cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
SELF-ESTEEM PADA PENYANDANG TUNA DAKSA Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.091 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.14

Abstract

Penyandang tuna daksa memiliki kerentanan lebih besar untuk memiliki self-esteem yang rendah, sedangkan self-esteem memiliki kaitan yang erat dengan kebahagiaan seseorang. Karena itu diperlukan kajian dan tindakan untuk mengembangkan self-esteem pada penyandang tuna daksa sehingga mereka dapat lebih produktif dan lebih bahagia. Tulisan ini merupakan kajian teoritik mengenai self-esteem pada penyandang tuna daksa, proses perkembangan self-esteem yang mereka miliki, dan program pengembangan self-esteem yang memungkinkan untuk dilakukan.
Interaksi Sosial Dan Kecerdasan Moral Pada Remaja Nawang Warsi Wulandari
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.889 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.145

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh interaksi sosial terhadap kecerdasan moral pada remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja usia SMP sebanyak 116 orang. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan moral dan skala interaksi sosial. Hasil uji validitas pada instrumen penelitian diperoleh data bahwa pada skala kecerdasan moral terdapat 34 aitem sahih dan pada skala interaksi sosial terdapat 28 aitem sahih. Uji reliabilitas masing-masing skala menggunakan formula Alpha Cronbach. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala kecerdasan moral (0,896) dan skala interaksi sosial (0,918) termasuk sangat reliabel. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik regresi sederhana.  Hasil analisis data diperoleh F = 141,884 dengan signifikasi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan interaksi sosial terhadap kecerdasan moral. Sumbangan efektif interaksi sosial terhadap kecerdasan moral sebesar 0,554.  Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh interaksi sosial terhadap kecerdasan moral adalah sebesar 55,4% sedangkan 44,6% dipengaruhi oleh faktor lain.  Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan memilih metode dalam upaya peningkatan kecerdasan moral pada remaja.Kata kunci: interaksi sosial; kecerdasan moral; remaja
HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SURAKARTA Risa Suryanti; Munawir Yusuf; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.605 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.46

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai kemandirian dan pemilihan karir. Kematangan karir merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tugas perkembangan karir sesuai tahapan perkembangannya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai karirnya. Berbagai kondisi dimungkinkan berpengaruh dalam proses kematangan karir. Siswa dengan locus of control internal mempunyai kemampuan dalam evaluasi terhadap kondisi dirinya sehingga mempunyai gambaran yang realistik mengenai diri. Melalui gambaran diri yang realistik, memungkinkan siswa dapat membuat perencanaan karir yang matang. Selain itu, siswa yang mengembangkan konsep diri yang positif akan lebih melibatkan diri dalam eksplorasi karir dan mengembangkan tingkah laku yang tepat dalam menghadapi karir. Locus of control internal dan konsep diri menjadi suatu kondisi yang dapat membantu siswa dalam kematangan karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sample. Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan skala kematangan karir, skala locus of control internal dan skala konsep diri. Skala kematangan karir terdiri dari 44 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,916. Skala locus of control internal terdiri dari 40 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,905. Skala konsep diri terdiri dari 43 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,897. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F-test = 45,803; p  0,05, dan nilai R = 0,720. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,519 atau 51,9%, sumbangan efektif locus of control internal terhadap kematangan karir sebesar 42,5476% dan sumbangan efektif konsep diri terhadap kematangan karir sebesar 9,3212%.       Kata kunci : kematangan karir, locus of control internal, konsep diri
HUBUNGAN ANTARA RESILIENCY DAN PENGETAHUAN TENTANG PENGOBATAN KANKER PAYUDARA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Melati Putri Pertiwi; Suci Murti Karini; Rin widya Agustin
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.575 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.29

Abstract

Fenomena kanker payudara, baik di dunia maupun di Indonesia, meningkat semakin tajam dari tahun ke tahun. Walaupun jumlah kematian akibat kanker payudara sangat tinggi, yaitu sekitar 410.000 pasien pada tahun 2004, sesungguhnya penyakit kanker payudara dapat disembuhkan apabila pasien mau menjalani serangkaian pengobatan medis yang direkomendasikan oleh dokter. Kemampuan pasien untuk tetap bertahan dalam menghadapi stresor yang muncul dari proses pengobatan kanker dan kemampuan kognitif pasien dalam memahami resimen pengobatan, merupakan dua faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan simultan antara resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien, serta hubungan parsial masing-masing variabel prediktor (resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara) dengan kepatuhan pasien. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara yang sedang menjalani pengobatan/terapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan purposive quota incidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Kepatuhan Pasien (daya beda item = 0,317-0,648; reliabilitas = 0,858), Skala Resiliency (daya beda item = 0,338-0,701;  reliabilitas = 0,886), dan Tes Pengetahuan tentang Pengobatan Kanker Payudara (daya beda item = 0,306-0,689; reliabilitas = 0,728). Peneliti menggunakan teknik analisis multivariate non-paramterik Regresi Logistik Ordinal untuk menguji hipotesis 1, 2, dan 3 sekaligus. Hasil uji simultan dengan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) menunjukkan nilai X2=14,131( X2hitung>X2tabel) dan p = 0,001(p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien. Kontribusi resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara terhadap kepatuhan pasien berdasakan análisis Cox and Snell’s R Square adalah sebesar 22,4%. Uji parsial dalam Regresi Logistik Ordinal adalah dengan Uji Wald. Hasil Uji Wald antara resiliency dan kepatuhan pasien menunjukkan p = 0,998(>0,05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara resiliency dengan kepatuhan pasien. Uji Wald antara pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien menunjukkan p = 0,001(<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien. Kata kunci: kanker payudara, pengobatan kanker payudara, kepatuhan pasien, resiliency, pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN AGRESIVITAS PADA SISWA KELAS XI MAN KLATEN Rifa Kurnia; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.293 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.20

Abstract

Remaja merupakan individu yang rentan dengan masalah dan konflik karena karakteristik remaja yang labil, penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mendorong munculnya agresivitas. Agresivitas adalah kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain baik secara fisik maupun non fisik atau verbal yang dapat menimbulkan kerugian pada orang lain secara fisik dan mental. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1. Hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 2. Hubungan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 3. Hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Klaten yang berjumlah 199 siswa yang terdiri dari sembilan kelas. Samping menggunakan cluster random sampling, sehingga dari sembilan kelas didapatkan tiga kelas untuk responden penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Agresivitas dengan koefisien validitas sebesar 0,304-0,693 dan Reliabilitas Alpha 0,878; Skala Konsep Diri dengan koefisien validitas sebesar 0,302-0,668 dan Reliabilitas Alpha 0,897; serta Skala Kecerdasan Emosi dengan koefisien validitas 0,320-0,726 dan Reliabilitas Alpha 0,918. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi dua prediktor, dan selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Berdasarkan hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,586; p = 0,000 (p<0,05) dan F hitung 16,223 > F tabel 3,145. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,277; serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,212.   Kata Kunci: konsep diri, kecerdasan emosi, agresivitas
Hubungan antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Motivasi Kerja dengan Pengembangan Karir pada Pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta Dian Kumalasari Kumalasari; Munawir Yusuf; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.695 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.85

Abstract

Hubungan antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Motivasi Kerja dengan Pengembangan Karir pada Pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta The Correlation between Extrovert Personality Type and Work Motivation towards Career Development on Employees of PT Andalan Multi Kencana Jakarta Dian Kumalasari , Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Pengembangan karir merupakan suatu unsur penting dalam mengatur sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan. Pegawai yang memiliki tingkat pengembangan karir yang baik akan meningkatkan kepuasan karir dan akan berujung pada peningkatan produktivitas kerja pegawai. Tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dianggap menjadi faktor yang akan membantu meningkatkan tingkat pengembangan karir yang dimiliki oleh pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dengan pengembangan karir, 2. Hubungan tipe kepribadian ekstrovert dengan pengembangan karir, dan 3. Hubungan antara motivasi kerja dengan pengembangan karir pada pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PT Andalan Multi Kencana Jakarta yang berusia 25-45 tahun. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 60 pegawai. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala pengembangan karir, skala tipe kepribadian ekstrovert, dan skala motivasi kerja. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai R = 0,703; p = 0,000 (p Ftabel = 3,158. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert dan motivasi kerja dengan pengembangan karir. Hasil uji hipotesis kedua nilai rx1-y = -0,129 dan p = 0,330 (p>0,05), menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert dengan pengembangan karir. Sementara itu, nilai rx2-y = 0,648 dan p = 0,000 (p
KOMPONEN PRAKTEK DALAM TERAPI PUISI Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.145 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.26

Abstract

Dalam volume sebelumnya penulis telah memberikan gambaran mengenai dasar teoritik penggunaan puisi dalam proses terapi serta perspektif terapi puisi dan sistem psikoterapi. Tulisan ini lebih jauh akan mengungkapkan mengenai komponen praktek terapi puisi, serta unsur-unsur terapeutik yang membangun keberhasilan terapi puisi ini. Juga akan diuraikan mengenai berbagai kegiatan dalam terapi puisi yaitu menulis puisi baik ekspresif maupun kreatif, dan menulis puisi dan mendiskusikan puisi.
PENGARUH PELATIHAN BRAIN GYM TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN LITERACY PADA ANAK KELAS SATU SEKOLAH DASAR Nugroho, Ihwan Sidiq; Hardjajani, Tuti; Hardjono, .
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.752 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.59

Abstract

Abstrak: Kemampuan anak dalam menerima dan mencerna sesuatu yang dipelajari merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil belajar. Keseimbangan antara otak kanan dan kiri menjadi salah satu hal yang menentukan aspek kognitif dan kreativitas anak, sehingga apabila keduanya dapat berkembang, maka kemampuan belajar anak diharapkan juga dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan brain gym terhadap perkembangan literacy pada anak kelas 1 sekolah dasar, selain itu juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan skor perkembangan literacy antara siswa laki-laki dan perempuan setelah diberikan pelatihan brain gym. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh siswa-siswi kelas satu sekolah dasar negeri se-Kelurahan Ngringo, Jaten, Karanganyar. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengumpulan data menggunakan tes prestasi kemampuan membaca dan menulis. Metode analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan program SPSS12. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian pelatihan brain gym terhadap perkembangan kemampuan literacy pada anak SD kelas satu dengan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05 level of significant (α). Perbedaan kemampuan literacy antara siswa laki-laki dengan perempuan menunjukkan hasil Sig.(2-tailed) 0,294 > 0,05 level of significant (α) yang menyatakan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : brain gym, literacy
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PELATIHAN BELAJAR EFEKTIF TERHADAP PENGGUNAAN STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA Nugraha Arif Karyanta; Aditya Nanda Priyatama; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.4 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode belajar efektif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning Siswa SMA.  Self-Regulated Learner adalah siswa yang secara metakognitif, motivasional dan behavioral merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka sendiri (Zimmerman, 1989).  Menurut sudut pandang ini, siswa yang efektif menjadi sadar akan relasi fungsional antara pola pikir dan tindakan mereka (sering disebut sebagai strategi) dan hasil-hasil sosial dan lingkungan (Zimmerman & Martinez-Pons, 1988).  Winne (1997) beranggapan bahwa siswa dapat mempelajari bentuk-bentuk baru dari SRL di mana saja, termasuk dalam ruang-ruang kelas mereka.  Lebih jauh lagi, Zimmerman (1989) menyebutkan bahwa siswa dapat diajar atau disarankan untuk menjadi lebih self-regulated learners dengan mendapatkan strategi-strategi efektif dan dengan meningkatkan persepsi atas efikasi diri mereka. Modul pelatihan belajar efektif yang diberikan kepada siswa SMU yang dikembangkan oleh penulis meliputi pengembangan sikap mental positif terhadap belajar, pengembangan keterampilan dalam mengikuti pelajaran di kelas terutama kemampuan mendengarkan dan mencatat, mengembangkan kemampuan membaca efektif, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kemampun mengikuti ujian, penguasaan keterampilan manajemen waktu, dan pengaturan lingkungan belajar yang mendukung.  Pemberian pelatihan belajar efektif kepada siswa diharapkan akan menumbuhkan dan meningkatkan penggunaan strategi self regulated-learning siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pemberian perlakuan berupa penerapan model pelatihan belajar efektif.  Penerapan model pelatihan belajar efektif tersebut diharapkan dapat memiliki peran positif terhadap penggunaan strategi Self-Regulated Learning siswa.  Strategi Self-Regulated Learning di ukur dengan skala strategi Self-Regulated Learning yang diberikan sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).  Uji beda mean dilakukan dengan teknik paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 15.  Sampel penelitian sebanyak 31 orang siswa SMA Negeri I Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor strategi Self-Regulated Learning sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test), thitung > ttabel (13,474 >  2,042), dengan taraf signifikansi 0,000. Kata kunci: Model Pelatihan Belajar Efektif, Strategi Self-Regulated Learning
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA MAHASISWA ORGANISATORIS Hiemma Tiar Kusuma Umbara; Salmah Lilik; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.917 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.28

Abstract

Keterampilan mental seseorang berkembang salah satunya melalui keterampilan sosial. Keterampilan sosial menjadi modal yang mengarahkan seseorang pada pembentukan mental yang optimal. Kematangan emosi berperan dalam pengendalian emosi dan penerimaan diri membuat seseorang nyaman berinteraksi yang berdampak pada keberalngsungan interaksi seseorang dengan lingkungan. Mahasiswa organisatoris dalam menjalani dinamika organisasi memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan pengalaman interaksional. Berkembangnya kematangan emosi dan penerimaan diri positif pada seorang mahasiswa organisatoris dapat menjaga keberlangsungan interaksi, sehingga pengalaman interaksional semakin banyak dan keterampilan sosial menjadi semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan penerimaan diri dengan keterampilan sosial pada mahasiswa organisatoris. Responden penelitian ini adalah mahasiswa UNS yang menjadi pengurus organisasi BEM tingkat universitas dan fakultas dengan usia keanggotaan minimal satu tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive incidental sampilng. Pengumpulan data menggunakan Skala Keterampilan Sosial, Skala Kematangan Emosi, dan Skala Penerimaan Diri. Analisis data menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menghasilkan nilai F-test = 70,310, p<0,05, dan R=791, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis I dapat diterima. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rx1y=0,290; p<0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif dan lemah yang signifikan antara kematangan emosi dan keterampilan sosialNilai rx2y=0,386; p<0,05; dapat disimpulkan terdapat hubungan positif dan lemah yang signifikan antara penerimaan diri dan keterampilan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial kematangan emosi dan penerimaan diri memiliki hubungan yang lemah dengan keterampilan sosial, jika hanya salah satu diantara kematangan emosi atau penerimaan diri yang dimiliki seseorang kurang menunjang berkembangnya keterampilan sosialnya. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,6260 atau 62,60%, terdiri atas sumbangan efektif kematangan emosi terhadap keterampilan sosial sebesar 25,91% dan sumbangan efektif penerimaan diri terhadap keterampilan sosial sebesar 36,69%. Hal ini berarti masih terdapat 37,4% variabel lain yang mempengaruhi perkembangan keterampilan sosial selain kematangan emosi dan penerimaan diri. Kata kunci: keterampilan sosial, kematangan emosi, penerimaan diri