cover
Contact Name
dentin
Contact Email
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentin
ISSN : 26140098     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Dentin [e-issn: 2614-0098] merupakan terbitan berkala ilmiah tugas akhir berbahasa Indonesia berisi artikel penelitian dan kajian literatur tentang kedokteran gigi. Kontributor Dentin adalah kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa). Dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan terbit 3 (tiga) kali setahun setiap April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 11 Documents clear
HUBUNGAN INDEKS KARIES DMF-T DENGAN KONSUMSI AIR MINUM DAN PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA MASYARAKAT DI INDONESIA Novridha Dewi Ardiyanti; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6235

Abstract

ABSTRACT Background: Dental and oral health is important. HL Blum stated that the health status of a person or society is influenced by four factors. Environmental factors and behavioral factors play an important role in influencing the health status of teeth and mouth, especially dental caries. Based on RISKESDAS data in 2018, 57.6% of Indonesians have dental and oral health problems. Dental caries prevalence In Indonesia, the degree of severity is high at 88.8%. Dental caries can occur due to poor dental and oral hygiene. Maintaining individual oral and dental health can prevent caries, one of which is by brushing your teeth. 2.3% brushed their teeth properly in 2013 and decreased to 2% in 2018. Objectives: This study aims This study aims to determine the relationship between DMF-T caries index with drinking water consumption and tooth brushing behavior in Indonesian society. Method:literature review with the type of narrative review research. Search data sources using Google Scholar, and PubMed which have a maximum article publisher time span of the last 10 years. Results: There is a difference between the DMF-T caries index and consumption of rain water, river water, well water, mountain water, bottled water and PDAM water with the incidence of dental caries and there is a significant relationship between tooth brushing habits, and how to brush teeth with dental caries. Conclusion: The results of a review of the journal stated that brushing behavior has more influence on the DMF-T caries index than drinking water consumption patterns Keywords: Drinking water consumption, Index DMF-T caries, Tooth brushing behavior. ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. H. L. Blum menyatakan derajat kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor. Faktor lingkungan dan faktor perilaku memegang peranan penting dalam memengaruhi status kesehatan gigi dan mulut, khususnya karies gigi. Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 sebanyak 57,6% masyarakat Indonesia mempunyai permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi karies gigi di Indonesia derajat keparahannya tinggi yaitu sebesar 88,8%. Karies gigi dapat terjadinya karena rendahnya kebersihan gigi dan mulut. Menjaga kesehatan gigi dan mulut perorangan dapat mencegah terjadinya karies, salah satunya dengan cara melakukan sikat gigi. Sebesar 2,3% yang menyikat gigi dengan benar pada tahun 2013 dan menurun menjadi 2% pada tahun 2018. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks karies DMF-T dengan konsumsi air minum dan perilaku menyikat gigi pada masyartakat di Indonesia. Metode: literatur review dengan jenis penelitian narrative review. Pencarian sumber data menggunakan Google Scholar, dan PubMed yang memiliki rentang waktu penerbit artikel maksimal 10 tahun terakhir. Hasil: Terdapat perbedaan antara indeks karies DMF-T dengan konsumsi air hujan, air sungai, air sumur, air pegunungan, air  kemasan dan air PDAM dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi, dan cara menyikat gigi dengan karies gigi. Kesimpulan: Hasil dari telaah jurnal menyatakan perilaku menyikat gigi lebih berpengaruh terhadap indeks karies DMF-T dibandingkan pola konsumsi air minum Kata kunci: Indeks karies DMF-T, Konsumsi air minum, Perilaku menyikat gigi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DENGAN NILAI INDEKS DMF-T SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA M. Fahrul Ryzanur.A; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6226

Abstract

ABSTRACTBackground: The prevalence of people with oral and dental problems in Indonesia according to Riskesdas in 2018 was 57.6% with the National DMF-T index of 7.1. Lack of knowledge about oral and dental health causes a person not knowing the causes and prevention of dental caries. Purpose: To determine the results of published studies related to the relationship between dental health knowledge and the DMF-T index value of junior high school students. Method: A literature review with the type of narrative literature review. Data collection is carried out through electronic media. The data source is Secondary data from journals regarding the relationship between dental and oral health knowledge on the DMF-T score of junior high school students. Results: The results of the review of 12 journals conducted, found that the largest average percentage of DMF-T from 6 journals was in the low category, which was 27.45%, the average percentage of the largest dental and oral health knowledge level of the 5 journals was in the good / high, which is equal to 57.68%. Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge and the DMF-T index, most of the DMF-T index tends to be low in students with high levels of knowledge. Keywords: DMF-T index, Junior high school students, Level of knowledge. ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi masyarakat yang bermasalah gigi dan mulut di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2018 sebesar 57,6% dengan indeks DMF-T Nasional sebesar 7,1%. Pengetahuan yang kurang mengenai kesehatan gigi dan mulut menyebabkan seseorang tidak mengetahui penyebab dan pencegahan karies gigi. Tujuan: Untuk mengetahui hasil penelitian yang sudah dipublikasikan yang berkaitan dengan hubungan pengetahuan kesehatan gigi dengan nilai indeks DMF-T siswa SMP. Metode: Literature review menggunakan jenis narrative literature review. Pengumpulan data dilakukan melalui media elektronik. Sumber data berupa data sekunder dari jurnal mengenai hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap nilai DMF-T siswa SMP. Hasil: Hasil review 12 jurnal yang dilakukan, ditemukan rata-rata persentase DMF-T terbesar dari 6 jurnal pada kategori rendah, yaitu sebesar 27,45%, rata-rata persentase tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terbesar dari 5 jurnal tersebut adalah pada kategori baik/tinggi, yaitu sebesar 57,68%. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan indeks DMF-T, sebagian besar indeks DMF-T cenderung rendah pada siswa dengan tingkat pengetahuan tinggi. Kata kunci: Indeks DMF-T, Siswa SMP, Tingkat pengetahuan.
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN DENTAL HEALTH EDUCATION PADA ANAK TUNAGRAHITA (Literature Review) Lawrencia Constantika; Renie Kumala Dewi; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6231

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health of intellectually disabled children is lower to other children. This is because there are intellectual development disorders and limitation of adaptive function, so they are need an effective learning media to improving the dental and oral health knowledge of intellectually disabled children’s. One of the learning media that can be used is animated video media. Animated video media is concrete, more illustrative, imaginative, easy to understand, not easily damaged and can be accessed through social media. Purpose: This study is aimed to analyze effectiveness of animated video media in dental health education for intellectually disabled children. Method: This study uses literature review method. Article search using PubMed, Google Scholar and Science Direct. Then proceed to the screening stage that is adjusted to the inclusion criterias, e.g: (a) journals published in 2011-2020, (b) journals using Indonesian or English, (c) journals with the subject of research on children with intellectual disability. Results: The results of 20 articles, there are 8 articles that use animation video media as learning media. Based on average calculation, the percentage of total knowledge in dental and oral health increase by 57,86%. Conclusion: Animated video media is an effective learning media for improve knowledge of dental and oral health in intellectually disabled children.Keywords: Animated video, Dental health education, Intellectually disabled children.ABSTRAKLatar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita lebih rendah dibandingkan anak-anak lainnya. Hal tersebut dikarenakan terdapat hambatan intelektual dan keterbatasan fungsi adaptif pada anak tunagrahita, sehingga diperlukan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak tunagrahita mengenai kesehatan gigi dan mulutnya. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media video animasi. Media video animasi bersifat konkret, lebih ilustratif, imajinatif, mudah dimengerti, tidak cepat rusak dan dapat diakses melalui media sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video animasi dalam pembelajaran dental health education pada anak tunagrahita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel menggunakan PubMed, Google Scholar dan Science Direct. Kemudian dilanjutkan ke tahap penyaringan yang disesuaikan dengan kriteria inklusi, diantaranya: (a) jurnal dipublikasikan tahun 2011-2020, (b) jurnal menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, (c) jurnal dengan subjek penelitian anak tunagrahita atau retardasi mental. Hasil: Hasil penelitian dari 20 artikel, terdapat 8 artikel yang menggunakan media video animasi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan persentase total peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita sebesar 57,86%. Kesimpulan: Media video animasi merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita. Kata Kunci: Anak tunagrahita, Dental health education, Video animasi.
COVER DAN DAFTAR ISI_Dentin_Vol VI. No 1. April 2022 Dentin FKG ULM
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6236

Abstract

HUBUNGAN ANTARA LAMA MEROKOK DAN JUMLAH ROKOK YANG DIKONSUMSI PER HARI TERHADAP TIMBULNYA SMOKER’S MELANOSIS (Literature Review) Anisa Novia Farrasti; Beta Widya Oktiani; Juliyatin Putri Utami
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6227

Abstract

ABSTRACTBackground: The World Health Organizations (2018) set Indonesia as the third largest cigarette consumer in the world. Smoking habits can cause pathological conditions in periodontal tissue, one of which is smoker's melanosis. Smoker's melanosis is an anomalous pigmentation that can be seen with the naked eye characterized by scattered, uneven, and blackish brown patches in the oral cavity tissue. The incidence of smoker's melanosis is thought to be influenced by the duration and number of cigarettes consumed per day. Objective:  Study was conducted to analyze the relationship between length of smoking and the number of cigarettes consumed each day with the onset of smoker's melanosis. Method: The method that will be used in this study is a literature review with a narrative review procedure. The literature search was carried out using sources from PubMed, Science Direct and Google scholar. The literature that has been obtained is then filtered according to the inclusion criteria, collected, entered in the results table for analysis, and then interpreted. Results: The results showed that from a total of 25 reviewed journals, it was stated that the number of cigarettes consumed per day and the length of smoking. The more and longer the person smokes, the more likely it is that smoker's melanosis will occur. Conclusion: There is a relationship between the length of smoking and the number of cigarettes consumed per day on the incidence of smoker's melanosis. Keywords:  Duration of smoking, Gingival hyperpigmentation, Smoking habits, Smoker's melanosis. ABSTRAKLatar Belakang: World Health Organizations (2018) menetapkan Indonesia sebagai pengonsumsi rokok terbesar ketiga di dunia. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan timbulnya kondisi patologis pada jaringan periodontal, salah satunya smoker’s melanosis. Smoker’s melanosis merupakan pigmentasi anomali yang dapat dilihat dengan mata telanjang ditandai dengan bercak yang menyebar, tidak merata, dan berwarna coklat kehitaman di jaringan rongga mulut. Timbulnya smoker’s melanosis diduga dipengaruhi oleh faktor durasi dan jumlah rokok yang dikonsumsi perharinya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara lama merokok dan jumlah merokok yang dikonsumsi setiap hari dengan timbulnya smoker’s melanosis. Metode: Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah literature review dengan prosedur narrative review. Pencarian literature dilakukan menggunakan bersumber dari PubMed, Science Direct dan  Google scholar. Literature yang telah didapatkan kemudian disaring sesuai kriteria inklusi, dikumpulkan, dimasukkan dalam tabel hasil untuk dianalisis, dan kemudian diinterpretasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 25 jurnal yang telah di-review, menyatakan bahwa jumlah rokok yang dikonsumsi per hari dan lama merokok. Semakin banyak dan lama orang tersebut merokok maka akan semakin besar kemungkinan terjadinya smoker’s melanosis. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama merokok dan jumlah rokok yang di konsumsi perhari terhadap timbulnya smoker’s melanosis. Kata kunci: Hiperpigmentasi gingiva, Kebiasaan merokok, Lama merokok, Smoker’s melanosis.
HUBUNGAN PENGGUNAAN DOT TERHADAP MALOKLUSI PADA GIGI DESIDUI (Literature Review) Isty Assadjadah Noormahmudah; Renie Kumala Dewi; Diana Wibowo
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6232

Abstract

ABSTRACTBackground: One of the causes of malocclusion in deciduous teeth is bad habits in the oral phase, namely sucking pacifiers. Bad habit of sucking pacifiers for too long can cause several types of malocclusion in deciduous teeth such as anterior open bite, posterior crossbite, and increased overjet which is influenced by several factors, namely the duration and frequency of pacifier sucking habits.Objective: This study aims to analyze the relationship between pacifier use and malocclusion in primary teeth. Methods: This study uses a literature review method with a narrative review procedure. The literature search covered Google Scholar, Science Direct, PubMed, and Researchgate. The obtained literature was then filtered according to the inclusion criteria, and then analyzed and interpreted. Results: The average sucking duration that can cause malocclusion in primary teeth is 4-6 hours per day with a frequency of 5 times a day. The most common types of malocclusion were increased overjet, overbite, openbite, posterior crossbite, and changes in the flush terminal plane relationship as seen from the molars. Conclusion: The prolonged and frequent use of pacifiers can increase malocclusion in primary teeth.Keywords: Deciduous teeth, Malocclusion, Pacifier  ABSTRAKLatar Belakang: Maloklusi pada gigi desidui dapat disebabkan salah satunya oleh kebiasaan buruk pada fase oral yaitu menghisap dot. Kebiasaan buruk menghisap dot yang terlalu lama dapat menimbulkan jenis maloklusi pada gigi desidui seperti anterior openbite, crossbite posterior, dan peningkatan overjet yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu durasi dan frekuensi dari kebiasaan menghisap dot. Tujuan: Menganalisis hubungan penggunaan dot terhadap maloklusi pada gigi desidui dilihat dari durasi dan frekuensi. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan prosedur narrative review. Pencarian literature dilakukan menggunakan bersumber dari Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan Researchgate. Literature yang telah didapatkan kemudian disaring sesuai kriteria inklusi, dianalisis, dan kemudian diinterpretasi. Hasil: Durasi yang dapat mengakibatkan maloklusi pada gigi desidui yaitu berdurasi rata-rata 4-6 jam perhari sedangkan frekuensi yang dapat mengakibatkan maloklusi pada gigi desidui yaitu 5 kali sehari. Jenis maloklusi yang paling sering dialami yaitu peningkatan overjet, overbite, openbite, crossbite posterior, dan perubahan hubungan flush terminal plane yang dilihat dari gigi molar desidui. Kesimpulan: Penggunaan dot dengan durasi yang lama dan frekuensi yang sering dapat meningkatkan maloklusi pada gigi desidui. Kata Kunci: Dot, Gigi desidui, Maloklusi,
PENGARUH EKSTRAK KULIT JERUK SIAM BANJAR (Citrus reticulata) TERHADAP KADAR ION FOSFAT PADA GIGI DESIDUI Nurul Hidayah; Renie Kumala Dewi; Amy Nindia Carabelly
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6228

Abstract

ABSTRACTBackground: Barito Kuala district has the highest prevalence of cavities in South Kalimantan, namely 59.67%. Barito Kuala Regency is a wetland area with an acidic pH of 3.65 on average. The low pH will cause the enamel crystals to dissolve, resulting in a demineralization process. Minerals lost due to demineralization can be recovered by a remineralization using materials containing phosphate and calcium. Siam banjar orange peel contains 19.9% phosphate and 37.1% calcium. Objective: To analyze the effect of siam banjar orange peel extract on the increase in phosphate ion levels in deciduous teeth after demineralization in wetland water pH 4.5 in the Barito Kuala district. Methods: This research was a true experimental research with post test only with control group design which divided 20 extracted mandibular primary incisors into 4 treatment groups, namely immersion in the extract of Siam Banjar orange peel with concentrations of 100%, 75%, 50%, And 25% and 1 control group that is soaking in wetland water pH 4.5. Then measured the levels of phosphate ions in the teeth using UV-Vis spectrophotometry. Results: The results of the One Way ANOVA statistical test showed the value of p = 0.065 (p>0.05), which means that there was no statistically significant difference between groups. Conclusion: There was no significant effect on immersion of the teeth in the extract of the orange peel of Siam Banjar (Citrus reticulata) on the increase in phosphate ion levels in primary teeth. Keywords: Citrus reticulata, Phosphate, RemineralizationABSTRAKLatar Belakang: Kabupaten Barito Kuala mempunyai prevalensi gigi berlubang tertinggi di Kalimantan Selatan yaitu 59,67%. Kabupaten Barito Kuala merupakan daerah lahan basah dengan pH asam yaitu rata-rata 3,65. Rendahnya pH tersebut akan menyebabkan kristal enamel larut sehingga terjadi proses demineralisasi. Mineral yang hilang akibat demineralisasi dapat dikembalikan dengan proses remineralisasi menggunakan bahan yang mengandung fosfat dan kalsium. Kulit jeruk siam banjar mengandung fosfor sebanyak 19,9% dan kalsium 37,1%. Tujuan: Menganalisis pengaruh ekstrak kulit jeruk siam banjar terhadap peningkatan kadar ion fosfat pada gigi desidui setelah dilakukan demineralisasi pada air lahan basah pH 4,5 di daerah Kabupaten Barito Kuala. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan post test only with control group design yang membagi 20 gigi desidui insisivus rahang bawah yang sudah di ekstraksi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu perendaman pada ekstrak kulit jeruk siam banjar konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25% dan 1 kelompok kontrol yaitu perendaman pada air lahan basah pH 4,5. Kemudian dilakukan pengukuran kadar ion fosfat pada gigi dengan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Hasil uji statistik One Way ANOVA menunjukkan nilai p = 0,065 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna antar kelompok secara statistik. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada perendaman gigi dalam ekstrak kulit jeruk siam banjar (Citrus reticulata) terhadap peningkatan kadar ion fosfat pada gigi desidui.Kata Kunci:  Citrus reticulata, Fosfat, Remineralisasi.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP MALOKLUSI (Literature Review) Melan Anisa; Diana Wibowo; Riky Hamdani
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6233

Abstract

ABSTRACT Background: Indonesia’s still has many health problems, two of them is undernutrition and overnutrition. The population of South Kalimantan has a prevalence of 15.1% underweight, 15% overweight, and 15.4% obese. Nutritional status can affect growth and development of children's teeth and jaws, which can cause malocclusion. Crowded teeth are the most common type of malocclusion, and it’s experienced by almost 2/3 of the human population. Purpose: The purpose of this literature review is to analyze the relationship between nutritional status and malocclusion in the relevant literature in the last 10 years. Method: This study uses literature review method with a narrative review procedure, which focuses on describe and explain the topic, and contains sources that are appropriate to the topic. All reviewed articles were obtained from searching at Pubmed, Science Direct, and Google Scholar data sources. Results: The highest prevalence of nutritional status was normal with a percentage of 60.1%. The prevalence of malocclusion is higher (65.70%) compared to normal occlusion (43.30%). The most common type of crowding is light crowding. The majority of literature states that there is a relationship between nutritional status and malocclusion. Conclusion: People are expected to take advantage from the results of this study as a reference so they pay more attention to a balanced nutritional intake and maintain their oral health. Keywords: Crowding teeth, Malocclusion, Nutritional statusABSTRAKLatar Belakang: Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia masih memiliki banyak masalah dan salah satunya adalah gizi kurang dan gizi berlebih. Penduduk Kalimantan Selatan memiliki prevalensi berat badan kurus sebesar 15,1%, berat badan lebih 15%, dan obesitas 15,4%. Status gizi berpengaruh pada tumbuh kembang gigi dan rahang anak sehingga dapat mengakibatkan maloklusi. Gigi berjejal merupakan jenis maloklusi yang paling sering terjadi, bahkan kasus ini dialami hampir 2/3 populasi manusia. Tujuan: Tujuan literature review ini untuk menganalisis hubungan antara status gizi terhadap maloklusi pada literatur yang relevan 10 tahun terakhir. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan prosedur narrative review, yaitu melakukan penguraian dan penjelasan yang berfokus pada topik, dan memuat sumber-sumber yang sesuai topik tersebut. Semua artikel yang direview diperoleh dari pencarian sumber data Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil: Prevalensi Status gizi terbanyak adalah gizi normal sebanyak dengan persentase sebanyak 60,1%. Prevalensi maloklusi memiliki jumlah yang lebih banyak yaitu sebesar 65,70% dibandingkan oklusi normal yang hanya sebesar 43,30%. Hasil pengukuran maloklusi tipe gigi terbanyak adalah gigi berjejal ringan. Mayoritas literatur menyatakan terdapat hubungan antara status gizi terhadap maloklusi. Kesimpulan: Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini acuan agar lebih memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan menjaga kesehatan rongga mulutnya.Kata Kunci: Gigi berjejal, maloklusi, status gizi
PENGARUH EKSTRAK DAUN KASTURI TERHADAP KADAR TROMBOSIT MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR SINAR-X RADIOGRAFI PERIAPIKAL Aliffia Azizah Kawiadji; Didit Aspriyanto; R. Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6229

Abstract

ABSTRACTBackground: Periapical radiographic x-ray exposure can blood cells damage, such as platelets by forming free radicals indirectly or attacks DNA and RNA of cells directly. Antioxidants are needed to counteract the effects of free radicals from periapical radiographic x-ray exposure. One of the natural antioxidant compounds that can be used is kasturi leaf extract which contain flavonoid, phenol, tannin, alkaloid, terpenoid, and saponin. Objective: To measure and analyze the effect of kasturi leaf extract on platelets levels of male mice exposed to periapical x-ray radiography. Methods: This study used a true experimental method with a post test only design with a control group design. The samples were used 24 male mice aged 3-4 months which weighed 20-25 grams. Mice were divided into 4 groups, each group consisted of 6 mice. Mice were given kasturi leaf extract and exposed by x-ray periapical radiograph and platelets levels were measured with hematology analyzer automatically. Results: The results showed that the highest platelets level were found in the group that was only given kasturi leaf extract (P4), while the lowest group was in the group that was given kasturi leaf extract and exposed to periapical radiographs once (P1). Conclusion: The result of the study using ANOVA test showed that there was no significant difference in each experimental group. Keywords :   Kasturi leaf extract,  Periapical radiography, Platelets ABSTRAKLatar Belakang: Paparan sinar-X radiografi periapikal dapat merusak sel darah, salah satunya trombosit dengan cara membentuk radikal bebas secara tidak langsung atau mengenai DNA dan RNA dari sel secara langsung. Antioksidan diperlukan untuk menangkal efek radikal bebas dari paparan sinar-X radiografi periapikal. Senyawa antioksidan alami yang dapat digunakan salah satunya adalah daun kasturi yang mengandung flavonoid, fenol, tannin, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Tujuan: Untuk mengukur dan menganalisis pengaruh ekstrak daun kasturi terhadap kadar trombosit mencit jantan yang dipapar sinar-X radiografi periapikal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan adalah 24 ekor mencit jantan berusia 3-4 bulan yang memiliki berat badan 20-25 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 6 ekor mencit. Mencit diberi ekstrak daun kasturi dan dipapar sinar-X radiografi periapikal dan kadar trombosit diukur menggunakan hematology analyzer secara otomatis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar trombosit tertinggi terdapat pada kelompok yang hanya diberi ekstrak daun kasturi (P4), sedangkan kelompok terendah terdapat pada kelompok yang diberi ekstrak daun kasturi dan dipapar sinar-X radiografi periapikal sebanyak 1 kali paparan (P1). Kesimpulan: Hasil penelitian dengan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna tiap antar kelompok percobaan.                                           Kata kunci:  Ekstrak daun kasturi, Radiografi periapikal, Trombosit
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN EARLY CHILDHOOD CARIES PADA BALITA (Literature Review) Anandita Ahmad; Aulia Azizah; Renie Kumala Dewi
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6234

Abstract

ABSTRACT Background: Cases of Early Childhood Caries (ECC) are recognized as a significant health problem. ECC can cause health complications in children such as persistent pain, loss of appetite, difficulty eating and abscesses. WHO data in 2018 states that there are 60% -90% of caries cases that occur in children. Many parents, especially mothers, are still not aware that maintaining healthy teeth and mouth is important. Objective: To find out how the level of knowledge and attitudes of mothers about oral health on the severity of ECC in early childhood are related. Methods: The method used in this study is a literature review with a narrative review procedure. Results: The results of the review of the articles stated that mother's knowledge was in the good category, mother's attitude was in the positive category and ECC conditions in children under five based on def-t included in the high category. Conclusion: There is a correlation between knowledge and attitudes of mothers about oral health on early childhood caries in children under five.Keywords: Early childhood caries, Mother’s attitude, Mother’s knowledge.ABSTRAKLatar Belakang: Early Childhood Caries (ECC) dikenal sebagai masalah kesehatan yang signifikan. ECC dapat menimbulkan komplikasi kesehatan pada anak seperti nyeri yang persisten, kehilangan nafsu makan, kesulitan makan dan abses. Data WHO tahun 2018 menyebutkan ada 60%-90% kasus karies yang terjadi pada anak-anak. Orang tua terutama ibu masih banyak yang belum menyadari bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap tingkat keparahan ECC pada balita. Metode: Metode penelitian ini adalah literature review dengan prosedur narative review. Hasil: Mayoritas pengetahuan ibu masuk dalam kategori kurang baik, mayoritas sikap ibu masuk dalam kategori negatif dan kejadian ECC berdasarkan indeks def-t masuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap early childhood caries pada anak balita.Kata kunci: Early childhood caries, Pengetahuan ibu, Sikap ibu.

Page 1 of 2 | Total Record : 11