cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Psibernetika
ISSN : 19793707     EISSN : 25810871     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psibernetika (P-ISSN 1979-3707, E- ISSN 2581-0871) adalah jurnal psikologi yang berfokus pada hasil-hasil penelitian ilmiah psikologi yang mencakup Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Positif. Jurnal Psibernetika diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Jurnal Psibernetika terbit dua kali dalam setahun di bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
GAMBARAN SOCIAL CONNECTEDNESS REMAJA DAN ADIKSI INTERNET Daffa, Athia
Psibernetika Vol 17, No 1 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i1.4635

Abstract

Terdapat banyak manfaat yang diberikan internet kepada penggunanya termasuk remaja, seperti pada internet remaja akan dengan cepat mendapatkan informasi dan dapat mencari teman atau mengirimkan foto melalui media sosial. Namun remaja sebagai salah satu pengguna internet cenderung belum mampu untuk menyaring hal-hal baik atau buruk di internet. Pada masa remaja juga individu akan memiliki tingkat keingintahuan yang sangat tinggi, namun bagian otak yang mengontrol perilaku masih berkembang sehingga akan lebih rentan terkena dampak buruk dari internet seperti adiksi internet. Disisi lain adiksi internet membuat individu tidak dapat berhubungan dengan orang lain dan berdampak pada kurangnya partisipasi di kehidupan nyata dalam masyarakat sehingga berpengaruh pada rendahnya social connectedness individu. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran social connectedness remaja dan adiksi internet. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 204 remaja dan 75 remaja untuk uji coba. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun variabel adiksi internet pada penelitian ini diukur dengan menggunakan skala adiksi internet yang disusun oleh peneliti mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Kuss dan Griffiths (2015). Sedangkan variabel social connectedness digunakan skala social connectedness yang disusun oleh peneliti mengacu pada aspekyang dikemukakan oleh Lee dan Robbins (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki tingkat social connectedness yang rendah walaupun tingkat adiksi internet remaja juga rendah.
PEMBELAJARAN PADA SAAT PANDEMI: PERAN METAKOGNISI DALAM HUBUNGAN STUDENT AUTONOMY DENGAN STUDENT ENGAGEMENT MAHASISWA TAHUN PERTAMA Sinaga, Nurtaty; Prasetiyo, Hilda Octavianty
Psibernetika Vol 16, No 2 (2023): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v16i2.4655

Abstract

Kegiatan pembelajaran online pada masa pandemi covid-19 tidaklah mudah. Selain menghadapi situasi pembelajaran yang baru, sebagian besar mahasiswa tahun pertama merasa tidak siap dengan pembelajaran online karena situasi lingkungan sekitar yang kurang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran metakognisi dalam hubungan student autonomy dengan student engagement pada mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini melibatkan 120 orang mahasiswa tahun pertama yang mengikuti pembelajaran online, yang terdiri dari 95 orang mahasiswi dan 25 orang mahasiswa dengan rentang usia 17 sampai 22 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Autonomous Learning Scale (ALS), Student Course Engagement Questionnaire (SCEQ) dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI). Data dianalisis dengan menggunakan program Jeffreys’s Amazing Statistic Program (JASP) versi 0.16.2.0.  Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat efek mediasi metakognisi secara parsial terhadap hubungan student autonomy dengan student engagement yang signifikan.
The Dark Tetrad Personality dan Sense of Humor, Apakah Berkaitan? Irmawan, Dhani
Psibernetika Vol 17, No 1 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i1.4752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai Pengaruh The Dark Tetrad Personality terhadap Sense of Humor. Humor yang terjadi sebagian besar adalah sebuah tragedi saat itu bagi individu yang mengalaminya kemudian diceritakan kembali pada saat yang berbeda. Proses menghasilkan humor tidak lepas dari kepribadian. Individu dengan kepribadian gelap disinyalir dapat menceritakan tragedi yang dialami maupun dilihatnya untuk dijadikan lelucon di kesempatan yang berbeda. Individu yang kecenderungannya memiliki ciri-ciri kepribadian gelap akan memiliki kecenderungan untuk menggunakan gaya humor negatif. Interaksi antara kepekaan humor individu dengan kepribadian gelap menjadi menarik minat peneliti untuk ditelaah lebih jauh. Hal tersebut juga dapat berkaitan dengan bagaimana individu dapat mengekspresikan humor yang ada dalam dirinya. Sebanyak 132 responden ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji analisis korelasi didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian gelap seseorang dengan kepekaan atau cita rasa humor yang dimiliki oleh individu. Namun hasil unik didapatkan bahwa ternyata kepribadian Narcistic yang merupakan bagian dari kepribadian gelap individu memiliki hubungan yang signifikan dan arahnya positif dengan kepekaan atau cita rasa humor yaitu Towards Attitude Humor (pengungkapan humor), Humor Production (membuat humor), Coping Humor (menggunakan humor) serta Appreciation Humor (apresiasi humor).
Pengaruh Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Motivasi Siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Putri, Ratih Ilmi
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.4341

Abstract

AbstrakProses belajar merupakan sebuah proses yang tiada henti dan akan selalu melekat pada diri individu. Orang tua sebagai sumber dukungan sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari motivasi dalam membantu keberhasilan akademik siswa dan hendaknya ditanamkan sedini mungkin, sehingga orang tua dapat menjadi guru pertama dalam memaksimalkan proses belajar. Untuk menunjang motivasi yang baik di sekolah, siswa perlu mendapatkan dukungan sosial dari orang tua sehingga dapat membantu meningkatkan motivasinya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat apakah terdapat pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi sebab-akibat. Jumlah sampel sebanyak 169 orang siswa kelas VII-IX di SMPN 3 Lembah Gumanti dengan teknik pengambilan sampel secara random berstrata proporsional. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnaire) yang dibuat oleh Pintrich dkk (1991) (α = .878) dan menggunakan skala dukungan sosial orang tua oleh Putri (2022) (α = .912). Hasil pada penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok (p < .05), semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi, begitu juga sebaliknya. Adapun nilai sumbangan efektif (R2) sebesar .049. dapat diartikan bahwa dukungan sosial orang tua memberikan pengaruh sebesar 4,9% terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti.
Hubungan Antara Fear of Missing Out dengan Perilaku Phubbing pada Remaja Margaretha, Alicia Augustine
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.6284

Abstract

Abstrak Internet memiliki peranan penting bagi siapapun termasuk pada remaja yang lahir di era digital. Meski dapat membawa kemudahan, internet tetap dapat membawa dampak negatif. Salah satu dampak yang dapat dirasakan oleh remaja adalah munculnya fear of missing out dan perilaku phubbing. Jadi, tujuan penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mencari hubungan antara fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja. Responden penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun yang aktif menggunakan aplikasi smartphone, terutama media sosial. Adapun jumlah responden penelitian ini adalah sebanyak 550 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) dan Generic Scale of Phubbing (GSP). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional.Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang bersifat searah antara fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja. Dalam penelitian ini, remaja yang mengalami fear of missing out berada pada kategori sedang (33,5%), sedangkan yang mengalami perilaku phubbing berada pada kategori rendah (42%). Berdasarkan hasil uji beda, dapat diketahui bahwa jenis kelamin yang lebih umum memunculkan perilaku FoMO dan phubbing adalah perempuan. Berdasarkan usia, tidak terdapat perbedaan baik pada variabel FoMO maupun phubbing. Berdasarkan durasi bermain smartphone, durasi 7-10 jam dan >10 jam lebih banyak potensi untuk memunculkan perilaku FoMO dan phubbing. Berdasarkan aplikasi yang paling sering digunakan, media sosial lebih besar potensinya dalam memunculkan FoMO dan game lebih besar potensinya dalam memunculkam perilaku phubbing. Berdasarkan media sosial yang paling sering digunakan, tidak ada perbedaan, baik pada variabel FoMO maupun phubbing.Kata Kunci: Fear of Missing Out, Phubbing, Remaja. Abstract The internet has an important role for everyone, including teenagers born in the digital era. Even though the internet can bring convenience, the internet still has a negative impact. One of the excessive usage of the internet could negatively damage the mental health of its user and trigger some type of behavior such as fear of missing out and phubbing. So, the aim of this research is to find the correlation between fear of missing out and phubbing behavior in teenagers. The respondents of this research are teenagers aged between 15-18 years who actively use smartphone applications, especially social media. This research gathers a total of 550 respondents who are chosen selectively using the purposive sampling technique. Data collection is carry out with measuring instruments Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) and Generic Scale of Phubbing (GSP). The research method used is a quantitative research method with correlational techniques. The result of this research is that there is a unidirectional positive correlation between fear of missing out and phubbing behavior in teenagers. In this study, teenagers who experience fear of missing out are in the medium category (33.5%), while those who experience phubbing behavior are in the low category (42%). Based on the results of the difference test, it can be seen that the gender that is more common in causing FoMO and phubbing behavior is female. Based on age, there is no difference in either the FoMO or phubbing variables. Based on the duration of playing smartphones, the duration of 7-10 hours and >10 hours has more potential to cause FoMO and phubbing behavior. Based on the most frequently used applications, social media has a greater potential to cause FoMO and games have a greater potential to cause phubbing behavior. Based on the most frequently used social media, there is no difference in either the FoMO or phubbing variables.Keywords:  Fear of Missing Out, Phubbing, Teenagers.
Hubungan Hardiness dengan Coping Strategies pada Siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam Menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer Suri, Puti Bidara
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.4542

Abstract

Siswa Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri dapat mengikuti Seleksi Nasional berdasarkan Tes (SNBT) dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dalam menghadapi ujian tersebut, siswa akan dihadapkan oleh berbagai hal yang dapat memicu stres, sehingga perlu dilakukannya coping strategies. Salah satu karakteristik kepribadian yang dapat berperan penting dalam mempengaruhi pemilihan coping strategies adalah hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hardiness dengan coping strategies pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan desain korelasional dengan teknik analisis Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini berjumlah 220 orang siswa SMAN 8 Pekanbaru yang mengikuti UTBK, sampel didapatkan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakuan dengan adaptasi alat ukur Brief COPE yang mengukur tiga jenis coping, yaitu problem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctional coping, serta alat ukur Dispositional Resilience Scale: A Short Hardiness Measure (DRS-15). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan problem-focused coping (p = <.05; r = .335) dan emotional-focused coping (p = <.05; r=.302) serta hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan dysfunctional coping (p=<.05; r =-.167) pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
BICARA TANPA RAGU: PERAN EFIKASI DIRI DALAM MENANGANI KECEMASAN MAHASISWA PADA SAAT PRESENTASI Reza, Khoirur; Wahyuni, Vara Dwi; Asrofiyah, Risa Munna; Jannah, Miftakhul
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.6296

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh self efficacy terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa di Universitas X. Salah satu tugas umum yang didapatkan seorang mahasiswa saat perkuliahan adalah presentasi.Tantangan serta masalah yang dihadapi oleh mahasiswa terhadap kecemasan berbicara di depan umum berupa perasaan takut, tidak percaya diri, dan tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki sehingga menimbulkan kecemasan ketika berbicara di depan umum dan perlu untuk diatasi dengan cara meningkatkan keyakinan individu terhadap kemampuannya agar dapat menjalankan dan menyelesaikan segala tugas dan tuntutan dengan baik. Kecemasan berbicara di depan umum dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal ataupun eksternal, diantaranya adalah efikasi diri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi yang mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jenis teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan sampel berjumlah 68 responden Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang didasarkan pada perhitungan Isaac & Michael, sehingga sampel yang dipakai dapat representatif untuk menggambarkan populasi. Alat ukur yang di gunakan untuk mengukur efikasi diri adalah General Self Efficacy Scale (GSES) yang telah diadaptasi ke dalam versi Indonesia dan speed anxiety thoughts inventory yang telah ditelah dikembangkan. Hasil penelitian membuktikan bahwa self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada responden mahasiswa Universitas Negeri Surabaya . Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar .00 (p<.05) dan nilai koefisien R2 (R-square) sebesar .196 yang berarti bahwa self- efficacy mempengaruhi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa yang menjadi responden sebesar 13.4%. 
GAMBARAN CYBERBULLYING VICTIMIZATION PADA REMAJA DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Putri, Andhra Octora Wiwansyah; Fitri, Regina Yunita; Makna, Khiyara Hidayatul; Helvira, Miranda; Shofrotun, Briliana Falasifa; Sari, Liliyana
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.4639

Abstract

Cyberbullying merupakan salah satu perilaku agresif yang dapat terjadi di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat cyberbullying yang dialami oleh remaja (disebut dengan cyberbullying victim), khususnya di media sosial Instagram. Sejumlah 119 subjek berusia 12-21 tahun dan aktif menggunakan media sosial Instagram direkrut dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Cyber Victim and Bullying Scale (Cetin et al., 2011) setelah melalui proses adaptasi ke bahasa Indonesia. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas subjek mengalami cyberbullying di media sosial Instagram pada tingkat rendah (86,6%) sedangkan sisanya berada pada tingkat sedang (13,4%). Subjek menyatakan bahwa perilaku cyberbullying yang dialami adalah tuduhan yang tidak benar, penghinaan, dan kiriman pesan mengandung unsur seksual atau ancaman. Berdasarkan hasil tersebut, fenomena cybervictim remaja di media sosial Instagram berada pada kategori rendah. Namun demikian, pengawasan orang tua terhadap remaja dalam penggunaan media sosial masih perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya cyberbullying.
Komparasi Kemampuan Pembelajaran Tim Generasi Z: Tinjauan Antara Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia Putri, Syifarani; Lubis, Rahmawati; Farsya, Safira; Komalasari, Shanty
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.5277

Abstract

Pendidikan tinggi di Indonesia berperan penting dalam mempersiapkan generasi Z menghadapi masa depan yang dinamis. Salah satu aspek kunci dari persiapan ini adalah kemampuan belajar tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri Swasta di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran antara kedua kelompok. Namun, perbedaan karakteristik siswa dapat mempengaruhi partisipasi mereka dalam pembelajaran tim. Hal ini terlihat dari analisis berdasarkan perbandingan hasil deskriptif yang menunjukkan perbedaan kemampuan pembelajaran tim antara kedua kelompok, dengan rata-rata mahasiswa generasi z di Perguruan Tinggi Swasta (36.010) cenderung lebih tinggi dibandingkan di Perguruan Tinggi Negeri (4.172). Temuan ini menunjukkan bahwa kita perlu memahami lebih dalam komponen-komponen yang mempengaruhi perbedaan-perbedaan ini jika kita ingin membuat rencana pendidikan yang baik.
Pengaruh Coping Strategies terhadap Psychological Distress pada Remaja Panti Asuhan Savitri, Rizki Indriana Wulan
Psibernetika Vol 17, No 2 (2024): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v17i2.6168

Abstract

Remaja panti asuhan mengalami berbagai kondisi seperti kurangnya bimbingan orangtua, kurang kasih sayang pengasuh karena ketidakseimbangan jumlah pengasuh dan anak asuh mengakibatkan tidak terpenuhi dengan baik emosional remaja panti asuhan, harus mematuhi aturan dan diberlakukan hukuman bagi mereka yang melanggar, serta ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ekonomi atau materi karena hanya mengandalkan yayasan dan donator. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh coping strategies terhadap psychological distress pada remaja panti asuhan. Partisipan berjumlah 123 remaja dari enam panti asuhan di Kota Padang melalui teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data variabel coping strategies menggunakan Brief COPE dan instrument psychological distress menggunakan The Kessler Psychological Distress Scale (K10) telah diadaptasi dalam konteks Indonesia. Analisis data menggunakan uji One Way Anova menunjukkan terdapat pengaruh antara coping strategies terhadap psychological distress pada remaja panti asuhan. Implikasi penelitian ini sebagai rujukan bagi pengasuh dan pakar ahli dibidangnya untuk memberi edukasi kebutuhan psikologis remaja panti asuhan.