cover
Contact Name
Yunda Maymanah Rahmadewi
Contact Email
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Culinary
ISSN : 26218437     EISSN : 26218445     DOI : 10.12928
Journal of Food and Culinary (JFC) is a peer-reviewed open access journal published twice in a year (June and Desember). The JFC focuses on the publication in food service industry and management.
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Pengembangan Cookies Non Terigu dari Campuran Tepung Beras, Tepung Tapioka, dan Tepung Maizena Rahmadewi, Yunda Maymanah; Sabila, Silmi
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1186

Abstract

Pemanfaatan tepung yang sering dijumpai di dapur seperti tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena hanya sebatas pengolahan tunggal pada olahan sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi dan perbandingan tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena sebagai bahan baku cookies. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan gizi dan nilai kalori cookies no terigu tersebut. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 3 kali ulangan dengan faktor perbandingan tepung beras, tepung tapioka, tepung maizena. Cookies yang dihasilkan selanjutnya dianalisa sifat kimianya antara lain analisa kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat, dan kadar serat kasar. Data dianalisis secara statistik menggunakan annova. Apabila hasil yang diperoleh ada beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat signifikasi 5%. Cookies yang dihasilkan juga dihitung nilai kalori per sajiannya.Cookies berbahan baku campuran tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena memiliki kadar abu, kadar lemak, dan nilai kalori yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia produk sejenis yaitu biskuit. Sedangkan kadar protein, kadar serat kasar, dan kadar karbohidrat belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia biskuit. Formulasi cookies yang dipilih berdasarkan kandungan kimia cookies yaitu campuran tepung beras, tepung tapioka, dan tepung maizena dengan perbandingan 65:30:5 karena memiliki kadar protein paling tinggi.
Pengaruh Penambahan Varian Ubi Jalar terhadap Sifat Organoleptik Es Krim Baitirahman, Anisa Nur; Utami, Nurul Putrie
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1527

Abstract

Es krim merupakan produk olahan pangan beku yang biasa dikonsumsi sebagai makanan selingan (dessert) dengan bahan utama dalam pembuatannya seperti lemak, bahan kering tanpa lemak (BKTL), bahan pemanis, pengemulsi dan bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar terhadap sifat organoleptik es krim serta untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap es krim ubi jalar. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah perbandingan pemberian ubi jalar yang berbeda warna  dengan formula sebagai berikut : B1= penambahan ubi jalar 0%, B2= penambahan ubi jalar ungu 7,5% tehadap 1000 ml susu cair, B3=penambahan ubi ungu 15% terhadap 1000 ml susu cair, B4= penambahan ubi jalar ungu 22,5% terhadap 1000 ml susu cair, B5= penambahan ubi jalar kuning 22,5% terhadap 1000 ml susu cair dan B6= penambahan ubi jalar putih 22,5% terhadap 1000 ml susu cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang dinilai oleh 22 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian ubi jalar sangat berpengaruh terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan panelis terhaap es krim.
Penggunaan Tepung pada Pembuatan Bawang Merah Goreng Enrekang: Kajian Tingkat Rendemen dan Nilai Gizinya Khasanah, Yuniar; Herawati, Ervika Rahayu Novita; Praharasti, Anggita Sari; Kusumaningrum, Annisa; Frediansyah, Andri
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1701

Abstract

Telah dilakukan pengembangan produk bawang merah goreng di Kelompok Wanita Tani (KWT) Setia, Enrekang, Sulawesi Selatan dengan variasi penggunaan tepung terigu. Dalam kegiatan ini dilakukan pembuatan bawang goreng dalam tiga (3) variasi, yaitu: (1) original (tanpa penambahan tepung terigu); (2) grade A (penambahan tepung terigu 10 %); (3) grade B (penambahan tepung terigu 20 %). Evaluasi dilakukan terhadap rendemen serta karakteristik nilai gizi yang dihasilkan.Hasil menunjukkan bahwa penggunaan tepung terigu mampu menghasilkan rendemen bawang merah goreng 30 – 37 %, dibandingkan dengan tanpa penambahan tepung hanya sekitar 25 %. Pengamatan terhadap kadar air berkisar 10, 35 ± 0,71 % - 12,52 ± 0,34 %; kadar abu 3,02 ± 0,59 % - 6,22 ± 0,87 %; protein 8,32 ± 0,43 % – 12,97 ± 1,13 %; lemak 26,27 ± 0,49 % - 37,16 ± 3,37 % dan karbohidrat 35,96 ± 4,05 % - 47,09 ± 0,57 % (dalam berat kering/db). Hasil dari kegiatan ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi pengolah bawang goreng untuk melakukan variasi produk olahannya, sehingga mampu bersaing dan menghasilkan lebih banyak. Dan bagi petani bawang merah, hasil ini diharapkan menjadi alternatif usaha paskapanen bawang merah, selain dijual dalam bentuk bawang merah segar
PENGARUH METODE BLANCHING PADA PROSES PENGERINGAN CABAI Khaerunnisya, Nida; Rahmawati, Elok
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan cabai dengan metode blanching, dimana proses blanching bertujuan untuk menonaktifan enzim yang terdapat didalam cabai. Peneletian dilakukan dengan tahapan berbeda yaitu dengan penjemuran langsung,dan melalui proses blanching dengan memberikan campuran larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan kemudian di blanching dengan beberapa waktu yang berbeda yaitu 3 menit, 7 menit, dan 11 menit. Hasilnya cabai yang melalaui proses blanching memiliki warna, aroma, dan rasa yang lebih baik dari pada cabai yang tidak melalui proses blanching.
PEMBUATAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN PROSES FERMENTASI DAN ENZIMATIS Rahmawati, Elok; Khaerunnisya', Nida
Journal of Food and Culinary Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v1i1.1575

Abstract

Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan VCO (Virgin Coconout Oil) dengan proses fermentasi, enzimatis dengan menggunakan bahan bonggol nanas, potongan papaya muda, ragi tape dan tujuan penambahan bahan-bahan tersebut terhadap proses pembuatan VCO (Virgin Coconout Oil). Metode yang digunakan adalah metode fermentasi dengan menggunkan ragi tape, dan metode enzimatis dengan menggunakan enzim papain pada potongan papaya muda, dan enzim bromeline pada bonggol nanas. Hasilnya VCO dengan metode enzimatis dengan menggunakn enzim papain dari potongan papaya muda yang memiliki berat paling banyak.
KARAKTERISTIK JELLY DRINK SELEDRI DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARAGENAN DAN AGAR Hasanah, Nadlifatul; Hidayah, Isti Nurul; Muflihati, Iffah
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i1.1436

Abstract

Jelly drink merupakan salah satu alternative untuk memenuhi kebutuhan akan minuman yang praktis Salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan yaitu seledri karena sebagian besar seledri hanya digunakan sebagai campuran sup dan bahan makanan berkuah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan karagenan dan agar terhadap nilai sineresis, pH, total padatan terlarut, dan uji organoleptik dari jelly drink seledri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu jenis seledri A. Graveolens L. var sacalinum dan A. Graveolens L. var sylvestre Alef serta konsentrasi karagenan:agar yaitu 80%:20%, 60%:0,4%. Hasil penelitian menjukkan rerata sineresis yaitu 2,33-6,39%, rerata pH berkisae 6,5-6,91, total padatan terlarut berkisar antara 7,66-12° Brix, dan perlakuan terbaik dari uji organoleptic yaitu konsentrasi 60%-40% jenis seledri A. Graveolens L. var sylvestre Alef.
Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Layanan Program Studi Bisnis Jasa Makanan FEB-UAD Wardiyanta, Wardiyanta; Septiyani, Retnosyari
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i2.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak manajemen Program Studi Bisnis Jasa Makanan dalam melakukan evaluasi terhadap layanan, mengarahkan upaya-upaya perbaikan dengan meningkatkan atribut pelayanan yang lemah sehingga jasa yang diberikan oleh program studi dapat memberikan kepuasan pada para pihak yang menggunakan jasanya. Penelitian yang mengintegrasikan metode Servqual dan QFD ini dilakukan di Program Studi Bisnis Jasa Makanan UAD dengan menggunakan desain penelitian campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian didasarkan pada survei terhadap mahasiswa yang menjadi pengguna jasa program studi ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam perumusan rencana pengembangan program studi Bisnis Jasa Makanan UAD. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai pendukung pengembangan manajemen perguruan tinggi, khususnya tentang konsep Total Quality Management in Education.
Pandemi Tak Berarti Surut Rejeki: Studi Kasus Social Media Marketing Strategies Pada Usaha Mikro Berbasis Rumah “Pawon Bu Puspa” Wulandari, Anggraeni
Journal of Food and Culinary Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i2.3902

Abstract

Sebagai langkah bertahan hidup, beberapa usaha mikro tumbuh di tengah masyarakat. Meskipun demikian, usaha yang tumbuh di tengah pandemi ini, tidak semua mampu berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui langkah penggunaan media sosial sebagai strategi pemasaran usaha mikro berbasis rumah yaitu “Pawon Bu Puspa”, guna menjawab keresahan penggiat usaha mikro dalam melakukan strategi pemasaran saat pandemi. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan pengamatan daring dan wawancara secara daring. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling kepada narasumber terpilih, tentang pemanfaatan media sosial dalam pemasaran Usaha Mikro “Pawon Bu Puspa” pada saat pandemi di Kota Surakarta. Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan media sosial dalam pemasaran, sangat aman dan efektif di tengah situasi pandemi. Aman karena pembeli dan penjual berinteraksi lewat media sosial dan efektif karena omset “Pawon Bu Puspa” cenderung stabil dari awal pandemi hingga kini. Media sosial yang digunakan dalam pemasaran diantaranya adalah WhatsApp dan Instagram. Konten yang ditayangkan adalah produk dan pengetahuan seputar produk yang dipasarkan, baik manfaat maupun testimoni dari pelanggan. Selain aktif di akun Instagram “Pawon Bu Puspa”, pemasaran juga aktif pada akun Instagram pribadinya dan nomor WhatsApp admin “Pawon Bu Puspa”. Hasil penelitian dapat menjadi rujukan keberhasilan penggunaan media sosial dalam strategi pemasaran usaha mikro di tengah kondisi pandemi.
Studi Perencanaan Usaha Keripik Kaca Menggunakan Business Model Canvas Maulida, Ayuni Rizma; Haryanto, Andre Geza
Journal of Food and Culinary Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3945

Abstract

The business world needs a business plan that can help entrepreneurs prepare everything needed for the smooth running of their business. This business plan can be made in the form of a business plan. One business plan model that has many advantages is the Business Model Canvas. The purpose of writing this article is to find out what needs to be considered in making a business plan using the Business Model Canvas. The results of the literature review show that using the Business Model Canvas business planning becomes clearer and more focused. The glass chip business, which is an example in the application of the canvas business model, is becoming more focused and clear. Therefore, in making a business model, the canvas has 9 important components, including Customer Segment, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Activities, Key Partnerships, Key Resources and Cost Structures that need to be considered and structured clearly to help run the business.Keywords: business, Business Model Canvas, business plan, glass chips, planningABSTRAK Dunia usaha memerlukan suatu perencanaan usaha yang dapat membantu wirausahawan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kelancaran usahanya. Perencanaan usaha ini dapat dibuat dalam bentuk business plan. Salah satu model business plan yang banyak memiliki keuntungan yaitu Business Model Canvas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan untuk membuat perencanaan usaha menggunakan Business Model Canvas. Hasil dari penelaahan pustaka menunjukkan dengan menggunakan Business Model Canvas perencanaan usaha menjadi lebih jelas dan terarah. Usaha keripik kaca yang menjadi contoh dalam penerapan Business Model Canvas ini menjadi lebih terarah dan jelas. Oleh karena itu dalam pembuatan Business Model Canvas memiliki 9 komponen penting diantaranya Customer Segment, Value Propositions, Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Key Partnership, Key Resources dan Cost Structure yang perlu diperhatikan dan disusun dengan jelas agar membantu kelancaran usaha. Kata Kunci: Business Model Canvas, business plan, keripik kaca, perencanaan, usaha
Pengaruh Penambahan Koro Benguk terhadap Sifat Organoleptik Soyghurt (Yoghurt Susu Kedelai) Purwanti, Heni
Journal of Food and Culinary Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v2i2.1729

Abstract

Susu kedelai mengandung unsur-unsur yang hampir sama dengan susu sapi, oleh karena itu susu kedelai juga dapat difermentasi menjadi yoghurt kedelai atau disebut dengan nama soyghurt. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan koro benguk terhadap sifat organoleptic soyghurt. Koro benguk merupakan salah satu kacang-kacangan yang kurang popular dibanding jenis yang lain karena beberapa sifat koro benguk yang tidak disukai konsumen. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah perbandingan kedelai dan koro benguk pada pembuatan soyghurt. Variasi yang dilakukan adalah perbandingan kedelai dan koro benguk dengan perbandingan 80:20, 60:40, 40:60. Hasil penelitian dengan analisa varian menunjukkan bahwa penambahan koro benguk pada pembuatan soyghurt memberikan pengaruh nyata terhadap sifat organoleptic soyghurt berupa warna, tekstur, aroma dan rasa. Uji DMRT menunjukkan perbandingan kedelai koro benguk 80:20 secara umum tidak berbeda nyata dengan soyghurt kedelai murni sebagai kontrol dan mempunyai tingkat kesukaan disukai.

Page 1 of 10 | Total Record : 95