cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
zae.may13@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejournal.elbidayah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education
ISSN : -     EISSN : 26567121     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
eL BIDAYAH: Journal of Islamic Elementary Education dikelola oleh Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti Kediri dan diterbitkan secara online oleh Institut Agama Islam Tribakti Kediri. Terbit secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, yaitu bulan Mei dan Bulan November serta hanya menyediakan media online sebagai media penerbitannya. Fokus dari Jurnal ini adalah mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dalam bidang pendidikan dasar Islam, baik penelitian literasi maupun penelitian lapangan. Cakupan Kajian dalam jurnal ini adalah semua hal yang berkaitan dengan Pendidikan Dasar Islam yang meliputi, manajemen pendidikan, metode pembelajaran, kurikulum, inovasi pendidikan dan pembelajaran, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
KH. M. Mahsun Adnan dan Kontribusinya Bagi Perkembangan MI Al-Adnani Kayangan Diwek Jombang Mukani
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1872

Abstract

The madrasa role has long been recognized by community. Based on Law Number 20 of 2003 concerning National Education System, madrasa is a national education sub-system. This article is descriptive-analytic with a qualitative approach. The data was collected through interviews, documentation and observation. The data then analyzed by non-statistics, such as data reduction, data presentation and conclusion drawing. The study describes a brief biography of KH. M. Mahsun Adnan, he was born in Nglaban, he studied at Tebuireng, after that he studied at PGA. After graduating, he then continued his study at Undar and then dedicated himself to da'wah and education until his death. The second focus is the struggle of KH. M. Mahsun Adnan toward Al-Adnani Islamic Elementary School Jombang, starting from being a pioneer, becoming the head of a madrasa, teaching in it and fighting to make the madrasa run up. So far, Al-Adnani Islamic Elementary School Jombang shows its existence continuesly in bringing forword the community arround through education. [Peran madrasah telah lama diakui oleh masyarakat. Madrasah berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah sebagai sub sistem pendidikan nasional. Artikel ini berjenis deskriptif-analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan non-statistik, yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Pembahasan tulisan ini mendeskripsikan biografi singkat KH. M. Mahsun Adnan, mulai lahir di Dusun Nglaban, menimba ilmu ke Tebuireng, PGA dan kuliah di Undar lalu mengabdikan diri bagi dakwah dan dunia pendidikan hingga wafatnya. Fokus kedua adalah perjuangan KH. M. Mahsun Adnan kepada MI Al-Adnani Kayangan, mulai dari menjadi merintis, menjadi kepala madrasah, mengajar di dalamnya hingga berjuang agar madrasah tersebut tetap berkiprah. Hingga sekarang, MI Al-Adnani Kayangan tetap menunjukkan eksistensi dalam memajukan warga masyarakat sekitar melalui dunia pendidikan]
Improving Student Learning Outcomes During The Covid-19 Pandemic Using Learning Videos and E-Learning A. Jauhar Fuad; Pranita Andhinasari
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1876

Abstract

The problem that arises in learning in the Covid-19 era is unilateral learning centered on teacher activities, by giving assignments. Students only work on assignments and then the work is photographed and sent via whatsapp, causing students to lack understanding of the material and reluctant to do assignments. The solution to the problems above is the use of video for learning and e-learning. This research phase begins with action planning, action implementation, observation and reflection. This stage is repeated until the expected increase in learning outcomes is achieved, and does not require further improvement. The final result analysis showed that in the pre-learning cycle the percentage of classical completeness was 27.28%. In the first cycle there was an increase in classical completeness reaching 54.5%. In the second cycle there was an increase in classical completeness reaching 91%. Thus, it can be concluded that the use of video for learning and e-learning during the covid-19 pandemic is able to improve student learning outcomes. [Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran di era Covid-19 adalah pembelajaran sepihak yang dipusatkan pada kegiatan guru. Dengan pemberian tugas siswa hanya mengerjakan tugas kemudian karya tersebut difoto dan dikirim melalui whatsapp sehingga menyebabkan siswa kurang memahami materi dan enggan mengerjakan tugas. Solusi dari permasalahan di atas adalah pemanfaatan video untuk pembelajaran dan e-learning. Tahap penelitian ini dimulai dengan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tahap ini diulangi sampai tercapai peningkatan hasil belajar yang diharapkan, dan tidak memerlukan perbaikan lebih lanjut. Analisis hasil akhir menunjukkan bahwa pada siklus pra pembelajaran persentase ketuntasan klasikal sebesar 27,28%. Pada siklus I terjadi peningkatan ketuntasan klasikal mencapai 54,5%. Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan klasikal mencapai 91%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan video untuk pembelajaran dan e-learning di masa pandemi covid-19 mampu meningkatkan hasil belajar siswa]
Efektifitas Metode Scramble Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Balonggabus Sidoarjo Femiliana Hakim
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1917

Abstract

Islamic religious education learning (PAI) at elementary school has been dominated teacher and is not conducted maximally. This causes students' attention less focused in the teaching and learning process. To overcme this problem, it needs an alternative learning method. This article is descriptive analytic using a qualitative approach. The data is collected used literature study. The research results indicate three things. The first is, the scramble method is a relatively new learning technique, it also makes students are actively involved in the teaching and learning process. The second is, PAI learning is still dominated by the teacher which causes students to be less active and resulted learning outcomes too low. The third is, the scramble method is very important to be applied in PAI learning for elementary schools. This is done to improve student learning outcomes and change the monotonous learning methods. [Pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) pada jenjang sekolah dasar menunjukkan masih didominasi belum berlangsung secara maksimal. Hal ini menyebabkan perhatian siswa kurang fokus saat belajar di sekolah. Diperlukan metode pembelajaran alternatif untuk mengakhiri permasalahan ini. Artikel ini bersifat deskriptif-analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan datanya menggunakan studi kepustakaan. Hasil pembahasan tulisan ini menunjukkan kepada tiga hal. Pertama menunjukkan bahwa metode scramble adalah teknik pembelajaran yang tergolong baru dan mampu menjadikan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Kedua adalah kondisi pembelajaran PAI selama ini masih didominasi oleh metode ceramah yang menyebabkan siswa kurang aktif sehingga hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Ketiga adalah metode scramble semakin penting (urgent) untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI pada sekolah dasar. Hal ini didorong keinginan untuk menaikkan hasil belajar siswa dan mengakhiri metode pembelajaran yang selama ini masih monoton]
Kualitas Soal Pilihan Ganda Kelas VI Tema 1 MI MHM Banjarsari Ngronggot Nganjuk Liana Mutholiin; Bustanul Arifin
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1930

Abstract

This research was conducted to find out how to compile and analyze the Odd End Semester Assessment questions at MI MHM Banjarsari, and to determine the quality of the multiple choice items of the Odd End Semester Assessment Grade VI Theme 1 MI MHM Banjarsari Academic Year 2019/2020. The research design used in the analysis of the quality of the multiple choice items Final Assessment of the odd semester class VI Theme 1 MI MHM Banjarsari Academic Year 2019/2020 is quantitative descriptive. Data collection in this study used document analysis method. The source of the data of this study was the question sheets and answer sheets of students participating in the Odd End Semester Assessment (PAS) of Class VI Theme 1 MI MHM Banjarsari. Calculation of the level of difficulty, different power, the effectiveness of deceit, the validity and reliability of the instrument in this study using the Anates V 0.4 program. The results of the research that have been done show that the quality of the final semester semester 1 question items in MI MHM Banjarsari in 2019/2020 from a total of 35 multiple choice questions viewed from the difficulty level obtained as many as 10 items (28.57%) with the difficulty level of questions in very easy category, 7 items (20%) in the easy category, 14 items (40%) in the medium category, 3 items (8.57%) in the difficult category, and 1 item (2.86%) in the very difficult category. Judging from the different power of the final semester assessment questions, theme 1 found 5 items (14.29%) in the very bad category, 13 items (37.14%) in the bad category, 6 items (17.14%) in the category enough, 10 items (28.57%) in the good category, and 1 item (2.86%) in the very good category. Judging from the deception of answers to the odd semester final assessment questions, there were 3 questions (8.57% in the very bad category, 6 questions (17.14%) in the bad category, 4 questions (11.48%) in the good category, and 22 questions (62.86%) in the very good category Judging from the validity of the odd semester final evaluation questions theme 1 obtained valid questions (significant / very significant) of 15 questions (42.86%) and for invalid questions a total of 20 questions (57.14%) In terms of reliability, it was obtained 0.81. Thus it can be concluded that the quality of the items can be said to be less good. [Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara menyusun dan menganalisis soal Penilaian Akhir Semester ganjil di MI MHM Banjarsari, dan untuk mengetahui kualitas butir soal pilihan ganda Penilaan Akhir Semester ganjil kelas VI Tema 1 MI MHM Banjarsari Tahun Ajaran 2019/2020. Desain penelitian yang digunakan dalam analisis kualitas butir soal pilihan ganda Penilaan Akhir Semester ganjil kelas VI Tema 1 MI MHM Banjarsari Tahun Ajaran 2019/2020 adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metodeanalisis dokumen. Sumber data penelitian ini adalah lembar soal dan lembarjawaban siswa peserta Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil Kelas VI Tema 1 MI MHM Banjarsari. Penghitungan tingkat kesulitan, daya beda, efektivitas pengecoh, validitas dan reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan program Anates V 0.4. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa kualitas butir soal penilaian akhir semester ganjil tema 1 di MI MHM Banjarsari tahun 2019/2020 dari total 35 soal pilihan ganda ditinjau dari tingkat kesukaran didapatkan sebanyak 10 butir soal (28,57%) dengan tingkat kesukaran soal dalam kategori sangat mudah, 7 butir soal (20%) dalam kategori mudah, 14 butir soal (40%) dalam kategori sedang, 3 butir soal (8,57%) dalam kategori sukar, dan 1 butir soal (2,86%) dalam kategori sangat sukar. Ditinjau dari daya beda soal penilaian akhir semester ganjil tema 1 didapatkan 5 butir soal (14,29%) dalam kategori sangat jelek, 13 butir soal (37,14%) dalam kategori jelek, 6 butir soal (17,14%) dalam kategori cukup, 10 butir soal (28,57%) dalam kategori baik, dan 1 butir soal (2,86%) dalam kategori sangat baik. Ditinjau dari pengecoh jawaban soal penilaian akhir semester ganjil tema 1 terdapat sebanyak 3 soal (8,57% dalam kategori sangat buruk, 6 soal (17,14%) dalam kategori buruk, 4 soal (11,48%) dalam kategori baik, dan 22 soal (62,86%) dalam kategori sangat baik. Ditinjau dari validitas soal penilaian akhir semester ganjil tema 1 didapatkan soal valid (signifikan/sangat signifikan) sejumlah 15 soal (42,86%) dan untuk soal yang tidak valid sejumlah 20 soal (57,14 %). Ditinjau dari reabilitas didapatkan sebesar 0.81. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas butir soal bisa dikatakan kurang baik]
Berpikir Reflektif Siswa Kelas V-A MI Tanwirul Fuad Sumberjo dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Pecahan Dianis Izztul Yuanita; Mohamad Muchib Azhari
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1938

Abstract

So far, the tendency of mathematics teachers to not optimize students' mathematical thinking skills in learning, especially higher order thinking skills. One of the higher order thinking skills is reflective thinking. Reflective thinking is a directed and precise process in which individuals analyze, evaluate, motivate, gain deep meaning, using appropriate learning strategies. The reflective thinking ability according to Surbeck, Han and Moyer has 3 phases/levels, namely reacting, comparing, and contemplating. The purpose of this study was to describe students' reflective thinking skills in solving math problems with fractions in class V-A MI Tanwirul Fuad Sumberjo. As a source of data taken 6 students from 27 students. In this study data collection techniques used, namely tests, interviews and documentation. The data analysis technique used is qualitative data analysis with data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. Data analysis was carried out by: 1) presenting the data, 2) comparing the test result data with interviews conducted with students, and 3) concluding the data. [Selama ini kecenderungan para guru matematika kurang mengoptimalkan kemampuan berpikir matematika siswa dalam pembelajaran, terutama kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah berpikir reflektif. Berpikir reflektif adalah proses terarah dan tepat dimana individu menganalisis, mengevaluasi, memotivasi, mendapatkan makna mendalam, menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Kemampuan berpikir reflektif menurut Surbeck, Han dan Moyer memiliki 3 fase/tingkatan yaitu reacting, comparing, dan contemplating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah matematika materi pecahan di kelas V-A MI Tanwirul Fuad Sumberjo. Sebagai sumber data diambil 6 siswa dari 27 siswa. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan cara: 1) menyajikan data, 2) membandingkan data hasil tes dengan wawancara yang dilakukan terhadap siswa, dan 3) menyimpulkan data]
Online-Based Distance Learning During Covid-19 Pandemic at Primary School Tenika Illananingtyas
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1946

Abstract

The Indonesian government is currently facing a Covid-19 pandemic that is still beyond its control. From print media to electronic media, the mass media continues to report on the number of victims infected with this virus, and the number is declining. One of the predictive steps to prevent the spread of this virus is to maintain social distancing. As a formal educational institution, the school responded quickly to this situation. The school does not hope that by changing the face-to-face learning mode, the virus will spread in its environment. I.e. through distance learning or online learning (online). Therefore, this is the task of the teacher, that is, to be able to create various activities in online learning that can attract students' interest in learning. Especially learning English requires not only theory, but also a lot of practice. Therefore, interactive learning in the form of activities is required to allow students to actively participate in the online learning process. This research aims to obtain important information about the effectiveness of online distance learning (PJJ) for primary schools in Kediri City. The research methods used descriptive qualitative methods to 20 respondents. According to the analysis data, the research results show that online distance learning for elementary schools is considered to be quite effective. [Pemerintah Indonesia saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang masih di luar kendali. Dari media cetak hingga media elektronik, media massa terus memberitakan jumlah korban yang terinfeksi virus ini, dan jumlahnya terus menurun. Salah satu langkah prediktif untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan menjaga jarak sosial. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah merespon dengan cepat situasi ini. Pihak sekolah tidak berharap dengan mengubah mode pembelajaran tatap muka, virus akan menyebar di lingkungannya, yaitu dengan melalui pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Oleh karena itu, inilah tugas guru yaitu mampu menciptakan berbagai aktivitas dalam pembelajaran online yang dapat menarik minat siswa untuk belajar. Apalagi belajar bahasa Inggris tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga banyak latihan. Oleh karena itu, pembelajaran interaktif dalam bentuk kegiatan diperlukan agar siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penting tentang efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) online untuk sekolah dasar di wilayah Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif terhadap 20 responden. Berdasarkan data analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa PJJ online untuk SD dinilai cukup efektif]
Implementasi Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Muhammad Dhori; Tiara Nurhayati
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2022): el Bidayah, March 2022
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v4i1.1966

Abstract

The background of this research is the increasing incidence of character devia-tions in the community which shows the weak behavior of students. This is due to the lack of maximum enforcement of religious character in schools. The purpose of the study was to describe the implementation, strategy, and sup-porting aspects as well as aspects of the implementation of religious character education in elementary schools. The writing method uses descriptive qualita-tive and literature review. The data to support the writing of this journal pa-per comes from the literature related to the problem being studied. Various kinds of reference books, namely books, papers, proceedings, scientific journals, and scientific articles come from the internet. Writing maximizes mutual con-tinuity with each other and in accordance with the subject matter. The data obtained are filtered and sorted by subject matter. Then, do writing papers based on data that has been designed which are mutually sustainable in a co-herent manner. The data study method is descriptive and argumentative. The results showed that the implementation of religious character implemen-tation can be seen from 1) The dimensions of the religious character developed. 2) The strategy is implemented through layers of artifacts and layers of values and beliefs. 3) Supporting factors and inhibiting factors. The method in shap-ing the religious character of the students is packaged in the subject matter as well as in the school environment. Thus, the teacher has the most important role in shaping religious character. Regarding how to use it, there are model guides, story methods, and traditional ways of doing things. [Latar belakang dari penelitian ini adalah makin maraknya kejadian penyim-pangan karakter dalam lingkungan masyarakat yang menunjukkan lemahnya perilaku peserta didik. Hal itu disebabkan kurang maksimalnya penegakan karakter religius di sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan, strategi, serta aspek penunjang serta aspek implementasi pendidikan karakter religius di Sekolah Dasar. Metode penu-lisan menggunakan kualitatif deskriptif dan kajian kepustakaan. Data-data untuk menunjang penulisan makalah jurnal ini bersumber kepustakaan ber-sangkutan masalahan yang ditelaah. Berbagai macam acuan pustaka yaitu buku, makalah, prosiding, jurnal ilmiah, dan artikel ilmiah berasal dari inter-net. Penulisan memaksimalkan saling berkesinambungan satu sama lain dan sesuai dengan pokok pembahasan. Data diperoleh disaring serta diurutkan dengan pokok pembahasan. Lalu, melakukan penulisan karya tulis ber-dasarkan data yang sudah dirancang yang saling berkesinambungan secara runtut. Metode kajian data bersifat deskriptif argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi karakter religius dapat dilihat dari 1) Dimensi karakter religius yang dikembangkan. 2) Strategi yang dilaksanakan melalui lapisan artifak dan lapisan nilai dan keyakinan. 3) Faktor pendukungnya dan faktor penghambatnya. Metode da-lam membentuk karakter religius peserta didik tersebut dikemas dalam ma-teri pelajaran serta di lingkungan sekolah. Sehingga, guru mempunyai peran paling penting untuk membentuk karakter religius. Mengenai cara dipakai ialah panduan teladan, cara kisah, serta cara hal kebiasaan]
Penggunaan Aplikasi Kinemaster untuk Media Pembelajaran IPS Di Kelas V SDN 34 Kinali Asmarita; Adam Mudinillah
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2022): el Bidayah, March 2022
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v4i1.1977

Abstract

Based on the current situation during the COVID-19 pandemic, as well as regulations made by the government to conduct online learning processes, SDN 34 Kinali follows the circulating rules by studying online to help reduce the transmission of COVID-19 that is being faced. So to continue to carry out the learning process, media is needed in conveying material to students, learning media is a tool used to convey material messages to students that stimulate students' minds and attract students' interest in carrying out learning in order to achieve the expected goals in learning. In this study, the purpose of this study was to use an application for editing learning videos at SDN 34 Kinali Pasaman Barat in class V theme 6 sub-theme 1, in making videos in the Kinemaster application, namely by using various features in order to attract students' interest in listening to lessons during the pandemic. Faced at this time. In the current condition, learning videos are very much used so as not to make students lazy in participating in learning that is carried out if only through wa only. Therefore, the kinemaster used in video editing is a good electronic tool and easy to apply [Berdasarkan keadaan pandemi covid-19 saat ini sebagaimana peraturan yang dibuat pemerintah, maka SDN 34 Kinali mengikuti aturan yang beredar dengan belajar secara online. Maka untuk terus menjalankan proses pembelajaran diperlukan media dalam menyampaikan materi kepada siswa, media pembelajaran adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan materi kepada siswa yang merangsang pikiran siswa serta menarik minat siswa dalam melaksanakan pembelajaran agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan pada pembelajaran. Maka perbedaan media pembelajaran pada masa pandemic tentu berbeda dengan pembelajaran sebelum pandemic, yaitu aplikasi media yang digunakan tentu yang menarik fokus siswa dalam belajar. Dalam implementasinya aplikasi media pembelajaran dapat diperoleh oleh semua siswa dalam pembelajaran sehingga dapat memahami penggunaan aplikasi dan materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik. Pada penelitian kali ini memiliki tujuan penggunaan aplikasi untuk editing video pembelajaran pada SDN 34 Kinali Pasaman Barat pada kelas V tema 6 subtema 1, pada pembuatan video di aplikasi kinemaster yaitu dengan menggunakan fitur yang beragam agar dapat menarik minat siswa dalam menyimak pelajaran pada masa pandemi yang dihadapi pada saat ini. Pada kondisi saat ini video pembelajaran sangat digunakan agar tidak membuat siswa menjadi malas dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan bila hanya dengan melaui wa saja. Oleh karna itu kinemaster yang digunakan dalam editing video merupakan alat elektronik yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya. Sehingga dengan begitu siswa ketika melihat materi yang disampaikan melalui aplikasi media pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin untuk menarik simpatik siswa agar tertarik kemudian diharapkan mudah dalam menerima materi pembelajaran]
Upaya Guru Dalam Mengaplikasikan Model Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 di MIN 16 Aceh Barat Abidah; Susi Susanti; Hanifuddin Jamin
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2022): el Bidayah, March 2022
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v4i1.2312

Abstract

Learning is a process of delivering knowledge carried out by the teacher. In the learning process, a teacher must be creative and innovative in choosing a learning model so as to create a pleasant learning atmosphere. The purpose of this study is to find out the teacher's efforts in implementing the Student Facilitator and Explaining learning model in Theme 6 Thematic Learning and to find out the obstacles experienced by teachers at MIN 16 West Aceh in thematic learning theme 6 by using the student facilitator and learning model. This research is a field research with a qualitative technical approach. In collecting data using interviews, observation and documentation as well as using qualitative analysis techniques. The results showed that the teacher's efforts in implementing the Student Facilitator and Explaining learning model in Theme 6 Thematic Learning at MIN 16 West Aceh were by the teacher explaining the learning competencies to be achieved, presenting the material, providing opportunities for students to explain their conclusions, and re-explaining the material. presented and concluded the learning material and finally closed the lesson. Furthermore, the obstacles faced in the application of the Student Facilitator and Explaining learning model are the different levels of student absorption and the allocation of short lesson hours so that students do not perform optimally in conveying the material in front of the class [Pembelajaran merupakan proses penyampaian ilmu yang dilakukan oleh guru. Dalam proses pembelajaran tersebut seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami guru di MIN 16 Aceh Barat pada pembelajaran tematik tema 6 dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan teknik kualitatif. Dalam pengumpupulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 di MIN 16 Aceh Barat adalah dengan adanya guru memaparkan kompetensi pembelajaran yang hendak dicapai, menyajikan materi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memaparkan kesimpulannya, menerangkan kembali materi yang disajikan serta menyimpulkan materi belajar dan terakhir melakukan penutupan pelajaran. Selanjutnya kendala-kendala yang dihadapi pada penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining ini adalah tingkat daya serap siswa yang berbeda-beda serta alokasi jam pelajarannya yang singkat sehingga siswa tidak tampil maksimal dalam menyampaikan materinya di depan kelas]
Analisis Daya Saing Pengembangan Lembaga Pendidikan Di SDI Al-Huda Kota Kediri Khafidhotun Nasikhah; Agus Zaenul Fitri
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2022): el Bidayah, March 2022
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v4i1.2327

Abstract

This study aims to determine the management strategy used in the development of SDI Al Huda, Kediri City. Al Huda can experience fairly rapid development in the last 2 periods by implementing total quality management. This is based on the strength of the team work to carry out continuous renewal by improving the quality of service both from the internal and external side of the institution. This is evidenced by the fact that in the last 2 periods, Al Huda has been increasing the number of extracurricular activities offered to the community, excelling, having quotas that have increased even beyond capacity, and starting this year, they have been given the mandate to become a driving school. Researchers used qualitative research and phenomenological approaches. The finding of the success of Al-Huda's development competitiveness is by implementing strategic management by reviewing 2 sides, namely internally and externally of the institution, with the application of TQM. The target of the quality of institutional services in the competitiveness of institutional development through two sides, namely: first, internally in the form of: a.) Quality system within the institution by implementing quality assurance; b.) Quality services between education personnel in schools; c.) Quality services between teachers and students; second, externally in the form of: a.) Quality services between schools and parents; b.) Quality service between school and community. [Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategik yang digunakan dalam pengembangan di SDI Al Huda Kota Kediri. Al Huda mengalami perkembangan cukup pesat dalam 2 periode terakhir dengan menerapkan total quality management dengan dilandasi kuatnya team work bagian dari kekuatan internal untuk melakukan pembaharuan dan meningkatkan kualitas mutu layanan. Hal tersebut dibuktikan dalam penambahan beberapa kegiatan ekstrakurikuler, pencapaian prestasi, penerimaan peserta didik yang senantiasa meningkat hingga melebihi kapasitas, dan tahun 2022 diberi amanah menjadi sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Temuan keberhasilan daya saing pengembangan Al-Huda yakni dengan menerapkan managemen strategik dengan meninjau 2 sisi, yakni secara internal dan eksternal lembaga, dengan penerapan TQM. Sasaran mutu layanan lembaga dalam daya saing pengembangan lembaga melalui dua sisi, yakni: pertama, secara internal berupa: a.) Sistem mutu dalam lembaga dengan menerapkan penjaminan mutu; b.) Layanan mutu antara tenaga kependidikan di sekolah; c.) Layanan mutu antara guru dan peserta didik; kedua, secara eksternal berupa: a.) Layanan mutu antara sekolah dan orangtua; b.) Layanan mutu antara sekolah dan masyarakat]