EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis
El-Afkar adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodir ide, gagasan serta pemikiran Keislaman bagi seluruh Dosen di Lingkungan IAIN Bengkulu secara umum. Meskipun demikian, nuasa dan trade mark yang akan diciptakan nantinya serta menjadi core identitynya adalah kajian ilmu ke-Ushuluddin-an khususya yang berkaitan dengan pemikiran, filsafat Islam, dan Tafsir Hadis.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2016): Juni"
:
12 Documents
clear
PROFESI HUKUM DAN KODE ETIK PROFESI
John Kenedi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.81 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1120
Manusia sebagai mahluk sosial dalam menjalani kehidupannya memerlukan kebutuhan, dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut manusia berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Sebagai rambu – rambu dalam berinteraksi tersebut manusia diatur oleh hukum guna untuk mencapai nilai moral dan kebenaran yang ideal tetapi sayangnya tidak semua manusia mengerti dan paham dengan hukum (isoterik) sehingga dalam berinteraksi tidak jarang terjadi sengketa maka untuk membantu menyelesaikan sengketa itu dibutuhkan bantuan orang lain yang mengerti dan paham hukum. Orang yang mengerti hukum itu misalnya advokat, advokat dalam menjalankan tugasnya diatur oleh kode etik profesi.
PENDEKATAN DAKWAH PERSUASIF DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK
Rodiyah Rodiyah
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.96 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1125
Pemberian contoh atau keteladanan dan pembiasaan terhadap nilai-nilai keagamaan merupakan cara efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak. Pengaruh utama dari perilaku manusia selain dari dengan pengkondisian, juga sangat tergantung dengan hasil meniru perilaku model.[1] Oleh karena itu pembiasaan terhadap nilai-nilai keagamaan dan keteladan dari orang terdekat seperti orang tua dan guru menjadi sangat urgen untuk menanamkan nilai-nilai agama yang positif kepada pada. Dakwah merupakan salah satu sarana untuk mengkomunikasikan nilai-nilai keislaman, sehingga metode dan pendekatan yang tepat akan sangat mendukung dalam menanamkan nilai keagamaan tersebut terutama kepada anak.
KARAKTER MANUSIA DALAM KISAH-KISAH AL-QUR’AN
Ahmad Farhan
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.296 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1116
The Qur'an is the holy book that governs all aspects of human life. As a book, the Qur’an has strength throughout human history. As an ocean of knowledge, the Qur’an would have dived, explored, studied and explored its values. To get the message of this divine message properly, the Qur'an using methods revolves known as Qas}}as} al-Qur'an. The story of the preaching of the Qur’an about the happenings the people of the past, prophetic earlier and the events that have occurred. In addition, the stories of the Qur'an also also contains descriptions of the events of the past, the history of nations, state lands and relics or traces of any race. One lesson that can be drawn is how the Qur’an is about the life of the Prophet whose character is reflected in the stories presented illustrations. Moses, Abraham and Joseph, who had a different character that can take the lesson. Here are, we can see how the Qur’an so beautifully depicts the three characters in the story to be a lesson for humans.
HADIS MAUDHU’ TENTANG KEUTAMAAN SURAH AL-IKHLASH (Studi Terhadap Ciri Kemaudhu’an Hadis Dalam Kitab Durrah Al-Nashihin)
Rozian Karnedi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.745 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1121
Salah satu kitab yang banyak memuat hadis-hadis targhib dan tarhib adalah kitab Durrah al-Nashihin karya al-Kahaubawi. Kitab ini banyak sekali memuat hadis dan riwayat yang kandungannya aneh-aneh, yang tidak masuk akal, dan sangat menarik perhatian bagi orang yang membacanya sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pernyataan tersebut benar benar datang dari Rasulullah atau tidak. Selain mencantumkan riwayat yang aneh-aneh dan tidak masuk akal, hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Durrah al-Nashihin banyak sekali tidak disebutkan periwayat atau mukharrijnya. Sangat sedikit sekali hadis-hadis yang disebutkan priwayat atau mukharrij-nya yaitu hadis-hadis yang sudah masyhur (populer) seperti hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
SISTEM POLITIK ISLAM DAN SEKULER (Maududi Dan Ali Abd Al-Rizq)
Maryam Maryam
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.765 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1126
Memahami perbandingan sistem politik Islam yang dimiliki oleh para politisi muslim pada masa modern dengan sistem politik sekuler yang dilakukan oleh barat, maka kita sulit untuk menemukan keduanya pada suatu titik yang sama, dikarenakan keduanya merupakan pikiran-pikiran tentang politik dengan berangkat dari sebuah pemahaman yang berbeda atau dari sudut pandang yang sangat berbeda. Tulisan ini berusaha mengetengahkan pemikiran politik Islam yang dimulai dari Maududi, Ali Abdul Raziq politisi Islam yang dekat dengan sistem politik, sekuler itu sendiri kedua tokoh tersebut juga merupakan tokoh fundamentalis diwakili oleh Maududi dan Raziq bercorak sekuler.
KRITIK IBNU RUSYD TERHADAP TIGA KERANCUAN BERFIKIR AL- GHAZALI
Armin Tedy
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.354 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1117
Dalam tulisan ini, penulis mengupas tentang kritik Ibnu Rusyd terhadap tiga kerancuan filsafat Al-Ghazali, Kritikan terhadap filsafat Al-Ghazali tentang alam adalah qadim (ada tanpa permulaan). Pertama Jawaban Ibnu Rusyd alam qadim yaitu Tuhan menciptakan alam sudah ada sesuatu disamping Tuhan. Dari sesuatu yang telah ada dan diciptakan Tuhan, itulah Tuhan menciptakan alam. Untuk memperkuat bantahannya Ibn Rusyd mengemukakan beberapa ayat dalam al-Qur’an. Kedua Allah tidak mengetahui segi-segi juz’iyyat . Ketiga tentang kebangkitan jasmani (dari kubur) serta kehidupannya sesudah mati hal tersebut dianggap menyesatkan umat. Dalam rangka menjawab semua kritikan Al-ghazali tersebut Inu Rusyd mengarang Tahaafut al-Tahaafut untuk menentang pemikiran-pemikiran Al-Ghazali dan membela pendapat-pendapat para filosof yang dikritik hujjat al-Islam itu tujuan agar filsafat dapat diterima oleh orang muslim maupun non muslim.
WAWASAN AL QUR’AN TENTANG DAKWAH
Zurifah Nurdin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.576 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1122
Dakwah dan eksistensinya bagi Islam agar dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka perlu rujukan sebagai pedoman dan pegangan yang tepat. Rujukan dan pedoman itu adalah al-Qur’an yang harus dikaji dengan mendalam, mengingat al Qur’an memiliki ruh pembangkit, dan berfungsi sebagai penguat serta berperan sebagai penjaga, penerang, dan penjelas yang universal bagi umat manusia.Memberikan tuntunan dan pedoman serta jalan hidup yang harus dilalui dan dihindari oleh manusia agar mendapat petunjuk dan terhindar dari kesesatan. Mengubah dan memperbaiki keadaan orang atau masyarakat dari yang tidak baik kepada yang baik. Memberi pengaharapan akan sesuatu nilai agama yang didakwakan itu sehingga dirasakan oleh seseorang atau masyarakat, sebagai suatu kebutuhan yang vital dalam kehidupannya
IMPLIKASI HUKUM DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN SIRRI
Hendri Kusmidi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.078 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1127
Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal dikalangan para ulama' , paling tidak sejak masa Imam Malik Bin Anas. Hanya saja nikah sirri yang dikenal pada masa dahulu berbeda pengertiannya dengan nikah sirri pada sekarang. Pada masa dahulu yang dimaksud dengan nikah sirri yaitu pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari'at yaitu adanya mempelai laki-laki dan mempelai perempuan , adanya ijab qabul yang dilakukan wali dengan mempelai laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, hanya si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai, kepada masyarakat dan dengan sendirinya tidak ada I'lalun nikah dalam bentuk walimatul urys atau dalam bentuk yang lain.
LI’AN DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS & NORMATIF
Suryani Suryani
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.061 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1118
Pada dasarnya putusnya suatu perkawinan adalah hal yang wajar saja, karna makna dasar sebuah akad nikah dalam perkawinan itu adalah suatu ikatan, dengan konsekwensi sebuah ikatan itu dapat lepas, yang kemudian itu disebut thalaq. makna dasar thalak itu adalah melapaskan ikatan atau melepaskan perjanjian. Putusnya suatu perkawinan telah diatur baik dalam fiqih maupun dalam undang-undang dengan adanya thalaq, thalaq ini merupakan sebuah institusi yang digunakan untuk melepaskan sebuah ikatan perkawinan. Oleh karena itu suatu perkawinan harus dipandang sebagai sesuatu yang alami, bisa bahagia dan bertahan sampai akhir hayat, namun bisa juga terputus ditengah perjalanan. Para ulama telah membahas tentang masalah terputusnya perkawinan, dan sebab-sebabnya, dan di antara sebab tersebut adalah li’an. Dalam tulisan ini akan membahas tentang li’an dalam Perspektif Filosofis dan Normatif
SUBJEK DAKWAH DALAM AL-QUR’AN
Ashadi Cahyadi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.394 KB)
|
DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1123
Subjek dakwah adalah setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan yang telah balig dan beraqal dan memahami ajaran agama, menyampaikan dan mengajarkan sesuai dengan keahliannya serta mengamalkan ajaran-ajaran dan memperaktekkannya dalam kehidupannya sehari-hari.Dai adalah subyek atau pelaku dakwah sebagai warosatul anbiya dalam mengemban misi mensiarkan ajaran- ajaran Islam, mengajak kepada perbuatan- perbuatan ma’ruf dan mencegah dari perbuatan- perbuatan munkar. Tentu ini tidak mudah karena apa yang diucapkan oleh seorang Da’i harus tercermin dari sikap dan perbuatan. Dalam tulisan ini dimuat beberapa pengertian subyek Dakwah dan beberpa ayat yang menjelaskan tentang Da’i serta syarat seorang Da’i dimana ia harus memberikan contoh dan, sikap dan tingkah laku yang baik di tengah-tengah masyarakat. Karena itu akan mempengaruhi terhadap efektifitas dakwah yang dilakukannya.