cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2010)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII PROGRAM AKSELERASI DI SMP NEGERI 9 SURAKARTA Ahmad Asrori; Thulus Hidayat; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.896 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.56

Abstract

Sebagai makhluk sosial, pastilah membutuhkan kehadiran orang lain untuk menjalani hidupnya. Hal ini terkait dengan bagaimana seseorang melakukan interaksi, penyesuaian sosial dimana individu tersebut tinggal. Individu yang memiliki kecerdasan emosi yang baik akan mampu dan mudah untuk berhubungan dengan orang lain karena mampu berempati, memotivasi diri, serta mampu mengelola emosi orang lain. Faktor tinggi rendahnya kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya yang dimiliki oleh setiap individu khususnya para siswa berperan penting dalam keberhasilan penyesuaian sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial, hubungan kecerdasan emosi dengan penyesuaian sosial, dan hubungan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII program akselerasi SMP Negeri 9 Surakarta yang  berjumlah 39 siswa. Karena sedikitnya populasi maka penelitian ini menggunakan semua populasi untuk penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dan korelasi Pearson Product moment dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16. Berdasarkan analisisa data, diperoleh F regresi = 39,924 dengan p <0,05. Hal ini menunjukkan hasil yang signifikan, bahwa kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan penyesuaian sosial. Hasil rx1y = 0,756 dengan p<0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian sosial,  sedangkan rx2y = 0,769 dengan p<0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Adapun sumbangan efektif yang diberikan prediktor kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial ditunjukkan dengan R = 0,692 atau 69,2 % artinya masih ada 30,8 % faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian sosial sebesar 30,92 % dan interaksi teman sebaya sebesar 38,82 %. Subjek dalam penelitian ini pada umumnya memiliki kecerdasan emosi yang tinggi (mean empirik = 82,7 dan mean hipotetik = 62,5), mempunyai interaksi teman sebaya yang tinggi (mean empirik = 112,4 dan mean hipotetik = 85), dan mempunyai penyesuaian sosial yang tinggi (mean empirik = 119,5 dan mean hipotetik = 92,5)     Kata kunci : Kecerdasan emosi, interaksi teman sebaya, penyesuaian sosial.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ACADEMIC DISHONESTY DAN SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA (Studi pada Mahasiswa Psikologi di Kotamadya Surakarta) Adnan Ashari; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.582 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.57

Abstract

Using  self-administrated  survey  method  among  undergraduate  student  majoring Psychology in City of  Surakarta,  we  measure empirically the  relationship between perceived  academic  dishonesty,  self-efficacy,  and  academic  dishonesty  behavior. Peceived  academic  dishonesty  scale,  general  self-efficacy  (GSE)  scale,  and  self- reported academic dishonesty behavior questionare were used in this research. Rusult  of  Pearson-correlation  test  found  that  there  is  negative  correlation  between perceived  academic  dishonesty  and  academic  dishonesty  behavior  with  strong relationship  was  indicated  by  correlation  coefficient  at  -0,553.  There  is  negative correlation  between  self-efficacy  and  academic  dishonesty  behavior  with  weak relationship was indicated by correlation coefficient only at -0,060. Exciting  other  findings  is  that  all  participant  (100%)  report  that  they  were  do  the academic dishonesty in  varied  model and frequencies.  This  research also find  that there  is  significant  difference  academic  dishonesty  behavior  between  male  and female  student,  where  academic  dishonesty  more  frequently  do  by  male  student. Then, there is no significant difference academic dishonesty behavior between early level  student  and  end  level  student.  Last  but  not  least,  there  is  no  relationship between Grade Passing Academic (GPA) and academic dishonesty behavior, keywords: academic dishonesty perceipt, self-efficacy, and academic dishonesty behavior.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL FOCUS COPING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.485 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara emotional focus coping dan kecerdasan emosional dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja.  Emotional focus coping merupakan keadaan dimana seseorang mereduksi, mengontrol maupun melindungi diri dari sebuah ketegangan yang diakibatkan oleh sebuah situasi yang memunculkan sebuah stres akibat sebuah permasalahan yang dihadapinya. Emotional focused coping cenderung dilakukan oleh individu jika merasa bahwa situasi permasalahan yang dihadapi tidak mampu dirubah dengan cara mengatur respon emosi dan memelihara keseimbangan afektif melalui sebuah perilaku. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat, terkendali serta menerapkan dengan efektif informasi dan energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan 3 skala psikologi, yaitu skala emotional focused coping, skala kecerdasan emosional dan skala kecenderungan bunuh diri. Subyek yang akan diteliti adalah mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 dengan jumlah 82 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis mayor adalah analisis regresi dua. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis minor adalah korelasi parsialPerhitungan dilakukan dengan menggunakan fasilitas program SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows Release versi 14. Kata Kunci: emotional focus coping, kecerdasan emosi, kecenderungan bunuh diri
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN EFIKASI DIRI SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN TINGKAT III/DETASEMEN ANANTA HIRA Pratiwi, Niken; Hardjono, .; Nugroho, Arista Adi
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.906 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.54

Abstract

Taruna Akademi Kepolisian dituntut untuk memiliki kompetensi dan kemampuan tinggi dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya, baik untuk memenuhi standar kompetensi taruna Akdemi Kepolisian maupun sebagai calon perwira Polri. Untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab tersebut dibutuhkan harga diri yang tinggi pada diri taruna Akademi Kepolisian, sehingga ia mampu mengeksplorasi potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. Harga diri yang tinggi secara empiris diasosiasikan dengan sisi positif diri dan karakter yang bernilai seperti fleksibilitas, keberfungsian diri yang optimal, kreatif, dan kemampuan interpersonal. Harga diri telah dikonsepkan sebagai keluaran dari proses verifikasi diri yang terjadi di dalam kelompok, yang mengelola baik diri individu itu sendiri maupun kelompok. Verifikasi identitas peran menumbuhkan perasaan bernilai dan efikasi diri individu yang didasari oleh harga diri. Perasaan bernilai yang berdasar harga diri meningkat saat individu menerima balikan melalui verifikasi kelompok yang menghasilkan perasaan bahwa seseorang diterima dan bernilai oleh anggota kelompok yang lain. Efikasi diri individu yang berdasar atas harga diri meningkat saat individu mampu melakukan verifikasi kelompok dengan berhasil mengubah atau mengelola arti-arti situasional yang sesuai dengan arti-arti dalam identitas individu. Lebih lanjut kedua proses ini akan menghasilkan harga diri. Berdasarkan kerangka teoritis ini penulis menandai bahwa adanya hubungan antara konformitas dan efikasi diri sosial dengan harga diri pada taruna Akademi Keploisian tingkat III/detasemen Ananta Hira. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang taruna. Data penelitian diperoleh menggunakan skala harga diri yang terdiri dari 28 aitem, skala konformitas yang terdiri dari 26 aitem, dan skala efikasi diri sosial yang terdiri dari 31 aitem. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Analisis Regresi Dua Prediktor yang dianalisis dengan menggunakan SPSS for Windows Release 16.0. Model regresi menginformasikan nilai R = 0,778 serta F regresi = 43,751, dan p < 0,05. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis penelitian bahwa terdapat hubungan positif antara konformitas dan efikasi diri sosial dengan harga diri pada taruna Akademi Kepolisian tingkat III/detasemen Ananata Hira. Berdasarkan hasil analisis diketahui pula koefisien determinasi (R2) = 0,606; yang menunjukkan bahwa sumbangan efektif konformitas dan efikasi diri sosial terhadap harga diri sebesar 60,6%. Kata kunci: konformitas, efikasi diri sosial, harga diri
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Fitriana Dyah Sandhaningrum; Sri Wiyanti; Salmah Lilik
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.226 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.55

Abstract

Remaja penyandang cacat tubuh dihadapkan pada masalah pergaulan yang berhubungan erat dengan penerimaan dan penolakan terhadap kehadirannya, baik oleh teman sebaya atau orang yang lebih tua. Penanaman konsep diri positif pada diri remaja penyandang cacat tubuh sangat diperlukan untuk menghadapi keberhasilan seseorang dalam mengatasi persoalan dan penyesuaian dirinya. Remaja penyandang cacat tubuh juga membutuhkan dukungan sosial untuk menghadapi segala permasalahannya sehingga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) ada hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh, (2) ada hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh, dan (3) ada hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh. Penelitian ini adalah penelitian populasi, karena terbatasnya jumlah populasi yaitu remaja penyandang cacat tubuh yang berumur 16 s/d 21 tahun di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta hanya 50 orang. Oleh karena itu 50 orang tersebut semuanya digunakan sebagai sampel penelitian, sehingga pengambilan sampel dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala dukungan sosial dan skala penyesuaian sosial. Berdasarkan analisis regresi dua prediktor menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh dengan Ry(1,2) = 0,689, Freg = 21,296 dengan p < 0,05. Koefisien korelasi rx1y adalah 0,590 dan p < 0,05 dan rx2y adalah sebesar 0,685 dengan p < 0,05. Kesimpulan dari analisis data tersebut adalah adanya hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh  dan ada hubungan positif antara konsep diri dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh serta ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan penyesuaian sosial pada remaja penyandang cacat tubuh. Besarnya sumbangan efektif (SE%) kedua variabel bebas secara bersama-sama adalah 47,5%.   Kata kunci: remaja penyandang cacat tubuh, konsep diri, dukungan sosial, penyesuian sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5