cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
FANTASI SEKSUAL PADA PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL REMAJA AKHIR Diawardani, Stevani
Wacana Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i1.191

Abstract

Kasus perilaku seksual menyimpang pada penyandang disabilitas intelektualsemakin meningkat. Perilaku seksual tersebut muncul karena adanya dorongan hasratseksual. Fantasi seksual diketahui dapat memfasilitasi individu untuk menyalurkan hasratseksual. Penelitiain ini bertujuan untuk mengidentifikasi isi fantasi dan situasi di mana fantasiitu terjadi, serta mendeskripsikan perilaku sebagai ekspresi dari fantasi seksual. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalampenelitian ini berjumlah dua orang. Partisipan pertama berjenis kelamin pria dan partisipankedua berjenis kelamin wanita. Kedua partisipan merupakan siswa lulusan Balai BesarRehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) di Temanggung. Hasiltemuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stimulus yang dapat mendorongpartisipan untuk melakukan fantasi seksual. Isi fantasi seksual kedua partisipan di dominasioleh fantasi seksual dengan pasangan masa depan, fantasi hubungan intim, serta fantasibentuk tubuh dan alat kelamin. Terdapat perbedaan isi fantasi pada partisipan pria danwanita. Partisipan pria memiliki fantasi seksual yang lebih variatif. Penyandang disabilitasintelektual memiliki fantasi seksual yang bersifat real.Kata kunci: fantasi seksual, perilaku seksual, disabilitas intelektual
Kekerasan Anak dalam Keluarga Kadir, Abdul; Handayaningsih, Anik
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.172

Abstract

AbstrakKeluarga memiliki peran dan fungsi yang cukup besar terhadap perkembangan dan masa depan anak. Seorang anak harus mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Anak juga perlu mendapatkan hak-haknya untuk dilindungi dan disejahterakan serta Segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak perlu dicegah dan diatasi khususnya kekerasan fisik terhadap anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan aktifitas di mana pelaku (yang merupakan anggota rumah tangga) menyerang seseorang yang juga merupakan anggota dari rumah tangga tersebut. Kekerasan terhadap anak berarti kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Kesadaran orang tua mengenai dampak buruk dari hukuman kekerasan masihlah rendah, hal ini dipengaruhi adanya banyak faktor seperti kurangya pengetahuan mengenai kekerasan, adanya tradisi kekerasan, hingga masalah psikologis. Namun pada umumnya orang tua merasa bahwa kekerasan merupakan satu-satunya solusi untuk mengasuh dan mendidik anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk kekersan fisik terhadap anak yang dilakukan oleh orangtua. Peneltian ini menggunakan Kajian literatur dengan data yang diperoleh dari jurnal, buku, dan internet. Hasil dari dari artikel ini meliputi dari pewarisan kekerasan antar generasi, kekerasan terhadap anak dalam keluarga sulit terungkap di ruang publik, dan latar belakang budaya (Adanya hubungan kedudukukan dalam masyarakat yang selalu menempatkan anak dalam posisi terbawah).Kata Kunci : Orang tua, Anak, Kekerasan, Keluarga
Hubungan antara Parent Attachment terhadap Self Disclosure pada Middle Adolescent putri, susan aulia; Rizal, Gumi Langerya
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i2.208

Abstract

Self Disclosure adalah pengungkapan tentang informasi diri yang dilakukan pada orang lain. Remaja yang memiliki kelekatan buruk dengan orangtua cenderung tidak ingin melakukan self disclosure, karena merasa tidak ada yang akan peduli dan dapat dipercaya untuk berbagi. Padahal self disclosure adalah aspek penting dalam perkembangan kemampuan sosial. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk melihat apakah terdapat korelasi parent attachment dan self disclosure pada remaja tengah di Kota Bukittinggi. Subjek penelitian ini merupakan 130 remaja tengah berusia 15-17 tahun yang diperoleh melalui teknik random sampling. Analisis data dengan bantuan IBM SPSS 25 menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil uji hipotesis memperoleh diperoleh nilai korelasi sebesar 0,525 dan signifikansi sebesar 0,000 artinya p < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antar kedua variabel. Semakin tinggi tingkat parent attachment maka akan semakin tinggi tingkat self disclosure, begitu juga sebaliknya.
Anak Melecehkan Anak: Dinamika Psikologis Child Neglect sebagai Akar Permasalahan Indikasi Korban Kekerasan Seksual Anak Berliana Widi Scarvanovi
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.177

Abstract

AbstrakAnak sebagai korban kekerasan seksual, ternyata bukan hanya mungkin dilakukan oleh pelaku dewasa namun juga pelaku anak yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika psikologis mengenai indikasi korban kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh anak lainnya melalui teknik asesmen: wawancara, observasi dan alat tes psikologi. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah studi deskriptif analisis yang menghasilkan anamnesis, dinamika serta diagnosis dari kondisi subjek. Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat beberapa hal yang mendasari kondisi subjek sebagai korban dari pelecehan seksual. Kondisi ini salah satunya bukan merupakan sebuah sifat yang menetap dari klien melainkan respon dari situasi tertentu di lingkungannya. Kondisinya juga berkaitan dengan kesadaran sosial atau persepsi anak terhadap dirinya sendiri, hubungan mereka dengan orang lain, dan dunia sosialnya. Dimana subjek sering menempatkan dirinya sebagai orang yang mengalah bahkan ketika dia dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman bagi dirinya sendiri.Child neglect yang terjadi kepada subjek membuatnya tumbuh menjadi anak yang pendiam dan peragu. Ia selalu nampak cemas dalam interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya. Kehilangan sosok orangtuanya juga membuat subjek terpaksa menyalurkan keinginannya untuk disayangi kepada orang lain, keinginannya untuk diterima oleh lingkungannya sangat besar mengingat histori penolakan yang dilakukan oleh orangtuanya. Kondisi ini membuat subjek melakukan segara cara untuk dapat diterima, salah satunya dengan melakukan oral seks sesuai dengan permintaan temannya.Kata Kunci:kekerasan seksual anak, penelantaran anak
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI PADA ORANGTUA TERHADAP KREATIVITAS INDIVIDU DENGAN ASD DENGAN MODERATOR DUKUNGAN SOSIAL PADA ORANGTUA Adika El Nino
Wacana Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i1.179

Abstract

Abstract. Everyone is born with different conditions. On such condition is that individuals are born with ASD conditions. Even with the different conditions, but individuals still have the potential that can be developed. One of these potentials is related to creativity. With the self-acceptance and perceived social support by parents, parents are expected to be able to practice parenting that is suitable for individuals with ASD to develop their potential. The study involved 34 students with autistic and parents in three districts and one municipality in the Daerah Istimewa Yogyakarta. There instruments used were the Torrance Tests of Creative Thinking-Figural, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, and Scale of Self-acceptance. Findings from this study indicate that self-acceptance in parents can not predict of individuals with ASD. Then, the social support felt by parents can predict the creativity of individuals with ASD. In addition, social support for parents does not act as a moderator in the relationship between self-acceptance in parents and the creativity of individuals with ASD. This is not in line with previous findings.
Pendidikan Seks Dalam Islam Berbasis Komunikasi Orangtua-Anak: Langkah Pencegahan LGBT Pada Anak Dewi Eko Wati
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.173

Abstract

AbstrakPembahasan artikel ini dibatasi pada LGBT ditinjau dari sisi psikologi dan agama. Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan wawasan khususnya kepada orangtua mengenai pentingnya hubungan yang hangat dan harmonis antara orangtua dan anak sebagai upaya pencegahan LGBT melalui penanaman pendidikan seks pada anak dalam tinjauan agama Islam. Metode yang digunakan ialah kajian literatur. Dari tinjauan agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan perilaku LGBT karena merupakan kejahatan yang dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan seperti sifilis, hepatitis B, dan HIV/AIDS. Dari tinjauan psikologi, LGBT bisa mengganggu kesejahteraan psikologis seseorang. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dimulai dari keluarga yaitu orangtua melalui pendidikan seks yang tepat. Penanaman pendidikan seks terhadap anak harus dilakukan dalam hubungan orangtua dan anak yang hangat dan harmonis agar anak mampu menerimanya dengan baik. Komunikasi orangtua-anak yang didasarkan pada kepercayaan dan keterbukaan menjadi kunci dalam melakukan pendidikan seks yang nyaman bagi anak.Kata kunci: pendidikan seks, komunikasi, orangtua-anak, LGBT
Grief of Parents Over The Death of A Child: Homicide Case Studies in Manokwari, West Papua Ni Luh Ayu Megawati Putri; Aloysius L.S. Soesilo
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i2.212

Abstract

Loss due to violent and unexpected death results in a deep grief for the parents of the victim. Their struggle to make sense and to cope with this terrible event such as this has been the focus of this case study, which was based on the real case of homicide of a female university student in Manokwari in October 2016. This case and its court proceedings had attracted a great deal of attention among the local people of Manokwari. This qualitative case study involved two participants, the father and mother of the victim who had lived separately before the tragic event happened. Findings of the study demonstrates that both participants have undergone a prolonged grief, coupled with psychological trauma which has impacted their efforts to make adjustment to their daily lives after the loss. Implications of this study for further studies and practical aspects for psychosocial services for people with similar conditions are also discussed.
Dampak Psikologis Akibat Covid-19 pada Masyarakat Indonesia Desi Wahyu Susilowati
Wacana Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i1.193

Abstract

Covid-19 or Corona Virus Disease become an outbreak for the world, including Indonesia. People have been doing something to prevent Covid-19. Quarantine, social distancing, and keeping healthy is the government program to reduce the spread of Virus. This condition gives impact for everyone especially in psychology. This research aims to find correlation distress and obsessive compulsive disorder for pandemic. This research is quantitative research with correlational methods. The data have been collected from 157 subjects who are over twenty years old with distress and obsessive compulsive disorder scale. Data analysis method used is the product moment correlation from Pearson. The result showed that sign (0.000)
Studi Fenomenologi: Ketangguhan (Hardiness) pada Wanita Dewasa Penyandang Disabilitas Tunanetra yang Berwirausaha Bintang Estu Adi
Wacana Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i1.178

Abstract

Untuk bertahan dalam wirausaha, penyandang disabilitas tunanetra harus memiliki tingkat ketangguhan (hardiness) yang tinggi. Hardiness (ketangguhan) adalah konstelasi kepribadian yang menjadikan individu lebih tahan dalam menanggulangi efek negatif stresor. Proses hardiness (ketangguhan) adalah: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices.Penelitian ini menjelaskan dinamika proses ketangguhan (hardiness) pada wanita penyandang disabilitas tunanetra yang berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pemilihan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dengan tiga subjek penelitian, wanita usia dewasa awal, penyandang disabilitas tunanetra berwirausaha dan berinisial STI, AFS dan SRA. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan riwayat hidup.Berdasarkan hasil penelitian, motif wirausaha tiap subjek berbeda. Motif wirausaha subjek STI adalah perbaikan ekonomi dan menjadikan sebagai pekerjaan utama. Motif wirausaha subjek AFS adalah membantu suami memperbaiki ekonomi, mandiri finansial dan berbagi dengan lingkungan sekitar melalui wirausaha. Motif wirausaha SRA adalah mencukupi finansial keluarga dan membantu sesama tunanetra untuk belajar. Hambatan STI dalam berwirausaha adalah keterbatasan fisik, sosial dan psikologis, sedangkan pada AFS dan SRA adalah keterbatasan fisik. Proses hardiness yang dilalui ketiga subjek adalah sama, yaitu: 1) hardy attitudes; 2) hardy coping; 3) hardy social support; 4) hardy health practices. Proses tersebut pada akhirnya mengarahkan ketiga subjek untuk mempertahankan wirausaha hingga saat ini.
Metode Biblioterapi Islam Untuk Pengembangan Karakter Tanggung Jawab Pada Mahasiswa Vivik Shofiah
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.174

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode biblioterapi Islam dalam meningkatkan karakter tanggung jawab pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 mahasiswa fakultas psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang terbagi menjadi enam (6) mahasiswa menjadi kelompok eksperimen dan lima (5) mahasiswa menjadi kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala karakter tanggung jawab dan di analisis dengan menghitung rerata gain skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji hiptesis diperoleh hasil bahwa rerata gain skor pada kelompok eksperimen (-7,14) lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol (-0,58). Artinya metode biblioterapi islam berpengaruh terhadap pengembangan karakter tanggung jawab pada mahasiswa.Kata Kunci : biblioterapi islam, karakter, tanggung jawab.