cover
Contact Name
Delviana Buulolo
Contact Email
tithadlvn96@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fpsi@unprimdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Prima
ISSN : 20883633     EISSN : 25988026     DOI : https://doi.org/10.34012
PSIKOLOGI PRIMA merupakan jurnal ilmiah yang mengkaji ilmu psikologi sebagai media dalam menyajikan hasil-hasil penelitian psikologi industri dan organisasi, pendidikan, perkembangan, kepribadian, sosial, kewirausahaan, klinis dan kesehatan maupun isu-isu yang terkait yang bersumber dari konteks keanekaragaman sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMA YAYASAN PERGURUAN HARAPAN MANDIRI MEDAN Rezeki, Sabrini Mentari
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.876

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami underachiever dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian satu orang siswa yang mengalami underachiever. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman. Kesimpulannya yaitu HT mengalami underachiever dengan karakteristik rendahnya self-esteem dan rendahnya konsep diri akademik. Faktor-faktor yang menyebabkan HT mengalami underachiever strategi dalam belajar, faktor kondisi psikologis, faktor emosi. Faktor motivasi yang rendah, faktor kondisi psikososial yaitu kondisi keluarga, orangtua kurang memberikan perhatian, seringnya ayah memberi hukuman kepada HT dan orangtua yang sering mengkritik menjadi faktor penyebab underachiever.
KECEMASAN MENYUSUN SKRIPSI DITINJAU DARI PERFEKSIONISME PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Lubis, Rizky Amelia
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Medan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan, dengan asumsi semakin tinggi perfeksionisme, maka semakin tinggi kecemasan dan sebaliknya semakin rendah perfeksionisme, maka semakin rendah kecemasan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Medan sebanyak 90 orang mahasiswa. Data diperoleh dari skala untuk mengukur perfeksionisme dan kecemasan. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 18 for windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.260 dan nilai signifikansi sebesar 0.007 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variable perfeksionisme terhadap kecemasan sebesar 6.8 persen, selebihnya 92.2 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian adanya hubungan positif antara perfeksionisme dengan kecemasan dapat diterima.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP SELF-EFFICACY PENYALAHGUNA NAPZA PADA TAHAP RE-ENTRY DI BALAI BESAR REHABILITASI BNN LIDO SUKABUMI Hasan, Aliah B Purwakania
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.882

Abstract

This study aims to determine whether there is any effect of family support for the self-efficacy of drug users in a large hall rehabilitation BNN Lido Sukabumi and how much influence the social support. The theory used in this study is Albert Bandura's theory that addresses self-efficacy and Friedman's theory that addresses family support. Population and sample used in this study is resident rehabilitated at the stage of re-entry in rehabilitation BNN Lido amounted to 41 people with the use of non-probability sampling that the saturation sampling and questionnaire as a data collection tool. The results were that the requirements of normality with significant value for the variable of social support 0.733 and 0.937 for the variable self-efficacy otherwise normal, social support variable reliability values are 0.8998 and 0.8883 for the variable self-efficacy. The results obtained by using simple linear regression test showed that there is influence of social support for the self-efficacy of drug users, with a significance value of 0.000 (0.000 <than 0.05), meaning that the higher the social support that is given to the maximum will produce good self-efficacy.
Perbedaan Intensi Berwirausaha antara Wirausahawan dan Non-Wirausahawan Ditinjau dari Kepribadian Elvinawanty, Rianda; -, Ivory; Dhammayanti, Tjeng Ferra; Yaputri, Elvina; Sihombing, Mega Elfrida; Natalia, Inka
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1195

Abstract

Entrepreneurs can help reduce unemployment and poverty in Indonesia. Someone who wants to be an entrepreneur is detectable from the entrepreneurial intention. Entrepreneurs and non-entrepreneurs (civil servants) have different personality characteristics. This study aimed to examine the relationship between personality and occupation with entrepreneurial intentions, and differences between entrepreneur and civil servants' entrepreneurial intentions. Research subjects were 100 entrepreneurs and 100 civil servants selected with purposive sampling method. Data collection method used Likert scales, namely personality scale (35 items, α = .923) and entrepreneurial intention scale (24 items, α = .899). Data analysis used analysis of covariance (ANCOVA) with SPSS 16 for Windows. Data analysis results showed personality was positively related to entrepreneurial intentions (Sig. = .000 < p = .05), occupation affected entrepreneurial intentions (Sig. = .000 < p = .05), and the mean of entrepreneurial intentions of entrepreneurs' (73.67) was higher than civil servants’ (71.58).
PERAN BK DALAM IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN MASALAH SISWA (IKMS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR: IKMS, Peran BK, motivasi belajar Hadicahyono, Wachid
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1243

Abstract

Identifikasi kebutuhan dan masalah siswa merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Maksud dan tujuan dilakukan penelitian ini merupakan respon dari menurunnya motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pagaden. Penulis sebagai guru BK berkolaborasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk menemukan sebuah formulasi yang dapat meningkatkan kembali motivasi belajar siswa. Lebih lanjut penelitian ini, sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas X IPS 2 yang berdasarkan statistik diantara kelas X IPS yang lainnya rata-rata dalam pelajaran siswanya mengalami kesulitan dalam belajar. Hal ini dapat dilihat dari capaian nilai siswa yang banyak mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteri Ketuntasan Minimum). Berdasarkan hasil analisa dari identifikasi kebutuhan dan masalah siswa (IKMS) didapati bahwa kurangnya motivasi belajar siswa di Kelas X IPS 2 yang disebabkan mengalami kejenuhan dengan gaya mengajar guru yang monoton. Temuan ini menjadi rekomendasi kepada walikelas Kelas X IPS 2 dan guru mata pelajaran untuk mengubah gaya mengajar. Situasi yang berbeda pada proses pembelajaran ternyata memberikan hasil belajar yang sangat sigifikan dari angka sekitar 57% naik menjadi 84%. Penelitan ini diharapkan menjadi sebuah model kerja sama antar guru mata pelajaran agar menghasilkan pembelajaran yang terpadu
HOW IS WORK LIFE QUALITY AS ATTORNEY? DITINJAU DARI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP: HOW IS WORK LIFE QUALITY AS ATTORNEY? DITINJAU DARI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP Samosir, Novita
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1249

Abstract

The ideal leader is a person able to inspire his followers to put the goodness of the organization ahead of personal interests and give special influence to them as to improve their work life quality work lives. Thus,the intention of this study was to determine the correlation among transformative leadership and quality work of life. Subjects in this study were prosecutors at High Court of North Sumatera as many as 105 prosecutors selected with purposive sampling method. Data were altained by transformational leadership and work life quality scale then an analysis test consist of normality distribution and linearity test for colleration were conducted. Product Moment Correlation technique is used as an analysis of the results of research helped by SPSS. The analysis result revealed that the correlation coefficient was 0.625 and p = 0.000 (p <0.05). This indicates that a positive relation exists amongst transformative leadership and quality work of life. These calculation results conceal that the contribution given by transformational leadership to quality work of life is 39 percent, while the remaining 61 percent influenced by other aspects. Based on these results, the hypothesis in this study was accepted, means there is a positive correlation among transformational leadership and quality work of life.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA DALAM PENGELOLAAN KELAS DENGAN KEDISIPLINAN PADA SISWA SMK PABAKU Mailani, Liana
Psikologi Prima Vol. 3 No. 2 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i2.1250

Abstract

This study aims to determine the correlation between students' perceptions of classroom management and students’ discipline of SMK Pabaku. The hypothesis of this study is that there is a positive correlation between students' perceptions of classroom management and their discipline. It is assummed that the more positive student perceptions of classroom management is, the higher discipline will they be. Conversely, the more negative their perception toward class management, the less discipline will they be. The subjects of this research were 155 high school students of SMK Pabaku. Samples were derived by using simple random sampling technique. Data were obtained from the Discipline Scale and Scale Student Perceptions toward Classroom Management. The calculation is done by means of testing requirements analysis (assumption testing) that consists of a test for normality of distribution and relationships linearity test. Data were analysed by applying formula of product moment correlation through SPSS 20 for Windows. Results of data analysis showed that a correlation coefficient was 0.605 with p value of 0.000 (p <0.05). It shows there is a positive correlation between students' perceptions of classroom management with discipline. The result of this study indicates that the contributions of the students' perceptions of classroom management to discipline are 59.1 percent, and the rest 49.9 percent is influenced by other factors not examined. From these results, it can be concluded that the hypothesis stating that there is a positive relationship between students' perceptions of classroom management with discipline, can be accepted.
KEPUASAN PERKAWINAN DITINJAU DARI RELIGIUSITAS PADA PASANGAN INFERTIL DI KELURAHAN SEI SIKAMBING D Wibiren, Winnie
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kepuasan perkawinan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara religiusitas dengan kepuasan perkiawinan, dengan asumsi semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi kepuasan perkawinan dan sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin rendah kepuasan perkawinan.Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak setelah menikah selama 2 tahun, di Kelurahan Sei Sikambing D, yang berjumlah 80 orang / 40 pasangan. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur religiusitas dan kepuasan perkawinan.Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Pearson melalui bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,610 dengan p sebesar 0,000 (p < 0,05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara empati dengan perilaku prososial. Religiusitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial dengan sumbangan (R2) sebesar 37.2% selebihnya 66.8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara religiusitas dan kepuasan perkawinan, dapat diterima.
PERILAKU KONSUMTIF DITINJAU DARI KONTROL DIRI PADA REMAJA DI SMU WR.SUPRATMAN I MEDAN suviona, Suviona
Psikologi Prima Vol. 3 No. 1 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i1.1324

Abstract

This study aims to determine the relationship between consumer behavior and self-control. The hypothesis of this study states that there is a negative relationship between self-control with the consumer behavior, with an assumption the higher self-control, the lower the consumer behavior and conversely the lower the self-control, the higher the consumer behavior. Subjects of the study were students of SMU WR.Supratman I Medan consisting of 100 students who were selected by purposive sampling method. Data were obtained from a scale to measure self-control and consumer behavior. The calculation was performed by means of testing requirements analysis (assumption) that consists of a test for normality and linearity test relationships. Analysis of the data used is Product Moment Correlation with SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed that a correlation coefficient was -0.554 with p 0.000 (p <0.05). This shows there is a negative relationship between self-control and the consumer behavior. These results indicate that the contribution given to the control variable on consumer behavior was 30.7 percent and the remaining 69.3 percent was affected by other factors such as motivation, personality and self-esteem. From these results, it can be concluded that the hypothesis stating that there is a negative relationship between self-control and consumer behavior, is acceptable.
Stres Pada Ibu Bekerja Sitorus, Friyanka H.D.
Psikologi Prima Vol. 3 No. 2 (2020): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v3i2.1412

Abstract

Keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, menjadi hal penting bagi banyak wanita. Pada zaman modern ini, wanita yang telah menikah dan berkeluarga umumnya mengkombinasikan tugasnya sebagai ibu dengan kegiatan bekerja karena bekerja telah menjadi bagian dari kehidupan wanita. Berbeda dengan pandangan tradisional dimana wanita hanya memiliki peran untuk melahirkan anak (reproduksi) dan mengurus rumah tangga, seolah dibatasi dan ditempatkan dalam posisi pasif dimana wanita hanyalah pendukung karir suami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stress pada ibu bekerja secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan 6 orang ibu pekerja pada rentang usia 20-40 tahun yang memiliki anak dibawah 13 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres pada ibu bekerja umumnya disebabkan oleh faktor eksternal yaitu pekerjaan kemudian disusul dengan kondisi keluarga dan faktor eksternal lainnya. Faktor penahan stres seperti kesehatan dan energi yang tinggi menjadi sumber internal yang meminimalisir dampak dari stres. Sementara self esteem dan interpersonal trust yang tinggi serta komitmen pada keluarga merupakan faktor penahan stres bersumber internal. Implikasi dari penelitian ialah sebagai  bentuk pertimbangan dan antisipasi terhadap dampak dari keputusan ibu untuk bekerja mempertimbangkan jumlah ibu bekerja di Indonesia, khususnya Medan, yang semakin meningkat.