cover
Contact Name
Yunda Maymanah Rahmadewi
Contact Email
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Culinary
ISSN : 26218437     EISSN : 26218445     DOI : 10.12928
Journal of Food and Culinary (JFC) is a peer-reviewed open access journal published twice in a year (June and Desember). The JFC focuses on the publication in food service industry and management.
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Tingkat Kesukaan Kue Lapis dengan Penambahan Daun Kelor Cahyani, Indah Sinawang; Hernawan, Alisha Deanna; Larasati, Larasati; Sulaeman, Putri Amanah; Septiyani, Retnosyari; Ikawati, Retty
Journal of Food and Culinary Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3598

Abstract

Daun kelor memiliki karakteristik yaitu bau yang khas sehingga tidak disukai. Daun kelor merupakan tanaman lokal yang mengandung zat gizi yang tinggi, namun pemanfaatannya sebagai bahan pangan masih sangat rendah. Agar zat gizi yang terkandung dalam daun kelor dapat dimanfaatkan tubuh, maka perlu diolah menjadi makanan yang digemari oleh masyarakat seperti kue lapis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan ekstrak daun kelor terhadap kualitas sensoris kue lapis moringa baik dari segi warna, rasa, tekstur, dan aroma. Perbandingan penambahan daun kelor diantaranya 1:2 (60 gram daun kelor:120 gram terigu), 1:1 (120 gram daun kelor:120 gram terigu), dan 2:3 (120 gram daun kelor:180 gram terigu). Kue lapis yang diperoleh selanjutnya dinilai tingkat kesukaannya. Kue lapis dengan penambahan kelor yang berbeda memberikan penilaian atribut sensoris serta tingkat kesukaan yang berbeda. Kue lapis dengan perbandingan 1:1 (120 gram daun kelor:120 gram terigu) merupakan kue lapis yang paling disukai.
Pengaruh Penambahan Jamur Tiram Putih (Pleurotus oestreatus) dan Tepung Tapioka Terhadap Sifat Organoleptik Kerupuk Baitirahman, Anisa Nur; Rahmadewi, Yunda Maymanah; Pangastuti, Palupi Melati
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i2.1911

Abstract

Kerupuk merupakan produk pangan yang bersifat kering, ringan, dan porous. Saat ini kerupuk yang berkembang adalah kerupuk tidak berprotein. Penambahan jamur tiram diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta nilai gizi dari kerupuk. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamur tiram dan tepung tapioka terhadap sifat organoleptik kerupuk. Rancangan percobaan yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu proporsi jamur tiram dan tapioka dengan enam level taraf perlakuaan (berturut-turut 2:1; 1:1; 1:2) dengan 2 kali ulangan. Proporsi jamur tiram dan tapioka dalam pembuatan kerupuk memberi pengaruh nyata terhadap tingkat kerenyahan, warna, pori-pori, serta aroma dan rasa. Dari percobaan yang dilakukan menyatakan bahwa proporsi terbaik untuk kerupuk jamur tiram adalah 1:2.
Perkembangan Yoghurt Susu Kedelai Al Falah, Sarah Amelia Nur Wahidah; Maharani, Shinta
Journal of Food and Culinary Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.4031

Abstract

Yoghurt merupakan suatu produk susu fermentasi yang dapat dibuat dari bahan nabati tinggi protein salah satunya kedelai. Yoghurt susu kedelai memiliki kandungan gizi cukup tinggi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dewasa ini, muncul inovasi baru dari perkembangan yoghurt kedelai salah satunya dengan penambahan variasi rasa dari buah-buahan, jagung, serta pemanis alami. Penambahan variasi rasa pada yoghurt kedelai bertujuan untuk menambahkan rasa manis serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan karakteristik sensorik yoghurt kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari yoghurt kedelai dengan berbagai variasi rasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan komposisi lain berpengaruh terhadap warna, aroma, pH, dan sineresis yoghurt kedelai.
Kadar Protein pada Produk Substitusi Tepung Mocaf (Cookies, Mi, Brownies, Nugget Ayam) Nurhanifah, Febi; Naenum, Najib Tuisina; Silviwanda, Silviwanda; Azkia, Zahra
Journal of Food and Culinary Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3948

Abstract

Tepung mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan hasil modifikasi tepung ubi kayu menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL) melalui proses fermentasi. Kandungan protein pada produk pangan berbasis tepung mocaf dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan lain yang berkadar protein tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan alternatif terbaik dalam meningkatkan kadar protein pada produk tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan jenis analisis deskriptif. Kadar protein yang dihasilkan pada produk olahan mocaf di antaranya yaitu produk cookies mocaf dengan tepung tempe sebesar 9,09±0,22%, pada produk mi mocaf dengan tepung lele sebesar 14,65±0,19%, pada produk brownies dengan tepung koro sebesar 8,73%, dan pada produk nugget ayam dengan penambahan tepung tulang rawan sebesar 18,70%.
Persepsi Generasi Z Terhadap Pengaruh Media Sosial dalam Intensi Pembelian Makanan Vegetarian ala Korea Pada Bisnis Rice Bowl In.yo Genady, Marcella Amanda; Michellita, Cynthia
Journal of Food and Culinary Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v4i1.4128

Abstract

Pesatnya perubahan tren makanan dan minuman menjadi tantangan besar bagi industri kuliner. Dengan adanya pandemi COVID-19, mulai muncul tren makanan vegetarian dan makanan sehat, selain itu makanan Korea juga kian digemari oleh Generasi Z. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui persepsi Generasi Z khususnya konsumen In.yo, sebuah bisnis lokal bertemakan Korea yang menyediakan berbagai varian makanan dengan protein nabati yang diolah dengan cita rasa ala Korea, terhadap pengaruh media sosial dalam intensi pembelian makanan vegetarian ala Korea, meskipun konsumen tidak menjalankan pola hidup vegetarian jenis apapun. Penelitian dilakukan secara daring pada 4 (empat) konsumen In.yo di kota Surabaya, Jombang, dan Samarinda. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Generasi Z meskipun memiliki pengetahuan yang sangat rendah mengenai jenis-jenis vegetarian maupun protein nabati sebagai alternatif daging, memiliki intensi pembelian makanan vegetarian ala  Korea  karena  rasa penasaran ingin mencoba karena melihat iklan yang ada di media sosial, ingin menurunkan berat badan,serta karena harga yang lebih murah dibandingkan dengan menu berprotein daging ayam. Sehingga usaha In.yo untuk mengedukasi Generasi Z mengenai pola makan vegetarian melalui media sosial, serta menyediakan pilihan makanan vegetarian memiliki pengaruh besar untuk mengubah persepsi Generasi Z terhadap makanan vegetarian ala Korea.
Pengaruh Penambahan Ikan Lele (Clarias gariepinus) terhadap Sifat Organoleptik Slondok Purwanti, Heni; Habibie, Intan Jd
Journal of Food and Culinary Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v4i1.3989

Abstract

Slondok merupakan makanan ringan yang menggunakan bahan utama ubi kayu. Sebagai makanan ringan yang menyerupai kerupuk, slondok mempunyai sifat gurih, renyah dan ringan sebagai camilan. Rasa gurih pada slondok biasanya karena penambahan bumbu berupa garam, ketumbar, bawang putih dan penguat rasa buatan dari bahan kimia. Untuk mengurangi pemakaian bahan kimia, maka dibuat slondok dengan penambahan ikan lele. Ikan lele yang kaya protein diharapkan dapat menggantikan bahan kimia untuk menguatkan rasa gurih pada slondok selain juga dapat meningkatkan nilai gizi slondok. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ikan lele pada slondok yang disuka oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ikan lele sebesar 15% sampai 25% pada slondok mempunyai tingkat kesukaan disukai.
Pengembangan Cookies Non Terigu dari Campuran Tepung Beras, Tepung Tapioka, dan Tepung Maizena Yunda Maymanah Rahmadewi; Silmi Sabila
Journal of Food and Culinary Vol. 2 No. 1 [Juni 2019]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1186

Abstract

Pemanfaatan tepung yang sering dijumpai di dapur seperti tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena hanya sebatas pengolahan tunggal pada olahan sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi dan perbandingan tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena sebagai bahan baku cookies. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan gizi dan nilai kalori cookies no terigu tersebut. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 3 kali ulangan dengan faktor perbandingan tepung beras, tepung tapioka, tepung maizena. Cookies yang dihasilkan selanjutnya dianalisa sifat kimianya antara lain analisa kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat, dan kadar serat kasar. Data dianalisis secara statistik menggunakan annova. Apabila hasil yang diperoleh ada beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat signifikasi 5%. Cookies yang dihasilkan juga dihitung nilai kalori per sajiannya.Cookies berbahan baku campuran tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena memiliki kadar abu, kadar lemak, dan nilai kalori yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia produk sejenis yaitu biskuit. Sedangkan kadar protein, kadar serat kasar, dan kadar karbohidrat belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia biskuit. Formulasi cookies yang dipilih berdasarkan kandungan kimia cookies yaitu campuran tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena dengan perbandingan 65:30:5 karena memiliki kadar protein paling tinggi.
Pengaruh Penambahan Varian Ubi Jalar terhadap Sifat Organoleptik Es Krim Anisa Nur Baitirahman; Nurul Putrie Utami
Journal of Food and Culinary Vol. 2 No. 1 [Juni 2019]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1527

Abstract

Es krim merupakan produk olahan pangan beku yang biasa dikonsumsi sebagai makanan selingan (dessert) dengan bahan utama dalam pembuatannya seperti lemak, bahan kering tanpa lemak (BKTL), bahan pemanis, pengemulsi dan bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar terhadap sifat organoleptik es krim serta untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap es krim ubi jalar. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah perbandingan pemberian ubi jalar yang berbeda warna  dengan formula sebagai berikut : B1= penambahan ubi jalar 0%, B2= penambahan ubi jalar ungu 7,5% tehadap 1000 ml susu cair, B3=penambahan ubi ungu 15% terhadap 1000 ml susu cair, B4= penambahan ubi jalar ungu 22,5% terhadap 1000 ml susu cair, B5= penambahan ubi jalar kuning 22,5% terhadap 1000 ml susu cair dan B6= penambahan ubi jalar putih 22,5% terhadap 1000 ml susu cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang dinilai oleh 22 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian ubi jalar sangat berpengaruh terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan panelis terhaap es krim.
Pengaruh Metode Blanching pada Proses Pengeringan Cabai Nida Khaerunnisya; Elok Rahmawati
Journal of Food and Culinary Vol. 2 No. 1 [Juni 2019]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan cabai dengan metode blanching, dimana proses blanching bertujuan untuk menonaktifan enzim yang terdapat didalam cabai. Peneletian dilakukan dengan tahapan berbeda yaitu dengan penjemuran langsung,dan melalui proses blanching dengan memberikan campuran larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan kemudian di blanching dengan beberapa waktu yang berbeda yaitu 3 menit, 7 menit, dan 11 menit. Hasilnya cabai yang melalaui proses blanching memiliki warna, aroma, dan rasa yang lebih baik dari pada cabai yang tidak melalui proses blanching.
Pengaruh Penambahan Koro Benguk terhadap Sifat Organoleptik Soyghurt (Yoghurt Susu Kedelai) Heni Purwanti
Journal of Food and Culinary Vol. 2 No. 2 [Desember 2019]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i2.1729

Abstract

Susu kedelai mengandung unsur-unsur yang hampir sama dengan susu sapi, oleh karena itu susu kedelai juga dapat difermentasi menjadi yoghurt kedelai atau disebut dengan nama soyghurt. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan koro benguk terhadap sifat organoleptic soyghurt. Koro benguk merupakan salah satu kacang-kacangan yang kurang popular dibanding jenis yang lain karena beberapa sifat koro benguk yang tidak disukai konsumen. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah perbandingan kedelai dan koro benguk pada pembuatan soyghurt. Variasi yang dilakukan adalah perbandingan kedelai dan koro benguk dengan perbandingan 80:20, 60:40, 40:60. Hasil penelitian dengan analisa varian menunjukkan bahwa penambahan koro benguk pada pembuatan soyghurt memberikan pengaruh nyata terhadap sifat organoleptic soyghurt berupa warna, tekstur, aroma dan rasa. Uji DMRT menunjukkan perbandingan kedelai koro benguk 80:20 secara umum tidak berbeda nyata dengan soyghurt kedelai murni sebagai kontrol dan mempunyai tingkat kesukaan disukai.

Page 3 of 10 | Total Record : 95