Psibernetika
Jurnal Psibernetika (P-ISSN 1979-3707, E- ISSN 2581-0871) adalah jurnal psikologi yang berfokus pada hasil-hasil penelitian ilmiah psikologi yang mencakup Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Positif. Jurnal Psibernetika diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Jurnal Psibernetika terbit dua kali dalam setahun di bulan April dan Oktober.
Articles
180 Documents
PENGARUH EFIKASI DIRI MELALUI KEMAMPUAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Andi Sri Dewi Anggraeni;
Wahyuni Ismail;
Eka Damayanti
Psibernetika Vol 13, No 2 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v13i2.2316
ABSTRACTThis study aims to determine the picture of self-efficacy, positive thinking ability, learning achievement, knowing the effect of self-efficacy on learning achievement, knowing the effect of positive thinking ability on learning achievement, and the effect of self-efficacy through positive thinking ability on student achievement in the biology education department. This type of research is ex post facto with a total sample of 43 people. Based on the results of the analysis using descriptive and inferential statistics it is known: 1) The self-efficacy of students majoring in biological education is in the high category of 58%. 2) The ability to think positively of students majoring in biology education is in the very high category of 65%. 3) The learning achievement of students majoring in biology education is in the cum laude category of 70%. 4) There is no significant effect between self-efficacy and learning achievement with a path coefficient of 0.177, 5) There is no significant effect between positive thinking on learning achievement with a path coefficient of 0.009; and 6) There is no significant effect of self-efficacy through positive thinking ability on student achievement with a path coefficient of 0.0038. The conclusion of this study is that there is no significant effect of self-efficacy and positive thinking on student achievement directly or indirectly, namely through the ability to think positively.Keywords: learning achievement; positive thinking; self-efficacy ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran efikasi diri, kemampuan berpikir positif, prestasi belajar; (2) mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap prestasi belajar; (3) mengetahui pengaruh kemampuan berpikir positif terhadap prestasi belajar; dan (4) pengaruh efikasi diri melalui kemampuan berpikir positif terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan biologi. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang terpilih berdasarkan simple random sampling. Data dianalisis menggunalan statistik deskriptif dan inferensial (analisis jalur). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi, kemampuan berpikir positif mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dan prestasi belajar mahasiswa berada pada kategori cumlaude; (2) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri dengan prestasi belajar dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,177; (3) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara berpikir positif terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,009; dan (4) Tidak terdapat pengaruh signifikan efikasi diri melalui kemampuan berpikir positif terhadap prestasi belajar mahasiswa dengan koefisien jalur sebesar 0,0038. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan efikasi diri dan berpikir positif terhadap prestasi belajar mahasiswa mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar baik secara langsung maupun tidak langsung yang melalui kemampuan berpikir positif.Kata Kunci: berpikir positif; efikasi diri; prestasi belajar
PERAN SELF EFFICACY TERHADAP STUDENT ENGAGEMENT PADA MAHASISWA DALAM PANDEMI COVID 19
Helsa Helsa;
Krishervina Rani Lidiawati
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2887
Pembelajaran daring dimasa pandemi ini bukan sesuatu hal yang mudah dan menimbulkan beberapa hambatan bagi mahasiswa. Adanya self-efficacy dapat membantu mahasiswa untuk memiliki persepsi yang lebih positif terhadap situasi saat ini dan juga sebagai faktor pendorong atau motivasi, sehingga mereka tetap terlibat dalam pembelajaran (student engagement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-efficacy terhadap student engagement pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Pengambilan data dilakukan kepada 306 partisipan, terdiri dari 115 mahasiswa dan 191 mahasiswi yang aktif dalam proses pembelajaran daring di beberapa provinsi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy memengaruhi student engagement sebesar 36,9%. Selain itu, self-efficacy memiliki korelasi positif terhadap semua dimensi student engagement yaitu performance engagement (keterlibatan performa), emotional engagement (keterlibatan emosi), participation/interaction engagement (keterlibatan partisipasi), dan skill engagement (keterlibatan kemampuan).
WORK ENGAGEMENT PENGEMUDI OJEK ONLINE GOJEK: KAITANNYA DENGAN RESILIENSI
Zecoleony Patricia;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2903
Pengemudi Gojek diminta untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan. Sehingga perusahaan Gojek membutuhkan pengemudi yang memiliki dedikasi tinggi dan penuh energi, yaitu pengemudi Gojek yang memiliki work engagement dalam mengerjakan tugasnya. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi munculnya work engagement seseorang adalah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan work engagement pada pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara yang menggunakan motor telah bekerja secara fulltime sebagai pengemudi Gojek minimal selama 1 tahun yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala work engagement. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,227 dan nilai signifikansi 0,041 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi juga work engagement yang dimiliki oleh pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara. Dan sebaliknya, semakin rendah resiliensi maka semakin rendah juga work engagement yang dimiliki. Dengan kontribusi resiliensi terhadap work engagement yaitu 5% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement pada pengemudi ojek online Gojek di wilayah Jakarta Utara.Kata Kunci: resiliensi, work engagement, pengemudi gojek
TERAPI BERBASIS CBT: PENINGKATAN SELF-REGULATION DEWASA MUDA OBESITAS YANG MENGALAMI BINGE EATING DISORDER
Grace Indrawati
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2819
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh terapi berbasis CBT (Cognitive Behavior Therapy) terhadap regulasi diri dewasa muda obesitas yang mengalami Binge Eating Disorder. Terapi CBT diharapkan dapat membantu partisipan mengubah pola makan dan membentuk pola hidup sehat. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Binge Eating Scale (BES), kuesioner self-efficacy, Neo-PI R, observasi, wawancara self-regulation dan riwayat obesitas. Hasil penelitian ini diketahui bahwa CBT membantu pembentukan efikasi diri yang menjadi dasar terbentuknya regulasi diri. Kepribadian menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembentukan efikasi diri yang dapat mendukung regulasi diri. Peningkatan regulasi diri dapat mengurangi gejala Binge Eating Disorder partisipan yang terlihat dari penurunan Binge Eating Scale. Terapi berbasis CBT memengaruhi regulasi diri, namun derajat perubahan yang terjadi pada setiap partisipan berbeda-beda tergantung dari self-efficacy yang terbentuk pada partisipan selama proses terapi.
GROWING AND GETTING GOOD GRADES? INTERPLAY PERSONAL GROWTH INITIATIVE, EXTRINSIC MOTIVATION, AND ACADEMIC PROCRASTINATION
Ika Raharja Salim;
Livia Yuliawati
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2873
The inability of students to plan is one of the causes of academic procrastination behavior. The ability to plan can emerge from within the individual, which is described in the personal growth initiative or PGI. This study was conducted to see whether there is an influence from the individual's internal as seen from the personal growth initiative on academic procrastination behavior. Academic motivation is also an interesting variable to mediate the effect of personal growth initiative on academic procrastination, especially in this study out of three types of academic motivation, external was the chosen one. So that this study is able to show the influence on the behavior of academic procrastination in terms of the inner self which is mediated by the individual outside. The study was conducted by taking samples from six universities in Surabaya, public and state universities (N = 207). Data was taken using online and offline questionnaires. The results showed that PGI did not affect academic procrastination (βc' = - 0.004) either directly or through the mediation of extrinsic academic motivation (βb = - 0.002), but the results of data analysis showed that there was an effect of PGI on extrinsic academic motivation (βa = 0.459).
BODY IMAGE AND SELF-ESTEEM: META-ANALYSIS STUDY
Della Widasuari;
Ananta Yudiarso
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2943
Self-esteem the ways when individuals view their lives. Body image wilf form self-esteem that affect the ability to explore themselves. This article was created to statistically strengthen the relationship between body image and self-esteem. This study aims to determine the relationship between self-esteem and body image using a meta-analysis research method. This study involved 16 journals with 16 correlatoin coefficients. The statistical test shows that body image and self-esteem have a small effect size correlation (r=0,187) with 95,6% CI, and P value 0,32 (α=0,05), and the results of egger bias indicator showed there was no publication bias. The research results indicate that body image and self-esteem that there is in-direct effect relationship.
PERAN INIDIVIDUAL ENTREPRENEURIAL ORIENTATION DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR TERHADAP MANAJEMEN KONFLIK PADA KARYAWAN EVENT ORGANIZER DI SURABAYA
Jimmy Ellya Kurniawan
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.2862
Event organizer or EO is a service company that is engaged in organizing events. Cooperation and communication are important values in work, but these two values often create conflicts. The conflict management solution-orientation is a management strategy that can provide the best solutions for EO companies. This study aims to look at the role of individual entrepreneurial orientation and organizational citizenship behavior in individual conflict management abilities. The respondents of this study were 114 event organizer employees in Surabaya. The results of the multiple linear regression test show that individual entrepreneurial orientation and organizational citizenship behavior have significant impact and contribute 48.6% on conflict management solution- orientation. The results show that individual entrepreneurial orientation has a bigger role than organizational citizenship behavior. Based on the results of these tests, it can be concluded that individual entrepreneurial orientation and organizational citizenship behavior together have a role in conflict management solution-orientation, but individual entrepreneurial orientation has a bigger role than organizational citizenship behavior on conflict management solution-orientation.
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN TINDAKAN SELF-HARMING SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA
Mutiara Ikhmawati Tan;
Nathaniela Esterina;
Alvina Damayanti
Psibernetika Vol 14, No 2 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i2.3104
Covid-19 pandemic has been restricting human social relationship physically, in order to control the number of Covid-19 virus transmissions. The restriction might trigger loneliness and have an impact on emotional problems. Therefore, the study aims to explain the relationship between loneliness and self-harming during the Covid-19 pandemic. By using purposive sampling, 146 students from Jakarta was participating on this research. UCLA Version 3 was used to measure loneliness and Self-Ham Behavior Questionnaire (SHBQ) was used to measure self-harming behavior. The results show that there is weak positive relationship between these variables (sig = 0.003 < 0.000, r = 0.243).
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN KETERGANTUNGAN MEROKOK PADA MAHASISWA
Juan Richard Alexander Setiawan;
Stefani Virlia
Psibernetika Vol 15, No 1 (2022): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v1i15.2991
Prevalensi perokok di Indonesia setiap tahunnya semakin bertambah, dan 33,03% dari perokok tersebut berada di usia 18-24 tahun yang pada umumnya sedang menuntut ilmu di tingkat universitas. Tentu terdapat alasan dibalik data bahwa sepertiga perokok di Indonesia berada dalam rentang usia mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan ketergantungan merokok pada mahasiswa. Stres akademik memiliki 4 dimensi yaitu tekanan untuk berhasil (PTP), persepsi terhadap beban akademik (POW), keyakinan terhadap kemampuan akademik diri (ASP), dan batasan waktu akademik (TR). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik snowball sampling. Responden penelitian adalah 154 mahasiswa/i di 20 kota di Pulau Jawa yang merupakan perokok aktif selama minimal 1 tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Perception of Academic Stress Scale (α ≥ 0.879; CITC 0.323-0.739) dan Cigarette Dependency Scale-12 (α ≥ 0.901; CITC 0.472-0.754.). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa stres akademik memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap ketergantungan merokok (p < .05; r = 0.323). Seluruh dimensi stres akademik, yaitu PTP, POW, ASP, dan TR memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap ketergantungan merokok (p < .05; r = 0.239 | p < .05; r = 0.255 | p < .05; r = 0.187 | p < .05; r = 0.330). Seluruh hipotesis baik mayor maupun minor diterima dan dibuktikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi stres akademik yang dirasakan oleh mahasiswa, maka semakin berat ketergantungan merokok yang dialaminya.
PERAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP PERILAKU WORKPLACE BULLYING PADA KARYAWAN DUNIATEX GROUP
Baghaskara Rubiyanto;
Patria Mukti;
IJK Sito Meiyanto
Psibernetika Vol 15, No 1 (2022): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/psibernetika.v1i15.2958
Karyawan merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan, sehingga menciptakan situasi kerja yang kondusif menjadi tugas dan tanggung jawab manajemen perusahaan. Salah satu tindakan yang menyebabkan situasi kondusif terganggu adalah terjadinya perundungan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kecerdasan interpersonal dengan perilaku perundungan di tempat kerja pada karyawan Duniatex Group. Subjek dalam penelitian merupakan karyawan Duniatex Group dengan jumlah 94 karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat peran negatif antara kecerdasan interpersonal terhadap perilaku perundungan di tempat kerja pada karyawan Duniatex Group. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive random sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perundungan di tempat kerja dengan reliabilitas 0,701 dan skala kecerdasan interpersonal dengan reliabilitas 0,841. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana dengan perhitungan software SPSS 21.0 for windows relase. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien regresi -0,345 dengan sig p = 0,001. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal terhadap perilaku perundungan di tempat kerja.