cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Kampanye Komunikasi Lingkungan melalui Media Tanaman di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Trimanah Trimanah; Mubarok Mubarok; Genta Maghvira
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.65-72

Abstract

Desa Karangjompo di kecamatan Tirto adalah salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir selama lebih dari 5 tahun. Salah satu penyebab banjir adalah buruknya perilaku warganya yang masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kebersihan saluran drainase sehingga tidak berfungsi maksimal. Selain itu kebiasaan warga menggunakan air bawah tanah yang tidak terkontrol telah memperburuk terjadinya land subsidence yang memperparah banjir. Banjir telah merusak fasilitas umum dan rumah warga, serta telah mematikan berbagai tanaman dan tumbuhan yang ada. Desa menjadi minim penghijauan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajak warga melakukan penghijauan sekaligus memberikan informasi dan mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui kampanye komunikasi lingkungan dengan media tanaman. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui diskusi yang melibatkan ibu-ibu anggota arisan. Dimana hasilnya menunjukkan bahwa secara umum warga telah menunjukkan perubahan sikap sampai pada tahap konatif, tetapi belum menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana yang diarapkan.Karangjompo village in Tirto sub-district is one of the villages in Pekalongan Regency that has been affected by flooding for more than 5 years. One of the causes of flooding is the bad behavior of the residents who still do not have high awareness to keep the drainage channels clean so that they do not function optimally. In addition, the uncontrolled habit of using underground water has led to land subsidence which has exacerbated flooding. The floods have damaged public facilities and residents' homes, and have killed various existing plants. The village has minimal greening. The purpose of this community service is to persuade residents to replant as well as inform and educate them about the importance of protecting the environment through a communication campaign with potted plants as media. Evaluation is carried out through discussions involving housewives who are members of arisan. The result was shows that society has changes in their attitudes to the conative stage, but has not shown in behavioral changes as expected.
Edukasi Guru SD Kaligawe Semarang sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Infrastruktur Pengendali Banjir Henny Pratiwi Adi; Slamet Imam Wahyudi; Hermin Poedjiastoeti
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.10-18

Abstract

Kaligawe merupakan salah satu daerah rawan banjir di Kota Semarang. Kawasan Kaligawe termasuk dalam Sub Sistem Kali Tenggang. Penanganan terhadap banjir di Kaligawe telah dilakukan oleh pemerintah berupa normalisasi sungai dan pembangunan sistem polder sebagai bagian dari sistem drainase. Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan sistem drainase, diperlukan keterlibatan seluruh stakeholders, termasuk partisipasi masyarakat yang bertempat tinggal di dalamnya. Di wilayah Kaligawe, ada beberapa bangunan infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi, rumah pompa, pintu gerak dan saluran drainase. Bangunan infrastruktur tersebut dapat terganggu fungsinya bila masyarakat tidak peduli, seperti membuang sampah di saluran drainase, merusak kolam retensi, mengambil/mencuri peralatan di rumah pompa dan lain sebagainya. Oleh sebab itu warga di kawasan tersebut perlu mendapatkan edukasi bagaimana hidup di lingkungan sistem polder. Sekolah Dqsar (SD) Kaligawe berada di wilayah Kaligawe, dimana para guru perlu diberikan edukasi agar dapat ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan bangunan infrastruktur pengendali banjir. Edukasi yang akan diberikan meliputi pemahaman tentang penyebab dan dampak banjir di Semarang, penanganan banjir dan bangunan infrastruktur pengendali banjir di sekitar sekolah serta mitigasi bencana dan konsep Sekolah Siaga Bencana (SSB). Hasil pre-test terhadap guru, menunjukkan bahwa guru-guru di SD Kaligawe masih banyak yang tidak memahami bangunan pengendali banjir yang ada di sekitar lingkungan kerja mereka. Melalui edukasi yang diberikan dalam penyuluhan, guru-guru bisa memahami peran yang harus dilakukan dalam menjaga keberlangsungan bangunan pengendali banjir. Hasil post-test menunjukkan tingkat pemahaman yang meningkat pada guru-guru terhadap pengendalian banjir di wilayah Kaligawe.Kaligawe is one of the flood areas in the city of Semarang. Kaligawe area is included in the Kali Tenggang Sub-System. The government has handled floods in the area in the form of river normalization and construction of a polder system as part of the drainage system. To ensure the sustainability of the drainage system management, it requires the involvement of all stakeholders, including the participation of the people who live in it. In the Kaligawe area, there are several flood control infrastructure buildings such as retention ponds, pump houses, mobile gates and drainage channels. The function of these infrastructure buildings can be disrupted if the community does not care, such as throwing garbage in the drainage channels, damaging retention ponds, taking / stealing equipment at pump houses and so on. Therefore, residents in the area need to get education on how to live in a polder system environment. SD Kaligawe is located in Kaligawe area, where teachers need education in order to participate in the maintenance of flood control infrastructure. The education that will be provided includes understanding the causes and impacts of floods in Semarang, flood management and building flood control infrastructure as well as disaster mitigation and the concept of Disaster Alert School (SSB). The results of the pre-test conducted in this study showed that many teachers at SD Kaligawe did not understand the flood control buildings that were around their school environment. Through the education provided in counseling, teachers can understand the role that must be played in maintaining the sustainability of flood control buildings. The results of the post test showed an increased level of teachers on understanding of flood control in the Kaligawe area.
Peningkatan Motivasi Berproduksi Berbasis Sumber Daya Lokal di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal Budhi Cahyono; Marno Nugroho; Abdul Hakim; Agus Wachjutomo
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.56-64

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan bagai masyarakat di Rowosari Kabupaten Kendal melalui perbaikan tampilan produk. Penampilan produk sangatlah penting, karena konsumen akan semakin tertarik dan berminat untuk membeli. Selain itu kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya buah pisang dan nangka sebagai bahan membuat ceriping. Fokus utama pada pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif. Kegiatan ini diawali melalui pertemuan masyarakat sasaran untuk menentukan jenis kegiatan, peserta, dan waktu pelaksanaan. Pada inti acara, tim pengabdian masyarakat FE-Unissula memberikan berbagai penyuluhan, khususnya  bidang  entrepreneurship, produksi, pembukuan, dan pemasaran produk. Selanjutnya, peserta diberikan ketrampilan praktek membuat ceriping pisang dan ceriping nangk, yang kemudian difokuskan pada kegiatan pembungkusan (packaging). Packaging merupakan tahapan penting dalam sistem pemasaran produk. Tim FE juga memberikan bantuan berupa alat pembungkusan dan plastik untuk packaging. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan daya tarik pada produk yang dipasarkan melalui penempilan produk yang lebih baik dan menarik. The purpose of this community service is to improve the entrepreneurial spirit of the people in Rowosari, Kendal Regency through improving product appearance. Product appearance is very important, because consumers will be increasingly interested and interested in buying. In addition, this activity is carried out by utilizing local resources, especially bananas and jackfruit as ingredients for making ceriping. The main focus is on community empowerment through productive activities. This activity begins with a target community meeting to determine the type of activity, participants, and timing of implementation. At the core of the event, the FE-Unissula community service team provided various counseling, especially in the fields of entrepreneurship, production, bookkeeping, and product marketing. Furthermore, participants were given practical skills to make banana chips and jackfruit chips, which were then focused on packaging activities. Packaging is an important stage in the product marketing system. The FE team also provided assistance in the form of wrapping tools and plastic for packaging. This activity is expected to provide attractiveness to the products marketed through better and more attractive product display.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Urin Kambing dan Pestisida Alami terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang Beda Varietas di Desa Gunung Selamat Sarah Kristi Pertiwi; Khairul Rizal; Yudi Triyanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.19-30

Abstract

Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu tanaman sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Kacang panjang (Vigna sinensis L.) juga merupakan jenis kacang-kacangan yang banyak diusahakan di Indonesia. Desa Gunung Selamat merupakan salah satu desa dengan penghasilan tanaman palawija yang beragam salah satunya kacang panjang (Vigna sinensis L.). Namun, pengabdian masyarakat ini dilakukan karena banyak permasalahan yang dihadapi oleh petani sehingga menyebabkan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis L.)  menurun. Turunnya produksi ini antara lain disebabkan oleh iklim, tanah, pupuk, hama dan penyakit. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman serta mengurangi penggunaan pupuk sintetik yang dapat merusak ekosistem tanah, maka dari itu diberi perlakuan penyiraman pupuk organik cair pada tanah serta penyemprotan pestisida nabati dari daun pepaya untuk mencegah hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Perlakuan ini dibuat untuk melihat hasil respon tingkat pertumbuhan pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.).Long beans (Vigna sinensis L.) are a vegetable plant as a source of vitamins and minerals. Long beans (Vigna sinensis L.) are also a type of legume that is widely cultivated in Indonesia. Gunung Selamat Village is one of the villages with a variety of agricultural crops, one of which is long beans (Vigna sinensis L.). However, this community service was carried out because of the many problems faced by farmers, which caused the growth of long beans (Vigna sinensis L.) to decline. The decline in production was caused, among others, by climate, soil, fertilizers, pests and diseases. Therefore, this community service is carried out to increase plant growth and reduce the use of synthetic fertilizers that can damage the soil ecosystem, therefore it is given the treatment of sprinkling liquid organic fertilizers on the soil and spraying vegetable pesticides from pepaya leaves to prevent pests and diseases that attack long bean plants (Vigna sinensis L.). This treatment was designed to see the results of the growth rate response in long bean plants (Vigna sinensis L.).
Aplikasi Berbasis Mobile untuk Diabetisi dalam Menunjang Ibadah Puasa, Haji dan Umroh Kerja Sama Persadia Unit RSI Sultan Agung Sri Mulyono; Nur Anna Chalimah Sadyah; Minidian Fasitasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.73-84

Abstract

Dari data Kementerian Kesehatan dari Sampel Registration Survey 2014 menyebutkan bahwa diabetes telah menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia, dengan presentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%), Berdasarkan data Riskesdas 2013 (Kemenkes RI, 2013), 90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2, yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun beberapa tahun terakhir makin banyak ditemukan pada usia dewasa muda kurang dari 30 tahun bahkan pada anak-anak dan remaja. Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Jumlah penduduk Indonesia 258 juta 87,2% adalah warga muslim. Sebagai warga muslim disyariatkan untuk melaksanakan berbagai ibadah antara lain ibadah puasa di bulan ramadan, haji dan umroh. Pada saat puasa pasien diabetes tidak makan selama siang hari yang berpeluang menimbulkan kecenderungan makan berlebih pada malam hari. Hal ini berpotensi menyebabkan pasien 5 kali lebih berisiko mengalami hiperglikemia dan sebanyak 7 kali lebih berisiko mengalami hipoglikemia. Kegiatan edukasi program aplikasi berbasis mobile untuk diabetesi sebagai bekal dalam menjalankan ibadah puasa haji dan umroh telah dilaksanakan dengan yang diikuti oleh 348 peserta dengan berbagai unsur peserta antara lain dokter, mahasiswa kesehatan, perawat dan ibu rumah tangga. Aplikasi juga telah didistribusikan di google playstore sehingga masyarakat luas akan lebih mudah mengunduh, memasang dan memakai aplikasi tersebut dimana saja, kapan saja dengan melalui koneksi internet.Data from the Ministry of Health from the 2014 Sample Registration Survey states that diabetes has become the 3rd largest cause of death in Indonesia, with a percentage of 6.7%, after stroke (21.1%) and coronary heart disease (12.9%). Data from Riskesdas 2013 (Kemenkes RI, 2013), 90% of total diabetes cases are type 2 diabetes, which generally occurs in adults. However, in recent years, it is increasingly found in adults less than 30 years, even in children and adolescents. Indonesia is the largest Muslim country in the world. The total population of Indonesia 258 million 87.2% are Muslims. As Muslim citizens, they are obliged to carry out various acts of worship, including fasting in the month of Ramadan, Hajj and Umrah. During fasting, diabetic patients do not eat during the day which may lead to a tendency to overeat at night. This puts the patient 5 times more likely to develop hyperglycemia and 7 times more likely to develop hypoglycemia. Educational activities for mobile-based application programs for diabetes as a provision for carrying out the Hajj and Umrah fasting services have been carried out by 348 participants with various participants including doctors, health students, nurses and housewives. Applications have also been distributed on the Google Play Store so that the wider community will find it easier to download, install and use the application anywhere, anytime via an internet connection.
Literasi bagi Anggota PKK sebagai Upaya Meningkatkan Ketaatan terhadap Kebijakan Pemerintah di Tengah Pandemi COVID-19 Setyasih Harini; Andri Astuti Itasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.31-38

Abstract

Proses pembangunan membutuhkan keterlibatan perempuan. Perempuan sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting dalam perubahan sosial. Peningkatan peran perempuan salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Ketika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah belum dipahami oleh perempuan menjadikannya sebagai kelompok yang terkungkung dalam ketidaknyamanan. Permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan mengadakan pendekatan dengan perempuan dalam kelompoknya melalui literasi dalam bentuk sosialisasi, diskusi dan pelatihan. Perempuan yang tergabung dalam PKK terutama yang berusia lebih dari 50 tahun dari Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo belum mampu memahami kebijakan pemerintah terkait pencegahan terhadap penularan Virus Corona. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota PKK terhadap penyebaran virus yang berskala internasional, kebijakan pemerintah dan melatih menggunakan gawai secara bijak agar bisa memilah informasi secara benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan tersebut  berjalan lancar dan sesuai rencana. Anggota PKK mengalami perubahan positif yakni semakin paham sekaligus menaati kebijakan pemerintah yang berwujud peraturan serta lebih bijaksana dalam menggunakan gawai.The development process requires the involvement of women. Women as part of the community have an important role in social change. One of the increasing roles of women is influenced by government’s policies. When the government’s policies are not yet understood by women, making them a group that is confined in discomfort. These problems can be overcome by approaching women in their groups through literacy in the form of socialization, discussion and training. Women who are members of the PKK especially those aged over 50 years from Wirogunan Village, Kartasura District, Sukoharjo Regency have not been able to understand government policies related to prevention of Corona Virus transmission. This community service activity aims to increase PKK members' understanding of the spread of the virus on an international scale, government policy and train to use smartphone wisely so that they can sort out information correctly. Method that used in this activity are socialization and training. This activity went well and according to the plan. PKK members experienced positive changes, which increasingly understood and obeyed government policies in the form of regulations and wiser in using smartphone.
Meningkatkan Motivasi dan Minat Diri Siswa SMA terhadap Dunia Perkuliahan melalui Webinar KKN Ira Alia Maerani; Arif Setio Budi; Eksanti Eksanti; Imas Ayu Nurdiana; Dewi Martha Islahiyah; Puspita Muthia'tun Ni'mah
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.85-96

Abstract

Minat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi cukup beragam. Sebagian memilih untuk tidak melanjutkan studi dengan bekerja atau bahkan menganggur. Banyak faktor yang menjadi penyebab siswa memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di antaranya yaitu adanya faktor ekstrinsik dan intrinsik. Salah satunya karena faktor ekonomi yang menonjol di masa pandemi Covid-19 ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi untuk menuntut ilmu, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al Mujadilah: 11. Karenanya KKN XI UNISSULA Kelompok KKN 187 melaksanakan salah satu program pilihan yaitu webinar sebagai bentuk kegiatan aktif dan kreatif meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan terutama dalam hal ini dengan sasaran siswa siswi SMA/sederajat sebagai luaran implementasi pengabdian masyarakat. Webinar bertemakan, “Serba-serbi Dunia Perkuliahan dan Motivasi Belajar di Masa Pandemi.” dengan media room online yaitu google meeting. Peserta yang terdiri dari puluhan pelajar SMA di Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Bahkan siswa SMA dari Cikarang, Tangerang, Salatiga dan Demak turut aktif dalam kegiatan ini. Webinar dilaksanakan sebagai wujud edukasi dan meningkatkan motivasi, minat, serta pandangan diri siswa terhadap dunia perkuliahan. Webinar ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana berjalannya kegiatan pendidikan dan berbagai pilihan keputusan yang dapat diambil oleh mahasiswa ketika menjalankan studi kepada siswa SMA/sederajat. Hasil penilaian feedback (umpan balik) menunjukkan bahwa animo peserta terhadap webinar didapatkan bahwa 93,8% partisipan mengungkapkan bahwa mereka termotivasi dan meningkatkan minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan adanya acara webinar ini. Faktor motivasi yang diungkap oleh para pembicara adalah dorongan ukhrowi keyakinan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat mereka yang beriman dan berilmu. Oleh karena itu mereka tertarik untuk menentukan lembaga pendidikan yang lebih mendekatkan kecintaan dan ketakwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Motivasi selanjutnya adalah banyaknya tawaran beasiswa baik dari pemerintah maupun swasta bahkan lembaga amil zakat baik karena memiliki prestasi akademik maupun karena dilatarbelakangi keterbatasan ekonomi. The interest of high school students (SMA) in continuing their education to higher education is quite diverse. Some choose not to continue their studies by working or even unemployed. Many factors cause students to decide not to continue their education to higher education, including extrinsic and intrinsic factors. One of them is due to economic factors that stand out during the Covid-19 pandemic. The purpose of this activity is to increase motivation to study, as the word of Allah SWT in the Qur'an Surah Al Mujadilah: 11. Therefore, KKN XI UNISSULA Group KKN 187 carries out one of the selected programs, namely webinars as a form of active and creative activity to improve the quality of life. community through education, especially in this case with the target of high school students/equivalent as the output of community service implementation. The theme of the webinar is, “The World of Lectures and Motivation for Learning in a Pandemic Period.” with an online media room, namely Google Meeting. The participants consisted of dozens of high school students in Rembang Regency and its surroundings. Even high school students from Cikarang, Tangerang, Salatiga and Demak were actively involved in this activity. Webinars are held as a form of education and to increase students' motivation, interest, and self-view towards the world of lectures. This webinar aims to provide an overview of how educational activities work and the various decision choices that can be made by students when carrying out studies for high school students/equivalent. The results of the feedback assessment showed that the participants' interest in the webinar was found that 93.8% of the participants revealed that they were motivated and increased their interest in continuing their education to higher education with this webinar event. The motivational factor revealed by the speakers was the encouragement of ukhrawi belief that Allah SWT will elevate the degree of those who have faith and knowledge. Therefore, they are interested in choosing an educational institution that brings their love and piety closer to God Almighty. The next motivation is the number of scholarship offers from both the government and the private sector and even amil zakat institutions, both because they have academic achievements and because of economic limitations.
Pendampingan Budidaya dan Pengolahan Nutrasetikal Daun Bangun-bangun Untuk Ibu Rumah Tangga Ika Buana Januarti; Chintiana Nindya Putri
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.39-46

Abstract

Warga dawis Arbey RT 04 RW 04 Kelurahan Sampangan Semarang sebagian besar adalah ibu rumah tangga usia produktif. Lingkungan di daerah ini masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga mendorong pentingnya didirikan kelompok usaha yang memanfaatkan pekarangan rumah. untuk budidaya tanaman obat. Salah satu contoh TOGA yang mudah ditanam adalah daun bangun-bangun (Coleus amboinicus). Daun bangun-bangun berkhasiat sebagai pelancar ASI dengan dibuat menjadi jus siap minum. Pengembangan produk jus daun bangun-bangun perlu didukung oleh sarana prasarana, organisasi, SDM (Sumber Daya Manusia) dan pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan pada warga membudidayakan, mengolah produk daun bangun-bangun dan memasarkannya. Terdapat 2 metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan praktik langsung. Materi penyuluhan adalah cara budidaya, pengolahan dan pemasaran jus daun bangun-bangun. Metode kedua adalah praktik budidaya dan pembuatan jus daun bangun-bangun. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu 15 orang peserta berhasil membudidayakan tanaman bangun-bangun.Most of the residents of dawis Arbey RT 04 RW 04 Kelurahan Sampangan Semarang are housewives of productive age. The environment in this area is still not optimally utilized, thus encouraging the importance of establishing business groups that utilize house yards. for the cultivation of medicinal plants. One example of TOGA that is easy to plant is the leaves of bangun-bangun (Coleus amboinicus). The leaves of the wakes have the effect of facilitating breast milk by being made into ready-to-drink juice. The development of leaf juice products needs to be supported by infrastructure, organization, human resources (human resources) and marketing. This service activity aims to provide skills to residents to cultivate, process leaf-building products and market them. There are 2 methods used, namely counseling and direct practice. The extension material is the method of cultivating, processing and marketing the juice from the leaves. The second method is the practice of cultivating and making leaf juice. The result of this service activity was that 15 participants succeeded in cultivating bangun-bangun.
Pentingnya Komunikasi Efektif dengan Berbahasa Santun Berbasis Religi Terkait Informasi Wabah Virus di Media Online Made Dwi Adnjani; Dian Marhaeni Kurdaningsih; Choiril Anwar
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.97-107

Abstract

Variatifnya ragam konten media sosial yang berkembang di masyarakat harus bisa dipahami dengan bijak. Karenanya butuh pemahaman yang benar dan baik terkait komunikasi bencana melalui sosialisasi komunikasi efektif dengan penggunaaan bahasa yang santun, melalui pendekatan religi kepada masyarakat. Tujuan diadakannya program pengabdian masyarakat ini adalah agar masyarakat lebih mampu memahami konten media dan bagaimana menanggapinya serta apa yang harus dilakukan ketika menyebarkan informasi yang diterimanya melalui media digital. Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi komunikasi efektif dengan bahasa santun di media online dengan pendekatan religi di Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sosialisasi dilaksanakan melalui kolaborasi dengan program kemitraan. Dipilih dua mitra yang aktif yaitu Majelis Taklim dan Kampung KB RW 2 yang mampu mengkoordinasikan warga masyarakat dan peduli pada kesejahteraan baik fisik maupun psikis. Hasil dari program pengabdian ini sangat diharapkan mampu membuka wawasan pada masyarakat terutama warga peserta majelis taklim Gedawang Banyumanik dalam berkomunikasi di dunia maya dan memahami beragam konten di media sosial sehingga mereka dapat lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi hal tersebut. The variety of social media content that develops in society must be understood wisely. Therefore, a correct and good understanding of disaster communication is needed through the sosialization of effective communication with the use of polite language, through a religious approach to the community. The purpose of holding this community service program is so that people are better able to understand media content and how to respond to it and what to do when disseminating some information received through digital media. Therefore, it is necessary to socialize effective communication with polite language on online media with a religious approach in Gedawang, Banyumanik District, Semarang. Socialization is carried out in collaboration with a partnership program. Two active partners were chosen, namely Majelis Taklim and Kampung KB RW 2 who were able to coordinate community members and care for their physical and psychological well-being. The results of this community service program are expected to be able to open insights to the community, especially the members of the Gedawang Banyumanik majelis taklim participants in communicating in cyberspace and understanding various content on social media so that they can be more mature and wiser in responding to this.
Program Kemitraan Masyarakat BUDISDAMBER (Budidaya Ikan dan Sayur Dalam Ember) RT 08 RW X Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Slamet Budirahardjo; Setyoningsih Wibowo; Rahmat Robi Waliyansyah; Bagus Priyatno
Indonesian Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.3.1.47-55

Abstract

Secara umum warga RT 08 RW X Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang berjumlah 40 (empat puluh) Kepala Keluarga. Sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai buruh. Dimasa pandemi seperi ini perekonomian warga menjadi sangat memprihatinkan, banyak pabrik-pabrik/industri/tempat bekerja warga mengalami kerugian yang akibatnya beberapa warga kena PHK. Sementara kebutuhan pangan setiap hari untuk keluarga harus terpenuhi. Kegiatan pendampingan warga dimasa pandemic seperti ini sangatlah dibutuhkan dan sangat membantu warga. Pendampingan merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat dengan kata lain kegiatan yang mengikutsertakan warga dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan warga, selain itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dalam pendampingan ini kami bertugas sebagai pembimbing, perencana, pemotivasi, sumber informasi, penghubung, fasilitator sekaligus sebagai evaluator. Metode pendampingan ini melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi program, pemaparan materi tentang ketahanan pangan, materi tentang system Budisdamber dan diakhiri dengan evaluasi. Target dari kegiatan ini adalah terciptanya ketahanan pangan secara mandiri, bertambahnya pengetahuan tentang sistem Budisdamber yaitu budidaya ikan dan sayur dalam ember yang dapat dilakukan di lahan yang sempit. Dari hasil post test yang telah diisi oleh bapak/ibu peserta yang mendapatkan amanah untuk memelihara ikan dan sayur, tingkat pemahaman tentang ketahanan pangan sebesar 68.13% dan tingkat pemahaman tentang system budidaya ikan dan sayur dalam ember sebesar 57.50%. kesimpulan yang diambil bahwa warga sudah dapat mengaplikasikan pengetahuan ini sebagai bekal ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan sempitnya.In general, the residents of RT. 08 RW. X Kembangarum Village, West Semarang District, Semarang City, totaling 40 (forty) heads of families. Most of the residents work as laborers. During a pandemic like this, the economy of the people is very worrying, many factories / industries / workplaces of residents suffer losses, as a result some residents are laid off. Meanwhile, the daily food needs for the family must be fulfilled. Community assistance activities during a pandemic like this are very much needed and very helpful for residents. Assistance is one of community empowerment in other words, an activity that involves residents in developing the potential that exists in the community, besides that it aims to increase citizen knowledge and improve the welfare of residents. In this assistance, we serve as mentors, planners, motivators, sources of information, liaisons, facilitators as well as evaluators. This mentoring method takes several stages, namely program socialization, presentation of material on food security, material on the Budisdamber system and ending with an evaluation. The target of this activity is the creation of independent food security, increased knowledge of the Budisdamber system, namely the cultivation of fish and vegetables in buckets that can be done in a narrow area. From the results of the post tests that have been filled in by the participating fathers / mothers who received the mandate to raise fish and vegetables, the level of understanding of food security was 68.13% and the level of understanding of the fish and vegetable cultivation system in buckets was 57.50%. The conclusion was drawn that the residents were able to apply this knowledge as a provision for food security by utilizing their narrow land.

Page 5 of 18 | Total Record : 175