cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
DISFEMISME DALAM TUTURAN REMAJA BERBAHASA JAMEE DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Yulia Sari; Mohd. Harun; Yusri Yusuf
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.4644

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan bentuk disfemisme dalam tuturan remaja berbahasa Jamee di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, (2) mendeskripsikan konteks disfemisme dalam tuturan remaja berbahasa Jamee di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, dan (3) mendeskripsikan fungsi disfemisme dalam tuturan remaja berbahasa Jamee di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini adalah tuturan remaja yang mengandung ungkapan disfemisme dengan sumber data remaja di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik rekam atau catat. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, remaja di Kecamatan Samadua menggunakan ungkapan disfemisme berbentuk kata, frasa, dan kalusa. Kedua, konteks penggunaan disfemisme dalam tuturan remaja di Kecamatan Samadua disebabkan karena marah, meminta, berkomentar, bercanda, bertanya, kebiasaan, terkejut, merespon pertanyaan. Ketiga, fungsi disfemisme pada tuturan remaja yaitu untuk menyakiti orang yang dituju, menuduh atau menggugat, penolokan atau pengingkaran terhadap seseorang atau sesuatu hal, mengkritik, memberi pertanyaan, mengutuk atau melaknat, dan mengekspresikan ketidakpedulian.Kata kunci: Disfemisme, Tuturan Remaja, Bahasa Jamee  
KAJIAN MATERI PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MENUJU REVOLUSI 4.0 Lisa Septia Dewi br. Ginting
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3199

Abstract

Abstrak. Tujuan makalah ini menjelaskan kajian materi dan cara menghadapi revolusi 4.0 untuk pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Materi yang ada di dalam kurikulum 2013 sudah sesuai dengan yang dibutuhkan dunia nyata, tinggal saja faktor yang sangat mendukung seperti guru yang inovatif dalam memilih pendekatan sesuai dengan materi, kelengkapan sarana dan prasaran dan juga kekampuan guru dalam menggunakan teknologi informasi. Cara bijak menghadapi revolusi 4.0 bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, menjadikan pelajaran ini  menyenangkan, Guru dan siswa harus terampil dalam berkomunikasi, terampil berliterasi informasi, menguasai teknologi dan informasi, harus kaya strategi inovatif dan berkarakter.Kata kunci : Kajian, Materi, Bahasa dan Sastra Abstract. The purpose of this paper describes the study of material and how to deal with the 4.0 revolution for the study of Indonesian Language and Literature. The material in the 2013 curriculum is in accordance with what is needed in the real world, leaving only very supportive factors such as innovative teachers in choosing approaches in accordance with the material, completeness of facilities and targets and also the ability of teachers to use information technology. Wise way of dealing with the 4.0 revolution for Indonesian language and literature lessons, making this lesson enjoyable, Teachers and students must be skilled in communication, skilled in titrating information, mastering technology and information, must be rich in innovative and characterized strategies.Keywords: Study, Material, Language and Literature
ANALISIS BENTUK REDUPLIKASI DAN DERIVASI DALAM TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 KOTA SUKABUMI Sindi Nurdiani; Fauziah Suparman; Deden Ahmad Supendi
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.2995

Abstract

Abstrak. Proses morfologi atau proses pembentukan kata mempunyai dau hasil yaitu bentuk dan makna gramatikal. Bentuk dan makna gramatikal merupakan dua hal yang berkaitan erat. Bentuk merupakan wujud fisiknaya dan makna gramatikal merupakan isi dari wujud fisik atau bentuk tersebut. Dalm proses morfologis terdapat reduplikasi dan derivasi. Reduplikasi merupakan bentuk pengulangan kata, terdapat reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi perubahan bunyi. Sedangkan derivasi merupakan proses pengimbuhan afiks non inflektif pada dasar untuk membentuk kata. Dalam derivasi terdapat derivasi balik dan derivasi zero. Derivasi balik adalah proses pembentukan kata secara terbalik seperti, nanya menjadi tanya. Sedangkan derivasi zero adalah proses morfologis yang mengubah leksem menjadi kata tanpa penambahan atau pengurangan leksem seperti leksem batu menjadi batu Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk reduplikasi dan derivasi yang terdapat dalam teks deskripsi siswa kelas VII G SMP Negeri 13 Kota Sukabumi . Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu desain penelitian deskriptif kualitatif. Data yang didapatkan berupa teks deskripsi. Dan dianalisis mengenai bentuk reduplikasi dan bentuk derivasi yang terdapat pada teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Sukabumi. Teknik pengumpulan adata yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bentuk reduplikasi dalam teks deskripsi siswa terdapat reduplikasi penuh, sebagian, dan perubahan bunyi. Dan bentuk derivasi dalam teks deskripsi terdapat derivasi balik dan zero.Kata kunci : Reduplikasi, Derivasi, Teks Deskripsi Siswa Abstract. Morphological processes or word formation processes have two results, namely grammatical form and meaning.  Grammatical form and meaning are two things that are closely related.  Form is a physical form and grammatical meaning is the content of the physical form or form.  In the morphological process there is reduplication and derivation.  Reduplication is a form of repetition of words, there is full reduplication, partial reduplication, and reduplication of sound changes.  While derivation is a process of influencing non-inflective affixes on the basis of forming words.  In derivation there is a back derivation and zero derivation.  Reverse derivation is the process of forming words in reverse such as, asking questions.  While zero derivation is a morphological process that converts lexemes into words without the addition or reduction of leksem such as stone leksem to stone.  The research design carried out in this research is descriptive qualitative research design.  The data obtained in the form of description text.  And analyzed the form of reduplication and derivation form contained in the description text of grade VII students of SMP Negeri 13 Sukabumi City.  Adata collection techniques used in this study are observation, and documentation.  The conclusion of this research is the form of reduplication in the text description of students there are full, partial reduplication, and sound changes.  And the derivation forms in the description text are back and zero derivations.  Keywords: eduplication, Derivation, Student Description Text
PELATIHAN PENERAPAN PENGAJARAN REFLEKTIF DALAM PENGIMPLEMENTASIAN PENDEKATAN SCIENTIFIC APPROACH BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI MAN MEDAN Masitowarni Siregar, Meisuri dan Syamsul Bahri
Jurnal Bahastra Vol 5, No 2 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i2.3692

Abstract

Abstrak.Pembelajaran aktif (active learning) adalah salah satu ciri utama yang dikehendaki oleh kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penerapan Pengajaran Reflektif dalam pengimplementasian pendekatan Scientific Approach bagi guru Bahasa Inggris di MAN Medan. Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1)  dan Madrasah Tsaniyah Negeri 2 (MTsN 2) Medan merupakan sekolah negeri yang berlokasi di Jl. Williem Iskandar No. 7 B, Kota Medan, Sumatera Utara. Sekolah ini juga termasuk sekolah yang aktif mengikuti berbagai kegiatan baik yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah maupun lembaga lainnya. Namun, pada kenyatannya tidak semua siswa mampu melatih dirinya untuk berpikir kritis tanpa ada peran seorang guru yang terus berinovasi untuk mewujudkan suatu pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Penerapan Pengajaran Reflektif merupakan cara yang efektif dalam melatih siswa untuk terus berpikir kritis yang tentunya akan menjadi siswa yang aktif dan kreatif. Adapun target luaran yang akan dicapai adalah Publikasi ilmiah pada Jurnal ber ISSN/Prosiding jurnal Nasional; buku referensi/modul Pembelajaran Reflektif dalam pendekatan Scientific Approach; serta publikasi pada media masa cetak. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah model pelatihan penerapan Pengajaran Reflektif dalam pengimplementasian pendekatan Scientific Approach. Pelaksanaan kegiatan pembinaan ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu 1) sosialisasi konsep dasar reflective teaching, 2) pelatihan reflective teaching dengan media power point, 3) tahapan pembimbingan reflective teaching, 4) tahap laporan draft buku tentang reflective. Pembinaan kemampuan reflective teaching para guru bahasa inggris yang dilakukan di sekolah mitra yaitu MAN 1 Medan dan MTSN 2 Medan sejauh ini telah dilaksanakan dengan baik dan diterima baik pula oleh sekolah mitra. Kata Kunci: Pengajaran Reflektif, Scientific Approach, Guru, MAN Abstract. Active learning is one of the main characteristics desired by the 2013 curriculum. This study aims to provide training on the application of Reflective Teaching in implementing the Scientific Approach approach for English teachers in MAN Medan. Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) and Madrasah Tsaniyah Negeri 2 (MTsN 2) Medan are public schools located on Jl. Williem Iskandar No. 7 B, Medan City, North Sumatra. This school is also a school that actively participates in various activities both organized by the government and other institutions. However, in reality not all students are able to train themselves to think critically without the role of a teacher who continues to innovate to create learning that is in accordance with the demands of changing times. The application of Reflective Teaching is an effective way of training students to continue to think critically, which of course will become active and creative students. The output targets to be achieved are scientific publications in ISSN journals / National journal Proceedings; reference books / Reflective Learning modules in the Scientific Approach approach; as well as publications in the print media. The implementation method used is a training model for the application of Reflective Teaching in implementing the Scientific Approach approach. The implementation of this coaching activity is carried out in four stages, namely 1) socialization of the basic concepts of reflective teaching, 2) reflective teaching training using power point media, 3) reflective teaching guidance stages, 4) stage report draft book on reflective The development of reflective teaching skills for English teachers carried out in partner schools, namely MAN 1 Medan and MTSN 2 Medan, has so far been well implemented and well received by partner schools.Keywords: Reflective Teaching, Scientific Approach, Teacher, MAN
ANALISIS KESANTUNAN IMPERATIF BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 CIDADAP KABUPATEN SUKABUMI Yanyan Yanyan
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.3050

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan kalimat yang menunjukan kesantunan imperatif ajakan, permintaan, dan suruhan dalam teks pidato siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap. Jenis penelitian ini adalah jenis kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud atau bentuk kalimat kesantunan imperatif yang terdapat dalam teks pidato yang di tulis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan beberapa teknik, pertama yaitu teknik simak bebas cakap dan yang kedua adalah teknik catat. Hasil dari penelitian ini dan analisis yang dilakukan, terhadap  teks pidato siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap Tahun Pelajaran 2019/2020  yang berjumlah 10 naskah pidato dan 21 data yaitu:  Sebanyak 13(tiga belas) data menunjukan kesantunan imperatif ajakan, sebanyak 7 (tujuh) data menunjukan kesantunan imperatif permintaan, dan sebanyak 1 (satu) data menunjukan kesantunan imperatif suruhan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cidadap Tahun Pelajaran 2019/2020 lebih banyak menggunakan kalimat kesantunan imperatif ajakan dibandingkan dengan kalimat kesantunan permintaan maupun kalimat kesantunan suruhan.Kata kunci : Kesantunan, imperatif,  teks pidatoAbstract. This research aims  to identify and use the term to identify and use the term to identify and use the sentence to identify the use and identification of the sentence  imperative invitation in speech text, politeness of the request, politeness of the messengers  of class IX students of SMP Negeri 1 Cidadap.  The data source in this study was the speech text of grade IX students of SMP Negeri 1 Cidadap. The method used in this study is the method of listening with several techniques, the first is the technique of free speech and the second is the note-taking technique.  Which amounted to 10 speech scripts and 21 data, namely: A total of 13 (thirteen) data shows the courtesy of the invitation imperative, as many as 7 (seven) data indicate the imperative politeness of the request, and as much as 1 (one) data indicates the imperative politeness of the order.  Based on these results it can be concluded that grade IX students of SMP Negeri 1 Cidadap in the 2019/2020 Academic Year use more sentences of invitation imperative politeness than those of request politeness sentences or sent politeness sentences.   Keywords:Politeness, imperative, speechtext
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR OLEH SISWA KELAS XI MAN I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2019/2020 Sri Listiana Izar dan Nur Afrida
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI Mia I di MAN I Medan dengan model problem based learning tahun Pembelajaran 2019/2020.. Penelitian ini dilaksanakan din aekolah MAN I Medan. Subjek penelitianini adalah seluruh siswa kelas XI Mia I di MAN I Medan tahun Pmbelajaran 2019-2020 yang berjumlah 35 orang terdiri dari 1 kelas. Objek penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI Mia I di MAN I Medan dengan model problem based learning tahun Pembelajaran 2019/2020. Metode penelitian ini mengacu pada bentuk desain bercorak Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Penelitian PTK dilaksanakan dengan prosedur ; tahap perencanaan,,tahap observasi,,tahap pelaksanaan, dan ,tahap refleksi. Adapun besar peningkatan aktifitas menulis teks prosedu siswa adalah sebesar 2.33% dan peningkatan nilai secara klasikal dari hasil tes hasil belajar I ke  tes hasil belajar II adalah sebesar 27,33 % atau terjadi peningkatan nilai rata – rata hasil belajar sebesar 5,59.Kata Kunci : Problem Based Learning, Kemampuan Menulis Teks Prosedur
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 040551 LAU PAKAM TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Emaslim Arios; Liana,S.Pd., M.Hum
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3507

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa pada pembelajaran kosakata melalui model pembelajaran scramble di SD Negeri 040551 Lau Pakam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20  siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdapat satu kali pertemuan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan tes. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa dengan menentukan pada ketuntasan individu, ketuntasan klasikal, dan rata-rata hasil belajar siswa sesuia dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70.Hasil penelitian yang dilakukan pada pre-tes diperoleh hasil pelaksanaan pembelajaran pada aktivitas guru yaitu 63,5 dengan kategori cukup dan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada aktivitas guru yaitu 66,4 dengan kategori cukup, sedangkan pada aktivitas sisa yaitu nilai 79,9 dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa diperoleh, ketuntasan hasil belajar siswa individu sesuai KKM yang ditetapkan yaitu 70, siswa yang tuntas 7 orang sedangkan yang tidak tuntas 13  orang. Hasil belajar klasikla diperoleh siswa yang tuntas 35% dan yang tidak tuntas 65%, nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 59,9 dengan hasil belajar siswa pada siklus I belum sangat maksimal, dengan demikan maka dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada ativitas guru yaitu 76% dengan kategori baik, sedangkan pada aktivitas siswa yaitu nilai 76 dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu siswa yang tuntas 19 orang sedangkan yang siswa yang tidak tuntas 1 orang.          Hasil belajar siswa secara klasikal diperoleh siswa yang tuntas 95%dan siswa yang tidak tuntas 5% nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II meningkat yaitu 88,4 %. Kata  Kunci: Peningkatan Penguasaan Kosakata, Model Pembelajaran Scramble.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL “MERAJUT ASA” DI TRANS7 TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK OLEH SISWA KELAS VII MTs NEGERI 3 MEDAN Mrs. Kursitasari
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3166

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio visual “Merajut asa” di Trans 7 dalam pembelajaran menulis cerita pendek oleh siswa kelas VII MTs Negeri 3 Medan . Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 3 Medan, jumlah populasi dalam penelitian ini 239 siswa, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-2 terdapat 40 siswa dan VII-4 terdapat 39 siswa. jadi seluruh sampel berjumlah 79 siswa. Kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang menerima pembelajaran menggunakan media pembelajaran audio visual “Merajut Asa” sedangkan kelas VII-4 sebagai kelas kontrol tanpa menggunakan media pembelajaran audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Dengan desain tersebut, akan dibandingkan kemampuan menulis cerpen siswa yang dibimbing dengan menggunakan media pembelajaran audio visual “Merajut Asa” dengan kemampuan menulis cerpen tanpa menggunakan media audio visual. Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media pembelajaran audio visual “Merajut Asa” yaitu 79,53 dengan standar deviasi 7,14. Sedangkan kemampuan menulis cerpen tanpa menggunakan media pembelajaran audio visual yaitu 63,36 dengan standar deviasi 9,40. Dari hasil analisis statistika diperoleh harga sebesar 6,6. Setelah dibandingkan dengan  dengan df = ( ), (40+39) - 2 = 77. Pada tabel t dengan df 77 diperoleh taraf signifikan 5% = 1,664 karena  yang diperoleh lebih besar dari  yaitu , yakni 6,6 1,664 Maka hipotesis nihil (  ditolak dan hipotesis alternatif (  diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual “Merajut Asa” lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen oleh siswa kelas VII MTs Negeri 3 Medan .Kata kunci: efektivitas, media audio-visual, cerita pendek Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the use of audio-visual media “Merajut asa”  in Trans 7 in learning to write short stories by class VII students of State MTs 3 Medan . This research was conducted in Medan State MTs 3, the population in this study was 239 students, and the sample in this study consisted of two classes, namely class VII-2, there were 40 students and VII-4 there were 39 students. so all the samples were 79 students. Class VII-2 as an experimental class is a class that receives learning using audio-visual learning media “Merajut asa” while class VII-4 as a control class without using audio visual learning media. The method used in this study is an experimental method with the design of Posstest-Only Control Design. With the design, it will be compared to the ability to write short stories of students who are guided by using audio visual learning media “Merajut asa” with the ability to write short stories without using audio visual media. From the results of data analysis, the average ability to write short stories is obtained by using “Merajut asa” audio-visual learning media, which is 79.53 with a standard deviation of 7.14. While the ability to write short stories without using audio visual learning media is 63.36 with a standard deviation of 9.40. From the results of statistical analysis, the price is 6.6. After being compared with with df = ( ), (40+39) - 2 = 77. In with df 77 obtained a significant level of 5% = 1,664 because obtained is greater than namely ,, which is 6.6 1.664 Then the null hypothesis ( is rejected and the alternative hypothesis ( is accepted. Thus it can be concluded that “Merajut asa” audio-visual learning media is more effective in improving short story writing skills by class VII students of State 3 of MTs Medan.Keywords: effectiveness, audio-visual media, short stories
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 040551 LAU PAKAM TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Emaslim Arios
Jurnal Bahastra Vol 5, No 2 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i2.3669

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa pada pembelajaran kosakata melalui model pembelajaran scramble di SD Negeri 040551 Lau Pakam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20  siswa. Teknik yang digunakan adalah observasi dan tes.Hasil penelitian yang dilakukan pada pre-tes diperoleh hasil pelaksanaan pembelajaran pada aktivitas guru yaitu 63,5 dengan kategori cukup dan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada aktivitas guru yaitu 66,4 dengan kategori cukup, sedangkan pada aktivitas sisa yaitu nilai 79,9 dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa diperoleh, ketuntasan hasil belajar siswa individu sesuai KKM yang ditetapkan yaitu 70, siswa yang tuntas 7 orang sedangkan yang tidak tuntas 13  orang. Hasil belajar klasikla diperoleh siswa yang tuntas 35% dan yang tidak tuntas 65%, nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 59,9 dengan hasil belajar siswa pada siklus I belum sangat maksimal, dengan demikan maka dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh hasil pelaksanaa pembelajaran pada ativitas guru yaitu 76% dengan kategori baik, sedangkan pada aktivitas siswa yaitu nilai 76 dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu siswa yang tuntas 19 orang sedangkan yang siswa yang tidak tuntas 1 orang. Hasil belajar siswa secara klasikal diperoleh siswa yang tuntas 95%dan siswa yang tidak tuntas 5% nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II meningkat yaitu 88,4 %.
KEMAMPUAN MENULIS CERITA BERDASARKAN DONGENG BERGAMBAR OLEH SISWA KELAS V SD NEGERI 104232 TANJUNG MORAWA Putri Juwita; Tiflatul Husna
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.3112

Abstract

Abstrak. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu berupaya mendeskripsikan kemampuan siswa menulis cerita berdasarkan dongeng bergambar yang dibacanya. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V  SD Negeri 104232 Tanjung Morawa.Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang siswa.maka sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 104232 Tanjung Morawa. Teknik pengumpulan data adalah tes kemampuan menulis cerita berdasarkan dongeng bergambar yang diberikan kepada siswa.Teknik Analisis Data menghitung skor tes menulis cerita lalu Menghitung nilai mean dan standar deviasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya siswa yang mampu menulis cerita berdasarkan dongeng bergambar sebesar 87,5%, sedangkan sisanya 12,5% dinyatakan belum mampu.maka dapat simpulkan tingkat kemampuan menulis cerita berdasarkan dongeng bergambar oleh siswa kelas V  SD Negeri 104232 Tanjung Morawa dikategorikan  baik dengan rata-rata 75,09.Kata Kunci: kemampuan, menulis, ceritaAbstract. This research is a descriptive research. Descriptive research, which seeks to describe the ability of students to write stories based on pictorial tales they read. This research was conducted in class V SD Negeri 104232 Tanjung Morawa. The population in this study were 32 students. So the sample of this study was all grade V SD Negeri 104232 Tanjung Morawa. The data collection technique is a test of the ability to write stories based on illustrated fairy tales given to students. Data analysis techniques calculate the story writing test score and then calculate the mean and standard deviation value. Thus it can be concluded that in general students who are able to write stories based on pictorial tales are 87.5%, while the remaining 12.5% are declared incapable. So it can be concluded that the level of ability to write stories based on pictorial tales by grade V SD Negeri 104232 Tanjung Morawa categorized as good with an average of 75.09.Keywords: ability, writing, stories