cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
Kelayakan Chatbot Telegram Sebagai Edukasi Kesehatan Mental Pranikah: Persepektif Ahli dan Pengguna Arifatun Helen Hidayah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2868

Abstract

Premarital mental health is a crucial aspect of the preparation process for prospective brides and grooms entering marriage. However, mental health education continues to face challenges related to accessibility and engaging pedagogical strategies. The emergence of digital technology offers a path in the form of implementing chatbots as a health education medium that is easily accessible and aligned with the characteristics of the current generation. The purpose of this study was to assess the feasibility of a Telegram chatbot as a premarital mental health education medium for prospective brides and grooms, considering the perspectives of media experts, content experts, and users (prospective brides and grooms). A qualitative methodology was used, utilizing the P-process development framework. Data collection involved interviews with media experts, content experts, and prospective brides and grooms who functioned as Telegram chatbot users. Analysis was conducted by identifying evaluation results regarding the technical aspects of the media, material suitability, information delivery, and user acceptance of the chatbot. The results showed that the Telegram chatbot was deemed suitable for use as a premarital mental health education medium due to its ease of access, simple interface, easy-to-understand information delivery, and material relevant to the needs of prospective brides and grooms. The results of general comments and suggestions from informants became the basis for developing the Telegram chatbot to optimize it as a digital health promotion medium. Further development of a Telegram chatbot is recommended to test the effectiveness of the medium in increasing knowledge and mental preparedness of prospective brides and grooms.
Intervensi Sekolah Berbasis Teori untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review harahap, yanna wari; Nurlaila, Nurlaila; Ramadhini, Delfi; Nasution, Nurul Hidayah; Hasibuan, Ahmad Safii; Ahmad, Haslinah; Harahap, Suryati; Sahriani, Henny; Harahap, Dewani; Jufri, Soleman; Arbaiya, Ita; Yuli Arisyah Siregar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2877

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kejadian human immunodeficiency virus (HIV), infeksi menular seksual (IMS), dan kehamilan remaja yang tidak direncanakan. Intervensi berbasis sekolah telah banyak diterapkan untuk menangani permasalahan ini; namun efektivitasnya sangat bergantung pada kerangka teori yang mendasari rancangan intervensi tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan menyintesis intervensi sekolah berbasis teori dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Review ini mengikuti panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan di berbagai basis data utama, dan 40 studi memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik intervensi, kerangka teori, dan domain luaran. Temuan menunjukkan bahwa Theory of Planned Behaviour (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), dan Health Belief Model (HBM) merupakan kerangka yang paling umum digunakan. Intervensi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan niat perilaku; SCT menunjukkan efek lebih kuat terhadap perubahan perilaku aktual melalui efikasi diri dan pengembangan keterampilan; HBM terutama meningkatkan pengetahuan dan persepsi risiko. Studi-studi terbaru yang menggunakan Behaviour Change Wheel (BCW) menunjukkan luaran yang paling komprehensif dan konsisten di seluruh domain pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku, terutama ketika diintegrasikan dengan strategi digital dan berbasis teman sebaya. Intervensi sekolah berbasis teori sangat penting dalam menangani perilaku seksual berisiko remaja; namun pendekatan terpadu dan multi-teori menawarkan potensi lebih besar untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan dan bermakna. Penelitian mendatang sebaiknya berfokus pada efektivitas jangka panjang, pengukuran luaran yang terstandarisasi, serta integrasi strategi intervensi multi-level dan berbasis teknologi.
Efektivitas Pemberdayaan Komunitas pada Pekerja Pembuat Kursi Berisiko Debu Kayu Harnia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2879

Abstract

Paparan debu kayu pada pekerja pembuat kursi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan perilaku pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Komunitas terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembuat kursi yang berisiko paparan debu kayu. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Sebanyak 90 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (n=45) yang memperoleh Program Pemberdayaan Komunitas berupa ceramah, demonstrasi penggunaan APD, dan Focus Group Discussion (FGD), serta kelompok kontrol (n=45) yang memperoleh edukasi melalui metode ceramah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD, namun peningkatan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (seluruh p<0.005). Program Pemberdayaan Komunitas terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah saja dalam meningkatkan perilaku penggunaan APD. Program ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan kerja pada sektor informal.
Peran Reaksi Alergi dalam Patogenesis Denture Stomatitis : Narrative Review Winias, Saka
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2883

Abstract

Latar Belakang : Sekitar 95% gigi palsu terbuat dari Poli(metilmetakrilat) sebagai bahan dasar gigi tiruan yang paling dominan digunakan karena estetika yang sangat baik, pengolahan yang mudah serta ekonomis. Denture stomatitis adalah proses inflamasi dari mukosa mulut yang kontak dengan gigi tiruan dan merupakan salah satu penyakit yang paling umum pada pasien usia lanjut, yang mempengaruhi hingga 70% pasien selama hidupnya. Denture stomatitis adalah istilah yang menggambarkan mukosa rongga mulut yang meradang kadang-kadang terlihat di mukosa palatum di bawah gigi tiruan. Pada dasarnya kondisi yang mempengaruhi mukosa di bawah permukaan gigi tiruan ini multifaktorial. Tujuan : tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan yang sistematis patogenesis dari denture stomatitis di mukosa mulut sehingga memberikan wawasan untuk memprediksi risiko adanya infeksi dan reaksi alergi. Metode : Review ini disusun melalui penelusuran literatur pada basis data ilmiah, meliputi PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang membahas denture stomatitis terkait reaksi alergi, hipersensitivitas kontak, bahan gigi tiruan, mekanisme imunologis, diagnosis, dan terapi ditelaah secara komprehensif. Pembahasan : Etiologi penyakit dan faktor yang terkait dengan perkembangan lesi ini multifaktorial. Keterlibatan Candida sebagai agen penyebab potensial dalam lesi ini, mikroorganisme yang berkolonisasi dan menginfeksi yang ditemukan tidak sebagai sel tunggal hidup melainkan sebagai komunitas mikroba terstruktur yang kompleks, sering dalam matriks bahan exopolymeric, dan melekat pada permukaan biotik atau abiotik. Hipersensitivitas bahan gigi dapat terjadi pada lesi ini. Kesimpulan : Faktor etiologi dari denture stomatitis dapat trauma dari gigi tiruan, alergi, kebersihan mulut yang buruk, tingkat pH saliva, usia, jenis kelamin, merokok, defisiensi sistem kekebalan tubuh dan infeksi dari spesies Candida.
Penatalaksanaan Akupunktur pada Kasus Nyeri Betis di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo Asgar; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2886

Abstract

Nyeri betis merupakan keluhan yang sering dialami oleh kelompok pekerja akibat adanya cedera pada area betis. Manifestasi nyeri dapat berupa rasa panas, gemetar, kesemutan, terbakar, tertusuk, maupun ditikam, yang timbul akibat gangguan pada struktur pembentuknya. Dalam sudut pandang Traditional Chinese Medicine (TCM), nyeri terjadi akibat terhambatnya aliran Qi dan darah. Akupunktur berfungsi sebagai terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi stagnasi serta memulihkan sirkulasi Qi dan darah guna mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kemampuan fungsional. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan seorang partisipan yang mengalami nyeri betis. Intervensi akupunktur dilakukan di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo sebanyak 6 sesi terapi sejak 3 Mei hingga 23 Mei 2025. Pengumpulan data menggunakan Lembar Data Klien, yang kemudian diolah berdasarkan empat metode diagnostik: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), serta Palpasi/Sentuhan (Qie). Hasil pascaterapi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; intensitas nyeri betis responden yang semula berada pada kategori nyeri sedang sebelum intervensi, menurun secara signifikan menjadi kategori tidak nyeri hingga nyeri ringan setelah menjalani terapi akupunktur. Hasil ini membuktikan adanya pengaruh signifikan dari pemberian terapi akupunktur terhadap penurunan intensitas nyeri betis pada pasien di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG POLA KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2026 Mutia, Fatma; Masnawati; Nasution, Nur Arfah; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2889

Abstract

Anemia pada masa kehamilan masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak karena berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun terhadap janin. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan anemia adalah pengetahuan dan sikap ibu mengenai pola konsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 179 ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru pada periode Maret–April 2026. Sampel sebanyak 65 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data kejadian anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (44,6%), sikap positif (60,0%), dan mengalami anemia (53,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,001) serta antara sikap tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,013). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu tentang pola konsumsi tablet Fe berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan konseling mengenai konsumsi tablet Fe yang benar untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil serta mencegah terjadinya anemia selama kehamilan.
Aktivitas Antibakteri Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Bakteri Patogen Gram Positif dan Gram Negatif secara In Vitro antoni, adi; Abdullah AA; Alprida harahap; Haslinah; Nurhalimah Batubara
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2890

Abstract

Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengembangan agen antibakteri alternatif dari bahan alam. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri rebusan daun jambu biji terhadap beberapa bakteri patogen secara in vitro. Sampel yang digunakan berupa 30 gram daun jambu biji segar yang direbus dan diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterococcus faecalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki daya hambat terhadap seluruh bakteri uji dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,12 mm pada S. aureus, 10,23 mm pada E. coli, 9,27 mm pada P. aeruginosa, dan 9,82 mm pada E. faecalis. Daya hambat tertinggi ditemukan pada S. aureus, sedangkan yang terendah pada P. aeruginosa. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.
Efektivitas Terapi Akupunktur dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Penderita Dismenore Primer Dwi Nismadiyah Puspitasari; Amal Prihatono; Puspo Wardoyo; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2896

Abstract

Dismenore primer merupakan keluhan menstruasi yang umum dialami remaja dan perempuan usia produktif serta dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi akupunktur dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Praktik Akupunktur Mandiri di Bekasi pada April–Mei 2024. Data dikumpulkan menggunakan lembar data klien melalui pemeriksaan akupunktur komprehensif, meliputi observasi, wawancara, palpasi, pemeriksaan lidah dan nadi, dilanjutkan penegakan sindrom serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan pada fase pra-menstruasi dan dievaluasi secara berurutan. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa penurunan nyeri haid, membaiknya kualitas tidur, serta meningkatnya kemampuan aktivitas. Skala nyeri menurun dari NRS 8 pada siklus sebelumnya menjadi NRS 5 pada siklus berikutnya, sehingga partisipan tetap dapat beraktivitas sepanjang hari. Kesimpulannya, terapi akupunktur berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang bermanfaat dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer pada kasus yang dilaporkan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG NYERI KALA I FASE AKTIF DENGAN PENGENDALIAN NYERI DI PUSKESMAS BINJAI ESTATE TAHUN 2025 NINGSIH SAFARI, FIFI RIA; Sinaga , Eliza Bestari; Pane, Efi Irwansyah; Rezeki, R. Sri; Legawati, Sri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2897

Abstract

Labor pain is a physiological experience that is almost always experienced by mothers giving birth, especially during the first active phase. Uncontrolled pain intensity can cause anxiety and disrupt the mother's comfort during labor. One factor that influences the mother's ability to control pain is the level of knowledge. This study aims to determine the relationship between mothers' knowledge about the first active phase of labor pain and pain control at the Binjai Estate Community Health Center, Binjai City. This study used a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional method. The population in this study were all mothers giving birth in the first active phase at the Binjai Estate Community Health Center, Binjai City in 2025, totaling 50 people, with a total sampling technique. Data collection was carried out using a structured questionnaire, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a low level of knowledge and uncontrolled pain control. Statistical tests showed a significant relationship between mothers' knowledge and pain control at the first active phase with a p value = 0.015 (p < 0.05). The conclusion of this study is that maternal knowledge during labor is significantly related to pain management skills during the active phase of the first stage of labor. Therefore, increased antenatal education and counseling regarding labor pain and how to manage it are necessary to optimize maternal comfort during labor.
Peran Akupunktur dalam Mengatasi Mual pada Klien Tuberkulosis Melina Solihin; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2901

Abstract

Mual merupakan efek samping yang sering muncul pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis (OAT) dan dapat menurunkan toleransi serta kepatuhan terapi. Pendekatan komplementer seperti akupunktur berpotensi berperan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asuhan akupunktur dalam mengurangi mual pada klien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT berdasarkan perspektif Chinese Medicine. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang menjalani 12 sesi akupunktur selama enam minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis CM (empat cara pemeriksaan), observasi tanda objektif seperti lidah, nadi, dan nyeri tekan titik diagnostik, serta wawancara subjektif setiap sesi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan hierarki patologis Biao–Ben. Hasil penelitian menunjukkan penurunan bermakna pada durasi dan intensitas mual, perbaikan fungsi Shen, serta peningkatan fungsi organ paru dan limpa-lambung secara bertahap. Namun, tanda-tanda defisiensi kronis terdalam, khususnya defisiensi Yin ginjal dan kelemahan Qi limpa, relatif menetap hingga akhir terapi. Berdasarkan temuan tersebut, akupunktur disarankan untuk dilanjutkan sebagai terapi adjuvan dengan fokus lanjutan pada tonifikasi konstitusional guna mendukung pemulihan jangka panjang.