Mariani, Ni Nyoman
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MEMBANGUN SIKAP SOSIALANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Mariani, Ni Nyoman
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.616 KB)

Abstract

Traditional games, especially traditional Balinese games have been abandoned, one reason is the rapid development of technology in various aspects of life, one of them is digital games. Traditional games actually have many benefits for children, indirectly children will be stimulated to be creative and very good for the physical and psychological training of children. It is part of the character education process, so the traditional games can be started early. In the traditional games, students are able to build social attitude, such as social ability to work together, compact, have democratic attitude and love attitude environment. social attitude is expected to facilitate or provide opportunities for positive development of children, then they will be able to achieve social development in a mature. On the contrary, if the social environment is less conducive, the social attitude of the children tend to display deviant behavior. For that, the development of a social attitude of children through traditional games is needed.
UPACARA NYUWUN BERUK PADA ANAK PEREMPUAN DI DESA SONGAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Mariani, Ni Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.279 KB) | DOI: 10.25078/gw.v4i2.1059

Abstract

Upacara manusa yajna merupakan suatu korban suci yang bertujuan untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir bathin manusia, dari hal tersebut satu upacara yang akan dikaji adalah fungsi dan makna pendidikan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan di Desa Songan. Upacara ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Songan, ketika anak perempuan sudah menginjak usia 6-7 Tahun, upacara dilaksanakan di sebagai rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai manifestasi-Nya Bhatara Hyang Guru. Tujuan dari upacara Nyuwun Beruk adalah sebagai tahap awal seorang anak untuk diberikan suatu pelajaran atau pengenalan sebuah alat yang dipergunakan untuk bekerja dan mengenal suatu pekerjaan karena dengan dilaksanakannya upacara ini maka anak sudah dianggap sudah mampu melakukan sebuah pekerjaan. ketika anak perempuan menginjak usia 6-7 tahun diupacarai Nyuwun Beruk sebagai tanda anak tersebut telah mampu melaksanakan suatu pekerjaan, seseorang yang telah dibuatkan banten Nyuwun Beruk akan mampu menghadapi segala pekerjaan. Sebagai makhluk sosial, selain tidak mampu hidup sendiri manusia juga dikatakan sebagai makhluk individu, dimana sebagai makhluk individu manusia diharapkan mampu memiliki suatu keahlian atau keterampilan tersendiri dalm hidupnya untuk menghidupi dirinya sendiri serta orang disekitarnya. Fungsi pendidikannya adalah bertujan untuk membentuk karakter seseorang dalam menjalani kehidupan yang bijaksana dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Makna pendidikannya yaitu : makna perwujudan sebuah bhakti dengan memohon penyucian diri, dan makna pendidikan upacara yaitu dalam pelaksanaan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan adalah sebagai media atau sarana pengembangan diri kepada yang kuasa melalui sarana-sarana banten.Kata Kunci : Upacara Nyuwun Beruk, Pada Anak Perempuan
Peran Lingkungan Sekolah Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SD Negeri 1 Canggu I Made Surya Buana; Ni Komang Sutriyanti; Ni Nyoman Mariani
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.648 KB)

Abstract

The school environment has an important role in the learning process of Hinduism and Pekerti in school, this is because when the school environment is not comfortable such as noise, the room is too glare, and there is not enough plants to make the school shady, then students will not concentrate in the process learning. When the school environment is comfortable, students will be happy and even motivated to learn. This study aims to determine (1) the role of the school environment in the process of learning Hinduism and Budi Pekerti at Canggu 1 State Elementary School. (2) To find out students' perceptions at SD Negeri 1 Canggu about the role of the school environment in the process of learning Hinduism and character traits. (3) To know the educational values ​​contained in the school environment that play a role in the process of learning Hinduism and character. The theories used to dissect the problem are: Education Theory, from Titib to dissect the first problem, Perception Theory, from Robbins to dissect the second problem, the Value Theory, from Louis O. Kattsoff (in rahayu) to dissect the third problem. The subjects of this study were Hindu religious education teachers and Hindu students at Canggu 1 Elementary School. Data collection method is by Observation Method, Interview, Literature, and Documentation. The data that has been collected is analyzed by qualitative descriptive analysis method with steps of reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show (1) The role of the school environment in the Hindu and Pekerti learning process is to provide a means of learning through the physical environment of the school, and as a mental form of students through the school's social environment as well as students' self-development through the school's academic environment. (2) Students' perceptions at SD Negeri 1 Canggu about the role of the school environment in the process of learning Hinduism and character are students realize that the school environment is very instrumental in the learning process because schools provide facilities and infrastructure, methods that support the learning process, the existence of trees - trees that are shady and not noisy which makes students focus on learning. (3) Educational Values ​​contained in the School Environment that play a role in the Learning Process of Hinduism and Characteristic are the Value of Praise, Sradha Value and Cultural Value.
UPACARA NYUWUN BERUK PADA ANAK PEREMPUAN DI DESA SONGAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ni Nyoman Mariani
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v4i2.1059

Abstract

Upacara manusa yajna merupakan suatu korban suci yang bertujuan untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir bathin manusia, dari hal tersebut satu upacara yang akan dikaji adalah fungsi dan makna pendidikan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan di Desa Songan. Upacara ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Songan, ketika anak perempuan sudah menginjak usia 6-7 Tahun, upacara dilaksanakan di sebagai rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai manifestasi-Nya Bhatara Hyang Guru. Tujuan dari upacara Nyuwun Beruk adalah sebagai tahap awal seorang anak untuk diberikan suatu pelajaran atau pengenalan sebuah alat yang dipergunakan untuk bekerja dan mengenal suatu pekerjaan karena dengan dilaksanakannya upacara ini maka anak sudah dianggap sudah mampu melakukan sebuah pekerjaan. ketika anak perempuan menginjak usia 6-7 tahun diupacarai Nyuwun Beruk sebagai tanda anak tersebut telah mampu melaksanakan suatu pekerjaan, seseorang yang telah dibuatkan banten Nyuwun Beruk akan mampu menghadapi segala pekerjaan. Sebagai makhluk sosial, selain tidak mampu hidup sendiri manusia juga dikatakan sebagai makhluk individu, dimana sebagai makhluk individu manusia diharapkan mampu memiliki suatu keahlian atau keterampilan tersendiri dalm hidupnya untuk menghidupi dirinya sendiri serta orang disekitarnya. Fungsi pendidikannya adalah bertujan untuk membentuk karakter seseorang dalam menjalani kehidupan yang bijaksana dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Makna pendidikannya yaitu : makna perwujudan sebuah bhakti dengan memohon penyucian diri, dan makna pendidikan upacara yaitu dalam pelaksanaan upacara Nyuwun Beruk pada anak perempuan adalah sebagai media atau sarana pengembangan diri kepada yang kuasa melalui sarana-sarana banten.Kata Kunci : Upacara Nyuwun Beruk, Pada Anak Perempuan
Students’ Perspectives on the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in Elementary Schools: A Kirkpatrick Model Evaluation Study Mariani, Ni Nyoman; Witraguna, Kadek Yudista; Wirayani, Ni Made; Sukarini, Ni Made
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v7i2.83377

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in Elementary Schools has been implemented since 2022, but its implementation has never been evaluated. This study aims to evaluate the implementation of P5 with the Kirkpatrick evaluation model. This study is a type of evaluative research with a quantitative descriptive approach. The sample involved in this study was 36 elementary school students. Sample selection was carried out using the multi-stage sampling technique. Meanwhile, the data collection technique was carried out using a questionnaire and the data analysis technique used was descriptive statistics. The results of the study showed that the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) reaction level and learning level were in the fairly good category, the behavior level and outcome level were in the good category. Participants' reactions to P5 were pleasant, students' knowledge, attitudes and skills also developed. Students were challenged to explore their knowledge, be creative, independent and responsible, and always try to innovate. Students' knowledge increased, students became more creative, independent, responsible and able to create new products. It can be concluded that the evaluation of the implementation of P5 with the Kirkpatrick evaluation model was carried out well. The latest information in this study can have implications for improving and enhancing the implementation of P5 in the future, so that it can create superior students.
POLA PENDIDIKAN KELUARGA HINDU DI KELURAHAN SADING KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG Kadek Ayu Putri Oktaviani; I Nyoman Sueca; Ni Nyoman Mariani
Upadhyaya : Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/up.v1i1.490

Abstract

The pattern of education is the form, method or variety in educating, especially education in Hindu families. The provision of education is very important to prevent the occurrence of behavioral deviations that are currently rife in society. Each family certainly applies a different education pattern but aims to develop a good personality in children.The formulation of the problem in this study are 1) What is the Education Pattern for Hindu Families in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency?, 2) What are the Obstacles Faced in the Hindu Family Education Pattern in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency?, 3) What are the Efforts to Face Obstacles in the Pattern? Hindu Family Education in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency? The purposes of this study: 1) Describe the Hindu Family Education Pattern in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, 2) To know the obstacles faced in the Hindu Family Education Pattern in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, 3) To describe the efforts to face obstacles in the Hindu Family Education Pattern in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency. The theory used in this research is the theory of behavioristic, phenomenological, and constructivist. The data collection method used is the method of observation, interviews, literature study, and documentation study. The informants in this study were Hindu families in Sading Village. The results obtained are 1) Hindu Family Education Patterns in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, namely religious education patterns, ethical education patterns, satya education patterns, education patterns with exemplary, education patterns with habituation, and education patterns with advice 2) Obstacles that faced in the pattern of Hindu family education in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, consists of internal factors and external factors 3) Efforts to overcome obstacles in the pattern of Hindu family education in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency are the Bayuh Oton ceremony, giving attention and affection to the family. children, facilitating children's creativity and limiting the use of technology.
Pengaruh Penggunaan Media Diorama Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Permatasari, Ni Kadek Indah; Mariani, Ni Nyoman; Jaya, I Ketut Manik Asta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28685

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya pada topik Tahap Pertumbuhan pada Manusia di kelas V SD Negeri 1 Kesiman. Rendahnya hasil belajar ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan tidak kontekstual terhadap latar belakang budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media diorama berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen yang menggunakan media diorama berbasis CRT. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pre-test dan post-test). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas eksperimen lebih tinggi (88,17) dibandingkan kelas kontrol (76,67). Uji-t independent sample menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media diorama berbasis Culturally Responsive Teaching berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 1 Kesiman.
Pengembangan Media Papan Sudut Pada Siswa Kelas III dalam Mata Pelajaran Matematika Topik Sudut pada Bidang Datar di SD Negeri 2 Penatih Denpasar Guna, I Made Saka Palwa; Mariani, Ni Nyoman; Supadmini, Ni Kadek
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29117

Abstract

Sudut merupakan salah satu bagian penting dalam dunia pendidikan. materi sudut digunakan dalam matematika yaitu pada geometri, termasuk juga untuk mendeskripsikan bentuk dan mengukur. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pengembangan sebuah media yaitu papan sudut untuk menarik minat belajar siswa kelas III topik sudut pada bidang datar di SD Negeri 2 Penatih. Tujuannya untuk mengetahui hasil validasi pengembangan media papan sudut pada kelas III mata pelajaran matematika topik sudut pada bidang datar SD Negeri 2 Penatih. Penelitian pengembangan ini berpedoman pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan bentuk yakni: analyze (analisis), design (perencanaan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Metode pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Data yang diperoleh divalidasi dengan rumus gregory. Hasil validasi media papan sudut dari ahli media sebesar 0,90 dari ahli materi 1,00 dari kelas uji coba 89% dan dari kelas uji lapangan 91,53% dari respon 60 siswa kelas III dengan dikategorikan sangat tinggi sehingga media ini sangat layak untuk digunakan. Media papan sudut ini sangat layak digunakan untuk membatu meningkatkan minat belajar siswa. Dilihat dari partisipasi siswa di kelas, media ini mampu memberikan suasana baru dan siswa menjadi lebih semangat belajar. Disamping itu, hal lain yang ditimbulkan dari penelitian pengembangan ini yaitu siswa dapat mengenal sudut lebih dalam.
Pengaruh Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Platform Google Sites terhadap Hasil Belajar IPAS Topik “Oh, Lingkungan Jadi Rusak” Peserta Didik Kelas V di Sekolah Dasar Wiangga, I Made Agus; Mariani, Ni Nyoman; Suastini, Ni Nyoman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis platform Google Sites terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada materi IPAS topik “Oh, Lingkungan Jadi Rusak” di SD Negeri Tulangampiang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 64 peserta didik yang terbagi dalam dua kelas: VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen soal pilihan ganda yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, dan uji-t. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Sebanyak 96,9% siswa kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar setelah menggunakan Google Sites, sementara kelas kontrol hanya mencapai 93,7%. Hasil uji-t juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan Google Sites terhadap peningkatan hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran digital yang interaktif dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi seperti Google Sites dalam pembelajaran IPAS untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.
Pengembangan Instrumen Tes Berbasis AI dengan Quizizz-Wordwall pada Materi Kata Baku di Sekolah Dasar Lestari, Ni Putu Sintya; Mariani, Ni Nyoman; Prathiwi, Kd Jayanthi Riva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes hasil belajar berbasis Artificial Intelligance (AI) dalam bentuk Quizizz Wordwall pada mata pelajaran Bahasa Indonesia topik kata baku dan tidak baku. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III SD Negeri 11 Sumerta Denpasar. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam materi Bahasa Indonesia yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan tidak interaktif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan instrumen, pengembangan produk, implementasi dan evaluasi terhadap kelayakan instrumen yang dikembangkan. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, uji coba kelompok kecil sedangkan implementasi yang melibatkan 34 peserta didik. Hasil validasi ahli menujukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Angket respon peserta didik menujukkan bahwa media berbasis Quizizz Wordwall menarik dan memotivasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan instrumen tes berbasis AI dalam bentuk Quizizz Wordwall merupakan alternatif yang tepat dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap kata baku dan tidak baku. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong guru dan institusi pendidikan dasar untuk memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis AI guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan dan bermakna.