cover
Contact Name
Yunda Maymanah Rahmadewi
Contact Email
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Culinary
ISSN : 26218437     EISSN : 26218445     DOI : 10.12928
Journal of Food and Culinary (JFC) is a peer-reviewed open access journal published twice in a year (June and Desember). The JFC focuses on the publication in food service industry and management.
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Pandemi Tak Berarti Surut Rejeki: Studi Kasus Social Media Marketing Strategies Pada Usaha Mikro Berbasis Rumah Pawon Bu Puspa Anggraeni Wulandari
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 2 [Desember 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.3902

Abstract

Sebagai langkah bertahan hidup, beberapa usaha mikro tumbuh di tengah masyarakat. Meskipun demikian, usaha yang tumbuh di tengah pandemi ini, tidak semua mampu berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui langkah penggunaan media sosial sebagai strategi pemasaran usaha mikro berbasis rumah yaitu Pawon Bu Puspa, guna menjawab keresahan penggiat usaha mikro dalam melakukan strategi pemasaran saat pandemi. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan pengamatan daring dan wawancara secara daring. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling kepada narasumber terpilih, tentang pemanfaatan media sosial dalam pemasaran Usaha Mikro Pawon Bu Puspa pada saat pandemi di Kota Surakarta. Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan media sosial dalam pemasaran, sangat aman dan efektif di tengah situasi pandemi. Aman karena pembeli dan penjual berinteraksi lewat media sosial dan efektif karena omset Pawon Bu Puspa cenderung stabil dari awal pandemi hingga kini. Media sosial yang digunakan dalam pemasaran diantaranya adalah WhatsApp dan Instagram. Konten yang ditayangkan adalah produk dan pengetahuan seputar produk yang dipasarkan, baik manfaat maupun testimoni dari pelanggan. Selain aktif di akun Instagram Pawon Bu Puspa, pemasaran juga aktif pada akun Instagram pribadinya dan nomor WhatsApp admin Pawon Bu Puspa. Hasil penelitian dapat menjadi rujukan keberhasilan penggunaan media sosial dalam strategi pemasaran usaha mikro di tengah kondisi pandemi.
Analisis Sikap Konsumen Pada Makanan Olahan Berbasis Singkong : Studi Kasus Pada Brownies Berbahan Mocaf Cokro Tela Arsy Nur Fadilah; Any Suryantini; Dwidjono Hadi Darwanto
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 2 [Desember 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.3903

Abstract

Saat ini kecenderungan selera konsumsi masyarakat cenderung kepada produk impor berbasis terigu. Disisi lain pangan lokal seringkali dianggap sebagai makanan yang inferior dan terigu dianggap sebagai makanan superior. Peningkatan kebebasan masyarakat untuk memilih bahan pangan yang dikonsumsinya memungkinkan untuk dilakukan subtitusi pangan berbasis tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang mempengaruhi pemilihan produk brownies Cokro Tela berbahan baku mocaf dan mengetahui sikap konsumen terhadap brownies Cokro Tela berbahan baku mocaf. Responden dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang diambil secara Purposive sampling dimana responden diambil berdasarkan kriteria tertentu yaitu responden yang sudah pernah membeli dan mencoba brownies Cokro Tela. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Model analisis yang digunakan yaitu Model Fishbein. Model tersebut digunakan untuk mengidentifikasi sikap konsumen terhadap atribut brownies Cokro Tela berbahan baku mocaf yang meliputi atribut campuran mocaf dan terigu, harga, varian brownies, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa atribut yang paling mempengaruhi dalam pemilihan produk brownies Cokro Tela berbahan mocaf adalah atribut rasa (18,17) dan tekstur (17,03). Sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut brownies Cokro Tela dianggap baik.
Produksi Nasi Instan Berbasis Diversifikasi Pangan Lokal Ubi Ungu Sebagai Pangan Darurat Fungsional Erwin Setiawan; Alpin Hidayatulloh; Tania Widiastuti
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 2 [Desember 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.3922

Abstract

Konsumsi beras di Indonesia masih sangat tinggi karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok, hal tersebut membuat Indonesia harus mengimpor beras dari luar negeri. Selain itu Indonesia juga menjadi negara yang rawan terjadi bencana alam, keterbatasan bahan pokok dan peralatan memasak menjadi penyebab utama kurangnya pemenuhan gizi saat bencana alam. Pemanfaatan bahan baku umbi lokal sebagai produk diversifikasi menjadi beras instan. Penyusunan artikel ilmiah ini bersifat paparan, yaitu dengan menjelaskan Produksi Nasi Instan Berbasis Diversifikasi Pangan Lokal Umbi Ungu Sebagai Pangan Darurat Fungsional. Metode perumusan masalah dengan cara mengumpulkan beberapa masalah yang timbul dari latar belakang serta disusun secara sistematik. Penyusunan perumusan masalah menggunakan metode analisa dengan objek beras analog dari ubi ungu sebagai nasi instan dan mencoba mengaitkan dengan potensi dalam pengembangan produk pangan darurat yang bersifat fungsional. Pengumpulan data merujuk beberapa literatur berupa jurnal penelitian, prosiding, dan buku referensi. Penulis melakukan metode analisis dan pemecahan masalah dengan beberapaa tahapan yaitu memahami konsep permasalahan dengan menemukan kata kunci, merumuskan masalah yang akan dibahas, mengumpulkan data melalui studi literatur, melakukan diskusi lanjutan, mengurai rumusan masalah dengan menggunakan kata kunci, serta menemukan solusi dan menarik kesimpulan. Tujuan artikel ilmiah ini untuk memaparkan terobosan untuk pembuatan nasi instan berbahan dasar umbi lokal sebagai pemenuhan gizi. Metode analisa dengan objek beras analog dari ubi ungu sebagai nasi instan dan mencoba mengaitkan dengan potensi dalam pengembangan produk pangan darurat yang bersifat fungsional. Dari hasil pemaparan dapat disimpulkan bahwa ubi ungu bisa dijadikan sebagai bahan baku nasi instan serta memilki zat gizi yang baik untuk pemenuhan gizi pada manusia
Perubahan Kebiasaan Makan di Restoran Dalam Masa Pandemi COVID-19: Keamanan dan Pelayanan Pangan Yelia Santoso
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 2 [Desember 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.3923

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek food safety dan food service terhadap eating habits di rumah makan. Food service juga diuji sebagai variabel mediasi di dalam penelitian ini. Sejak masa pandemi, perubahan pelaksanaan keamanan pangan dan pelayanan pangan mengalamai perubahan total. Peraturan protokol kesehatan dari pemerintah harus diterapkan untuk mengurangi penularan melalui makanan. Studi ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis PLS-SEM. Data diambil satu kali (cross sectional) dengan membagikan kuesioner secara purposif kepada individu yang masih makan di rumah makan pada masa pandemi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 responden. Studi ini menyimpulkan bahwa food safety sangat penting bagi konsumen agar ketika dine-in mereka merasa aman. Sementara itu food service tidak berpengaruh signifikan baik sebagai variabel independen maupun mediasi dalam hubungan pengaruh antara food safety dan eating habits. Saran bagi pemangku kepentingan adalah dengan menyediakan sejumlah sarana yang dapat digunakan oleh konsumen secara mandiri untuk memastikan kembali bahwa mereka merasa aman ketika dine-in di restoran. Termasuk dalam kategori ini adalah disinfekan untuk tangan, juga untuk meja, dan sendok garpu. Sekalipun demikian protokol pelaksanaan food service juga tetap harus dilaksanakan.
Studi Perencanaan Usaha Keripik Kaca Menggunakan Business Model Canvas Ayuni Rizma Maulida; Andre Geza Haryanto
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 1 [Juni 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3945

Abstract

The business world needs a business plan that can help entrepreneurs prepare everything needed for the smooth running of their business. This business plan can be made in the form of a business plan. One business plan model that has many advantages is the Business Model Canvas. The purpose of writing this article is to find out what needs to be considered in making a business plan using the Business Model Canvas. The results of the literature review show that using the Business Model Canvas business planning becomes clearer and more focused. The glass chip business, which is an example in the application of the canvas business model, is becoming more focused and clear. Therefore, in making a business model, the canvas has 9 important components, including Customer Segment, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Activities, Key Partnerships, Key Resources and Cost Structures that need to be considered and structured clearly to help run the business. Keywords: business, Business Model Canvas, business plan, glass chips, planning   ABSTRAK Dunia usaha memerlukan suatu perencanaan usaha yang dapat membantu wirausahawan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kelancaran usahanya. Perencanaan usaha ini dapat dibuat dalam bentuk business plan. Salah satu model business plan yang banyak memiliki keuntungan yaitu Business Model Canvas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan untuk membuat perencanaan usaha menggunakan Business Model Canvas. Hasil dari penelaahan pustaka menunjukkan dengan menggunakan Business Model Canvas perencanaan usaha menjadi lebih jelas dan terarah. Usaha keripik kaca yang menjadi contoh dalam penerapan Business Model Canvas ini menjadi lebih terarah dan jelas. Oleh karena itu dalam pembuatan Business Model Canvas memiliki 9 komponen penting diantaranya Customer Segment, Value Propositions, Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Key Partnership, Key Resources dan Cost Structure yang perlu diperhatikan dan disusun dengan jelas agar membantu kelancaran usaha. Kata Kunci: Business Model Canvas, business plan, keripik kaca, perencanaan, usaha  
Kadar Protein pada Produk Substitusi Tepung Mocaf (Cookies, Mi, Brownies, Nugget Ayam) Febi Nurhanifah; Najib Tuisina Naenum; Silviwanda Silviwanda; Zahra Azkia
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 1 [Juni 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3948

Abstract

Tepung mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan hasil modifikasi tepung ubi kayu menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL) melalui proses fermentasi. Kandungan protein pada produk pangan berbasis tepung mocaf dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan lain yang berkadar protein tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan alternatif terbaik dalam meningkatkan kadar protein pada produk tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan jenis analisis deskriptif. Kadar protein yang dihasilkan pada produk olahan mocaf di antaranya yaitu produk cookies mocaf dengan tepung tempe sebesar 9,09±0,22%, pada produk mi mocaf dengan tepung lele sebesar 14,65±0,19%, pada produk brownies dengan tepung koro sebesar 8,73%, dan pada produk nugget ayam dengan penambahan tepung tulang rawan sebesar 18,70%.
Pengaruh Penambahan Ikan Lele (Clarias gariepinus) terhadap Sifat Organoleptik Slondok Heni Purwanti; Intan Jd Habibie
Journal of Food and Culinary Vol. 4 No. 1 [Juni 2021]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v4i1.3989

Abstract

Slondok merupakan makanan ringan yang menggunakan bahan utama ubi kayu. Sebagai makanan ringan yang menyerupai kerupuk, slondok mempunyai sifat gurih, renyah dan ringan sebagai camilan. Rasa gurih pada slondok biasanya karena penambahan bumbu berupa garam, ketumbar, bawang putih dan penguat rasa buatan dari bahan kimia. Untuk mengurangi pemakaian bahan kimia, maka dibuat slondok dengan penambahan ikan lele. Ikan lele yang kaya protein diharapkan dapat menggantikan bahan kimia untuk menguatkan rasa gurih pada slondok selain juga dapat meningkatkan nilai gizi slondok. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ikan lele pada slondok yang disuka oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ikan lele sebesar 15% sampai 25% pada slondok mempunyai tingkat kesukaan disukai.
Perkembangan Yoghurt Susu Kedelai Sarah Amelia Nur Wahidah Al Falah; Shinta Maharani
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 2 [Desember 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.4031

Abstract

Yoghurt merupakan suatu produk susu fermentasi yang dapat dibuat dari bahan nabati tinggi protein salah satunya kedelai. Yoghurt susu kedelai memiliki kandungan gizi cukup tinggi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dewasa ini, muncul inovasi baru dari perkembangan yoghurt kedelai salah satunya dengan penambahan variasi rasa dari buah-buahan, jagung, serta pemanis alami. Penambahan variasi rasa pada yoghurt kedelai bertujuan untuk menambahkan rasa manis serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan karakteristik sensorik yoghurt kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari yoghurt kedelai dengan berbagai variasi rasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan komposisi lain berpengaruh terhadap warna, aroma, pH, dan sineresis yoghurt kedelai.
Kajian Literatur: Hubungan Personal Higiene Penjamah Makanan dengan Kontaminasi Escherichia Coli pada Makanan Anggun Putri Utami
Journal of Food and Culinary Vol. 4 No. 1 [Juni 2021]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v4i1.4032

Abstract

Kontaminasi Escherichia Coli pada makanan dapat menimbulkan adanya KLB keracunanan makanan atau KLB diare di Indonesia. Personal higiene penjamah makanan diketahui berperan penting dalam mencegah adanya kontaminasi tersebut. Studi literatur ini digunakan untuk mengetahui hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Jurnal terkait hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan dicari menggunakan situs ScienceDirect, Google Scholar, Pubmed, dan Portal garuda. Kriteria inklusi adalah jurnal yang berkaitan dengan personal higiene penjamah makanan dan kontaminasi E. coli, menggunakan sampel makanan dan penjamah makanan di tempat pengelolaan makanan (TPM), jurnal terindeks, jurnal yang dapat diakses secara penuh dan merupakan jurnal publikasi sepuluh tahun terakhir. Didapatkan lima dari 1.320 jurnal yang dapat dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan lima jurnal yang dianalisis, dua jurnal menyebutkan bahwa personal higiene memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Tiga jurnal lain memiliki variabel berbeda, yaitu praktik cuci tangan dan atau kebesihan diri penjamah makanan yang mana kedua variabel tersebut masuk ke dalam parameter personal higiene penjamah makanan. Ketiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Personal higiene penjamah makanan memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan.
Risiko dan Peluang Industri Makanan Rumah Tangga dengan Sistem On-Line dalam Masa Pandemi Covid-19 di DIY Rachmawati Widyaningrum; Khairunisa Ramadhani; Hesti Khofifah; Shaumi Natalia Putri
Journal of Food and Culinary Vol. 4 No. 1 [Juni 2021]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v4i1.4123

Abstract

Dalam masa pandemi Covid-19, sistem pemesanan dan pengantaran online pada industri makanan rumah tangga merupakan sebuah alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan konsumen tanpa harus keluar rumah sekaligus sebagai penggerak ekonomi nasional. Namun demikian, isu keamanan pangan, risiko transmisi virus, dan kehalalan makanan masih menjadi tantangan dalam menjalankan bisnis tersebut dengan banyaknya produk industri makanan rumah tangga yang belum beregistrasi dan bersertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang bagaimana persepsi stakeholder industri makanan rumah tangga dengan sistem online di masa pandemi Covid-19 terkait: 1) Risiko kesehatan dan kehalalan produk 2) Peluang ekonomi bisnis makanan online 3) Praktik pengelolaan bisnis makanan untuk meminimalisasi risiko dan memaksimalkan peluang penjualan makanan secara online. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan melalui wawancara online pada bulan Januari-Februari di DIY. Responden adalah produsen makanan di DIY, menyelenggarakan produksi makanan komersial skala rumah tangga selama pandemi, melaksanakan sistem penjualan makanan secara online, dan tidak memiliki toko offline. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode triangulasi dilakukan dengan melakukan wawancara kepada ahli keamanan dan kehalalan pangan dan konsumen industri makanan rumahan dengan total jumlah responden 8 orang. Industri makanan skala rumah tangga dalam masa pandemi Covid-19 memberikan dampak positif pada penguatan ekonomi rumah tangga dan peluang usaha. Risiko keamanan dan kehalalan pangan muncul dari minimnya pengetahuan produsen tentang keamanan dan kehalalan pangan, keterbatasan sumber daya, serta produk yang dihasilkan belum tersertifikasi. Risiko tersebut dapat diminimalkan dengan kolaborasi antara produsen, konsumen dan pemerintah untuk mewujudkan pangan yang aman dan halal.

Page 5 of 10 | Total Record : 95