Gema Wiralodra
Gema Wiralodra adalah jurnal yang dikelola oleh LPPM Universitas Wiralodra. Gema Wiralodra telah ada sejak tahun 2005 dan merupakan jurnal pertama di Universitas Wiralodra. Gema Wiralodra merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (bulan April dan bulan Oktober) yang mempublikasikan hasil penelitian orisinal dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam kajian ilmu dari lintas kajian ilmu sosial, hukum, pendidikan, pertanian, teknologi dll.
Articles
670 Documents
DATA LOGGER DAN PENGONTROL TEMPERATUR OTOMATIS PADA PEMANAS AIR (HEATER)
Muhammad Nurul Puji
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.27
Pengaturan temperatur (atau besaran fisis lain) banyak dijumpai di lapangan sebagai pengondisi supaya system bekerja pada parameter ukur yang telah ditetapkan. Pengaturan besaran fisis bisa dilakukan dengan mendapatkan nilai dari parameter ukur dengan menggunakan sensor dan diolah sehingga hasil yang diperoleh tersebut dapat dipergunakan untuk mengontrol besaran yang diinginkan melalui aktuator. Pada artikel ini dibuat suatu sistem yang berfungsi sebagai data logger dan pengontrol temperatur pada pemanas air (heater) secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroler dan LabVIEW sebagai pengolah dan penyajian datanya. Besaran fisis temperatur diperoleh dengan menggunakan sensor LM35. Kemudian LabVIEW dan mikrokontroler akan berkomunikasi untuk pengambilan data sehingga data temperatur tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk grafik secara real time. Data ini kemudian diproses oleh LabVIEW untuk dibandingkan dengan nilai temperatur yang dikehendaki sehingga LabVIEW akan mengontrol pemanas melalui sebuah relay sebagai aktuatornya. Relay akan ON pada saat temperatur berada di bawah batas bawah temperatur yang diset sebelumnya dan akan OFF apabila temperatur lebih tinggi daripada batas atas temperatur yang telah diset sebelumnya. Sehingga temperatur pemanas akan stabil pada temperatur yang dikehendaki.
PAKAN AMPAS TAHU YANG DIFERMENTASI DENGAN RAGI TAPE UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias Gariepinus)
Maria Yohanista
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.28
Pakan merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan untuk pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Proses fermentasi akan menyederhanakan partikel bahan pakan, sehingga akan meningkatkan nilai gizinya. Bahan pakan yang telah mengalami fermentasi akan lebih baik kualitasnya dari bahan bakunya. Fermentasi ampas tahu dengan ragi akan mengubah protein menjadi asam-asam amino, dan secara tidak langsung akan menurunkan kadar serat kasar ampas tahu. Metode yang digunakan adalah Metode Eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu terdiri dari 3 perlakuan 3 ulangan yakni perlakuan pemberian pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 1%, pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 3%, pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 5%. Hasil perhitungan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), diperoleh dari F hitung < F tabel (0,05) yakni 0,29 < 5,14. Ini menunjukan bahwa tidak berbeda nyata atau sama, maka tidak dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Ho diterima, karena hasil penelitian manunjukan bahwa tidak adanya perbedaan penggunaan ampas tahu yang difermentasi menggunakan ragi tape terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama penelitian adalah 97,78% pada semua perlakuan. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang layak untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).
PERENCANAAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING MENGGUNAKAN TOGAF-ADM FRAMEWORK
Mukhsin Mukhsin
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.30
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu adalah instansi pemerintahan yang bergerak di bidang infrastruktur/konstruksi gedung dan bangunan. Salah satu strategi yang penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi adalah pemanfaatan dan peningkatan dukungan sistem informasi bagi dinas atau instansi. Keselarasan penerapan sistem informasi dengan kebutuhan organisasi sebagai sebuah dinas/instansi yang mengutamakan pelayanan masyarakat dalam bidang infrastruktur pembangunan hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integritas didalam pengembangannya. Tujuan integritas sistem informasi dengan kebutuhan organisasi sebenarnya adalah untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi dalam proses pengembangan sistem. Untuk menurunkan kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang, dan mengelola sistem informasi. Paradigma atau metodologi yang digunakan dalam perencanaan arsitektur sistem informasi pembangunan infrastruktur ini menggunakan TOGAF-ADM. Tahapan dalam pengembangan sistem informasi dengan memodelkan arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi sesuai dengan kerangka kerja TOGAF-ADM. Output dari tahapan ini akan menghasilkan sebuah acuan (cetak biru/blue print) oleh dinas/instansi untuk mencapai tujuan strateginya. Sistem Informasi, Arsitektur, Pembangunan Infrastruktur, Pembangunan Infrastruktur.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG LEPTOSPIROSIS DI DUSUN NOGOSARI II DESA WUKIRSARI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
Riantina Luxiarti
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.31
Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan (zoonosis). Kasus Leptospirosis ditemukan di beberapa lokasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diantaranya di Kabupaten Kulonprogo, Sleman dan Bantul. Wilayah Kabupaten Bantul dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis sejak tanggal 24 Januari 2011 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bantul Nomor 31/Tahun 2011. Rendahnya pengetahuan dapat menjadi faktor terjadinya suatu penyakit, hal ini dikarenakan ketidakmampuan seseorang dalam menanggapi, merespon, serta menghindar dari penyebab penyakit tersebut.Pengetahuan merupakan salah satu faktror risiko terjadinya Leptospirosis. Penyuluhan kesehatan merupakan tindakan promotif kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan penduduk terhadap suatu penyakit. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan gabungan tiga metode, yaitu metode ceramah, Audio Visual Aids (AVA) dan leaflet terhadap pengetahuan masyarakat tentang Leptospirosis di Dusun Nogosari II Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan rancangan one group pre-post test design. Besar sampel pada penelitian adalah 83. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai mean atau rerata pre test adalalah 15,77 sedangkan nilai mean atau rerata post test adalah 19,78 dengan p value 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah, Audio Visual Aids (AVA) dan leaflet berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang Leptospirosis di Dusun Nogosari II Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Kata Kunci : , Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan.
PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PROYEK BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER
Kiki Fatkhiyani
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i2.32
Redoks berisi konsep-konsep yang cukup sulit untuk difahami siswa, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia, konsep-konsep yang bersifat abstrak dan berjenjang. Hasil temuan di lapangan juga menunjukkan pembelajaran masih belum kontekstual dan belum menunjukkan aplikasinya dalam teknologi atau fenomena dalam kehidupan sehari hari. Hal ini terjadi pada siswa SMA Muhammadiyah Kedawung, 75% dinyatakan tidak tuntas pada materi redoks. Pendidikan karakter belum sepenuhnya diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan produk perangkat pembelajaran yang disusun berdasarkan analisis potensi dan masalah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre test – post test control group design. Tes dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelas eksperimen maupun kelas control. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, tes, wawancara dan angket. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa ada perbedaan hasil belajar pada materi redoks sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Kelas eksperimen mengalami kenaikan hasil belajar sebesar 81,39% sedangkan kelas kontrol 45,45%. Model pembelajaran ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan karakter jujur, tanggung jawab dan peduli lingkungan siswa meskipun kenaikannya dikategorikan rendah. Adapun respon siswa terhadap pembelajaran dianalisis secara kualitatif diperoleh rata-rata 79,33 dengan kategori sangat baik.
PROFIL SOFT SKILLS MAHASISWA
Faizah Faizah
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 1 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i1.34
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran profil soft skills pada mahasiswa PGSD TA 2015/2016 di Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Subjek penelitian berjumlah 25 mahasiswa PGSD TA 2015/2016.Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi soft skills yang sudah tervalidasi. Dalam penelitian ini, pencapaian soft skills mahasiswa difokuskan pada lima aspek yaitu kerjasama, tanggung jawab, percaya diri, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill mahasiswa yang mencapai kriteria sedang sebesar 56% dan termasuk persentase tertinggi, sedangkan 24% mahasiswa memiliki kriteria soft skills dengan kriteria rendah, serta masing-masing 4% termasuk kriteria sangat rendah dan sangat tinggi, sedangkan yang berkriteria tinggi hanya mencapai 8%. Profil soft skills yang teridentifikasi tinggi yaitu aspek kerjasama (68%) dengan kriteria sedang dan yang terendah yaitu aspek kemampuan berkomunikasi (57,4%) dengan kriteria rendah. Kata kunci: , mahasiswa,
STUDI DIFERENTIAL SETTLEMENT AKIBAT ADANYA PENAMBAHAN SIRTU PADA KELOMPOK TIANG DI BAWAH PONDASI TANGKI
Komarudin Komarudin
Gema Wiralodra Vol. 8 No. 1 (2017): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v8i1.38
Kondisi tanah berlapis menjadi salahsatu permasalahan dalam melakukan perencanaan,seperti pada kasus pembangunan pabrik kelapa sawit yang terletak pada KecamatanSubah Kabupaten Sambas Kalimantan Timur. Pabrik ini akan membangun tangki minyakkelapa sawit dengan pondasi tiang pancang. pondasi tiang pancang tersebut dudukpada jenis tanah yang berlapis, yaitu tanah Clayey Silt (tanah lunak) dengankonsistensi Medium to Hard dan Sandy Gravel dengan konsistensi Dense to VerryDense. Akibat Tanah berlapis pondasi dikawatirkan terjadi kemiringan strukturtangki akibat diferential settlement yang menyebabkan kegagalan struktur, untukmengetahui apakah pondasi pada pembangunan pabrik kelapa sawit itu gagal kemudiandianalisa dengan cara memodelkan sesuai dengan kondisi aslinya (tanpa sirtu), danmodel berikutnya yaitu dengan menambahkan sirtu sedalam 1 m di bawah raft. Hasilanalisis menunjukkan bahwa pondasi tangki akibat differential settlement terjadi padakedua model tetapi kondisinya masih menenuhi syarat ijin. Pada penelitian inipenambahan sirtu mengakibatkan bertambahnya settlement sebesar 2.61% karena sirtudianggap beban tambahan pada pondasi.
PERENCANAAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI ENTERPRISE KOPERASI DENGAN TOGAF ADM FRAMEWORK
Mukhfid Mukhfid
Gema Wiralodra Vol. 8 No. 1 (2017): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v8i1.39
Koperasi memerlukan teknologi informasi (TI) untuk mendukung dan memanfaatkan data dan informasi spasial. Dengan dukungan TI tersebut maka pengguna dapat dengan mudah dan cepat dalam mencari dan mengakses data dan informasi spasial. Disinilah peranan enterprise architecture (EA) yang mendukung bisnis perusahaan, dengan menyediakan suatu teknologi dan struktur proses yang fundamental dalam suatu strategi TI. Mempergunakan enterprise architecture framework (EAF) akan mempercepat dan menyederhanakan pembangunan EA, memastikan cakupan lebih lengkap dari solusi yang akan didapatkan, dan memastikan bahwa EA yang dihasilkan dapat mengikuti perkembangan dari keinginan bisnis perusahaan. Pada tulisan ini akan dipelajari the open group architecture framework (TOGAF-ADM) dari beberapa enterprise architecture framework lainnya. Simpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu enterprise architecture framework yang paling cocok untuk Koperasi dalam membangun blueprint dan mengajukan suatu model enterprise architecture (arsitektur bisnis, sistem informasi dan teknologi) dan memberikan saran atau rekomendasi dasar-dasar teknis yang diperlukan didalam mengimplementasikan suatu model arsitektur yang telah dipilih.
ANALISIS SWOT KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PONDOK PESANTREN
Mukhsin Mukhsin;
Fauzi Rahman
Gema Wiralodra Vol. 8 No. 1 (2017): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v8i1.40
Masalah yang dihadapi Pondok Pesantren saat ini adalah bagaimana mengelolaindividual knowledge menjadi coorporate knowledge yang saling terintegrasi. Hal inidisebabkan karena belum adanya media untuk mengelola pengetahuan sertakurangnya budaya knowledge sharing sehingga sering terjadi kehilangan knowledgeasset. Metode pembelajaran di pesantren lebih ke student-oriented yang menuntutkematangan seorang santri, namun dalam penerapannya masih belum sesuai denganyang diharapkan. Oleh karena itu perlu direncanakan sebuah strategi dalammengelola pengetahuan, yaitu merancang suatu media pendokumentasian,pendistribusian, dan pengkonversian knowledge sehingga nantinya dapat dijadikansarana pembelajaran. Dimaksudkan agar santri mendapatkan pemahaman yang jelaspada pokok bahasan. Beberapa usulan sebagai alternatif yang perlu diupayakandalam pengembangan pembelajaran di pesantren, seperti knowledge sharing, tanyajawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen, dan simulasi. Sejalan dengan itu, perludiupayakan penerapan Knowledge Management System dengan menggunakan KMTool sebagai alat bantu dalam pembelajaran sesuai dengan strategi pembelajaranyang diharapkan.
THE USE OF COMIC FIGURES TO DEVELOP STUDENTS’ SPEAKING SKILL
Harno Diyansyah
Gema Wiralodra Vol. 8 No. 1 (2017): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/gemawiralodra.v8i1.44
English is an international language that is the language for science, businesscommunication, and technology. Many scientific books are written in English .But infact learning English as second language still became a problem for us. This might becaused by the differences between English language and Indonesian languageespecially in communication each other. Basically, there are four skills required inEnglish teaching learning program. They are reading, speaking, listening and writing.Base on those skill, speaking is one of the most important skill in language learning.By speaking, we can convey information and ideas, and maintain social relationshipby communicating with others. By speaking people make interaction betweenindividual and community. The writer tried to use comic figure as media to developstudent in speaking skill, the reason is because every comic figures have strangecharacter, identity, and habitually who inspirited and influence many students. Comicfigures are fun media to make students interest in learning English especially inspeaking subject. Comic figure may usual media, but comic figure made is because thedeveloper has massage whom want to tells to everyone. Then the writer discus andanalyzed base on result of research to answer research question. These researchesdiscuss the English (speaking context) in classroom using comic figures and thestudents’ activity and responses toward comic figures. This research also to improvethe writer and students trough post-test (for the students). The last is chapter isexplained about the result of research, conclusion. The result indicates that there weremany positive progress toward students’ speaking score as the answer of formulationof the problem, students activity and teacher (researcher) behaviors. It was proven bythe increase of students speaking score and class average score. The use of comicfigures to develop students speaking skill was getting positive responses and able todevelop students speaking skill. The last, the writer hope the use of comic figures willgive contribution to solve the problem on learning process