cover
Contact Name
Fatrica Syafri
Contact Email
alfitrah@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfitrah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education
ISSN : 25992287     EISSN : 2622335X     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) BengkuluJurnal ini berisi tentang pendidikan anak usia dini prespektif pendidikan islam. Jurnal ini telah memiliki ISSN : 2599-2287 (Print) dan ISSN : 2622-335X (Online). Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini berisi tentang pendidikan anak usia dini prespektif pendidikan islam.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
METODE MONTESSORI DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI Siti Sundari
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4141

Abstract

Pendidikan Agama anak usia dini merupakan tanggung jawab penuh dari kedua orang tua, bukan yang lain. Lebih dari itu, tanggung jawab orang tua diwujudkan dalam keterlibatan langsung orang tua dalam pendidikan (kehidupan) anak-anaknya.Pendidikan agama anak usia dini sangat di pengaruhi oleh peranan orang tua. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini maka orang tua di tuntut untuk lebih ekstra dalam mendidik anak-anaknya karena anak-anak tidak boleh belajar disekolah.Oleh karena itu penulis menyajikan metode Montessori dalam menanamkan pendidikan agama islam pada anak usia dini.Metode Montessori yang menjadi landasan kita dalam memahami bagaimana hakikat pembelajaran bagi anak. Inti dari metode Montessori adalah menjadikan anak sebagai independent learner, yakni anak mandiri dalam belajar.Anak-anak dikembangkan sesuai dengan kemampuannya sendiri. Adapun nilai-nilai pendidikan agama islam yang di tanamkan pada anak usia dini yaitu nilai keimanan,nilai ibadah dan nilai akhlak.Kata Kunci : Metode Montessori, pendidikan Agama Islam
STRATEGI PEMBINAAN PENILIK TERHADAP PENDIDIK PAUD MELALUI PEMBIMBINGAN RESPONSIF DI PAUD DEWI SARTIKA KECAMATAN MUARA BANGKAHULU Faizon Junaidi
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.3798

Abstract

Penilik adalah seseorang yang berwenang melakukan pembinaan dan pendampingan. Pembingan yang dilakukan Penilik dengan melakukan pembingan responsive terhadap pendidik PAUD Dewi Sartika. Pendidik PAUD merupakan ujung tombang dalam pelaksanaan pembelajaran disuatu satuan pendidikan. Dalam melaksanakan tugasnya pendidik mengalami kesulitan dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi mereka yang belum sesuai. Karena itu Penilik melakukan pembimbingan responsive kepada pendidik PAUD Dewi Sartika. Kegiatan yang dilakukan ada beberapa tahap. Di tahap awal dilakukan tahap persiapan; kemudian ada tahapan menentukan sasaran yaitu pendidik Dewi Sartika; kemudian melakukan analisis dan diagnosis; selanjutnya melakukan koordinasi dengan kepala satuan PAUD Dewi Sartika; kemudian membuat jadwal dan kesepakatan dengan pendidik PAUD Dewi Sartika bahwa pembimbingan akan dilakukan dalam dua bulan dengan jadwal pertemuan yang diatur sesuai kelonggaran kegiatan kedua belah pihak; mempersiapkan administrasi yang diperlukan. Pada tahap pelaksanaan dilakuakn berbagai tehknik dari Penilik untuk membangun hubungan yang baik kepada pendidik, agar pendidik mau berperan aktif  dalam pelaksanaan pembingan responsive yang dilakukan Penilik. Pada tahap pelaksanaan ada kegiatan awal, inti, dan akhir. Dari setian kegitan tersebut pendidik mampu mengikuti setiap tahapan dengan menyenangkan. Sehingga pendidik merasa terpasilitasi dari permasalahan yang mereka hadapi selama ini. Pendidik mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap untuk dilaksanakan bagi anak-anak didik mereka. Pada tahap selanjutnya ada evaluasi, yang dilakukan untuk menilai dan mengkaji ulang tentang setiap tahap kegiatan pembimbingan responsive yang dilakukan Penilik. Hasilnya cukup memuaskan.Kata kunci : Pembimbingan, Responsif, Penilik, Pendidik PAUD
PEMAINAN BONEKA TANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK PADA PAUD KASIH BUNDA KELURAHAN PAJAR BULAN Silatulrahmi Silatulrahmi; Deni Febrini; Ahmad Syarifin
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4422

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan adanya permasalahan di PAUD Kasih Bunda, seperti: alat dan permainan sangatlah minim dan kurang lengkap, perkembangan anak masih banyak di bawah rata-rata, anak belum bisa berbahasa yang baik karena keterlambatan dalam berbicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran dengan permainan boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak pada PAUD Kasih Bunda di kelurahan Pajar Bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu jenis penelitian yang mengacu kepada tindakan apa saja yang dilakukan guru secara langsung untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran di kelas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu lembar observasi, catatan anekdot dan dokumentasi. Hasil penelitian dari data pengamatan yang telah diperoleh bahwa kemampuan bahasa anak dalam setiap siklus mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata skor pada Pra Siklus yaitu 33,58 dengan ketuntasan belajaran klasikal sebesar 16,7% kriteria sangat rendah. Pada Siklus I nilai rata-rata skor sebesar 41,38, meningkat sebanyak 24,96% menjadi dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 41,66% kriteria sedang. Pada Siklus II nilai rata-rata skor yaitu 49,94, lebih meningkat sebanyak 50% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 91,66% kriteria sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan melalui permainan boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok A PAUD Kasih Bunda Kelurahan Pajar Bulan Kabupaten SelumaKata Kunci : Pemainan Boneka Tangan, Kemampuan Bahasa Anak
PENYELENGGARAAN PAUD BERBASIS KEBERSAMAAN Elly Agustina; Erwin Suryaningrat
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4138

Abstract

Pendidikan yang diwarnai dengan semangat kebersamaaan, akan melatih anak memperoleh berbagai kemampuan sosial yang ditujukan pula untuk mendapatkan kematangan dalam kehidupan sosialnya. Pendidikan anak pada usia dini menjadi dasar, pondasi dan batu pijakan bagi keberlangsungan hidup manusia selanjutnya. Teori pendidikan menyebutkan bahwa tiga faktor yang memberikan pengaruh dalam pendidikan yaitu, keluarga, masyarakat dan sekolah. Untuk itu ketiga faktor tersebut harus bersinergi, bersatu padu, saling mendukung guna mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Kata Kunci : Anak, Kebersamaan
PERANAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK USIA DINI Ellen Prima
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4492

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia dini. Hasil dari penelitian ini adalah peranan orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini dengan menerima anak sebagai pribadi yang unik yang mempunyai ciri khas yang berbeda dari anak-anak lain dan tidak menuntut anak, menumbuhkan sikap disiplin pada anak, menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu anak, memfasilitasi atau memberikan anak media untuk pengembangan bakatnya serta selalu memotivasi dan mendukung kegiatan anak. Adapun kendala yang dihadapi orang tua yaitu anak lebih memilih bermain dibandingkan belajar. Oleh karena itu, orang tua berupaya memberikan nasihat dan pengertian kepada anak serta membatasi anak dalam penggunaan media.Kata Kunci : orang tua, bakat, anak usia dini AbstractThis study aims to analyze the role of parents in developing early childhood talents. The method used in this research is a descriptive qualitative approach with data collection techniques such as observation and interviews. The subjects in this study were parents who had early childhood. The results of this study are the role of parents in developing early childhood talents by accepting children as unique individuals who have different characteristics from other children and do not require children, fostering discipline in children, fostering children's interest and curiosity. , facilitate or provide children with media for the development of their talents and always motivate and support children's activities. There are obstacles faced by parents, namely children prefer to play than learn. Therefore, parents try to provide advice and understanding to children and limit their use of mediaKey Words : parents, talent, early childhood 
PARENTING ISLAMI DAN KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Adelia Fitri; Zubaedi Zubaedi; Fatrica Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.3795

Abstract

Islami parenting adalah suatu metode pengasuhan orang tua kepada anak sebagai solusi metode pendidikan dengan pendekatan karakter budi pekerti dan relegiusitas agama Islam. Prinsip pengasuhan orang tua yang berkaitan dengan pengembangan karakter, prinsip dimaksud meliputi keteladanan diri, kebersamaan dengan anak dalam merealisasikan nilai moral, sikap demokratis, sikap terbuka, jujur dalam diri anak, serta kesatuan kata dan tindakan yang melahirkan kepercayaan dan kewibawaan. Kepercayaan dan kewibawaan yang tinggi akan memunculkan apresiasi anak pada orang tua, memiliki dampak munculnya nilai disiplin diri yang bersumber dari kata hati anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh parenting Islami  terhadap karakter disiplin anak usia dini yang bersekolah di PAUD Pembina Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi Penelitian ini adalah siswa yang diwakili orang orang tua dalam menilai karakter diri anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di PAUD Pembina di Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Teknik sampling yang digunakan dalam Penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam Penelitian ini sebanyak 40 orang. Data Penelitian diperoleh dengan menggunakan dua variabel, yakni variabel parenting Islami dan variabel karakter disiplin anak usia dini. Variabel parenting Islami  terdiri dari 12 item, sedangkan variabel karakter disiplin anak usia dini terdiri dari 13 item. Metode analisis menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil koefisien determinasi (R square) = 0,099 berbarti memiliki pengaruh kearah positif 9,9% dan sisanya 90,1% dipengaruhi variabel diluar penelitian.   Nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parenting Islami  memiliki pengaruh yang positif dengan karakter kedisiplinan anak usia dini. Artinya semakin tinggi tingkat parenting Islami yang dipahami dan diamalkan orang tua, maka semakin tinggi karakter kedisiplinan anak usia dini, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut maka, hipotesis yang dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci   :     Parenting Islami, Karakter Disiplin Anak Usia Dini AbstracsIslamic parenting is a method of parenting parents to children as a solution to an educational method with an approach to the character of ethics and religiosity of Islam. Principles of parenting related to character development, these principles include self-exemplary, togetherness with children in realizing moral values, democratic attitudes, openness, honesty in children, and unity of words and actions that give birth to trust and authority. High trust and authority will bring out children's appreciation to parents, have an impact on the emergence of self-discipline values that come from the child's heart. This research was conducted to determine the effect of Islamic parenting on the discipline character of early childhood who attend PAUD Pembina Desa Kembang Seri, Kepahiang Regency. This study uses a quantitative approach. The population of this study were students represented by parents in assessing the character of children aged 5-6 years who attend PAUD Pembina in Kembang Seri Village, Kepahiang Regency. The sampling technique used in this research is purposive sampling technique. The number of samples in this study were 40 people. The research data were obtained using two variables, namely Islamic parenting variables and early childhood discipline character variables. The Islamic parenting variable consists of 12 items, while the variable of early childhood discipline character consists of 13 items. The method of analysis uses simple linear regression with the coefficient of determination (R square) = 0.099 which means that it has a positive effect of 9.9% and the remaining 90.1% is influenced by variables outside the study. The significance value is 0.000 (p <0.05). The results showed that Islamic parenting had a positive influence on the discipline character of early childhood. This means that the higher the level of Islamic parenting that parents understand and practice, the higher the character of early childhood discipline, and vice versa. Based on this, the hypothesis stated that Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: Islamic Parenting, Early Childhood Discipline Character
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI KEGIATAN BERMAIN DENGAN BENDA-BENDA KONKRIT DI PAUD MUARA INDAH KECAMATAN SELEBAR KOTA BENGKULU Mesi Pepi Yanti
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4139

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan pengembangan kemampuan membilang melaui kegiatan bermain dengan benda-benda konkrit di PAUD Muara Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu . adapun metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yakni metode yang menghasilkan data deskriptif. Sumber data yang digunakan yakni menggunakan data primer dan sekunder, sementara itu teknik pengumpulan data yakni menggunakan reduksi data, penyajian data, penyimpulan data, atau kesimpulan, disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan membilang melalui kegiatan bermain dengan benda-benda konkrit di PAUD Muara Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu sudah mulai berkembang dengan guru menerapkan kegiatan bermain dengan benda-benda konkrit dengan pembelajaran bermain sambil belajar menggunakan benda-benda konkrit yang bervariatif, pembiasaan anak belajar menggunakan permainan benda-benda konkrit dan memberikan pembelajaran bermain sambil belajar, komunikasi anatara guru dan orang tua, serta penguatan dan motivasi dari guru, sehingga pengembangan kemampuan membilang anak di PAUD Muara Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu saat ini sudah berkembang dengan baik hanya saja ada beberapa anak yang masih belum berkembang. Dengan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kemampuan membilang yakni kurangnya media pembelajaran yang bervariatif dan komunikasi antara orangtua dan anak dirumah belum terjalin. Solusi guru dan orangtua dalam menghadapi kendala dalam pengembangan kemampuan membilang anak , yakni dengan cara sabar, adfil, penuh kasih sayang , rasa perhatian, peduli, menghargai anak, memberikan kebebasan pada anak, tidak membeda-bedakan anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan membilang melaui kegiatan bermain dengan benda-benda konkrit di PAUD Muara Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu sudah terlihat baik dan berkembang. Kata kunci : Pengembangan Kemampuan Membilang Melaui Kegiatan Bermain Dengan Benda-Benda Konkrit
PENGARUH PERNIKAHAN DINI TERHADAP POLA ASUH ANAK DALAM KELUARGA Febi Febriani; Asiyah Asiyah; Ahmad Syarifin
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.3796

Abstract

Ketika seseorang yang secara psikologis belum dikatakan dalam kondisi ideal untuk melangsungkan pernikahan, namun tetap melangsungkan pernikahan ditambah lagi dengan memiliki anak, maka sedikit banyak hal tersebut akan mempengaruhi dalam perkembangan anaknya kelak. Kondisi orang tua dengan usia muda seperti ini akan mempengaruhi pola pendidikan atau pola asuh yang diterapkan kepada anak dalam keluarga tersebut. Hal ini disebabkan karena orang tua belum memiliki kematangan emosional serta pendidikan yang cukup untuk merawat anak serta rumah tangganya. Pola asuh yang diterapkan orang tua akan sangat mempengaruhi perkembangan anak secara fisik maupun psikologis. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana dampak pernikahan dini terhadap pola asuh anak dalam keluarga di Desa Talang Alai Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pernikahan dini terhadap pola asuh anak dalam keluarga di Desa Talang Alai Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian mendalam mencakup keseluruhan yang terjadi dilapangan, dengan tujuan untuk mempelajari secara mendalam tentang latar belakang keadaan sekarang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talang Alai Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma sesuai dengan waktu penelitian pada SK penelitian yang dikeluarkan Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dampak pernikahan dini terhadap pola asuh anak dalam keluarga di Desa Talang Alai Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma adalah pola asuh otoriter, bagi mereka orang tua pasangan dini yang takut anaknya tidak nurut pada orang tua, dan ini juga didapati bagi orang tua yang mencontoh orang tuanya waktu mendidiknya diwaktu kecil.Kata Kunci: Dampak, Pernikahan Dini, Pola Asuh   AbstractWhen someone who is not psychologically said to be in an ideal condition to get married, but still gets married coupled with having children, more or less this will affect the development of his child in the future. The condition of young parents like this will affect the educational pattern or parenting that is applied to the children in the family. This is because parents do not have sufficient emotional maturity and education to care for their children and their household. The parenting style applied by parents will greatly affect the child's development physically and psychologically. The formulation of the problem in this study is how the impact of early marriage on child care in the family in Talang Alai Village, Air Periukan District, Seluma Regency. The purpose of this study was to determine the impact of early marriage on parenting in families in Talang Alai Village, Air Periukan District, Seluma Regency. This type of research is field research (field research), which is in-depth research covering all that occurs in the field, with the aim of studying in depth about the background of the current situation. This research was conducted in Talang Alai Village, Air Periukan District, Seluma Regency according to the time of the research on the research decree issued by the Tarbiyah and Tadris Faculty of IAIN Bengkulu. The results of the study concluded that the impact of early marriage on the parenting style of children in the family in Talang Alai Village, Air Periukan District, Seluma Regency was authoritarian parenting, for those parents of early couples who feared their children would disobey their parents, and this was also found for parents who imitating his parents when educating him as a child.Keywords: Impact, Early Marriage, Parenting
PELAKSANANAN TERAPI WICARA DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK AUTIS USIA 5-6 TAHUN DI SLB AUTIS CENTER KOTA BENGKULU Nurmi Yanti
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.4140

Abstract

Anak autis memiliki gangguan dalam perkembangan berkomunikasi, oleh karena itu perlu dilakukan terapi wicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tahapan pelaksanaan terapi wicara dalam menstimulasi kemampuan berkomunikasi anak autis usia 5-6 tahun di SLB Autis Center Kota Bengkulu, 2) mengetahui hambatan pada pelaksanaan terapi wicara dalam menstimulasi kemampuan berkomunikasi anak autis usia 5-6 tahun di SLB Autis Center Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan terapi wicara sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat perencanaan pelaksanaan terapi wicara yang memiliki tujuan, standar pelaksanaan yang jelas dan memiliki waktu pelaksanaan yang telah terjadwal yaitu seminggu dua kali selama kurang lebih 30 menit tiap terapi. Proses pelaksanaan terapi wicara terdiri dari beberapa tahapan tergantung dengan metode yang digunakan. Adapun metode yang digunakan di Autis Center Kota Bengkulu adalah metode Glenn Doman dan Applied Behavoiural Analysis (ABA). Sarana dan prasarana yang digunakan adalah kartu-kartu bergambar yang terdiri beberapa kosa kata. Evaluasi pelaksanaan terapi wicara dilakukan pada bulan ketiga anak autis mendapat terapi wicara. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan kemampuan berkomunikasi anak autis sebelum mendapat terapi wicara dengan kemampuan setelah mendapat terapi wicara. Kemampuan berkomunikasi dilihat dari aspek komunikasi repseptif dan ekspresif.Hambatan pelaksanaan terapi wicara adalah perilaku anak autis yang tidak fokus dan kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana terapi wicara. Kata Kunci : Terapi Wicara, Kemampuan Berkomunikasi, Anak Autis
KECERDASAN MORAL SISWA PAUD KOTA BENGKULU DALAM PERSFEKTIF PEMIKIRAN MICHELE BORBA Hujaipah Hujaipah
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.3797

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini  pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembagan seluruh aspek kepribadian anak. Oleh karena itu, PAUD perlu menyediakan berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik, dan motorik. Hasil analisis dari  pemikiran Michele Borba tentang kecerdasan moral anak usia dini dapat diterapkan serta dikembangkan pada PAUD  Kota Bengkulu yaitu Empati, Hati nurani, Kontrol diri, Rasa hormat, Kebaikan hati, Toleransi dan Keadilan. Orang tua seharusnya lebih memperhatikan moral anak usia dini karena sejak dinilah tingkah laku anak itu dibentuk dan menentukan bagaimana moral ia dewasa nantinya. Lembaga pendidikan hendaknya mengajarkan anak atau mendidik anak sejak usia dini dengan menggunakan nilai-nilai moral, agar anak tumbuh menjadi anak yang bemoral, bermanfaat, berilmu dan bermartabat.Kata Kunci : Michele Borba, Moral, Kecerdasan

Page 1 of 1 | Total Record : 10