cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Ratna Akhiroyani Pratiwi; Munawir Yusuf; Salmah Lilik
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.895 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.60

Abstract

Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang manapun sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang berada di sekelilingnya. Perilaku merokok merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada masa remaja. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja, seperti kurang kuatnya konsep diri yang dimiliki remaja dan kurang bisa menyaring pergaulan atau korban dari konformitas yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok pada remaja. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri, skala konformitas, dan skala perilaku merokok. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil perhitungan menggunakan analisis regresi ganda menunjukkan korelasi rx1y sebesar - 0,600 pada taraf signifikan p < 0,05. Artinya ada korelasi negatif yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku merokok pada remaja, dan korelasi rx2y sebesar 0,615 pada taraf signifikan p < 0,05 memiliki arti ada korelasi positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku merokok pada remaja. Selain itu berdasarkan hasil analisis data diketahui ada hubungan yang signifikan secara statistik antara konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok pada remaja ditunjukkan dengan nilai korelasi Ry12 = 0,757 dan Fregresi = 20,111 dengan r < 0,05. Sumbangan efektif konsep diri dan konformitas dengan perilaku merokok dapat dilihat dari koefisien determinan (R2) sebesar 0,5728 atau 57,28% yang berarti masih terdapat 42,72% faktor lain yang mempengaruhi perilaku merokok selain konsep diri dan konformitas.     Kata kunci: konsep diri, konformitas, perilaku merokok.
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika; Mahardika Supratiwi; Fadjri Kirana Anggarani; Rini Setyowati
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.239 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.115

Abstract

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika, Mahardika Supratiwi, Fadjri Kirana Anggarani, Rini Setyowati Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Perilaku korupsi telah menjadi budaya dan memberikan dampak kerugian di masyarakat. Promosi nilai anti korupsi seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, berani, peduli, kerja keras, sederhana, mandiri, dan adil perlu diberikan sejak dini serta berkelanjutan, sehingga menampakkan dampak nyata di masa mendatang. Permainan tradisional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan dan tanpa alat. Permainan tradisional menggunakan alat yang akan diberikan adalah Dakon, Benthik, dan Main Kelereng, sedangkan permainan tanpa alat adalah Becak-becakan, Gobak Sodor, dan Kontrakol. Permainan tradisional dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan model pembelajaran pendekatan taktis (teaching games for understanding) agar anak memahami apa dan mengapa tujuan permainan dilakukan. Pendampingan permainan tradisional diberikan kepada siswa taman kanak-kanak usia empat sampai tujuh tahun di Surakarta. Hasil pengabdian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pendampingan pemberian permainan tradisional siswa taman kanak-kanak terbukti telah meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai anti korupsi.   Kata kunci : permainan tradisional, nilai antikorupsi, anak usia dini
Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta Deabeata Gena Emily; Bagus Wicaksono; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.687 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.97

Abstract

Hubungan antara Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada anggota Organisasi AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Correlation Between Work Motivation and Organizational Commitment With Job Involvement Among Members in AIESEC Local Committee Universitas Sebelas Maret Surakarta     Deabeata Gena Emily, Bagus Wicaksono, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Tujuan organisasi dapat dicapai apabila kinerja dalam organisasi berjalan dengan efektif.Keterlibatan kerja anggota dalam suatu organisasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi.Anggota yang memiliki keterlibatan kerja tinggi memiliki produktifitas yang tinggi dalam organisasi.Keterlibatan kerja anggota dalam organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dua diantaranya adalah motivasi kerja dan komitmen organisasi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja pada anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menampilkan gambaran dinamika organisasi secara kompresensif melalui organisasi non-for-profit dengan working environment dan operation yang jelas. Populasi dalam penelitian ini merupakan anggota organisasi AIESEC local committee Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini menggunakansampling jenuh dengan 82 anggota AIESEC masa jabatan 2015/2016 sebagai responden penelitian.Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi kerja, skala komitmen organisasi dan skala keterlibatan kerja. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 77,144 (< Ftabel 3,12) dengan sig. 0,000. (p> 0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja. (sig 0,014 < 0,05), rx1y = 0,277; serta terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja (sig 0,000.> 0,05), rx2y = 0,743. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan komitmen organisasi dengan keterlibatan kerja.Secara parsial, penelitian ini juga berhasil membuktikan adanya hubungan antara motivasi kerja dan keterlibatan kerja, serta adanya hubungan antara komitmen organisasi dan keterlibatan kerja.   Kata kunci:efektivitas organisasi, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan keterlibatan kerja
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA DAN RESILIENSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Febi Dwi Setyaningsih; . Makmuroch; Tri Rejeki Andayani
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.264 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.38

Abstract

Kemoterapi adalah salah satu cara pengobatan kanker yang dilakukan dengan memasukkan obat-obatan anti-kanker ke tubuh pasien. Kemoterapi sebagai salah satu pilihan utama pengobatan untuk penyakit kanker memiliki berbagai efek samping yang dapat menimbulkan kecemasan dalam diri pasien. Pasien yang mendapatkan dukungan emosional dari keluarga akan terhindar dari kecemasan menghadapi kemoterapi karena adanya berbagai perasaan positif yang dirasakan pasien dengan tersedianya dukungan emosional keluarga. Resiliensi dalam diri pasien akan dapat mengurangi kecemasan menghadapi kemoterapi ketika muncul bersama dengan dukungan emosional keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional keluarga dan resiliensi dengan kecemasan menghadapi kemoterapi serta hubungan antara masing-masing variabel prediktor, yaitu dukungan emosional keluarga dan resiliensi, dengan kecemasan menghadapi kemoterapi. Populasi penelitian adalah pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan purposive incidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Kecemasan Menghadapi Kemoterapi                               (daya beda item = 0,433-0,900; reliabilitas = 0,974), Skala Dukungan Emosional Keluarga (daya beda item = 0,391-0,889;  reliabilitas = 0,967), dan Skala Resiliensi (daya beda item = 0,395-0,866; reliabilitas = 0,978). Uji F dalam teknik analisis regresi berganda menunjukkan Fhitung = 9,649 (Ftabel = 3,195; Fhitung>Ftabel) dan p = 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti ada hubungan signifikan antara dukungan emosional keluarga dan resiliensi dengan kecemasan menghadapi kemoterapi. Besarnya hubungan antara dukungan emosional keluarga dan resiliensi dengan kecemasan menghadapi kemoterapi ditunjukkan dari nilai   R = 0,540. Kontribusi dukungan emosional keluarga dan resiliensi terhadap kecemasan menghadapi kemoterapi adalah sebesar 29,1%. Uji t antara dukungan emosional keluarga dan kecemasan menghadapi kemoterapi menunjukkan nilai thitung = 2,311 (ttabel = 2,012; thitung>ttabel), p = 0,025 (p<0,05), dan B = -0,795. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara dukungan emosional keluarga dan kecemasan menghadapi kemoterapi. Hubungan resiliensi dengan kecemasan kemoterapi tidak signifikan terlihat dari hasil uji t yang menghasilkan nilai nilai thitung = 0,217 (ttabel = 2,012; thitung<ttabel),   p = 0,829 (p>0,05), dan B = -0,060. Kata kunci: kemoterapi, kecemasan menghadapi kemoterapi, dukungan emosional keluarga, resiliensi
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI (STUDI PADA GURU SMK) Umi Anugerah Izzati; Olievia Prabandini M
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.752 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui ada hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan komitmen organisasi. Subyek penelitian adalah guru SMK Swasta Islam XXX di Surabaya yang memiliki status sebagai guru tetap, masa kerja minimal 2 tahun dan juga minimal memiliki gelar Sarjana (S1), dengan subyek berjumlah 40 orang. Data penelitian diperoleh menggunakan skala kepemimpinan transformasional dan skala komitmen organisasi. Skala kepemimpinan transformasional memiliki koefisien korelasi item-total yang bergerak antara 0,31 sampai dengan 0,812 dan koefisien reliabilitas 0,961. Skala komitmen organisasi memiliki koefisien korelasi item-total yang bergerak antara 0,30 sampai dengan 0,730 dan koefisien reliabilitas 0,905. Berdasarkan hasil analisis data diketahui nilai R=0,495 dengan p=0,001 yang menunjukkan bahwa ada hubungan kepemimpinan transformasional dengan komitmen organisasi. Koefisien determinasi (R square) sebesar 0,246 yang berarti 24,6% variansi kepemimpinan transformasional dipengaruhi oleh variabel komitmen organisasi. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 0,754% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Memahami Remaja Generasi Milenial Ernawati, .; Fadillah, Galih Fajar; khairi, Alfin Miftahul
Wacana Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i1.168

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah masih adanya relasi yang kurang harmonis antara orang tua dan anak, hal tersebut berdampak signifikan pada sekat emosional yang ada. Terlebih lagi tantangan dalam memahami remaja generasi milenial masa kini. Orang tua sebagai orang yang pertama kali dikenal oleh remaja hendaknya dapat menjadi teladan yang baik, memberikan dukungan pada remaja serta diharapkan orang tua dapat memahami remaja, tidak hanya kebutuhan fisik tentunya namun kebutuhan psikologis dan kebutuhan agama. Kasus-kasus yang beredar di media surat kabar dan media online saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Tidak jarang orangtua dengan tega bertindak kasar, bahkan sampai menghabisi nyawa buah hatinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang optimalisasi peran orang tua dalam memahami remaja generasi milenial. Penelitian ini bersifat kualitatif terapan (applied qualitative research) dan menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenology Analysis (IPA), teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan obersvasi serta dokumentasi. setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam memahami remaja generasi milenial. Optimalisasi peran orang tua dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu optimalisasi dalam peran pemenuhan kebutuhan ekonomi, fisik, psikologis, dan agama.Kata kunci : peran orang tua, generasi milenial
Hubungan Tingkat Kecerdasan Emosi Dengan Derajat Depresi Pada Mahasiswa Kedokteran Ramdhani, Sindy Fajriyatul; Fanani, Mohammad; Nugroho, Dian
Wacana Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i1.171

Abstract

Abstrak. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan merespon emosi seseorang dan orang lain serta menggunakan pemahaman ini untuk memandu pikiran dan tindakannya. Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang lebih tinggi ini pun dapat mengatur emosi yang lebih baik di lingkungan akademik, tempat kerja dan lebih banyak lagi, sehingga mereka sering mencapai kesuksesan yang maksimal. Rendahnya kecerdasan emosi terlihat berkorelasi dengan beberapa gangguan kejiwaan seperti depresi, kecanduan, dan kegagalan pendidikan. Depresi sendiri adalah perasaan sedih, pesimis dan merasa sendirian serta masalah mood lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat tingkat kecerdasan emosi dan derajat depresi pada mahasiswa kedokteran tahun pertama.Kata Kunci: [depresi, kecerdasan emosi]
Penguatan Spritualitas dalam Komunitas Resimen Mahasiswa Dian Yudhawati
Wacana Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i1.167

Abstract

Abstrak: Spiritualitas merupakan hal yang penting untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan manusia yang mampu memahami kebermaknaan hidup. Kemampuan memahami kehidupan dapat membuat seseorang meraih makna dan mengembangkannya menjadi suatu kebahagiaan. Membangun spiritualitas bukanlah sekedar melakukan ritual keagamaan Upaya membangun nilai-nilai spiritual dapat dilakukan pula dalam berbagai kegiatan yang mampu menerima keberagaman sehingga dapat menambah wawasan tentang makna hidup bagi seseorang. Berkembangnya spiritualitas juga dapat ditemukan pada kehidupan komunitas yang memiliki rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. Resimen Mahasiswa merupakan suatu komunitas yang dimaksud dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan tentang adanya penguatan spiritualitas yang dimiliki oleh anggota Resimen Mahasiswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan di dalam komunitasnya.Kata kunci : Spiritualitas; Resimen Mahasiswa
Penanaman Nilai Moral- Spiritual Pada Anak Usia Dini Melalui Cerita Fabel dalam Surat Al-Fiil Intan Puspitasari; Miftah Khilmi Hidayatulloh
Wacana Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i1.166

Abstract

Abstrak. Bercerita merupakan salah satu metode untuk menanamkan nilai moral- spiritual pada anak usia dini. Metode bercerita efektif untuk dilakukan pada anak usia dini karena anak sedang berada pada tingkat dongeng (fairy tale stage) dalam tahap perkembangan spiritualnya. Pada tahapan ini anak tertarik dengan cerita menakjubkan sehingga mengembangkan daya imajinasinya. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh orang tua maupun pendidik untuk dapat menanamkan berbagai nilai moral- spiritual pada anak melalui sebuah cerita. Untuk menarik minat anak, cerita dapat disampaikan dengan berbagai cara yang lebih sesuai dengan kemajuan zaman saat ini. Dua diantaranya adalah dengan media interaktif dan story telling- story acting. Al quran sebagai pedoman hidup umat Islam sarat akan pelajaran yang tertuang dalam firman-firman Allah. Adapun beberapa pelajaran tersebut disampaikan melalui kisah Nabi, umat terdahulu maupun kisah-kisah binatang. Artikel ini merupakan gagasan tertulis yang membahas tentang pesan-pesan moral yang dapat diambil dari karakter fabel dalam Surat Al-Fiil. Metode yang dilakukan dalam pembuatan artikel ini dilakukan dengan literature review menggunakan tinjauan psikologi melalui teori perkembangan moral- spiritual dan tafsir Al Quran. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan wawasan baru mengenai penanaman nilai moral pada anak dengan menyampaikan pesan-pesan moral dari cerita fabel dalam Al Quran. Kata kunci: Nilai Moral, Cerita Fabel, Surat Al-Fiil, Anak Usia Dini
Dinamika Mengumpat Sebagai Pelepasan Emosi: antara Lega dan Rasa Bersalah Ramatulloh, Ainurizan Ridho
Wacana Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v13i2.224

Abstract

Mengumpat merupakan hal yang dipandang tabu, namun mengumpat dapat menjadi sebuah instrumen untuk melepaskan emosi yang menjadi tekanan dalam diri individu. Penelitian ini dilakukan untuk memahami mengenai dinamika pelepasan emosi dengan cara mengumpat. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam kepada dua orang laki-laki yang memiliki intensitas mengumpat yang tinggi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Intepretative Phenomenological Analysis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penggunaan kata-kata bermuatan emosi efektif untuk melepaskan emosi yang dirasakan. Mengumpat menjadi sebuah respon terhadap emosi sama seperti tertawa dan menangis. Meskipun demikian, penggunaan kata-kata umpatan membuat pelakunya sering mendapat label negatif di masyarakat.