cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Efektivitas Metode Sosiodrama Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Hikmatunnidzom Gunungguruh Sukabumi Jimatul Arrobi; Hikmat Purnama
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.098 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas metode Sosiodrama terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Hikmatunnidzom, Gunungguruh Kab. Sukabumi. Penelitian kuantitatif ini memakai pendekatan expose facto, dengan populasi seluruh siswa MTs Hikmatunnidzom angkatan 2020 yang berjumlah 111 siswa dengan sampel 39 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian adalah angket/kuesioner ditambah wawancara dan observasi untuk melengkapi pembahasan penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara penggunaan metode Sosiodrama pada mata pelajaran SKI terhadap peningkatan peserta didik MTs Hikmatunnidzom, Gunungguruh, Sukabumi. Pernyataan ini diperkuat dengan hitungan kuantitatif Chi Kuadrat hitung (x2hitung = 15,031) lebih besar dari pada Chi Kuadrat tabel (x2tabel = 9,4878), pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian, hipotesis (Ha) yang penulis ajukan diterima, yang berarti ada pengaruh yang sangat erat antara efektivitas penggunaan metode sosiodrama terhadap hasil belajar peserta didik, sehingga secara otomatis hipotesis nihil (Ho) ditolak. Sedangkan untuk mengetahui keterkaitan antara variable bebas dengan variable terikat, maka dihitung dengan menggunakan Koefisien Kontigensi (C). Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh harga Chitung = 0,527, kemudian dibandingkan dengan Cmaks = 0,816. Karena harga Chitung mendekati harga Cmaks, maka dapat dikatakan ada keterkaitan antar varibel X dan variable Y yang tergolong cukup erat.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Teks Sastra Anak (Cerita Rakyat Riau) Dwi Viora; Endang Wahyuningsi; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.036 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4657

Abstract

Cerita rakyat merupakan buah pikiran warisan leluhur bangsa yang mengandung bermacam-macam pesan. Begitu pula dengan cerita rakyat Riau yang memiliki ciri melayu, tentu juga memiliki pesan atau nilai-nilai pendidikan yang akan diwariskan pada generasi penerus bangsa. Nilai-nilai pendidikan karakter ini nantinya dapat diterapkan oleh masyarakat Riau khususnya, dan masyarakat daerah lain umumnya agar terbentuk karakter yang baik. Penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif ini digunakan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Riau dan nilai-nilai yang dominan dalam cerita tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam bentuk teks dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian dengan triangulasi sebagai teknik pengabsahan data. Berdasarkan hasil analisis nilai-nilai karakter cerita rakyat Riau, yaitu nilai religius, jujur, kerja keras, peduli sosial, dan tanggung jawab dapat disimpulkan bahwa nilai karakter yang dominan adalah nilai kerja keras.
Pengembangan Permainan Internasional Dalam Mengembangkan Sikap Tolong Menolong (Kepedulian) kepada AUD di RA Suturuzzhulam Wahyuni Wahyuni; Anisa Puti Manik; Nurhayani Nurhayani; Anismar Anismar; Khadijah Khadijah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.285 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4659

Abstract

Dewasa ini sikap tolong menolong serta nilai karakter kepedulian sosial terus mengalami degradasi khususnya dikalangan generasi muda. Nilai karakter kepedulian sosial yang saat ini mulai luntur contohnya sikap acuh tak acuh, sikap ingin menang sendiri, tidak setia kawan, dll. Penyebab lunturnya nilai-nilai tersebut sangat beragam, diantaranya karena kesenjangan sosial atau status sosial, karena sikap egois masing-masing individu, kurangnya pemahaman atau penanaman tentang nilai-nilai peduli sosial, kurangnya sikap toleransi, simpati dan empati. Rendahnya nilai kepedulian sosial tidak cukup hanya dengan melakukan suatu tindakan represif, namun yang lebih mendasar lagi adalah melakukan tindakan preventif. Tindakan yang dimaksud ditujukan kepada anak usia dini dengan menggunakan permainan internasional yaitu sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan permainan internasional dalam mengembangkan sikap tolong menolong serta nilai karakter peduli sosial melalui permainan internasional yaitu sepak bola di RA Suturuzzhulam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan cara triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, seleksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, anak lebih bisa bergaul bersama temannya dengan baik, pandai bekerja sama, menghargai sesama teman, saling memotivasi, tidak pernah mempunyai niat untuk menyakiti orang lain, saling memahami, toleran terhadap perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan saling memiliki rasa menyayangi satu sama lain.
Apakah Praktek Pengelolaan Pengetahuan di Usaha Besar Lebih Unggul Dibandingkan UMKM? Yoke Kornarius; Angela Caroline; Agus Gunawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.359 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4661

Abstract

UMKM yang mampu bersaing di era setelah pandemi harus memiliki keunggulan bersaing yang lebih dari sekedar penguasaan teknologi, yaitu mampu menyempurnakan proses bisnisnya atau menciptakan produk dan layanan baru. Dua keunggulan bersaing tersebut bersumber dari pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi, dimana jika organisasi menerapkan praktek pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management Practices / KMP) yang baik dapat meningkatkan kinerja organisasi (Organizational Performance / OP). Akan tetapi skala usaha yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan cara pengelolaan pengetahuan, sehingga manfaat yang diperoleh organisasi menjadi tidak optimal. Penelitian ini bermaksud membuktikan apakah terdapat perbedaan pengelolaan pengetahuan di organisasi dengan skala UMKM dengan skala Usaha Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ini adalah pegawai dengan jabatan minimal sekelas supervisor di UMKM dan Usaha Besar. Data yang berhasil dikumpulkan diolah menggunakan teknik regresi linear sederhana dan triangulasi dengan melakukan FGD bersama para pelaku UMKM dan Usaha Besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa KMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap OP. Selain itu, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok usaha UMKM dan Usaha Besar pada dimensi Knowledge Application. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kesiapan SDM, ketersediaan prosedur, dan perbedaan dukungan organisasi di masing-masing skala usaha.
Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Penentuan Isu Rancangan Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional Makassar Muhammad Irsyad Sayuti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.116 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4667

Abstract

Pelatihan Dasar CPNS merupakan bagian dari masa percobaan yang bertujuan membangun karakter dan memperkuat profesionalisme yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Evaluasi rancangan aktualisasi merupakan bagian dari komponen penilaian terhadap keberhasilan belajar CPNS pada proses pelatihan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara apa adanya terkait kemampuan berpikir kritis dalam penentuan isu rancangan aktualisasi peserta pelatihan dasar CPNS PPSDM Regional Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, studi dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis domain untuk memperoleh gambaran fungsional peran kemampuan berpikir kritis dalam proses penetapan isu rancangan aktualisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis CPNS memainkan fungsi dalam hal penggalian isu secara otonom, pemberian sudut pandang terhadap isu, dan rasionalisasi penyajian argumen yang mendukung isu yang ditetapkan dalam rancangan aktualisasi.
Analisis Altman Z-Score Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Puspha Whardani; Mahroji Mahroji
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.286 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesehatan keuangan perusahaan menggunakan analisis Altman Z-Score. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling. Sepuluh perusahaan manufaktur sub sektor plastik dan kemasan dipilih dengan kriteria perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017 sampai tahun 2020 dan tidak sedang berada pada proses delisting, perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap dan telah di audit serta mempublikasikan pada tahun 2017 sampai tahun 2020. Data sekunder berasal dari situs www.sahamok.net dan www.idx.co.id. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model Altman Z-Score dalam memprediksi tingkat kesehatan keuangan perusahaan manufaktur sektor plastik dan kemasan di BEI, terlihat memiliki hasil yang berfluktuasi. Pada tahun 2017 terdapat 4 perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang sehat (safe zone), sedangkan perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang rawan akan kebangkrutan (gray zone) terdapat 5 perusahaan. Kemudian perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang bangkrut (distress zone) terdapat 1 perusahaan. Pada tahun 2018 terdapat 4 perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang sehat (safe zone), sedangkan perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang rawan akan kebangkrutan (gray zone) terdapat 4 perusahaan. Sementara itu terdapat 2 perusahaan yang berada dalam kondisi bangkrut (distress zone). Pada tahun 2019 perusahaan manufaktur sub sektor plastik dan kemasan yang berada dalam kondisi keuangan yang sehat (safe zone) mengalami penurunan, yaitu menjadi 3 perusahaan, sedangkan perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang rawan akan kebangkrutan (gray zone) terdapat 6 perusahaan. Sementara itu terdapat 1 perusahaan yang berada dalam kondisi bangkrut (distress zone). Pada tahun 2020 sebanyak 3 perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat (safe zone), sedangkan ada 6 perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan rawan akan kebangkrutan (gray zone). Sementara itu terdapat juga 1 perusahaan yang berada dalam kondisi bangkrut (distress zone).
Penggunaan Media Konkret untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Kelas V SDN 078 /I Teluk Ketapang Suci Okta Mela Dwisa; Maryono Maryono; Muhammad sholeh
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.672 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4679

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan untuk mengetahui penggunaan media konkret untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN.078/I Teluk Ketapang pada Januari 2022. Data penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran, wawancara guru, dan dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan media konkret pada proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Peningkatan tersebut dapat terlihat pada analisis data setiap siklus pertemuan. Siklsus I pertemuan pertama sebanyak 48.85%, siklus I pertemuan kedua 67.5% dengan peningkatan sebanyak 18.65%. Pada siklus II pertemuan pertama 76.92% dengan peningkatan 9.42% dan pertemuan kedua sebanyak 83.08% mengalami peningkatan sebanyak 6.16%. Dari hasil penelitian ini diharapkan guru dapat meningkatkan proses pembelajaran dikelas, sehingga keaktifan belajar dikelas juga ikut meningkat, guru disarankan agar dapat menggunkana media pembelajaran dalam proses pembelajaran berlangsung, agar siswa dapat tertarik dan minat dalam mengikuti proses pembelajan.
The Synonymy Of Tolea-Pabitara Utterances In Marriage Tradition Of Tolakinese Iin Wahyudi; Mclean HY; Nuryadin Nuryadin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.429 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4680

Abstract

This research aimed to know the pattern and the form of Synonymy of Tolaki language uttered by Tolea-Pabitara in the marriage tradition. This research used an analysis qualitative descriptive design by applying some techniques of collecting data as follows: (1) Interview, (2) Recording. To get the data about The Synonymy In Tolea-Pabitara Utterances In Marriage Tradition Of Tolakinese, the researcher use three methods, they are (1) Library method, (2) Field method and (3) Documentation. The researcher analyzed them through the following steps: (1) Transcription of the data, (2) Description the pattern of synonymy in Tolaki language through utterences of Tolea–Pabitara in marriage tradition of Tolakinese and followed by sentences of Tolea-Pabitara utterances, and (3) Description about the form of synonymy in utterances of Tolea–Pabitara in marriage tradition of Tolaki language. In this research, the researcher found two (2) pattern of scale namely (1) Double Scale and(2) Three Scale in Tolea-Pabitara utterances. There are 88 synonymy in Double Scale and there are 10 synonymy in Three Scale. Meanwhile, there are five (5) Form in the utterances of Tolea-Pabitara, theyare Noun, Verb, Adjective, Adverb and Interjection.
Urgensi Penguatan Pembelajaran IPS di Sekolah dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi Dan Keanekaragaman Budaya Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.599 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4685

Abstract

Tantangan kehidupan dalam era globalisasi menuntut semua orang agar mampu menyesuaikan diri. Globalisasi yang diikuti dengan penyebaran budaya lintas Negara merupakan fenomena nyata yang tidak dapat ditolak dan harus dihadapi. Keanekaragaman budaya pribumi ditambah lagi dengan berbagai budaya baru yang masuk tentunya semakin menambah keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Pada satu sisi keanekaragaman budaya tersebut dapat menambah khasanah budaya bangsa, namun pada sisi lain dapat berdampak buruk terhadap lunturnya karkter bangsa. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memiliki sikap individualis, intoleran, suka menyebarkan berita hoax dan pemanfaatan teknologi informasi yang kurang bijak. Maraknya penyebaran berita hoax dan tingginya sentimen terhadap perbedaan budaya baik dalam lingkup local maupun global jika tidak segera diselesaikan dapat mengancam stabilitas kehidupan berbangsa. Munculnya berbagai sikap tersebut bertolak belakang dengan karakter asli bangsa Indonesia yang dikenal sangat ramah, cinta damai dan suka bergotong royong. Berbagai perilaku masyarakat tersebut tidak mencerminkan sebagai perilaku warga Negara dan warga dunia yang baik. Berdasarkan fenomena tersebut perlu dilakukan tindakan preventif melalui jalur pendidikan, salah satunya dengan penguatan pembelajaran IPS di sekolah. Upaya ini perlu diperkuat kembali mengingat masih adanya kalangan yang cenderung memandang sebelah mata pendidikan IPS di sekolah. Pendidikan IPS masih dianggap sebagai pelajaran yang kurang penting sehingga cenderung diabaikan. Pendidikan IPS jika dioptimalkan dapat berkontribusi positif untuk mempersiapkan siswa ketika hidup bermasyarakat diera globalisasi dan keanekaragaman budaya. Pendidikan IPS di sekolah berkontribusi dalam menanamkan konsep ilmu sosial dalam rangka mengembalikan fitrah manusia untuk menjadi warga negara yang baik.
Model Pembelajaran Kinestetik Dalam Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Zainul Hasan Genggong- Pajarakan Probolinggo Farikotul Hima
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.517 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4695

Abstract

Abstrak Dalam Penulisan artikel ini penulis akan mempresentasikan Model Pembelajaran Kinestetik Dalam Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Zainul Hasan Genggong. Karya ini ditulis oleh penulis dari hasil observasi, wawancara dan inovasi penulis untuk memberikan sedikit masukan kepada lembaga agar dapat melahirkan banyak bibit unggul pada peserta didik yang mampu mengusai ilmu khususnya dalam bidang pendidikan agama islam serta menjadikan para peserta didik yang bisa memberikan yang terbaik bagi lembaga. Pada kesempatan kali ini penulis akan mendeskripsikan dan merinci secara luas gambaran dan hasil pemanfaatan dari model pembelajaran kinestetik. Model pembelajaran kinestetik ini sangat bermanfaat sekali bagi para peserta didik yang sangat aktif dalam gerak yang dilakukan oleh tubuh mereka. Dan model pembelajaran ini juga dapat memberikan kemudahan bagi para guru dalam memberikan pemahaman kepada para peserta didik. Parapeserta didik diberikan pemahaman melalui model pembelajaran kinestetik dimana, mereka bisa memanfaat gerak tubuh mereka untuk mendapatkan pemahaman materi, mendapatkan informasi yang terkait dengan materi yang telah diajarkan oleh guru. Di SD Zainul Hasan Genggong- Pajarakan Probolinggo bukan hanya pembelajaran PJOK saja yang menggunakan model pembelajaran kinestetik, tetapi guru Pendidikan Agama Islam juga tidak mau kalah dalam memberikan pemahaman kepada para peserta didik selain menggunakan model pembelajaran diskusi dan ceramah guru juga menggunakan model pembelajaran kinestetik dengan tujuan agar peserta didik tidak mudah terserang kejenuhan kemalasan dan rasa lemas. Melalui pembelajaran pendidikan agama islam peserta didik diberikan bekal untuk menjadi manusia yang beriman dan berkarakter baik dalam menanamkan akhlak mereka dan memperdalam keimanan mereka. Pembelajaran pendidikan agama islam ini menjadi penunjang utama di SD Zainul Hasan Genggong Pajarakan probolinggo, karena SD Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo ini lembaga yang termasuk dalam naungan pondok pesantren Zainul Hasan Genggong. Melalui pembelajaran pendidikan Agama Islam para peserta didik diajarkan pemahaman aqidah sebagai dasar keagamaan, diajarkan untuk mengusaiilmu al- qur’an dan hadist sebagai sumber hukum dan pedoman hidup, diajarkan untuk mengusai pembelajaran fikih sebagai pedoman sumber hukum ibadah, mengajarkan akidah akhlak sebagai pedoman prilaku dan akhlak mereka. Tujuan utama dari pembelajaran pendidikan agama islam ialah membentuk kepribadian pada diri para peserta didik yang tercermin dalam tingkah laku dan pola pikir pada kehidupan sehari- hari mereka. Keberhasilan yang dimiliki oleh para peserta didik juga merupakan keberhasilan guru dalam menuntaskan pembelajaran yang telah mereka ampuh.

Page 35 of 546 | Total Record : 5452