; Naila Khusnia Sari; Noor Laily Isnaini
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.1-9

Abstract

Media pemasaran yang tepat, sangat mendukung keberhasilan suatu usaha baik dari usaha kecil sampai besar. Oleh karenanya, pemilihan dan penggunaan media pemasaran harus disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. Memasarkan pot antik dengan cara menjajakan pot antik di pinggir jalan raya menunggu calon pembeli. Hal ini dirasa kurang efektif seiring dengan kemajuan zaman yang serba online dan pada situasi pandemi Covid-19 yang terkesan kurang inovatif. Hal ini menjadikan pemasaran produk pot antik tersendat dan solusi yang ditawarkan pada program pengabdian kepada masyarakat berbasis mitra ini adalah pemanfaatan marketplace (Shopee) bagi mitra Pot Antik Sido Mulyo sebagai media pemasaran penjualan Pot antik. Kegiatan ini diharapkan akan membentuk proses pemasaran penjualan yang efektif antara penjual dan pembeli, sehingga proses pemasaran akan lebih cepat dan mudah. Permasalahan yang dihadapi mitra Pot Antik Sido Mulyo yaitu (1) hasil penjualan Pot Antik menurun seiring pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah. (2) Masih terbatasnya pengetahuan pengrajin tentang media pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk pot antik sehingga masih mempertahankan cara pemasaran konvensional. Marketplace adalah suatu tempat tertentu dimana pasar atau kegiatan jual-beli antara pemilik toko dan konsumen berlangsung secara publik. Sedangkan Shopee adalah salah satu aplikasi yang bergerak dalam bidang jual beli, pertama kali didirikan di Indonesia pada Juni 2015. Dengan adanya marketplace Shopee bagi pengrajin Pot antik Sido Mulyo diharapkan hasil pemasaran penjualan Pot Antik dapat tercapai secara maksimal dengan teknologi yang semakin memudahkan. The right marketing media really supports the success of a business, from small to large businesses. Therefore, the selection and use of marketing media must be adapted to current market conditions. Marketing antique pots by selling antique pots on the side of the highway waiting for potential buyers. This is deemed ineffective in line with the progress of the online era and in the situation of the Covid-19 pandemic which seems less innovative. This makes marketing of antique pot products stagnant and the solution offered in this partner-based community service program is the use of a marketplace (Shopee) for Sido Mulyo's Antique Pot partners as a marketing medium for selling antique pots. This activity is expected to form an effective sales marketing process between sellers and buyers, so that the marketing process will be faster and easier. The problems faced by Sido Mulyo's Antique Pot partners are (1) sales of antique pots have decreased in line with social restrictions set by the government. (2) There is still limited knowledge of craftsmen about the right marketing media in marketing antique pot products so that they still maintain conventional marketing methods. Marketplace is a certain place where the market or buying and selling activities between shop owners and consumers takes place in public. Meanwhile, Shopee is an application that is engaged in buying and selling, first established in Indonesia in June 2015. With the Shopee marketplace for Sido Mulyo antique pot craftsmen, it is hoped that the marketing results of antique pot sales can be maximally achieved with technology that makes it easier.

Page 4 of 18 | Total Record : 175