cover
Contact Name
Syarif Hidayatullah
Contact Email
syarifbahagia@uhamka.ac.id
Phone
+6281905887050
Journal Mail Official
imajeri@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Tanah Merdeka No.6, Rambutan, Ps. Rebo, Jakarta Timur, Indonesia 13830
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26544199     DOI : https://doi.org/10.22236/imajeri.v3i1
Core Subject : Education, Social,
IMAJERI: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (E-ISSN: 2654-4199) is an open access, multidisciplinary, peer-reviewed journal that is online publishes two times in a year. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews on linguistics, literature, and their teaching
Articles 148 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantuan Macromedia Flash dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Arindha Fitriasari
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.6758

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi peserta didik kelas VIII Ibnu Khaldun pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan bantuan macromedia flash. Subjek penelitian yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII Ibnu Khaldun SMP Islam Al Mujahidin Pamulang tahun ajaran 2020/2021. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi peserta didik. Prosedur tindakan dan implementasi tindakan terbagi ke dalam dua siklus. Siklus pertama, peneliti menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantuan macromedia flash dalam satu kali pertemuan. Siklus kedua, peneliti menggunakan desain yang sama dengan siklus pertama. Setiap siklus lebih mengutamakan pada struktur dan kaidah kebahasaan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil prasiklus, siklus I, dan siklus II. Prasiklus peserta didik mendapatkan nilai rata-rata 50,92. Siklus I peserta didik mendapatkan nilai rata-rata 71,67. Siklus II peserta didik mendapatkan nilai rata-rata 86,35. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatnya keterampilan menulis teks eksposisi model menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbantuan macromedia flash Kata kunci: Model snowball throwing, Teks Eksposisi, dan Macromedia Flash.
Hiruk Pikuk Kehidupan Anak dalam Drama Monolog Anak Nanda Karya Riris Toha Sarumpaet Sebuah Pendekatan Mimetik Indah Amalia; Khaerunnisa Khaerunnisa
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.6912

Abstract

Abstrak Sastra adalah sebuah hasil karya seni yang dibuat oleh pengarang dengan berdasarkan sebuah hasil pikiran, ide, gagasan, atau sebuah pengalaman pengarang itu sendiri, lalu dibuat menjadi sebuah karya seni yang bernamakan sastra. Kenyataan memanglah tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Sebuah kenyataan yang terkadang sulit rasanya untuk diterima, dikarenakan terlupanya hak-hak kita yang berjalan sebagai manusia. Manusia dengan hakikatnya sebagai manusia makhluk individu dan juga sebagai makhluk sosial. Dalam sebuah karya sastra yang dibuat sebagai penggambaran kehidupan manusia, dikemas dengan menambahkan hasil pikiran karangan, atau imajinasi pengarangnya, dapat kita teliti terkait hubungan antara karya sastra itu sendiri dengan kehidupan nyata. Penelitian yang menggunakan drama monolog anak yang berjudul Nanda karya Riris K. Toha Sarumpaet diteliti menggunakan metodologi pendekatan sastra mimetik. Dengan tujuan mengetahui seberapa erat penceritaan yang tertuliskan di dalam drama monolog anak tersebut dengan kehidupan nyata. Pada penelitian ini penulis juga menggunakan metode penelitian observasi kualitatif, dengan tujuan mencari makna yang sedalam-dalamnya yang dapat dilihat dari drama monolog anak tersebut. Hasil yang ditemukan dari penlitian ini, sebagai berikut: (1) kemanusian dengan hak-haknya; (2) humanisme manusia sebagai mahkluk individu; (3) dan humanisme manusia sebagai makhluk sosial. Abstract Literature is a work of art created by an author based on the author's own thoughts, ideas, ideas, or experience, then made into a work of art called literature. The reality is that it doesn't always go according to expectations. A reality that is sometimes difficult to accept, due to the neglect of our rights as human beings. Humans are essentially human beings as individuals and also as social beings. In a literary work that is made as a depiction of human life, packaged by adding the author's thoughts, or imagination, we can examine the relationship between the literary work itself and real life. The study used a children's monologue drama entitled Nanda by Riris K. Toha Sarumpaet, which was studied using a mimetic literary approach methodology. For the goal to find out how closely the narrative that is written in the children's monologue drama with real life. In this study the authors also used qualitative observation methods, with the aim of finding the deepest meaning that can be seen from the child's monologue drama. The results of this research are as follows: (1) humanity and its rights; (2) human humanism as an individual being; (3) and human humanism as a social being.
Isu Perempuan dalam Antologi Cerpen Catatan Hati Seorang Gadis Karya Asma Nadia dan Kawan-Kawan Mochamad Rido Rizki Ahad; David Setiadi; Asep Firdaus
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7161

Abstract

Isu perempuan merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan perempuan. Di antara isu perempuan yang sering dibahas adalah kekerasan yang dialami oleh perempuan dari pihak laki-laki. Kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun juga termasuk dalam kajian kritik sastra feminis. Isu tentang perempuan juga menjadi tema karya-karya sastra cerpen melalui dinamika ceritanya. Untuk mengetahui hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isu perempuan yang ada dalam karya sastra cerpen yang ditulis oleh Asma Nadia dan kawan-kawan dalam antologi cerpen yang berjudul Catatan Hati Seorang Gadis. Adapun cerpen yang dipilih adalah cerpen “Demi Baju, Kosmetik, dan Penampilan” karya Embun Sabana, “Semakin Kau Berikan, Semakin Kehilangan” karya Asma Nadia, dan “Bunga Yang Layu” karya Diana W. Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan tentang isu perempuan berupa kekerasan fisik, seksual, dan psikis yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan yang ada dalam masing-masing cerpen. Berdasarkan penelitian ini ditemukan isu perempuan berupa kekerasan fisik, seksual, dan psikis yang menjadi gambaran dari bentuk sikap patriarki terhadap perempuan dalam kehidupan sosial yang tergambar dalam masing-masing cerpen.
Aspek Gramatikal dan Leksikal pada Lirik Lagu Jaga Slalu Hatimu Karya Grup Band Seventeen Putri Nurmala Sari Putri; Goziyah Goziyah
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7169

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bagaimana bentuk kohesi gramatikal pada lirik lagu “Jaga Slalu Hatimu” karya Group Band Seventeen, dan (2) kohesi leksikal pada lirik lagu “Jaga Slalu Hatimu” karya Group Band Seventeen. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan mengunduh lagu Jaga Selalu Hatimu karya Grup Band Seventeen. Hasil dan pembahasan menemukan adanya aspek gramatikal yang ditemukan berupa pengacuan (Referensi) dengan ditemukan kata aku dan kau, pelepasan (Elipsis) dengan ditemukan kata setiap, dan konjungsi (Perangkaian) dengan ditemukan kata dan. Aspek leksikal yang ditemukan adalah repetisi (Pengulangan) dengan ditemukan kata kau mampu dan kau bisa, dan sinonimi (Padanan Kata) dengan ditemukan kata mampu, bisa, mencintaimu, dan menyayangimu. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan aspek gramatikal dan aspek leksikal dalam lirik lagu Jaga Selalu Hatimu yang dinyanyikan oleh Grup Band Seventeen yang menghadirkan makna yang mendalam tentang perjalanan kisah cinta seseorang yang penuh kesetiaan akan rasa cinta kepada seseorang yang disayanginya. Aspek gramatikal dan aspek leksikal saling membangun sehingga lagu Jaga Slalu Hatimu menjadi lagu yang berkesan bagi para pendengarnya. Kata Kunci : aspek gramatikal; aspek leksikal; lirik lagu;
Pemetaan Penguasaan Kosakata Budaya Dasar Penutur Jati Bahasa Kafoa sebagai Wahana Pemelajaran Bahasa Daerah: - Fairul Zabadi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7521

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penguasaan kosakata budaya dasar bahasa Kafoa di Nusa Tenggara Timur oleh penutur jati agar dapat dimanfaatkan sebagai wahana pemelajaran bahasa daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik kuisioner dan tanya jawab. Data penelitian berupa jawaban informan terhadap kuisoner yang sudah disiapkan dan tanya jawab langsung. Data tersebut bersumber penutur jati bahasa Kafoa yang terdiri atas penutur berusia di atas 25 tahan dan di bawah 25 tahan yang berasal dari Desa Probur Utara. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan 446 kosakata badaya dari sembilan ranah yang ditanyakan, kosakata kata yang dikuasai berjumlah 376 (84,30%) dan yang tidak dikuasai berjumlah 70 kosakata (15,70%). Kosakata yang tidak dikuasai tersebut sersebar pada kedua kelompok penutur jati, yaitu penutur di atas 25 tahun sebanyak 21 kosakata (30%) dan penutur di bawah 25 tahun sebanyak 49 kosakata (70%). Sementara itu, kosakata yang tidak dikuasai oleh penutur di bawah 25 tahun, tapi dikuasai penutur di atas 25 tahun berjumlah 28 kosakata (40%). Oleha karena itu, kosakata budaya yang tidak dikuasai penutur jati tersebut menjadi prioritas dalam pembelajaran bahasa daerah di Kabupaten Alor, NTT, sehingga vitalitasnya dapat terus terjaga. Kata kunci: Pemetaan; Kosakata Budaya; Penutur Jati: Kepunahan. Abstract This study aims to map the mastery of basic cultural vocabulary of the Kafoa language in East Nusa Tenggara by native speakers so that it can be used as a vehicle for learning local languages. The method used is descriptive qualitative through questionnaire technique. The research data are informants' answers to the prepared questionnaires and direct questions and answers. The data is sourced from native speakers of the Kafoa language, consisting of speakers aged over 25 and under 25 from North Probur Village. The results showed that based on 446 basic cultural vocabularies from the nine domains asked, the vocabulary mastered was 376 (84.30%) and 70 vocabularies were not mastered (15.70%). The vocabularies that are not mastered are spread over the two groups of native speakers, namely speakers over 25 years old with 21 vocabularies (30%) and speakers under 25 years old with 49 vocabularies (70%). Meanwhile, the vocabulary that is not mastered by speakers under 25 years old, but mastered by speakers over 25 years is 28 vocabularies (40%). Therefore, the cultural vocabulary that is not mastered by native speakers becomes a priority in learning local languages ​​in Alor Regency, NTT, so that its vitality can be maintained. Keywords: Mapping; Cultural Vocabulary; Native speakers; Extinction.
Moral Lingkungan Alam pada Dongeng dari Yunani The Peasant And The Apple Tree Melalui Pendekatan Ekokritik Nur Amalia; Nawawi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7618

Abstract

Salah satu aspek moral yang perlu diperkenalkan pada anak usia dini adalah sikap moral terhadap lingkungan yang dideskripsikan sebagai sebuah evolusi alamiah dalam dunia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kritik ekologi dalam dongeng Yunani The Peasant and The Apple Tree melalui pendekatan ekokritik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan untuk menganilisa data adalah pendekatan ekokritik. Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil analisa dan pembehasan menunjukkan bahwa manusia adalah bagian dari lingkungan oleh karena itu manusia harus mengerti moral linkungan hidup dan harus mempunyai kesadaran akan pentingnya kesadaran ekologi, manusia harus mencintai lingkungan alam. Moral lingkungan hidup yang harus dipahami dan ditanamkan pada anak-anak adalah lingkungan yang berkaitan dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, refleksi masyarakat tentang lingkungan alam, mencintai kearifan alam ekologi, dengan pemberian hak hidup bagi mahluk hidup lainnya, penghormatan pada alam, pada makhluk kecil dan tidak berdaya dengan menggunakan unsur alam, adanya mekanisme pengendalian perilaku masyarakat agar menghormati mahluk ekologis lainnya, dan menciptakan sistem pertanian yang sesuai dengan lingkungan
Bentuk Akulturasi Masyarakat Betawi Pada Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala Nini Ibrahim
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7648

Abstract

Tujuan penulis dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran bentuk akulturasi budaya pada Novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan hasil analisis unsur budaya di atas, diperoleh 73 buah. Unsur budaya sebagai pengatur dan pengikat masyarakat sebanyak 20 buah, unsur budaya sebagai hasil dari belajar sebanyak 16 buah, unsur budaya sebagai kebiasaan dan perilaku manusia sebanyak 23 buah, dan unsur budaya sebagai sistem komunikasi, kesatuan, kelangsungan hidup sebanyak 13 buah. Simpulan penelitian ini unsur budaya yang disajikan dalam novel Kronik Betawi ditampilkan melalui kehidupan masyarakat Betawi yang menyakini akan suatu kepercayaan tradisi dan norma. Pembentukan akulturasi budaya yang paling banyak muncul yaitu unsur budaya sebagai kebiasaan dan perilaku manusia yang ditampilkan dalam novel.
Pembelajaran Puisi yang Bermakna di Sanggar Sastra Sekolah Achmad Abimubarok
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7651

Abstract

Pembelajaran puisi di sekolah memerlukan ruang khusus agar pembelajarannya lebih bermakna. Sanggar sastra sekolah adalah ruang khusus tersebut dengan mengedepankan pembelajaran yang lebih terfokus dan fleksibel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi pustaka. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran puisi di sanggar sastra sekolah memiliki tiga tahapan utama, yakni mengenali puisi, mengapresiasi puisi, dan menulis puisi yang aktivitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pada tahapan pertama, penulis mendeskripsikan pengenalan puisi melalui musikalisasi puisi yang memiliki manfaat untuk meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran puisi. Pada tahapan kedua, penulis mendeskripsikan aktivitas apresiasi puisi melalui pembacaan puisi yang bermanfaat untuk memahami makna dan peristiwa pada puisi. Selain itu, pembacaan puisi juga berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk mengungkapkan ide dan performansi. Pada tahapan ketiga, penulis mendeskripsikan aktivitas menulis puisi melalui penulisan puisi ekologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran siswa terkait isu-isu lingkungan. Kebermanfaatan pembelajaran puisi di sanggar sastra ini terhubung dalam rangkaian aktivitas yang konsisten dan saling mendukung. Kata kunci: Pembelajaran Puisi; Pembelajaran Bermakna; Sanggar Sastra;
Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Terbitan Erlangga Irwan Baadilla; Rafida Rachma
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pendidikan karakter menurut peraturan presiden no 87 tahun 2017 yang terdiri atas religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cintai damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis deskripsi kualitatif mengungkapkan bahwa, hasil analisis dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga yang telah dipaparkan, maka yang dapat peneliti uraikan di dalam penelitian ini yaitu terdapat 138 nilai karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga. Dengan rincian sebagai berikut karakter religius sebanyak 11 poin, karakter jujur sebanyak 1 poin, karakter toleran sebanyak 7 poin, karakter disiplin sebanyak 3 poin, karakter bekerja keras sebanyak 11 poin, karakter kreatif sebanyak 7 poin, karakter mandiri sebanyak 3 poin, karakter demokratis sebanyak 7 poin, karakter rasa ingin tahu sebanyak 14 poin, karakter semangat kebangsaan 3 poin , karakter cinta tanah air 10 poin, karakter menghargai prestasi sebanyak 15 poin, karakter komunikatif sebanyak 13 poin, karakter cinta damai sebanyak 1 poin, karakter gemar membaca sebanyak 7 poin, karakter peduli lingkungan sebanyak 2 poin, karakter peduli sosial sebanyak 22 poin, dan karakter bertanggung jawab sebanyak 1 poin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia terbitan Erlangga yang sering muncul adalah nilai karakter peduli sosial, menghargai prestasi, dan rasa ingin tahu.
Pengembangan Modul Interaktif pada Materi Puisi Rakyat Kelas VII Berbasis Nilai-nilai Akhlak dalam Islam Risa Anjani; Aida Sumardi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i2.8510

Abstract

Materi puisi rakyat merupakan salah satu meteri yang sulit dipahami oleh siswa. Untuk mengatasi hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul interaktif pada materi puisi rakyat kelas VII berbasis nilai-nilai akhlak dalam Islam dan mengetahui kelayakan serta respon modul interaktif. Metode pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall dengan prosedur pengembangan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi awal; 2) perencanaan; 3) pengembangan format produk awal; 4) uji kelayakan; 5) uji coba lapangan awal; 6) revisi produk; 7) uji coba lapangan utama; dan 8) revisi produk akhir. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan peserta didik kelas VII SMP Darussalam. Hasil penelitian yaitu: 1) validasi materi memperoleh persentase rata-rata 98,5% dengan kategori sangat layak dan validasi media memperoleh persentase rata-rata 98,1% dengan kategori sangat layak; 2) respon peserta didik memperoleh persentase rata-rata 97% dengan kategori sangat layak.

Page 7 of 15 | Total Record : 148