cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
Studi Kasus: Efektivitas Asuhan Akupunktur pada Pasien Nyeri Pinggang (Yaotong) Dino Leo; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2902

Abstract

Nyeri punggung bawah atau low back pain merupakan gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap fungsi serta produktivitas. Dalam perspektif Chinese Medicine, kondisi ini dikenal sebagai Yaotong yang berkaitan dengan hambatan aliran Qi dan Xue pada meridian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara komprehensif manfaat asuhan akupunktur pada penderita Yaotong di Klinik DNL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan perempuan berusia 33 tahun selama enam minggu (enam sesi terapi). Data dikumpulkan melalui Empat Cara Pemeriksaan akupunktur, telaah rekam medis, serta dokumentasi longitudinal tiap sesi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi dan komparasi silang antar-sesi. Hasil menunjukkan penurunan bertahap intensitas nyeri sejak sesi kedua, hilangnya penjalaran nyeri pada sesi ketiga, serta tidak ditemukannya keluhan nyeri maupun nyeri tekan pada sesi keenam. Perbaikan juga tampak pada perubahan karakteristik lidah dan nadi, peningkatan kualitas tidur, serta pemulihan kapasitas aktivitas fungsional. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah partisipan lebih besar untuk memperkuat evidensi klinis asuhan akupunktur pada Yaotong.
FAKTOR RISIKO PERDARAHAN POSTPARTUM DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE BANDUNG 2025 Puji Rahayu, Lestari; Faradillah, Fannia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2907

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan kegawatdaruratan obstetri yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian ibu di seluruh dunia. Angka kejadian perdarahan postpartum di UPTD Puskesmas Ibrahim Adjie pada tahun 2025 mencapai 24,7% dari total 320 persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 menggunakan data sekunder dari rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di UPTD Puskesmas Ibrahim Adjie tahun 2025 sebanyak 320 ibu bersalin yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 79 ibu bersalin (24,7%) mengalami perdarahan postpartum. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia ibu (p=0,560), paritas (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,966) dengan kejadian perdarahan postpartum. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kualitas ANC dengan kejadian perdarahan postpartum, sedangkan usia, paritas, dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas ANC dalam upaya pencegahan perdarahan postpartum.