cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Triyana
Contact Email
ngrtriyana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalgunawidya@ihdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PERANAN DHYANA (MEDITASI) DALAM MENGURANGI STRES PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR I Gusti Made Widya Sena; Ni Luh Pitya Ulansari
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1368

Abstract

ABSTRAKSeorang mahasiswa semester akhir tidak menutup kemungkinan akan menjadi tekanan tersendiri bagi semua mahasiswa, karena selalu dituntut untuk melakukan yang terbaik. Sebagai seorang mahasiswa semester akhir, tentu banyak tekanan yang membuatnya menjadi stres. Hal inilah yang sering terjadi pada mahasiswa semester akhir yang selalu diliputi akan rasa khawatir yang berlebihan. Pada saat inilah mahasiswa tersebut akan mengalami kecemasan yang menyebabkannya menjadi stres sehingga bisa menimbulkan depresi pada mahasiswa tersebut, penyimpangan pergaulan hingga bunuh diri sebagai jalan keluarnya. Berbagai literatur dan penelitian menunjukkan bahwa melalui meditasi (Dhyana) dapat memberikan mood yang bagus bagi mental sehingga mempengaruhi psikis dan dapat mengendalikan stres mahasiswa. Tujuan dari artikel jurnal ini adalah untuk menggambarkan meditasi (Dhyana) dalam mengurangi tingkat stress. Teknik yang digunakan adalah studi dokumen dengan analisis datanya melalui proses reduksi data, display data dan verifikasi data sesuai dengan tema yang penulis angkat. Dalam jurnal ini ditemukan bahwa Dhyana berperan dalam menurunkan tingkat stress pada mahasiswa semester akhir. Tujuan meditasi adalah untuk mendapatkan pikiran yang tenang. Tentunya ini akan membantu mahasiswa dalam menjaga kesehatan psikisnya. Kata Kunci: Mahasiswa Semester Akhir, Stres, Dhyana
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENGEMBANGKAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI MATA PELAJARAN AGAMA HINDU DAN BUDHI PEKERTI MELALUI PELATIHAN BERKELANJUTAN DI SD BINAAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI TAHUN 2018 Ida Ayu Wulansari
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v6i1.858

Abstract

The purpose of this study is to improve the performance of Hindu religious teachers at Binaan elementary schools in Susut district, in Bangli regency. This study was a Regional School Action Research (PTSW) which using three cycles design and each cycle consists of four stages, namely: planning, action, gathering, and reflection. In order to obtain the data, this study used assessment techniques consist of tests of teacher ability to develop indicators of achievement of competency. It was starting by observations, development, achievement of competencies. This study was quantitative presented in the form of descriptive narratives. The results of this study shows that, the teacher’s performance can be improved in developing indicators competency of Hinduism and Buddhism. Furthermore, from 16 teachers who thoroughly examined the results of each cycle with an increase in the original value of the first cycle was 66.56% then, in cycle 2 increased to 71.25%, and in the third cycle increased to 85.63%. However, based on the result of the analysis, supervision guidance through effective training is implemented in an effort to improve the teacher performance.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI 4C DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS CATUR PRAMANA I Komang Wisnu Budi Wijaya
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i1.1263

Abstract

Era revolusi industri 4.0 menuntut setiap individu memiliki kompetensi berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative), berkomunikasi (communication) dan bekerjasama (collaboration). Keempat kompetensi itu dikenal dengan kompetensi 4C. Selain itu penguasaan sains juga mutlak dilakukan sebab sains adalah pijakan untuk menjadi negara maju. Penguasaan sains akan mudah dilakukan jika setiap siswa memiliki keterampilan proses sains. Pengembangan kompetensi 4C dan keterampilan proses sains dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis Catur Pramana. Catur Pramana adalah empat cara memperoleh pengetahuan yaitu Sabda Pramana (mendengarkan), Praktyasa Pramana (mengamati), Anumana Pramana (bernalar) dan Upamana Pramana (membandingkan). Setiap kegiatan pembelajaran pada masing-masing aspek Catur Pramana mendorong siswa untuk mengembangkan kompetensi 4C dan keterampilan proses sains.Kata Kunci : kompetensi 4C, keterampilan, proses, sains, Catur Pramana
DETERMINASI MODEL RESOLUSI KONFLIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR DAN EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA PGSD STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA nyoman lisna handayani
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i2.2798

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model pembelajaran resolusi konflik terhadap prestasi belajar agama hindu dengan kovariabel sikap multikultur dan efikasi diri. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada mahasiswa PGSD STAHN Mpu Kuturan Singaraja menggunakan metode eksperimen dengan desain single faktor independent groups design with use of covariate dan melibatkan 67 orang mahasiswa. Data dianalisis dengan analisis kovarian (ANACOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar agama hindu antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Terdapat perbedaan prestasi belajar agama hindu antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan sikap multikultur. 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar agama hindu antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan efikasi diri. 4) Terdapat perbedaan prestasi belajar agama hindu antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan sikap multikultur dan efikasi diri secara simultan.
KONSTRUKSI LEVEL PENGETAHUAN METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU Putu Sabda Jayendra
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v5i2.638

Abstract

Pengetahuan metakognitif merupakan aspek pencapain kecakapan level abstraksi tertinggi dalam dimensi pengetahuan. pengetahuan metakognitif merupakan tingkat teratas dalam susunan Taksonomi Bloom Revisi. Konstruksi pengetahuan level metakognitif merupakan kemampuan untuk mengetahui dan menyadari diri sendiri, dan mencakup pula kecakapan strategi kognitif melalui berpikir multiperspektif, serta multidimensional. Konstruksi pengetahuan metakognitif dalam pembelajaran agama Hindu memiliki urgensi untuk dilakukan untuk menciptakan karakter individu peserta didik yang tidak terjebak pada pemahaman dogmatis, bijaksana, serta mampu mewujudkan tatanan religi dan sosio-kultural masyarakat yang harmonis.Kata Kunci: pengetahuan metakognitif, pembelajaran, agama Hindu.
PENGEMBANGAN MEDIA MULTIFORM INSTRUKSIONAL BERBASIS AJARAN AGAMA HINDU Rai Bagus Putra Sentosa
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v6i2.1155

Abstract

The improvement of understanding and knowledge of learning about Hinduism is very important to a teacher to maximize the result, and students to be able to understand the knowledge of learning the religion. Inside the Veda, there is mentioned about the responsibility and the obligation of a teacher that is born with the dawn and gives knowledge for those who are lacking. Through some methods to improve the interest and understanding of the students and paper-based learning media with the concept of Hindu that are commoditized with software-based application to draw the learning interest of the students such as forming learning media, using Tri Datu thread, which people currently use used but not so sure about the philosophical meaning that is full of meaning of Hindu. This is really wonderful if we relate the concept of Tri Murti with the responsibility and the obligation of a teacher. Through the students who study in Elementary School to explain and give information that can be claimed as correct information based on the existed history where there is many concept in Hindu that has many meanings.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU AGAMA HINDU Ida Ayu Made Pradnyawati
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1962

Abstract

Teachers, including teachers of the Hindu religion, are often expected to upgrade their practices and learning methods. It is necessary to do this so that the process of learning is contextual. Contextual learning involves modifying the idea of teaching and learning or learning in class according to the creation of thoughts and changes. Situations and circumstances of learning should continually alter. According to these modifications, learning methods and approaches must therefore be established. However, without a well-thought-out strategy, this transition in teaching methods cannot be carried out, and the operational steps must be systematically defined. A study is needed for teachers to understand whether improvements in teaching strategies have been directed following the learning goals and in line with the anticipated learning outcomes. This study is called research into classroom behaviour. In addition to experience as a teacher who had performed classroom action research, this study was carried out based on a literature study on Classroom Action Research—starting from compiling a classroom action research proposal (planning), implementing behaviour, observing and reflection, the classroom action research steps. Observations, data collection, follow-up and classroom action study studies were also performed alongside the action's introduction.
KECERDASAN SPIRITUAL SEBAGAI INDIKATOR PENGUKURAN KEBERHASILAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER Luh Kadek Dwi Utami
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v5i1.609

Abstract

Pendidikan karakter yang tengah gencar dilaksanakan  di Indonesia dirasakan masih belum maksimal. Hal ini hendaknya menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh seluruh komponen pendidikan. Komponen pendidikan memerlukan suatu alat ukur yang valid dan reliabel guna mengukur tingkat keberhasilan pendidikan karakter. Alat ukur yang paling mendekati tepat digunakan adalah kecerdasan spiritual. Hal ini dikarenakan indikator dan instrumen pengukuran antara pendidikan karakter dengan kecerdasan spiritual sama. Pengukuran tingkat keberhasilan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat kecerdasan spiritual peserta didik sebelum dan sesudah mengikuti pendidikan karakter. Hasil tersebutlah yang menjadi penilaian bahwa pendidikan karakter yang dilaksanakan sudah berhasil, tetap atau bahkan gagal. Kata kunci: pendidikan karakter, instrumen penilaian, kecerdasan spiritual
UPACARA NYUWUN BERUK PADA ANAK PEREMPUAN DI DESA SONGAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ni Nyoman Mariani
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v4i2.1059

Abstract

Upacara manusa yajna merupakan suatu korban suci yang bertujuan untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir bathin manusia, dari hal tersebut satu upacara yang akan dikaji adalah fungsi dan makna pendidikan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan di Desa Songan. Upacara ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Songan, ketika anak perempuan sudah menginjak usia 6-7 Tahun, upacara dilaksanakan di sebagai rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai manifestasi-Nya Bhatara Hyang Guru. Tujuan dari upacara Nyuwun Beruk adalah sebagai tahap awal seorang anak untuk diberikan suatu pelajaran atau pengenalan sebuah alat yang dipergunakan untuk bekerja dan mengenal suatu pekerjaan karena dengan dilaksanakannya upacara ini maka anak sudah dianggap sudah mampu melakukan sebuah pekerjaan. ketika anak perempuan menginjak usia 6-7 tahun diupacarai Nyuwun Beruk sebagai tanda anak tersebut telah mampu melaksanakan suatu pekerjaan, seseorang yang telah dibuatkan banten Nyuwun Beruk akan mampu menghadapi segala pekerjaan. Sebagai makhluk sosial, selain tidak mampu hidup sendiri manusia juga dikatakan sebagai makhluk individu, dimana sebagai makhluk individu manusia diharapkan mampu memiliki suatu keahlian atau keterampilan tersendiri dalm hidupnya untuk menghidupi dirinya sendiri serta orang disekitarnya. Fungsi pendidikannya adalah bertujan untuk membentuk karakter seseorang dalam menjalani kehidupan yang bijaksana dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Makna pendidikannya yaitu : makna perwujudan sebuah bhakti dengan memohon penyucian diri, dan makna pendidikan upacara yaitu dalam pelaksanaan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan adalah sebagai media atau sarana pengembangan diri kepada yang kuasa melalui sarana-sarana banten.Kata Kunci : Upacara Nyuwun Beruk, Pada Anak Perempuan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa I Made Suastika; Marsono Marsono
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1637

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi  model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu kelas X SMP Negeri X Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian inimerupakan  penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpalan data melalui observasi dan tes. Pengumpulan data ini menggunakan instrument berupa lembar pengamatan observasi siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa digunakan lembar evaluasi/tes. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan rerata hasil belajar Agama Hindu melalui penerapan model kooperatif tipe Two Stay Two Stray dari tahap prasiklus mencapai skor 62,9 kesiklus I mencapai skor71,5 atau naik8,6poin dari prasiklus mencapai skor 62,9 kesiklus II mencapai skor 92 atau mengalami peningkatan 29,1 poin, dan dari siklus I mencapai skor 71,5 kesiklus II mencapai skor 92 atau terjadi peningkatan 20,5 poin atau terjadi peningkatan skor hasil belajar Agama Hindu, secara berurut sebesar 8,6 poin, 29,1 poin, dan 20,5 poin.