cover
Contact Name
Anita Christine Sembiring
Contact Email
anitakembaren@unprimdn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
juriti@unprimdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
ISSN : -     EISSN : 2581057X     DOI : https://doi.org/10.34012
Jurnal ini berisi penerbitan penelitian terkait Teknik Industri baik di bidang manajemen sains, manufaktur, maupun ergonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Konsep zero defect dan Poka Yoke untuk mengurangi cacat produk di PT. XYZ perusahaan farmasi Medan -, Mariana
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 3 No 1 (2019): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangusngan sebuah usaha. Meski demikian masih banyak usaha yang bermasalah dengan kualitas. Salah satu perusahaan farmasi di kota Medan juga mengalami permasalahan pada kualitas produknya. Dimana banyak ditemui cacat produk dalam kegiatan produksinya. Untuk itu penelitian ini melakukan peneltian di PT. XYZ selakuk perusahaan famasi. Penelitian ini menggunakan metode Poka Yoke untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dan menerapkan konsep zero defect. Poka Yoke merupakan metode yang digunakan untuk menghindari kesalahan dalam proses produksi atau pekerjaan. Konsep dari zero defect adalah memastikan bahwa semua cacat yang ada dalam proses dihilangkan pada langkah pertama. Adapun hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya 4 jenis cacat yaitu cacat tidak berisi, bocor/kempes, kemasan buruk, dan isi produk yang pecah. Cacat tidak berisi merupakan jenis cacat yang paling dominan, yang kemudian dianalisis dengan diagram tulang ikan untuk mengetahui faktor penyebabnya. Adapun hasil penelitian ini berupa tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan cacat produk pada proses produksi PT. XYZ.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Air Terhadap Oil Losses Ampas Press Dan Kadar Air Cpo Pada Stasiun Screw Press Dengan Metode Linier Berganda Di Pt. Eastern Sumatra Indonesia Bukit Maradja Kota Pematang Siantar Sitanggang, Ellawati; Hasibuan, Abdurrozzaq; Novarika, Wirda
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 2 No 2 (2019): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v5i2.2338

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan berapa volume penambahan air secara optimum yang digunakan sebagai air pengencer terhadap persen oil losses dan kadar air pada pabrik kelapa sawit. Hasil perhitungan variasi penambahan air terhadap persen oil losses dan kadar air yang dilakukan di PT. Eastern Sumatra Indonesia Bukit Maradja Kota Pematang Siantar. Data dikumpulkan dengan metode sampling kelapangan dengan jumlah data 12 yang dianalisis dengan metode regresi linier berganda pada SPSS 21. Variasi jumlah air yang ditambahkan ialah 0 ton/jam; 0,6 ton/jam; 0,9 ton/jam; 1,3 ton/jam; 1,6 ton/jam; 1,9 ton/jam; 2,2 ton/jam; 2,5 ton/jam; 2,7 ton/jam; 2,9 ton/jam; 3,1 ton/jam; dan 3,4 ton/jam. Berdasarkan hasil perhitungan antara variasi penambahan air terhadap persen oil losses dan kadar air diperoleh jumlah penambahan air optimum adalah 2,9 ton/jam dengan kadar oil losses ialah 2,1% dan kadar air ialah 2,92% . Dari hasil analisa data diperoleh bahwa pengaruh penambahan air di unit screw press berbanding lurus terhadap kenaikan kadar air dan berbanding terbalik terhadap persen oil losses pada CPO yang dihasilkan.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tutup Botol Tipe Flip Top Menggunakan Seven Tools dan 5W + 1H (What, When, Who, Where, Why, How) Faritsy, Ari Zaqi
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 3 No 1 (2019): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan nasional yang bergerak dibidang manufaktur komponen kemasan plastik. Permasalahan yang dihadapi PT XYZ yaitu jumlah produk cacat pada bulan Agustus 2021 untuk tutup botol jenis flip top dengan kode FT White Opaque, Orifice 1,5 mm dari 256.800 produk, terdapat total produk reject sebanyak 56.978, dengan tingkat persentase (22,1%) yang melebihi batas aman dari ketentuan perusahaan (10%). Dengan seven tools akan berguna untuk menemukan akar penyebab masalah.. Hasil analisis yang didapat yaitu dari hasil scatter diagram, semakin banyak produksi harian, akan membuat semakin banyak produk cacat (korelasi parsial), dari analisis diagram pareto, penyebab cacat produk tutup botol terbesar untuk tipe tersebut adalah cacat bintik hitam sebanyak 26.538 produk, untuk interpretasi dari control chart berjenis shift, dengan interpretasi yang terjadi adalah adanya perubahan yang signifikan pada proses (material), lingkungan atau mesin, akibat perubahan SOP, dari interpretasi tersebut akar penyebab cacat produk ditemukan dan disusun di diagram fishbone.
Analisis Kualitas dan Pemasaran Produk Makanan Kaleng XYZ dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 9P Sibuea, Mariana
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 3 No 1 (2019): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri makanan merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar bagi pengusaha. Hal ini dikarenakan manusia yang bergantung pada makanan untuk memenuhi kebutuhannya. Dewasa ini industri makanan semakin bervariasi semakin banyak produk makanan yang muncul dengan kreatifitas dan inovasinya. Makanan kaleng barangkali bukan produk terbaru, namun jenis produk makanan kaleng masih banyak diminati. Salah satu makanan kaleng yang diproduksi di daearah Medan ialah ikan kaleng sardencis XYZ. Produk ini sudah diproduksi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sri Hartini (2012) juga menjelaskan dalam penelitiannya Peran Inovasi menunjukkkan adanya peran Inovasi terhadap kinerja bisnis. Penelitian ini juga menya Industri makanan merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar bagi pengusaha. Hal ini dikarenakan manusia yang bergantung pada makanan untuk memenuhi kebutuhannya. Dewasa ini industri makanan semakin bervariasi semakin banyak produk makanan yang muncul dengan kreatifitas dan inovasinya. Makanan kaleng barangkali bukan produk terbaru, namun jenis produk makanan kaleng masih banyak diminati. Salah satu makanan kaleng yang diproduksi di daearah Medan ialah ikan kaleng sardencis XYZ. Produk ini sudah diproduksi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sri Hartini (2012) juga menjelaskan dalam penelitiannya Peran Inovasi menunjukkkan adanya peran Inovasi terhadap kinerja bisnis. Penelitian ini juga menyatakan pentingnya inovasi bagi UMKM dalam memproduksi produk kualitas tinggi sehingga mampu bersaing secara global. Permasalahan dari produk ini ialah kurangnya inovasi yang akan mempengaruhi volume penjualannya. Untuk menghindari hal tersebut salah satu metode yang dapat digunakan ialah marketing mix dengan 9P. Melihat keberhasilan bauran pemasaran(marketing mix) pada penelitian sebelumnya, maka penelitian ini juga turut menggunakan bauran pemasaran mengikuti pembaharuan yang ada, yaitu dengan 9 indikator. Indikator yang dimkasud ialah Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical, Payment, dan Packaging. Adapun penelitian ini dilakukan untuk meningkatan penjualan produk ikan kaleng sardencis XYZ. takan pentingnya inovasi bagi UMKM dalam memproduksi produk kualitas tinggi sehingga mampu bersaing secara global. Permasalahan dari produk ini ialah kurangnya inovasi yang akan mempengaruhi volume penjualannya. Untuk menghindari hal tersebut salah satu metode yang dapat digunakan ialah marketing mix dengan 9P. Melihat keberhasilan bauran pemasaran(marketing mix) pada penelitian sebelumnya, maka penelitian ini juga turut menggunakan bauran pemasaran mengikuti pembaharuan yang ada, yaitu dengan 9 indikator. Indikator yang dimkasud ialah Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical, Payment, dan Packaging. Adapun penelitian ini dilakukan untuk meningkatan penjualan produk ikan kaleng sardencis XYZ.
PERANCANGAN TATA LETAK PARKIRAN SEPEDA POLTEK Agung, Agung Sampurna
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 8 No 2 (2025): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas parkir adalah lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu tertentu. Di Politeknik Gajah Tunggal, banyak mahasiswa memarkirkan sepeda sembarangan karena tidak adanya petugas parkir, menyebabkan tata letak tidak beraturan, akses keluar-masuk terganggu, dan area terlihat padat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak parkiran sepeda menggunakan metode CORELAP serta pola parkir dengan pendekatan Ergonomi Partisipatori. Ergonomi Partisipatori bertujuan mengurangi risiko kecelakaan kerja akibat human error melalui penggunaan alat pelindung diri. Algoritma CORELAP mengubah data kualitatif menjadi kuantitatif untuk menentukan peletakan fasilitas berdasarkan hubungan kepentingan. Pada penelitian ini, sudut parkir optimal yang diperoleh adalah sudut 90°, berdasarkan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa sudut ini menghasilkan jumlah petak parkir terbanyak.
ANALISIS KEANDALAN MESIN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (Studi Kasus di PT. NISSIN BISCUIT INDONESIA) Ginting, Paris Johannes; Soepardi, Apriani
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 6 No 2 (2023): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v6i2.3517

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui mesin yang paling kritis dan komponen yang dapat memberikan kegagalan fungsi pada sistem, mode kerusakan yang terjadi, dan menentukan kebijakan perawatan yang tepat. Penelitian dilakukan di PT Nissin Biscuit Indonesia pada line produksi biscuit crispy crackers. Dalam penelitian ini metoda yang digunakan adalah Analisis Reliability Centered Maintenance (RCM). Kelebihan metoda ini dibandingkan dengan metoda Preventive Maintenance (PM) adalah bahwa metoda ini tidak bertujuan hanya untuk menjaga agar mesin dapat tetap berjalan melainkan agar mesin dapat tetap menjalankan fungsinya sesuai dengan standar performansinya. Dalam melakukan RCM ada 7 tahap yang harus dilakukan (1) Mendefinisikan seluruh sistem yang ada (2) menentukan batasan sistem dan hubungannya (3) membuat uraian fungsi sistem dan blok diagram (4) menentukan fungsi sistem dalam mendukung sistem mesin (5)mencari mode kerusakan dan analisa akibat mode kerusakan (6) analisa pohon logika (7) menentukan tindakan Pada analisa mesin kritis, diketahui mesin yang paling sering mengalami kerusakan adalah baking section. Setelah dilakukan analisis RCM pada mesin kritis dapat ditentukan kebijakan perawatan yang sebaiknya dilakukan pada baking section adalah Condition Directed (CD), Time Directed (TD), Failure Fanding (FF), dan Run to failure (RTF).
Analisis Perawatan Mesin Bubut Otomatis dengan Metode Reliability Centered Maintenance (Studi Kasus : PT Indocasa Furniture) adi, muhammad
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 7 No 2 (2024): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v7i2.3689

Abstract

Perawatan (Maintenance) berperan penting dalam kegiatan produksi dari suatu perusahaan. PT Indocasa Furniture adalah perusahaan yang bergerak di bidang furniture dengan didukung oleh sejumlah mesin dan peralatan yang saling berinteraksi untuk menghasilkan produk. Terdapat mesin yang memiliki frekuensi downtime yang tinggi dan mempengaruhi proses produksi muebel dan hasil kualitas yaitu mesin Bubut otomatis dengan total downtime sebesar 463 jam pada tahun 2022. Hal ini bisa menjadi penghambat jalannya proses produksi, sehingga berdampak pada hasil kualitas kayu dan menurunnya jumlah produksi. Downtime disebabkan oleh berbagai jenis kerusakan dan gangguan pada komponen-komponen mesin Bubut otomatis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis keandalan mesin dan mengajukan rencana perawatan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah Reliability Centered Maintenance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan perawatan dan melakukan penjadwalan terhadap komponen kritis mesin Bubut otomatis. Hasil penerapan metode RCM diperoleh tindakan perawatan pada komponen mesin yang terdiri dari 4 komponen pada kategori Condition Directed (CD), 3 komponen pada kategori Finding Failure (FF) dan 3 komponen pada kategori Time Directed (TD). Menentukan jadwal perawatan komponen kritis pada mesin Bubut otomatis antara lain: Komponen Rol amplas usulan jadwal pergantian 196,07 (Jam), dan komponen Selenoid angin usulan jadwal pergantian 1194,15 (Jam).
Perbaikan Tata Letak Penyimpanan dengan Metode Class Based Stotrage, Blocplan, dan Dedicated Storage pada RSPAU Hardjolukito Prasetio, Joand; Widhiyanto, Candra; Ariyanto, Derby; Suseno
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 7 No 1 (2023): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v7i1.3773

Abstract

RSPAU Hardjolukito merupakan rumah sakit Pusat Angkatan Udara dr. S. Hardjolukito yang telah mendapatkan penetapan sebagai Rumah Sakit Tipe B dari Kemenkes RI pada tanggal 20 Juni 2013. Dari hasil penelitian rumah sakit tersebut belum memiliki tata letak yang baik. Hal ini terlihat dari cara penyimpanan stok obat yang belum mengikuti kaidah tata letak gudang. Masalah yang timbul adalah perpindaha dari satu rak ke rak yang lain menjadi jauh dengan jarak rata-rata 10 meter yang menyebabkan efektivitas gudang berkurang menjadi sebesar 80%. Allowance yang sempit, berkisar 1-1.5 meter. Parameter tata letak gudang bahan baku yang baik adalah dipenuhinya ruang secara maksimal dan pemenuhan terhadap kebutuhan dalam semua depo dibagian rumah sakit. Dengan rencana tata letak gudang penyimpanan obat usulan dapat meningkatkan utilitas 85% dengan metode Class Based Storage dan utilitas 89% setelah ditata ulang dengan Dedicated Storage.
Pengendalian Manajemen Persediaan dengan Model ARIMA Tampubolon, Jusra; Sembiring, Anita Christine; Tarigan, Markonius Boy
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 8 No 2 (2025): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v8i2.3774

Abstract

Persediaan adalah salah satu persyaratan utama yang harus dipenuhi dan dimiliki oleh bisnis dalam aktivitas perdagangannya, karena persediaan merupakan tempat transaksi dilakukan. Manajemen persediaan yang kurang baik juga bisa jadi dikarenakan para pelaku usaha yang masa bodoh dan acuh terhadap bagaimana mengelola persediaannya karena beranggapan bahwa yang penting usahanya dapat terus berjalan tanpa tahu sewaktu-waktu usahanya harus tutup karena semakin banyak persediaan yang tidak terjual karena habis masa layak pakainya. CV. Cikini Raya merupakan salah satu usaha yang menyediakan jasa konstruksi di kota Medan. CV. Cikini Raya sendiri dalam memenuhi kebutuhan semen, melakukan pemesanan dengan melihat persediaan bahan baku yang akan habis dan mengakibatkan proses produksi menjadi terhambat. Berdasarkan kondisi tersebut penulis tertarik untuk melakukan kajian ataupun analisis terhadap manajemen persediaan dari CV. Cikini Raya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini adalah peramalan terhadap pemakaian semen untuk 48 minggu selanjunya.
Analisis Perencanaan Persediaan Bahan Baku Duplex dengan Pendeketan Material Requirement Planning (MRP) Saeful Imam; Abdullah, Rizki
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 7 No 1 (2023): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/juritiprima.v7i1.4087

Abstract

PT X merupakan sebuah perusahaan yang berfokus pada cetak kemasan dengan menggunakan teknik offset dan pabrik ini memproduksi berbagai jenis kemasan untuk berbagai produk. Bahan utama yang sering digunakan oleh PT X adalah Duplex Coated dengan ketebalan 350 GSM. Saat melakukan pembelian bahan baku, PT X masih menggunakan metode perhitungan manual. Akan tetapi, metode ini menjadi permasalahan karena perusahaan seringkali mengalami kekurangan bahan baku ketika sedang dalam tahap produksi produk tertentu, juga berulang kali melakukan pembelian bahan baku yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku dengan metode Material Requirement Planning (MRP) lot sizing yang paling sesuai dengan biaya terendah. Penelitian ini menggunakan peramalan Winter Exponential Smoothing. Hasil peramalan akan digunakan untuk menentukan rencana pembelian persediaan bahan baku dengan tiga metode MRP lot sizing yang berbeda, yaitu, Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode LFL memberikan biaya perencanaan persediaan bahan baku yang lebih rendah dibandingkan dengan metode EOQ dan POQ. Biaya perencanaan dengan metode LFL adalah sebesar Rp378.174, lebih rendah dibandingkan dengan biaya sebesar Rp660.946 untuk metode EOQ dan Rp548.254 untuk metode POQ.