cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Program SGK sebagai upaya pembentukan karakter yang kreatif dan berbudaya berbudi luhur di Kadipiro Surakarta Krisdayanti Krisdayanti; Anita Trisiana
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.152-164

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan yang dilakukan ini adalah untuk menumbuhkan karakter anak yang kreatif dan berbudi luhur melalui kegiatan “SGK (Sekolah Gencar Karakter)” serta memberikan wadah kepada anak-anak Kelurahan Kadipiro untuk bermain, berkarya dan belajar bersama para pendidik dan Karang Taruna setempat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di Desa Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Surakarta Solo, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang sudah dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah melalui beberapa tahap, yaitu: 1) Persiapan dan sosialisasi, 2) Realisasi program, dan 3) Evaluasi dan tindak lanjut. Hasil dari penelitian ini ialah terbentuknya anak-anak yang memiliki kreativitas, berbudi luhur serta karakter yang baik. Dengan terbentuknya anak-anak yang berkualitas di Kelurahan Kadipiro akan dapat memberikan pengaruh positif serta perubahan stigma negatif dalam pendidikan anak bagi kaum marginal di seluruh Indonesia, dan di Surakarta pada khususnya. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa SGK (Sekolah Gencar Karakter) Upaya Pembentukan Karakter yang Kreatif dan Berbudaya Berbudi Luhur di Kadipiro dapat terwujud nyata di lingkup masyarakat. Kata Kunci: karakter; kreatif; budaya; Sekolah Gencar Karakter AbstractThe purpose of this activity is to grow the character of children who are creative and virtuous through the activities of "SGK (character Gencar school)" and give the children a container Kadipiro village to play, work and learn together Teachers and the local coral Taruna in the life of daily society in Kadipiro Village, Banjarsari District, Surakarta Solo Regency, Central Java province. The method that will be done in this activity is through several stages, namely: 1) Preparation and socialization, 2) Program realization, and 3) evaluation and follow-up. The result of this study was the formation of children with creativity, nobility and good character. With the formation of quality children in Kelurahan Kadipiro will be able to give positive influence as well as changes in the negative stigma in children's education for the marginal people throughout Indonesia, and in Surakarta in particular. Therefore, it can be concluded that SGK (the school of character Gencar) efforts to build to build creative and culturally-virtuous character in Kadipiro can be realized in real society. Keywords: Character; Creative; Culture; Sekolah Gencar Karakter
Penerapan Polisi Jentik Nyamuk Kids dan Pemeriksaan DDR (Drike Drupple) dalam Upaya Pencegahan Malaria pada Anak SD Advent Doyo Baru Sentani (The Application of Polisi Jentik Nyamuk Kids and DDR (Drike Drupple) Examination in the Prevention of Malaria to Students of SD Advent Doyo Baru Sentani) Sri Wahyuni; Ruth Yogi; Wiwiek Mulyani; Eka Setyaning Suci; Roganda Simanjuntak
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.101-108

Abstract

Polisi Jentik Nyamuk Kids adalah sebuah metode yang dilakukan dengan mendidik siswa SD sebagai pendidik teman sebaya agar mampu membiasakan perilaku pencegahan malaria di lingkungan sekolah, dan di lingkungan rumah tempat tinggalnya. Setelah dilakukan penyuluhan kepada guru sekolah SD Advent Doyo Baru Sentani tentang cara pencegahan malaria, kemudian dilakukan pendidikan kepada para siswa sehingga mereka bisa melakukan upaya pencegahan malaria di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Kemudian orang tua dari siswa tersebut juga diberikan penyuluhan dan evaluasi tentang bagaimana perilaku polisi jentik nyamuk kids di rumah dalam melakukan upaya pencegahan penularan malaria.Polisi Jentik Nyamuk Kids is a method carried out by educating elementary students as peer educators to be able to familiarize malaria prevention behavior in the school environment, and in the home environment where they live. After counseling to Adventist Doyo Baru Sentani elementary school teachers on how to prevent malaria, education is then given to students so that they can make efforts to prevent malaria in the school and home environment. Then the parents of these students were also given counseling and evaluation on how the behavior of the kids mosquito larvae at home in preventing malaria transmission.
Upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus dan senam kaki diabetik terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Kedungringin, Wonogiri Nita Yunianti Ratnasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.105-115

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup. Adapun maksud dan tujuan kami melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan senam kaki diabetik secara rutin untuk menurunkan kadar gula darah. Dalam kegiatan kali ini kami berperan sebagai penyuluh atau narasumber selama prosedur pelaksanaan senam kaki diabetik didemonstrasikan. Untuk memperlancar jalannya acara, kami juga dibantu oleh 10 mahasiswa semester VI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan perkenalan, penjelasan maksud dan tujuan, penyampaian materi DM. Setelah semua materi tersampaikan dilanjutkan penataan lokasi untuk demonstrasi senam kaki diabetik. Peserta duduk diatas kursi yang telah disediakan. Semua terlihat cukup antusias mengikuti setiap instruksi dan contoh gerakan dari penyuluh. Setelah semua materi tersampaikan dilanjutkan evaluasi. Adapun evaluasi subyektif yaitu dengan menanyakan perasaan peserta setelah kegiatan; sedangkan evaluasi obyektif adalah dengan menanyakan kembali urutan gerakan senam kaki yang baru saja dipelajari. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya  senam kaki diabetik. Kata kunci: Penyuluhan kesehatan; diabetes mellitus; pengetahuan; keterampilan; senam kaki diabetik.  AbstractDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous management. Related to the purpose and purpose of conducting this health education activity is to increase public knowledge about DM disease and increase public awareness about doing diabetic foot exercises regularly to increase blood sugar levels. In this activity, we invited as an instructor or resource person during the procedure to demonstrate diabetic foot exercises. To facilitate the running of the event, we were also invited by 10 VI semester students. The series of activities begins with an introduction, an explanation of the intent and purpose, the delivery of DM material. After all the material has been delivered, set diabetic foot exercises. Participants who sit on the seats provided. All seemed enthusiastic enough to follow each instruction and example of the movement of the instructor. After all, the material is delivered. As a subjective evaluation, namely by asking participants' feelings after the activity; While objective evaluation is to re-ask for the sequence of foot exercises that have just been studied. The results of this health education activity were an increase in public knowledge about DM disease and an increase in public awareness of the importance of diabetic foot exercises. Keywords: Health extension; diabetes mellitus; knowledge; skills; diabetic foot gymnastics.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Dhika Juliana Sukmana; Hardani Hardani; Irawansyah Irawansyah
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.19-26

Abstract

AbstrakPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi PTM terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko PTM di Provinsi NTB antara lain adalah hipertensi, obesitas dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya PTM menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh enggannya masyarakat memeriksakan diri selama belum merasa sakit. Penanggulangan faktor resiko PTM dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat PTM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tes kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini PTM. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan dua metode, yaitu diskusi dan praktik langsung untuk memeriksa kesehatan peserta. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan kesehatan cukup baik dengan rata-ata hasil pemeriksaan normal. Hanya saja dari kegiatan ini dijumpai dua peserta dengan hasil gula darah diatas 300 mg/dL. Dengan adanya kegiatan semacam ini, masyarakat menjadi semakin sadar akan pentingnya tes kesehatan secara berkala untuk deteksi dini PTM.  Kata Kunci: PTM, Pemeriksaan Kesehatan, Gula Darah, Asam Urat.Abstract Non-communicable Diseases (NCD) are a chronic and not transmitted from preson to person. The prevalence of NCDs seems to be increased along with life style change into unbalance style. Risk factors of PTM in NTB are hypertension, obesity and diabetes. Less of knowledge and awareness to NCD’s risk lead early detection and prevention based on health facilities to be less effective. This is also caused by the reluctance of people to check themselves before they feel sick. Management of PTM risk factors and community-based prevention is a solution that can be done to reduce the risk or mortality rate due to PTM. This community service activities aims to increase people awareness due to the importance of periodicly doing medical check-up in order to screen NCDs. We conduct this activity in two methods, discussion and practically check people health status. Overall, the result was fine. But, two of the participant have blood glucose more than 300 mg/dL. By this community services, peoples become aware about the importance of medical check-up in early detection of NCD.  Keywords : NCD; Medical Check Up; Blood Glucose; Uric Acid.
Pemberdayaan ibu-ibu PKK pengolahan limbah minyak goreng bekas menjadi sabun cair di desa Sidorejo kabupaten Semarang Maria Mita Susanti; Margareta Retno Priamsari
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.48-61

Abstract

AbstrakMinyak goreng bekas merupakan limbah rumah tangga yang seringkali dibuang tanpa adanya pengolahan karena dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis lagi. Pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai ekonomis limbah minyak goreng bekas dengan menciptakan wirausaha baru (home industry) melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah. Program pengabdian dilaksanakan pada kelompok PKK RT 01 RW 09 desa Sidorejo, kecamatan Bergas kabupaten Semarang selama 6 bulan. Keaktifan kegiatan PKK desa Sidorejo dalam lingkup tersebut sangat baik, hal ini terlihat dari peran serta dan prestasi yang telah diraih sebagai juara 2 dalam lomba POSDAYA tingkat kabupaten Semarang. Dari pengamatan tim pengusul permasalahan yang dihadapi adalah belum maksimalnya pemanfaatan limbah minyak goreng bekas untuk didaur ulang menjadi produk yang mempunyai nilai guna dan nilai ekonomis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi: 1) Sosialisasi dampak penggunaan minyak goreng bekas; 2) Pengenalan tentang pemanfaatan minyak goreng bekas; 3) Workshop pembuatan produk sabun cair dari bahan minyak goreng bekas. Hasil dari kegiatan ini memberikan kontribusi besar bagi ibu-ibu dan terbentuk suatu keterampilan baru dalam mengolah minyak goreng bekas sehingga terbentuk jiwa wirausaha. Keywords: Minyak goreng bekas; sabun cair; wirausaha.  Abstract Used cooking oil is household waste which is often disposed of without processing because it is considered to have no economic value anymore. The implementation of this service aims to help increase the economic value of used cooking oil waste by creating new industries (home industries) through increasing skills in processing waste. The service program was held in PKK RT 01 RW 09 Sidorejo Village, Bergas District, Semarang Regency for 6 months. The activeness of the Sidorejo village PKK activities in that scope is very good, this can be seen from the participation and achievements that have been achieved as runners-up in the POSDAYA competition at the Semarang district level. From the observation of the proposing team the problem faced was that the utilization of used cooking oil waste was not maximized to be recycled into products that have use value and economic value. The methods carried out in this activity include: 1) Dissemination of the effects of using used cooking oil; 2) Introduction to the use of used cooking oil; 3) Workshop on making liquid soap products from used cooking oil. The results of this activity make a major contribution to mothers and new skills are formed in processing used cooking oil so that an entrepreneurial spirit is formed.  Keywords: Used cooking oil; liquid soap; entrepreneurship
Program Agroschooling pada Siswa Sekolah Dasar SD 01 Manang untuk Meningkatkan Minat terhadap Bidang Pertanian Wahyu Adhi Saputro; Fachruddin Edi Nugroho Saputro
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.1.68-79

Abstract

AbstrakJumlah penduduk yang semakin meningkat diikuti dengan selarasnya kebutuhan pangan namun tidak diikuti dengan peningkatan sektor pertanian di Indonesia ditunjukkan dengan semakin berkurangnya minat anak muda di bidang pertanian. Permasalahan mengenai penurunan minat anak muda di pertanian hakikatnya menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak karena menjadi faktor penghambat pertumbuhan pembangunan pertanian. SD Negri 01 Manang merupakan mitra yang tepat untuk diberikannya kurikulum pendidikan anak yang diselipkan arti penting pertanian sehingga dari masa kanak-kanak potensi pertanian untuk masa depan tertanam dalam pola pikir mereka. Solusi mengenai model edukasi pertanian sejak dini dirasa sangat tepat menarik minat anak-anak dan disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan kesenangan setiap anak sehingga dampaknya dapat meminimumkan dampak ketidaktertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian. Program Agroschooling memiliki tujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak sekolah dasar mengenai pentingnya dunia pertanian dan pengelolaan lingkungan alam sekitar. Metode yang diberikan dalam program agroschooling anak-anak SD menonton secara virtual video tentang pertanian, kemudian ditanyai dengan beberapa pertanyaan di kuesioner dengan bantuan mahasiswa mengenai cita-cita dan kesukaan di bidang pertanian. Acara dilanjutkan dengan penanaman tanaman di ikuti dengan pertanyaan kuesioner untuk menanyai apakah ada yang ingin berganti cita-cita setelah mengikuti program Agrochooling. Data-data tersebut di analisis menggunakan linkert dan diinputkan dalam rating scale. Selain itu digunakan analisis before dan after untuk melihat peningkatan anak-anak yang ingin bekerja di sektor pertanian sebelum dan sesudah diadakan program Agroshcooling. Survei awal membuktikan bahwa sebanyak 0% dari siswa dan siswi SD yang bercita-cita ingin bekerja di sektor pertanian. Peningkatan persentase keinginan bekerja para siswa dan siswi di SD 01 Manang di bidang pertanian terjadi sebanyak 15,38% setelah diadakannya program Agroschooling. Persepsi para siswa dan siswi terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai agroschooling masuk ke dalam kategori  baik. Harapannya akan adanya kelanjutan pengabdian dengan survey ketertarikan siswa terhadap pertanian.  Kata kunci: Pertanian; Agroschooling AbstractIncreasing population followed by harmonious food needs but not followed by an increase in the agricultural sector in Indonesia is shown by the decreasing interest of young people in agriculture. The problem regarding the decline of young people's interest in agriculture is of particular concern to various parties because it is a factor inhibiting the growth of agricultural development. SD Negri 01 Manang is the right partner for child education curriculum which is tucked in the importance of agriculture so that from childhood childhood the potential of agriculture for the future is embedded in their mindset. The solution regarding the agricultural education model from the beginning is felt to be very appropriate to attract the interests of children and adapted to the needs, abilities and enjoyment of children so that the impact can minimize the impact of the young generation's disinterest in agriculture. The method given in the agroschooling program for elementary school children watched a virtual video about agriculture, then was asked a number of questions in the questionnaire with the help of students about their ideals and preferences in agriculture. The program was followed by planting plants followed by questionnaire questions to ask if anyone wanted to change their goals after joining the Agrochooling program. The data is analyzed using linkert and entered in the rating scale. Also used before and after analysis to see the increase in children who want to work in the agricultural sector before and after the Agroshcooling program was held. The Agroschooling Program aims to introduce elementary school children about the importance of agriculture and the management of the surrounding natural environment. Initial survey prove that as many as 0% of elementary school students want to work in the agricultural sector. The increase in the percentage of students wanting to work at SD 01 Manang in agriculture occurred as much as 15.38%. The perception of students and students of community service activities regarding agroschooling into the good category. The hope is that there will be continued service by surveying student’s interest in agriculture  Keywords: Agriculture; Agroschooling
Dukungan Psikososial terhadap Anak Penderita Retardasi Mental di SLB Widya Bhakti Semarang Ahmadi Nur Huda; Elly Noerhidajati; Rizki Woro Hastuti; Siti Maesaroh
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.151-161

Abstract

Mitra merupakan siswa-siswi SLB Widya Bhakti Semarang yang mempunyai keterbatasan intelektual dan adaptasi. Untuk membantu mengurangi keterbatasan mitra diberikan dukungan psikososial. Kegiatan ini bertujuan menganalisis data demografi dan respons mitra terhadap dukungan psikososial. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode kemitraan dengan sifat pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana, dilakukan pemberian dukungan psikososial berupa edukasi remidiasi kognitif, permainan sederhana, nyayian hiburan dan lagu perjuangan sebagai penyemangat. Hasilnya didapatkan mitra sebanyak 42 orang (100 %) data demografi  berdasarkan jenis kelamin terbanyak laki-laki  27 anak (64,3 %), umur terbanyak 11-13 tahun 23 anak (54,8 %) agama mitra terbanyak Islam 39 anak (92,8 %), alamat terbanyak Semarang 36 anak (85,6 %), kelas mitra terbanyak 1-2 ada  15 anak  (35,7 %), pekerjaan orang tua terbanyak adalah swasta 31 anak (73,8 %). Setelah dilakukan program kemitraan masyarakat dengan pendekatan psikososial terdapat respons mitra yang bervariasi. Terbanyak mitra menyatakan: menyenangkan 42 anak (100 %), bermanfaat 42 anak (100 %), diperlukaan 37anak (88,1 %), kegiatan ini baik 42 anak (100 %), menyukai 38 anak (90,5 %). Our partners in this activity were SLB Widya Bhakti Semarang students who have intellectual and adaptation limitations. To help reduce the limitations of partners, psychosocial support was provided. This activity aimed to analyze demographic data and partners' responses to psychosocial support. The method of implementing this activity used a partnership method with a simple qualitative and quantitative approach, providing psychosocial support in the form of cognitive remediation education, simple games, entertainment songs and struggle songs as encouragement. The results obtained partners as many as 42 people (100%), the most demographic data based on gender were 27 boys (64.3%), the most age 11-13 years 23 children (54.8%) the most partner religion was Islam 39 children (92.8%), most address Semarang 36 children (85.6%), most partner class 1-2 there were 15 children (35.7%), most parents work was private 31 children (73.8%). After the community partnership program was carried out with a psychosocial approach, there were various responses from partners. Most partners stated: it was fun for 42 children (100%), useful for 42 children (100%), needed for 37 children (88.1%), this activity was good for 42 children (100%), liked 38 children (90.5%). 
Meningkatkan kompetensi kepala sekolah swasta di Kota Semarang berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Nuridin Nuridin; Ira Alia Maerani; Muhammad Muchtar Arifin Soleh; Khairul Anwar
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.165-174

Abstract

AbstrakKepala sekolah memiliki peran sentral dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Mengingat peran sentral tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah yang mengatur tentang persyaratan, penyiapan, proses pengangkatan, penugasan, pengembangan keprofesian berkelanjutan, pembinaan, dan penilaian prestasi kerja kepala sekolah serta pemberhentian tugas kepala sekolah. Meskipun demikian, peran sentral dan peraturan ini belum sepenuhnya diketahui dan dipahami oleh para guru dan kepala sekolah. Berdasarkan pengamatan penulis, lembaga pendidikan swasta belum dikelola secara optimal. Indikasinya adalah mayoritas mutu sekolah swasta masih sangat perlu ditingkatkan, minimnya pelatihan kepala sekolah dan masih rendahnya kompetensi kepala sekolah. Pengabdian Masyarakat ini diselenggaraan dengan tujuan untuk memotivasi para kepala sekolah swasta untuk berikhtiar secara terus menerus meningkatkan kompetensinya. Metode peningkatan kompetensi kepala sekolah dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada manajemen dan kepemimpinan sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 tahun 2018. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman kepala sekolah tentang kompetensi, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, kemampuan manajerial dan efektifitas kepemimpinan. Kata Kunci: kompetensi guru; kepala sekolah; Permendikbud No.6 Tahun 2018 AbstractThe principal has a central role in managing the school in order to achieve educational goals. The  central role are the government has issued Minister of Education and Culture Regulation (Permendikbud) No. 6 of 2018 concerning the Assignment of Teachers as Principals governing the requirements, preparation, appointment process, assignments, continuing professional development, coaching, and evaluating the work performance of principals as well as dismissal of principals' duties. However, this central roles and regulations are not yet fully understood by teachers and principals. .Based on the writer's observation, private education institutions have not been managed optimally. The indications are that the majority of the quality of private schools still needs to be greatly improved, the lack of training of school principals and the still low competency of principals. This Community Service is held with the aim to motivate private school principals to endeavor to continuously improve their competence. The principal competency improvement method is carried out through education and training that focuses on school management and leadership based on Permendikbud number 6 of 2018. The training results indicate that there is an increase in principals 'understanding of the principals' competencies, principal tasks and functions, managerial abilities and leadership effectiveness. Keywords: teachers’ competence; principals; Permendikbud No.6 Tahun 2018
Kelayakan Geosite dan Geomorphosite Kawasan Desa Wisata Limbasari sebagai Potensi Geowisata Desa Limbasari Huzaely Latief Sunan; Widhiatmoko Herry Purnomo; Nur Chasanah; Gito Sugiyanto; Tigar Putri Adhiana; Hesti Susilawati; Rani Aulia Imran; Akhmad Khahlil Gibran; Suroso Suroso; Teguh Cahyono; FX Anjar Tri Laksono
Indonesian Journal of Community Services Vol 2, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.2.2.109-117

Abstract

Desa Limbasari secara geografis terletak di Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Desa Limbasari merupakan salah satu desa wisata yang baru di Kabupaten Purbalingga. Desa ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dalam segi wisata kebumian dan geoheritage. Daya tarik wisata yang ada berupa River Tubing, landscape pegunungan batuan gunung api yang terdapat batu jasper hijau “nogo sui”, dan situs kebudayaan prasejarah. Di samping itu keunikan budaya serta sejarah masyarakat juga menjadi daya tarik bagi masyarakat perkotaan. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah mengulas kelayakan geosite dan geomorphosite di Desa Limbasari sebagai sebuah solusi bagaimana memanfaatkan kekayaan geologi beserta berbagai dinamikanya untuk kegiatan wisata edukasi dan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pemetaan potensi geologi sebagai kawasan wisata, inventarisasi pada lokasi yang mempunyai cagar budaya dan sejarah serta wawancara dengan pihak terkait dan studi literatur. Dari hasil kelayakan di kawasan wisata Limbasari mempunyai nilai kelayakan antara 47.5% - 73.5%. Dengan demikian, Kawasan Desa Wisata Limbasari, Kabupaten Purbalingga layak menjadi objek geowisata dengan aspek penilaian didasarkan pada nilai kuantifikasi berbagai keindahan antara alam dan proses geologi yang mengontrol terbentuknya obyek geowisata tersebut.Limbasari Village is geographically located in Bobotsari Subdistrict, Purbalingga Regency. Limbasari Village is one of the new tourism villages in Purbalingga Regency. This village has great potential to be developed as a tourist destination in terms of earth tourism and geoheritage. The tourist attractions are River Tubing, mountainous volcanic mountain landscape with green jasper stone "nogo sui", and prehistoric cultural sites. In addition, the cultural and historical uniqueness of the community is also an attraction for urban communities. The purpose of this study is to review the potential of Geotourism and geoheritage in the Village of Limbasari as a solution to how to utilize the rich geological and cultural sites along with various dynamics for educational activities that are environmentally friendly education and economy. The method used in this study is the mapping of geological potential as a tourist area, an inventory of locations that have cultural and historical reserves as well as interviews with relevant parties and literature studies. From the results of research in the tourist area Limbasari has a feasibility value between 47.5% - 73.5%. Thus, the Limbasari Tourism Village Area, Purbalingga Regency deserves to be a geotourism object with the assessment aspect based on the quantification value of various beauties between nature and the geological process that controls the formation of the geotourism object.
Pengenalan printing 3D dan software Autodesk Fusion untuk guru dan siswa SMK di eks karisidenan Surakarta Onery Andy Saputra; Sudiro Sudiro
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.83-94

Abstract

AbstrakSalah satu teknologi yang saat ini mulai dimanfaatkan masyarakat untuk memproduksi komponen yaitu printing tiga dimensi. Printing tiga dimensi merupakan alat bantu membuat komponen otomotif dari desain tiga dimensi menjadi komponen nyata. Kebermanfaatan alat printing 3 dimensi ini ke depan sangat besar, pada saat membutuhkan komponen kita hanya perlu mendesain komponen tersebut didalam aplikasi dan selanjutnya dicetak menggunakan printing tiga dimensi. Permasalahan guru dan siswa SMK otomotif yang membutuhkan komponen otomotif yang langka dapat diantisipasi dengan penggunaan printing tiga dimensi. Alat printing tiga dimensi mampu membuat komponen sesuai dengan kebutuhan dari guru dan siswa. Sehingga guru dan siswa otomotif memerlukan pengetahuan dan pelatihan mengenai printing tiga dimensi beserta cara pembuatan komponen dengan alat printing tiga dimensi. Sehingga pelatihan printing tiga dimensi sangat bermanfaat bagi siswa dan guru. Tempat pelaksanaan pelatihan dilakukan di Laboratorium Politeknik Indonusa Surakarta. Waktu pelaksanaan pelatihan adalah tanggal 3 November 2018. Peserta pelatihan yaitu guru dan siswa SMK se-karisidenan Surakarta, dengan jumlah guru 12 dan siswa sebanyak 10 siswa dari SMK-SMK di wilayah Surakarta. Pelatihan dilakukan dengan metode penyampaian materi serta pelatihan dan diskusi. Hasil pelaksanaan pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai software untuk desain 3 Dimensi yang gratis untuk dunia pendidikan. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat desain 3 Dimensi dalam aplikasi Autodesk Fusion 360. Serta keterampilan yang diperoleh oleh peserta yaitu keterampilan pembuatan desain 3 dimensi sekaligus melakukan cetak desain yang dibuat menjadi benda yang nyata dalam bentuk 3 dimensi. Kata kunci: 3D; printing; pelatihan; guru. AbstractOne technology that is currently being used by the community to produce components is to print three dimensions. Printing three dimensions into a tool makes automotive components from three-dimensional design a real component. The usefulness of this 3-dimensional printing tool is very large, when a component is needed we only need to design the component in the application and then need to use three-dimensional printing. The problem of automotive vocational teachers and students who need automotive components that can be anticipated by using three-dimensional printing. Three-dimensional printing tools are able to make components according to the needs of the teacher and students. Related to automotive teachers and students, knowledge and training about three-dimensional printing is needed in how to make components with three-dimensional printing. Printing three-dimensional training is very beneficial for students and teachers. The place for conducting the training was conducted at the Indonusa Surakarta Polytechnic Laboratory. The time for the training is November 3, 2018. The trainees are vocational teachers and students from Surakarta residency, with 12 teachers and 10 students from Vocational Schools in the Surakarta region. The training was conducted with the method of delivering material and training and discussion. The results of the training are that trainees gain knowledge and insights about software for 3-dimensional design that is free for the world of education. Participants also obtained 3-dimensional design skills in the Autodesk Fusion 360 application. As well as the skills gained by participants, they were three-dimensional design skills to create designs that were made into real objects in 3-dimensional form. Keywords: 3D; printing; training; teacher

Page 2 of 18 | Total Record : 175