Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14 No 1 (2021): JUNI"
:
15 Documents
clear
Optimalisasi Persiapan Ruang Muat Dalam mencapai Keberhasilan Pemuatan Diatas Kapal MV. Ocean Hiryu
Rochman, Abdul;
Fachruddin, Imam;
Bundayana, Arandika
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.173
Bagi industri pelayaran distribusi muatan yang efisien dan efektif juga aman dan terhindar dari kerusakan adalah tujuan utama dari setiap perusahaan. Sehingga manajemen persiapan ruang muat untuk menghindari kerusakan muatan harus terkonsep dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan diatas kapal. Maka dari itu penulis membuat beberapa rumusan masalah yaitu bagaimana manajemen persiapan ruang muat di MV. OCEAN HIRYU, bagaimana kendala yang dihadapi dalam persiapan ruang muat, bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam persiapan ruang muat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan deskriptif kualitatif. Persiapan ruang muat merupakan suatu proses mempersiapkan ruang muat muatan di kapal untuk diisi kembali dengan muatan yang baru, dengan demikian proses persiapan ruang muat muatan yang dikerjakan haruslah sesuai dengan prosedur yang ada guna mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan melaksanakan tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengecekan kembalioleh perwira kapal sebelum ruang muat di cek oleh surveyor yang ada di darat. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan upaya pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam persiapan ruang muat di MV. OCEAN HIRYU adalah dengan mengadakan safety meeting, yang membahas persiapan untuk hold cleaning, peralatan yang dibutuhkan, pengumpulan cargo residue, pembersihan bilge, pembersihan palka menggunakan air laut, pengeringan ruang muat, dan pemeriksaan ruang muatan.
Upaya Peningkatan Perawatan Terhadap Hatch Cover Tipe Folding Mc Gregor Untuk Menunjang Kelancaran Proses Bongkar Muat Di MV. Pan Bonita
Fitrial, Denny;
Putro, Bhima Siswo;
Setiawan, Doni Sani
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.174
Untuk lancarnya proses bongkar muat di MV.PAN BONITA yang memuat muatan curah khususnya garam dalam curah, perlu adanya perawatan yang sesuai standar untuk hatch cover serta adanya pengawasan oleh perwira pada saat perawatan maupun perbaikan. Dalam melakukan perawatan hatch cover harus didukung dengan prasarana peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk perbaikan serta perawatan hatch cover. Karena muatan gandum yang sangat sensitif terhadap air laut, oleh karenanya hatch cover harus kedap terhadap air laut terutama pada saat berlayar di cuaca buruk, dan dapat membuka maupun menutup palka dengan baik pada saat proses bongkar muat. Terjadinya kerusakan muatan garam di kapal MV.PAN BONITA pernah terjadi pada saat penulis melaksanakan prala selama 1(satu) tahun. Kerusakan muatan ini dikarenakan tidak kedapnya hatch cover terhadap air laut serta adanya masalah pada saat membuka dan menutup palka sehingga terganggunya pada saat loading operation maupun discharging operation di kapal. Masalah ini terjadi karena kurang maksimalnya perawatan pada hatch cover serta pengawasan oleh perwira pada saat perawatan maupun perbaikan. Sering terjadi pula masalah pada saat perbaikan maupun perawatan dari hatch cover karena kurangnya keterampilan ABK pada saat pelaksanaan perawatan tutup palka tersebut dan juga kurangnya peralatan maupun perlengkapan untuk perbaikan dan perawatan hatch cover.
Analisis Terjadinya Transport Loss pada Muatan Grissik Mix Crude Oil di atas Kapal MT. Success Altair XLII Guna Kelancaran Proses Pemuatan
Suhartini;
Fausil;
Trimayono, Achmad Aji
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.175
Pada proses pengangkutan dan pemuatan terdapat peraturan dan prosedur yang diterbitkan oleh pihak pencharter dan harus dilaksanakan oleh pihak kapal. Peraturan dan prosedur tersebut harus dilaksanakan dengan baik oleh pihak kapal guna menghindari klaim dari pihak pencarter untuk menunjang kelancaran dan keselamatan dari proses pemuatan. Transport Loss lebih diperhatikan dibandingkan dengan selisih muatan pada proses pemuatan dan proses bongkar. Dikarenakan terdapat kecurigaan pencurian muatan dan penghilangan muatan secara sengaja. Maka jika ditemukan penyusutan muatan selama transportasi pihak pencarter akan menerbitkan klaim R2. Klaim ini ditujukan kepada pihak kantor, dan pihak kantor wajib membayar ganti rugi yang ditentukan oleh pihak pencarter. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat melakukan praktik laut di atas kapal MT. Success Altair XLII terdapat penyusutan yang besar saat memuat Grissik Mix Crude Oil. Kapal mengalami penundaan masuk alur Sungai Musi dikarenakan adanya kabut asap, sehingga terdapat pengaturan ulang jadwal kapal. Lamanya waktu tunggu dapat menyebabkan penyusutan muatan semakin besar dikarenakan sifat muatan yang mudah menyusut ditambah lamanya waktu tunggu.
Efektifitas Kegiatan Lashing Muatan Peti Kemas Guna Menunjang Keselamatan Operasional Kapal
Pasyah, A. Chalid;
Warsono;
Lumbangaol, Erik Roynaldo
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.176
Efektifitas proses kegiatan lashing muatan peti kemas merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksaanaan bongkar muat. Baik atau buruknya kegiatan lashing muatan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap keamanan muatan, bahkan stabilitas kapal pada saat melaksanakan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai cara penggunaan alat-alat lashing sesuai dengan fungsinya masing-masing serta cara kegiatan lashing peti kemas yang baik sesuai dengan prosedur yang benar. Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal MV. Hijau Segar, kapal milik PT. SPIL. Pelaksanaan penelitian selama dua belas bulan ini dilaksanakan saat peneliti melaksanakan Praktek Laut (Prala), sehingga sumber data diperoleh langsung dari tempat penelitian berupa informasi berdasarkan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyaknya kekurangan yang terjadi dalam proses kegiatan lashing muatan, baik dalam hal pengetahuan maupun perlengkapan peralatan. Peneliti yakin dengan memberikan gambaran tentang metode kegiatan lasing peti kemas dengan benar, para anak buah kapal akan memiliki pengetahuan tentang teknik kegiatan lashing muatan dengan meningkatkan efektifitas kegiatan lashing muatan sehingga tidak terjadi pergeseran muatan yang dapat berdampak buruk terhadap keselamatan dan stabilitas kapal maupun muatan itu sendiri.
Optimalisasi Pencegahan Pencemaran Minyak Di Kapal MT. Surya Chandra Sebagai Upaya Meminimalisasi Pencemaran Minyak Di Laut
Widodo, Agus;
Sugiyanto;
Nugroho, Indra Uzi
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.177
Pencemaran adalah berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Sumber pencemaran adalah setiap kegiatan yang membuang bahan pencemar. Bahan pencemar tersebut dapat berbentuk padat, cair, gas ataupun partikel tersuspensi dalam kadar tertentu ke dalam lingkungan, baik melalui udara, air maupun daratan pada akhirnya akan berdampak pada manusia. Salah satu contoh muatan minyak yang mempunyai sifat merusak lingkungan di dalam penanganannya haruslah dilakukan secara aman, maka diperlukan sarana dan prasarana penanganan pencemaran laut yang sesuai dengan standar internasional.
Analisa Geometri Bentuk Pahat Bubut Tipe Hss Pada Proses Finishing Terhadap Keausan Permukaan Pahat Dan Benda Kerja Dalam Membubut
Effendi;
Zulnasri;
M. Yusuf
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.178
Prosesfinishing adalah salah satu prosesyang menentukan hasil akhir dari suatu proses permesinan di mesin bubut. Dalam penelitian ini akan memberikan 3 pahat finishing HSS dengan geometri yang berbeda dan memberikan 3 variasi putaran dan feeding yang berbeda pula. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja S45C dengan alat pengukur kekasaran tipe “TR 100 Surface Roughnessâ€. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi geometri pahat finishing HSS antara pahat finishing standart (SOP) dengan pahat modifikasi dengan radius pahat 10 mm dengan pemberian alur geram. Metode penelitian ini adalah eksperimental (experiment research), dengan pemberian putaran mesin 90 rpm dan 112 rpm dengan variasi feeding 0,10 mm/put, 0,125 mm/put dan 0,14 mm/put pada setiap pahat uji coba. Hasil penelitian didapat bahwa denga pemberian radius yang lebih besar dan alur geram didapatkan hasil ukuran kekasaran permukaan rata-rata 1,2 μm dan hasil hitung rata-rata 0,8 μm serta mempunyai efesiensi waktu 2-3% lebih cepat dari geometri pahat finishing standart.
Analisis Penurunan Performa Sistem Pendingin Main Engine Guna Kelancaran Pengoperasian Kapal MT. Medelin Expo
Sitompul, Ali Muktar;
Effendi;
Adisurya, Dimas
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.179
Dalam memenuhi kebutuhan operasional kinerja mesin induk di kapal MT. MEDELIN EXPO, mesin induk sering mengalami over heating dan terjadinya shut down yang disebabkan oleh pendingin yang kurang optimal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis apa yang menyebabkan temperatur pendingin air tawar tinggi pada mesin induk dan bagaimana cara mengatasinya. Manfaat dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan perawatan dan perbaikan pada pendingin mesin induk agar mesin induk tetap optimal. Metode pendekatan yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian yang meliputi studi kasus, problem solving, dan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah perawatan sistem pendingin untuk mengoptimalkan operasional kapal MT.MEDELIN EXPO. Dalam penelitian ini teknik analisis yang dipergunakan adalah metode analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya penyumbatan pada lubang-lubang pendingin fresh water cooler sehingga pendingin air laut yang digunakan untuk menyerap panas dari air tawar menjadi kurang maksimal. Cara mengatasinya membersihkan pendingin fresh water cooler dengan cara menyogok kerak-kerak atau lumpur keluar dari lubang pendingin fresh water cooler.
Analisis Penurunan Kinerja Fresh Water Generator Guna Mempertahankan Produksi Air Tawar Dikapal Motor Vessel CK. Angie
Ala, Asman;
Hamdani, Mukhlas;
Khairy, Farruq Raihan
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.180
Saat melakukan praktek laut, fresh water generator dapat menghasilkan air tawar yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mencuci dan bahkan menjalankan mesin pentinglainnya yang menggunakan air tawar sebagai media pendingin. Pada FWG air tawar umumnya dihasilkan menggunakan metode evaporasi. Jadi air tawar tersebut dihasilkan oleh penguapan air laut dengan menggunakan panas dari salah satu sumber panas. Jadi dalam rangka untuk menghasilkan air bersih di 70 derajat kita perlu mengurangi tekanan atmosfer, yang dilakukan dengan menciptakan vakum di dalam ruang dimana penguapan berlangsung. Sebagai akibat dari vakum pendinginan dari air laut didinginkan dan dikumpulkan kemudian dipindahkan ke tangki. Pada saat kebanyakan kapal menggunakan metode ini sebagai penghasil air tawar di kapal.
Meningkatkan Perawatan Cargo Oil Pump Turbine Untuk Kelancaran Kegiatan Bongkar Muatan Di MT. SC Warrior L
Siregar, Pande I.;
Habli, M. Hasan;
Hidayat, Arif;
Fahri, Ahmad Miftahul
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.181
Saat melakukan penelitian, performa pompa kargo sangatlah penting, tentunya dengan dukungan dari pesawat bantu tergantung dengan perawatan yang baik. Cargo Oil Pump Turbine sebagai pengubah energi potensial menjadi energi mekanik dan juga penggerak pompa kargo. peneliti menemukan adanya masalah pada cargo oil pump turbine. Kejadian yang saya alami selama praktek, ketika kergo operasi discharge pompa mengalami RPM hunting sehingga putaran tidak maksimal. Setelah diperiksa ternyata terjadi kerusakan pada turbine blade dan juga kebocoran pada vacuum condenser.
Analisis Pengaruh Tekanan Pompa Pendingin Air Laut Terhadap Fresh Water Cooler Mesin Induk MV. Ibrahim Zahier
Yando, Markus;
Kusumaningrum, Sari;
Akbara, Novrain Rizki
Meteor STIP Marunda Vol 14 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36101/msm.v14i1.182
Alat Transportasi laut / kapal laut niaga saat ini adalah urat nadi distribusi dari perekonomian bangsa Indonesia. Untuk memindahkan atau mengantarkan barang dari satu tempat ketempat lain dalam jumlah besar dengan biaya ekonomis. Kapal laut niaga memiliki 2 (dua) departemen, departemen Nautika dan Teknika, untuk Kelancaran Operasional kapal laut niaga tentunya harus disertai dengan sinergi dari 2 belah pihak, pada tulisan ini kami khususkan pada departemen Teknika yang memiliki tugas dan fungsi untuk menjaga kelancaran pengoperasian permesinan secara berkelanjutan, dari Mesin Induk, dan pesawat bantu lainnya. Pompa tersebut merupakan salah satu komponen penting di atas kapal yang harus dijaga dalam perawatan dan perbaikannya, agar pengoperasian mesin induk berjalan lancar. Sistem pendingin merupakan sistem yang berfungsi menjaga temperatur mesin pada suhu tertentu sesuai dengan desain yang ditentukan agar mesin diesel dapat beroperasi secara berkelanjutan. Mesin Diesel yang beroperasi menghasilkan panas dengan suhu Sistem pendingin ini terdiri dari beberapa komponen penyusun yang utamanya untuk mendinginkan blok mesin, selain mendinginkan blok mesin, sistem pendingin juga mendinginkan pelumas, scavange air dan water jacket (Julianto, 2019). Komponen yang berfungsi mendinginkan air tawar ini umumnya disebut sebagai heat exchanger/fresh water cooler. Apabila pompa berjalan normal maka hasil temperatur pendinginan juga akan normal apabila pompa berjalan normal dengan tekanan 2.0 bar maka hasil temperatur yang didinginkan dari fresh water cooler yaitu sekitar 44-54 celcius. Pada pelayaran dari palembang menuju ke cilacap terdapat kejadian yang tidak normal pada pompa pendingin air laut tekanannya tertera 1.5 Bar dan mengakibatkan panasnya temperatur fresh water cooler dengan temperatur 58-62 celcius yang menyebabkan peningkatan suhu mesin induk dan mengganggu operasonal mesin induk pada kapal MV. Ibrahim Zahier.