cover
Contact Name
Agusri Fauzan
Contact Email
agusri.fauzan@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elafkar@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis
ISSN : 25025384     EISSN : 26852918     DOI : -
Core Subject : Religion,
El-Afkar adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodir ide, gagasan serta pemikiran Keislaman bagi seluruh Dosen di Lingkungan IAIN Bengkulu secara umum. Meskipun demikian, nuasa dan trade mark yang akan diciptakan nantinya serta menjadi core identitynya adalah kajian ilmu ke-Ushuluddin-an khususya yang berkaitan dengan pemikiran, filsafat Islam, dan Tafsir Hadis.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
WACANA; PEMIKIRAN DALAM BAHASA DAN ANALISI TEKS Japarudin Japarudin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.665 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1119

Abstract

Disadari ataupun tidak, bahasa dalam sebuah teks memuat satu wacana (discours) yang ingin disampaikan oleh yang memproduksi teks itu. Paper ini berfokus pada pembahasan bagaimana membongkar wacana dalam teks dan sebuah bahasa yang diproduksi oleh penulis, dan bagimana menemukan wacana apa yang disampaikan oleh penulis sebuah teks. Berbgai pandangan terkait dengan wacana sebagai alat analisi teks, di antaranya adalah pandangan positivis-empiris. Aliran ini melihat bahasa sebagai jembaan antara manusi dengan objek di luar dirinya. pandangan konstruktivisme, yakni aliran yang menolak pandangan positivism yang memisahkan antara subjek dan objek bahasa. Sedangkan pardigma wacana kritis lebih pada mengkoreksi pandangan konstruktivisme  yang kurang sensitive pada proses produksi dan reproduksi makna yang terjadi secara historis  maupun institusional. Terdpata banyak tokoh dan model analisi wacana yang berkembang, namun dalam paper ini penulis menghadirkan analsis wacana model Roger Fowler dan Van Dijk.
MAQAMAT (TINGKATAN SPIRITUALITAS DALAM PROSES BERTASAWUF) Hana Widayani
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.732 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v8i1.2023

Abstract

Tasawuf merupakan salah satu bidang kajian Islam yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji. Ia merupakan salah satu tema yang mendapatkan perhatian luas baik di kalangan peneliti muslim, maupun non-muslim. Namaun demikian, hal ini pada akhirnya mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap pemahaman tasawuf, yang terkadang bertentangan dengan pemahaman para pengamal tasawuf, dalam hal ini adalah sufi. Sebagaimana pendapat Nicholson misalnya, yang menyatakan bahwa salah satu maqamat yang ada di dalam tasawuf, yaitu az-Zuhd, merupakan ajaran yang juga telah dipraktikan dan ditemukan dalam penganut agama yang lain, dalam hal ini adalah Kristen. Tulisan ini akan berupaya membahas konsep maqamat dan ahwal dalam perspektif para sufi dalam proses bertasawufnya, yang bertujuan untuk melihat apakah konsep maqamat dan ahwal ini mendapatkan pengaruh dari agama lain di luar Islam, atau justru sebaliknya bahwa ia muncul secara original dari ajaran Islam itu sendiri.
JAMA'AH TABLIGH I (Sejarah dan Perkembangan) Uswatun Hasanah
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.391 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1234

Abstract

Jama'ah Tabligh merupakan gerakan dakwah yang berupaya untuk kembali kepada pengamalan Islam yang murni. Tujuan utama gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri setiap muslim baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ikhlas dalam berdakwah dengan konsep tasawuf yang menjadi salah satu ciri pergerakannya. Pertumbuhan Jama’ah Tabligh di Indonesia begitu pesat ,dapat dilihat dari semakin banyaknya anggota dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di tengah-tengah kaum muslim negeri ini, sehingga Jama’ah Tabligh saat ini mudah ditemukan di berbagai daerah. Jama’ah Tabligh berkembang di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi, pengusaha, mahasiswa, masyarakat desa, masyarakat kota dan lain sebagainya
MU’TAZILAH; SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Rohidin Rohidin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.284 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i2.1595

Abstract

Perpecahan umat Islam tidak berhenti pada ranah pemikiran namun juga telah masuk pada ranah action, bukan hanya perbedaaan pendapat namun juga berbeda aliran, dan diperparah lagi perbedaan itu berkahir dengan pertumpahan darah. Dari rangkaian diatas maka penulis mencoba mengurai kembali sejarah penyebab perpecahan umat Islam dalam sudut pandang salah satu aliran yang fenomenal dalam sejarah pemikiran Islam agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap generasi selanjutnya.Adapun tulisan ini membahas tentang bagaimana sejarah munculnya aliran Mu’tazilah, siapa saja tokoh-tokoh dan pemikirannya dan bagaimana perkembangan aliran Mu’tazilah sebagai aliran teologi.
STUDI ANALISIS HADIS RADA’AH AL-KABIR (MENYUSUI PRIA DEWASA) Syahidin Syahidin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 2 (2016): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.072 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i2.1133

Abstract

Sosok Salim, sebagaimana diungkap dalam teks hadis Rada’ah al-Kabir  (menyusui pria dewasa) merupakan seorang laki-laki yang berjenggot (dewasa). Secara logika, dia tidak mungkin dan tidak pantas lagi disusui oleh seorang perempuan dewasa yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengannya layaknya seorang ibu dengan anaknya. Dari sinilah munculnya kekeliruan pemahaman terhadap hadis tersebut, terlebih lagi para musuh Islam yang senantiasa mencari celah titik kelemahan ajran Islam, mereka memahami sabda Nabi Saw. “susuilah dia” dengan pemahaman yang keliru dan tidak semestinya. Karena redaksi hadis tersbut jika dipahami secara zahir, maka yang terlitas dipikiran orang yang membacanya adalah Sahlah akan menyusui Salim dengan cara manual layaknya seorang bayi yang menyusu terhadap ibunya. Artinya jika hadis ini dipahami seperti demikian, Rasulullah menawarkan solusi anomali terhdap Sahlah, dan ini tidak mungkin terjadi pada diri Rasulullah, karena tidaklah yang diucapkannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya. 
RELEVANSI PEMIKIRAN DEMOKRASI ABU’ALA AL-MAUDUDI DENGAN MUHAMMAD NATSIR Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.3 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1124

Abstract

Metode demokrasi adalah suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan polittik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan dengan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. Sedangkan Al-Maududi menekankan pentingnya pemerintahan Islam sedapat mungkin mengingatkan diri dengan khalifah Ar-Rasyidin. Bentuk pemerintahan tidak dapat disamakan dengan pemerintahan moderen apapun, kategori ini di istiahkan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi, utuk menyebut pemerintahan demokrasi Ketuhanan, karena pemerintahan seperti inilah kaum muslimin diberi kedudukan terbatas dibwah kekuasaan Ketuhanan. Muhammad Natsir menghendaki demokrasi sebagai pemikiran utama karena ingin memasukkan unsur agama kedalam pemerintahan. Sedangkan istilah demokrasi yang digunakan Muhammad Natsir disebut Theistic Demokrasy artinya demokrasi berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan. Istilah Theistic Demokrasy Muhammad Natsir inilah yang ada relevansinya dengan demokrasi yang disampaikan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi.
PENDEKATAN TAFSIR DALAM KAJIAN ISLAM Aryati, Azizah
EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 3, No 1 (2014): Juni
Publisher : EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.104 KB)

Abstract

Dilihat dari segi usianya penafsiran al-Qur’an termasuk ilmu yang paling tua dibandingkan dengan kegiatan ilmiah lainnya dalam kajian Islam. Fungsi tafsir dalam kajian Islam merupakan ilmu untuk berpegang teguh kepada buhul agama yang kokoh kuat dan tafsir merupakan kesempurnaan agama Islam di dunia untuk memperjelas dalil ilmu-ilmu agama yang bergantung pada pengetahuan  Allah (al-Qur’an) itu sendiri. Lahirnya penafsiran ini lebih banyak disebabkan oleh tuntutan perkembangan masyarakat yang selalu dinamis sehingga dalam penafsiran al-qur’an secara garis besar melalui empat cara (metode), yaitu metode ijmali (global)  metode tahlili (analisis), metode muqarin  (komparatfi), metode tematik (maudhu’i), metode ini membahas ayat-ayat al-Qur’an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Sedangkan jika dilihat dari segi penulisannya (kodifikasi), perkembangan tafsir dapat dibagi ke dalam tiga periode: Pertama, periode 1 yaitu masa Rasulullah SAW, sahabat dan permulaan tabi’in, Kedua, periode II, bermula dengan kodifikasi hadis secara resmi pada masa pemerintahan ‘Umar bin Abdul Aziz (99-101 H). Ketiga, periode III, periode ini dimuali dengan penyusunan kitab-kitab tafsir secara khusus dan berdiri sendiri
BENCANA, PERLINDUNGAN SOSIAL, DAN PEREMPUAN: Studi Kasus Pasca Erupsi Merapi Di Yogyakarta Ashadi Cahyadi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.62 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v8i1.2057

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi bencana besar membutuhkan banyak diskusi dari pengalaman masa lalu. Studi ini membahas tentang strategi pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangkitkan sektor ekonomi pasca erupsi merapi di Yogyakarta. Penulis memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan karena dianggap sebagai subyek rentan. Studi ini menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh beberapa data yang bersifat kuantitatif. Semua bahan dipelajari secara interaktif, direduksi, kemudian intisari bacaan dikembangkan sesuai penalaran induktif. Studi ini menemukan bahwa pada awal bencana, perlindungan sosial menjadi strategi utama yang harus dilakukan. Itu berupa bantuan sosial, asuransi sosial, kebijakan pasar kerja, dan jaringan pengamanan sosial berbasis masyarakat. Kemudian, masa recovery yang telah diisi oleh perlindungan sosial harus dilanjutkan ke tahap pemberdayaan sosial. Model pendampingan menjadi strategi yang paling idel dan rasional ketika masyarakat berada pada kondisi lower classyang hanya bisa menggantungkan nasib pada negara dan swasta.
PEMIKIRAN SAYYID HOSSEIN NASR TENTANG FILSAFAT PERENNIAL Hanna Widayani
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.489 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1239

Abstract

Dalam tulisan ini menjelaskan tentang pola pemikiran Sayyid Hossein Nasr. Dalam pemikiran filsafat, beliau memberikan pandangan pada filsafat perennial. Yang dimaksud Nasr dengan filsafat perennial adalah kearifan tradisional dalam Islam. Pikiran-pikiran Nasr disekitar ini muncul sebagai reaksi terhadap apa yang dilihatnya sebagai krisis manusia modern. Peradaban modern khususnya di Barat dan ditumbuh kembangkan di dunia Islam menurut Nasr telah gagal mencapai tujuannya, yakni semakin terduksinya integritas kemanusiaan. Dengan demikian, filsafat perennial Sayyid Hossein Nasr adalah respon yang dimunculkannya setelah melihat dengan seksama krisis manusia modern. 
KONSEP SAKINAH, MAWADDAH DAN RAHMAH DALAM PERNIKAHAN Henderi Kusmidi Kusmidi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.489 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i2.1601

Abstract

Perkawinan merupakan bagian dari ajaran Islam. Siapa yang menghindari perkawinan berarti ia telah meninggalkan sebagian dari ajaran agamanya. Disamping itu perkawinan dapat menghindarkan diri dari perbuatan zina. Islam melarang ummatnya melepaskan naluri seksual secara bebas tidak terkendali. Karena itulah Islam mengharamkan perbuatan zina dengan segala hal yang mengantarkannya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Pada saat yang sama Islam memerangi kecenderungan sebaliknya yaitu kecenderungan yang melawan naluri dan mengekangnya. Karena itulah ia menyerukan kepada perkawinan, melarang kecenderungan  melajang terus dan mengebiri diri. Tidak halal bagi seorang muslim berpaling dari perkawinan, pada hal ia mampu melakukannya dengan alasan konsentrasi untuk beribadah, menjauhi dari dunia dan mengabdi secara penuh kepada Allah SWT.

Page 6 of 16 | Total Record : 151