cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
Efektivitas Teknik Relaksasi Napas Dalam terhadap Nyeri Akut Pasca-Operasi: Studi Kasus Komparatif Al Abuni, Muhamad Fauzan; Azalia, Metha Putri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2740

Abstract

Nyeri akut merupakan masalah keperawatan yang paling sering muncul pada pasien post operasi dan memerlukan penanganan yang tepat dan terstruktur. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam manajemen nyeri post operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan dengan teknik relaksasi napas dalam pada dua pasien post operasi dengan diagnosis berbeda, yaitu post hemoroidektomi dan post open reduction internal fixation (ORIF) fraktur klavikula dextra di RSUD Wonosari Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan relaksasi napas dalam selama dua hari intervensi mampu menurunkan skala nyeri dari 6/10 menjadi 4/10 pada subyek pertama dan dari 7/10 menjadi 5/10 pada subyek kedua. Seluruh target SLKI mengalami peningkatan capaian secara signifikan dibandingkan nilai awal. Teknik relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan edukasi pasien dan kolaborasi farmakologi terbukti efektif sebagai bagian integral dari manajemen nyeri akut post operasi dalam konteks asuhan keperawatan komprehensif.
EFEKTIVITAS PROGRAM PROLANIS TERHADAP KENDALI GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEW Purnama, Rika
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2741

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam membantu pengendalian penyakit kronis, khususnya diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program PROLANIS terhadap kendali glikemik pasien diabetes melitus melalui pendekatan literature review. Penelitian menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar, PubMed, Garuda, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci “PROLANIS”, “diabetes melitus”, dan “kendali glikemik”. Artikel yang digunakan merupakan artikel nasional dan internasional tahun 2017–2025. Berdasarkan hasil seleksi diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menyatakan PROLANIS memberikan pengaruh positif terhadap kendali glikemik melalui penurunan kadar gula darah puasa (GDP), gula darah sewaktu (GDS), dan perbaikan kadar glycated hemoglobin (HbA1c). Selain itu, PROLANIS juga meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan penerapan perilaku hidup sehat. Disimpulkan bahwa PROLANIS berpotensi meningkatkan kendali glikemik pasien diabetes melitus.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN DAN MONITORING TERAPI TUBERKULOSIS: LITERATURE REVIEW Shobrinata, Daru; Prof. Prof. Dr. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes(Epid) , S.KM., M.Kes.(Epid); Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Kes., Ph.D
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2742

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan tantangan utama berupa kepatuhan pengobatan yang rendah dan keterbatasan metode pemantauan respons terapi. Perkembangan teknologi digital, khususnya digital adherence technologies (DATs) dan pemantauan berbasis perangkat seluler, menawarkan pendekatan inovatif dalam meningkatkan kepatuhan dan evaluasi pengobatan TB. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, penerimaan, serta tantangan implementasi teknologi digital dalam pemantauan pengobatan TB. Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap beberapa studi eksperimental, uji klinis acak, dan studi campuran. Ada beberapa artikel yang terseleksi dari PubMed dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti pengingat berbasis SMS, medication event reminder monitor (MERM), pemantauan batuk berbasis kecerdasan buatan, serta insentif finansial melalui mobile money mampu meningkatkan kepatuhan pasien dan memberikan dukungan psikososial. Namun, tidak semua intervensi menunjukkan dampak signifikan terhadap luaran klinis seperti kesembuhan atau penurunan kekambuhan. Selain itu, ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur, penurunan kepatuhan penggunaan teknologi dalam jangka panjang, serta isu privasi dan penerimaan pengguna. Kesimpulannya, teknologi digital memiliki potensi besar dalam mendukung pengobatan TB, namun memerlukan optimalisasi desain berbasis pengguna, integrasi sistem layanan kesehatan, serta evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitasnya terhadap luaran klinis.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA OSTEOARTHRITIS GENU SINISTRA DENGAN INFRARED, TENS, DAN TERAPI LATIHAN Yusticia Purwanti, Aisah; Zuyina Luklukaningsih; Rima Yunitasari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2744

Abstract

ABSTRAK Osteoartritis merupakan gangguan degeneratif pada sendi lutut yang ditandai dengan penipisan tulang rawan serta munculnya pembentukan tulang baru di area sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat dan efek positif dari penatalaksanaan fisioterapi pada kasus osteoarthritis genu sinistra dengan penggunaan modalitas berupa infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), serta latihan terapeutik.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 di Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dalam bentuk studi kasus. Setelah dilakukan 6 kali terapi didapatkan hasil penilaian nyeri pada lutut kiri dari nyeri diam T1 hingga T6 memiliki kestabilan nilai yaitu 0, nyeri tekan T1=5 menjadi T6=3 dan nyeri gerak T1 =7 menjadi T6 =5, hal tersebut menunjukkan adanya penurunan rasa nyeri tekan dan nyeri gerak. Penilaian kekuatan otot pada lutut kiri menunjukkan adanya peningkatan, di mana kemampuan fleksi knee sinistra meningkat dari T1 = 4 menjadi T6 = 5. Evaluasi lingkup gerak sendi juga mengalami perbaikan, dengan hasil awal T1 = 0°-0°-110° bertambah menjadi T6 = 0°-0°-130°. Selain itu, pemeriksaan kemampuan fungsional memperlihatkan peningkatan aktivitas, dari T1 = 0,07% menjadi T6 = 0,13%. ABSTRACT Osteoarthritis is a degenerative disorder of the knee joint characterized by bone thinning and the formation of new bone in the joint area. This study aims to demonstrate the benefits and positive effects of physiotherapy management in cases of left knee osteoarthritis using infrared (IR), transdermal electrical nerve stimulation (TENS), and therapeutic exercise This study was conducted from December 2025 to January 2026 at Dr. SOEDJONO Hospital MAGELANG. The research method used was a case study. After 6 therapies, the results of the pain assessment in the left knee from still pain T1 to T6 had a stable value of 0, tenderness T1 = 5 to T6 = 3 and pain on movement T1 = 7 to T6 = 5, this indicates a decrease in tenderness and pain on movement. Muscle strength assessment of the left knee showed an increase, where the left knee flexion ability increased from T1 = 4 to T6 = 5. Evaluation of joint range of motion also improved, with the initial result of T1 = 0°-0°-110° increasing to T6 = 0°-0°-130°. In addition, functional ability examination showed an increase in activity, from T1 = 0.07% to T6 = 0.13%.
Asuhan Akupuntur pada Penderita Carpal Tunnel Syndrome di Griya Sehat “Adriance” Jakarta Simon, Adriance
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2747

Abstract

Sindrom terowongan karpal (CTS) adalah salah satu bentuk neuropati saraf median yang paling umum, mempengaruhi hampir 4-5% populasi berusia 40-60 tahun, prevalensi 1 dari 10 orang. Tingkat kejadian global CTS sebesar 12.267 per 100.000 populasi, dengan kejadian berdasarkan jenis kelamin sebesar 6% pada pria dan 9,2% pada wanita, dan 1,55% dari populasi dewasa, atau 2,6 juta orang. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 3 pengunjung Griya Sehat “Adriance” Jakarta melalui wawancara menunjukkan bahwa 2 wanita dan 1 pria melaporkan gejala CTS. Tujuan penelitian memahami manfaat dan memperoleh gambaran menyeluruh tentang penerapan Perawatan Akupunktur untuk pasien CTS. Metode menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dibatasi hanya 1 klien, teknik sampling menggunakan purposive sampling, instrumen menggunakan lembar data klien, Tinel Test, Phalen’s Test, terapi akupuntur titik PC6, PC7, LI4, LI11, TE5, Baxie, Ashi Point. Hasil studi kasus terdapat perbedaan antara sesi ke-1 dengan terapi sesi ke-6. Keluhan yang dirasakan pada terapi sesi awal sudah membaik saat terapi sesi terakhir. Terapi akupuntur dapat direkomendasikan untuk mengatasi keluhan CTS dan menghindari aktivitas repetitif berlebihan, dan melakukan peregangan secara rutin.
HUBUNGAN JARAK RUMAH DARI TPS DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT HOMBIS MENGENAI DAMPAK KESEHATAN yunizah, afifa; Karimuna, Siti Rabbani; Praitiwi, Tatya Devina; Barthimeus, Nadya Elysabet; Faradhina R., Regina Afifa; Dwi Lestari, Nurcahyani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2748

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia, terutama di Kota Kendari, semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan pola konsumsi masyarakat. Akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lingkungan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit kulit, diare, serta pencemaran pada udara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara jarak tempat tinggal dengan tingkat pemahaman masyarakat Lorong Hombis, Kelurahan Lepo-lepo tentang dampak kesehatan lingkungan yang diakibatkan oleh keberadaan TPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner terstruktur, lalu dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square pada aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal jauh atau sedang dari TPS menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik (78,6%) dibandingkan dengan responden yang tinggal dekat TPS (31,3%). Uji statistik mengungkapkan nilai p-value sebesar 0,010 (<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara jarak rumah ke TPS dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian hubungan spasial tempat tinggal dengan tingkat pemahaman kesehatan lingkungan masyarakat lokal
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HNP LUMBAL DI RUMAH SAKIT Tk. II Dr. SOEDJONO MAGELANG Firli, Fardan; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2750

Abstract

ABSTRAK Hernia Nucleus Pulposus (HNP) lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan nyeri punggung bawah, keterbatasan gerak, dan penurunan kemampuan fungsional akibat penekanan akar saraf spinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intervensi fisioterapi berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR), dan Core stability exercise pada pasien HNP lumbal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan enam kali Intervensi yang dilaksanakan pada 2–28 Februari 2026 di Rumah Sakit Tk. II Dr. Soedjono Magelang. Evaluasi dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), Midline, dan Oswestry Disability Index (ODI). Hasil menunjukkan penurunan nyeri diam dari 7 menjadi 6, nyeri gerak dari 8 menjadi 7, dan nyeri tekan dari 8 menjadi 6. Kekuatan otot ekstensor trunk meningkat dari MMT 3 menjadi 4, serta terdapat peningkatan lingkup gerak sendi pada gerakan fleksi, Lateral Fleksi, dan rotasi. Selain itu, kemampuan fungsional membaik dengan penurunan skor ODI dari 46% menjadi 26%. Disimpulkan bahwa kombinasi TENS, Infra Red, dan Core stability exercise dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, serta memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien HNP lumbal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan durasi terapi lebih panjang. ABSTRACT Lumbar Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a musculoskeletal disorder causing low back pain, limited range of motion, and reduced functional ability due to spinal nerve root compression. This study aimed to examine the effects of physiotherapy interventions, including Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR), and Core stability exercisein a patient with lumbar HNP. A case study design was applied with six treatment sessions conducted from February 2 to February 28, 2026, at Tk. II Dr. Soedjono Magelang Hospital. Assessment tools included the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), Midline measurement, and Oswestry Disability Index (ODI). Results showed pain reduction from 7 to 6 (rest), 8 to 7 (movement), and 8 to 6 (pressure). Trunk extensor strength improved from grade 3 to 4, while trunk range of motion increased in flexion, lateral flexion, and rotation. Functional ability also improved, indicated by a decrease in ODI from 46% to 26%. In conclusion, TENS, IR, and Core stability exercisemay reduce pain and improve muscle strength, range of motion, and functional ability in lumbar HNP patients.
UJI ANTIBAKTERI FRAKSI HEKSANA DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA diningsih, ayus; Novita Sari; Rambe, Muhammad Arsyad E; Mayasari, Dini; Fitriani Dongoran, Rini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2760

Abstract

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi heksana daun jarak pagar dan daun ubi jalar terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental berbasis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi heksana kombinasi daun jarak pagar dan daun ubi jalar mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa pada seluruh konsentrasi yang diuji. Pada konsentrasi 20% terbentuk zona hambat sebesar 6 mm yang tergolong kategori sedang. Pada konsentrasi 40% diperoleh diameter zona hambat sebesar 7 mm yang juga tergolong kategori sedang. Sementara itu, pada konsentrasi 60% terbentuk zona hambat sebesar 13 mm yang tergolong kategori kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fraksi heksana berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi heksana daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 60% yang menghasilkan zona hambat sebesar 13 mm.
ANALISIS KONSEP SAINS PADA PRAKTIK PENGGUNAAN BARUNGGE (Moringa Oleifera) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DI DESA BATUGANA Apripan, Rika
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2762

Abstract

Pemanfaatan barungge (Moringa Oleifera) sebagai obat tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Praktik tersebut penting dikaji karena mengandung pengetahuan lokal yang dapat dihubungkan dengan konsep sains ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep sains pada praktik penggunaan barungge sebagai obat tradisional masyarakat di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnosains. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Gana pada bulan Maret sampai April 2026. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan daun kelor sebagai obat tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran dan air rebusan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lelah, dan membantu mengatasi gejala anemia. Praktik tersebut mengandung konsep biologi, kimia, dan kesehatan, seperti nutrisi, zat besi, antioksidan, sistem imun, dan ekstraksi sederhana. Disarankan agar hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains dan kearifan lokal.
ANALISIS ETNOSAINS PEMANFAATAN NASI-NASI/DAUN KATUK (Sauropus Androgynus) DALAM EDUKASI GIZI MASYARAKAT UNTUK PENYAKIT DIABETES DI DESA BATUGANA KECAMATAN PADANG BOLAK JULU Intan Pan Hrp, guslaini Purnama
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2764

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan pola makan, aktivitas fisik, dan faktor risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan nasinasi/daun katuk (Sauropus Androgynus) dalam edukasi gizi masyarakat untuk PTM di Desa Batugana Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan data kuantitatif sederhana. Sampel terdiri atas 20 responden masyarakat, 2 kader posyandu, dan 1 tenaga kesehatan desa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner sederhana, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta persentase. Hasil menunjukkan 90% responden mengenal daun katuk sebagai sayuran lokal, 80% percaya daun katuk bermanfaat untuk kesehatan, 70% mengaitkannya dengan pola makan sehat untuk pencegahan PTM, dan 65% mengonsumsinya satu sampai tiga kali per minggu. Daun katuk berpotensi menjadi media edukasi gizi berbasis etnosains karena dekat dengan budaya masyarakat, mengandung serat dan senyawa bioaktif, serta mudah diperoleh. Edukasi perlu menekankan bahwa daun katuk merupakan pangan pendukung, bukan pengganti obat, skrining, atau konsultasi kesehatan. Kata kunci : Daun katuk, edukasi gizi, etnosains, penyakit tidak menular, pangan lokal.