p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PALASTREN Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Prima Edukasia MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN GLASSER ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Educatio SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Dinamika Sosial Budaya Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Journal of Classroom Action Research Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Renjana Pendidikan Dasar Journal La Edusci JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pijar MIPA MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pedidikan (JARTIKA) Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

BUDAYA PATRIARKI DAN AKSES PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN Nursaptini, Nursaptini; Sobri, Muhammad; Sutisna, Deni; Syazali, Muhammad; Widodo, Arif
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.314 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.698

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan budaya patriarki dan akses perempuan dalam pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka yang berasal dari berbagai sumber seperti dari buku, jurnal, laporan dan data dari Badan Pusat Statistik. Hasil kajian ini adalah budaya patriarki sudah melekat dalam masyarakat yang menganggap bahwa yang harus mendapatkan pendidikan yang utama adalah anak laki-laki. Hal ini menyebabkan akses perempuan untuk mengenyam pendidikan terhambat karena masalah kultur yang ada dalam masyarakat. Keadaan ini dapat dilihat berdasarkan data persentase melek huruf untuk perempuan berjumlah 83,42 sedangkan laki-laki 91,86.  Data ini juga didukung data Index Pembangunan Manusia laki-laki mencapai 75,43 sementara Index Pembangunan Manusia perempuan sebesar 68,63. Data ini menunjukkan tingkat pendidikan perempuan terutama pada pendidikan tinggi rendah. Realitas ini tentunya bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang tidak membedakan akses pendidikan berdasarkan jenis kelamin semuanya berhak mendapatkan pendidikan.
Budaya Patriarki dan Akses Perempuan dalam Pendidikan Nursaptini, Nursaptini; Sobri, Muhammad; Sutisna, Deni; Syazali, Muhammad; Widodo, Arif
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i2.698

Abstract

This paper aims to describe the patriarchal culture and women's access to education. The method used in this research is literature study from various sources such as books, journals, reports and data from the Central Statistics Agency. The results of this study are that patriarchal culture is inherent in a society that considers that the primary education should be boys. This causes women's access to education to be hampered due to cultural problems that exist in the community. This situation can be seen based on data on the percentage of literacy for women totaling 83.42 while men 91.86. This data is also supported by the data of the Human Development Index for men reaching 75.43 while the Human Development Index for women is 68.63. This data shows the level of education of women, especially in higher education is low. This reality certainly contradicts the goal of national education which does not differentiate access to education based on gender, all of whom are entitled to education.
Learning Profile at SD 3 Banjar Sari During the Covid-19 Pandemic Haryati, Linda Feni; Nursaptini, Nursaptini
Educatio Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia began to be affected by Covid-19 in early 2020, of course, this will give changes to all sectors of life. One sector that has also felt the impact is the education sector. On March 24, 2020, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia issued a government circular number 4 of 2020 concerning the Implementation of Education Policy in an Emergency for the Spread of COVID, by stipulating the provisions of the teaching and learning process starting from tertiary to basic education levels to be carried out online or learning at home. This distance learning course provides new challenges for teachers, students, and parents, in its implementation. This research aims to find out more clearly how the distance learning process and what obstacles are faced by teachers, students, and parents at SDN 3 Banjar Sari during the Covid-19 Pandemic. The method used in this research is qualitative research methods. This type of research uses a multi-case study design. Research results: the teacher has tried to do several learning methods, but until now there is no method that is considered the most effective in the teaching and learning process during the Covid-19 pandemic. Each method used by the teacher does not escape from various obstacles and shortcomings. Even so, teachers still try their best to carry out their duties in order to realize the goals of education.
Identifikasi Bakat Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) di Madrasah Inklusi Kabupaten Lombok Widodo, Arif; Indraswati, Dyah; Sutisna, Deni; Nursaptini, Nursaptini; Novitasari, Setiani
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol 3, No 2
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v3n2.p102-116

Abstract

Talent is a special ability possessed by someone, is no exception to Students with Special Needs (PDBK). The talent that is in PDBK should be identified early so that the learning program it gets is right on target following its talents and abilities. Through appropriate learning and services, it is expected that talent development as a provision for the future of PDBK can run optimally. This study aims to identify the talent of PDBK in MI NW Tanak Beak, Narmada District, West Lombok Regency. The main problem in this research is to explain whether all of the PDBK have been identified as talents and also identify what talents are in themselves PDBK. The subjects in this study were GDPK, amounting to 54 people. The approach used in this research is descriptive qualitative. The research phase consists of data collection, data analysis and concluding. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. Data analysis is performed together with data collection in the field. The data that has been collected is then presented in the form of a table or diagram and then described. Based on the results of research, most of the GDPK talent has not been identified. PDBK whose talent has been identified is in the high class, whereas for the low class the talent has not been identified. Most PDBK have talents in sports, art, and a small proportion have logical-mathematical, linguistic and recitational talents. AbstrakBakat merupakan kemampuan spesial yang dimiliki seseorang, tidak terkecuali dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Bakat yang terdapat pada PDBK seharusnya dapat terindentifikasi sejak dini agar program pembelajaran yang didapatkannya tepat sasaran sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Melalui pembelajaran dan layanan yang tepat diharapkan pengembangan bakat sebagai bekal masa depan PDBK dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat dari PDBK di MI NW Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Masalah utama dalam penelitian ini adalah menjelaskan apakah semua PDBK telah teridentifikasi bakatnya dan juga mengidentifikasi bakat apa saja yang ada pada diri PDBK. Subyek dalam penelitian ini adalah PDBK yang berjumlah 54 orang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tahap penelitian terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data di lapangan. Data yang telah terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk tabel atau diagram kemudian dideskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar dari PDBK belum teridentifikasi bakatnya. PDBK yang telah teridentifikasi bakatnya berada di kelas tinggi, sedangkan untuk kelas rendah belum teridentifikasi bakatnya. Sebagian besar PDBK mempunyai bakat dibidang olahraga, seni prakarya, dan sebagian kecil mempunyai bakat logis matematis, linguistik dan tilawah. 
Profil Kemandirian Belajar Mahasiswa dan Analisis Faktor yang Mempengaruhinya: Komunikasi Orang Tua dan Kepercayaan Diri Nursaptini Nursaptini; Muhammad Syazali; Muhammad Sobri; Deni Sutisna; Arif Widodo
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.598 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.711

Abstract

The purpose of this study is to analyze (1) the profile of learning independence, and (2) the effect of parental communication and confidence in student learning independence. This study uses quantitative expost-facto. The study was conducted on students of Elementary School Teacher Education (PGSD), FKIP Universitas Mataram. The sample consisted of 66 students from 2 different classes and determined by purposive sampling. Data collection uses a closed questionnaire. Analysis of learning independence profiles using descriptive statistics, namely percentages. The influence of parental communication and self-confidence were analyzed using correlation and regression. The results showed that students' learning independence can be grouped into 5 categories: very good (68.18%), better (27.27%), good (1.51%), more than adequate (1.51%), and less (1.51%). The results of the correlation analysis of linear regression showed that the effect of self-confidence was higher (R = 0.553) compared to the effect of parental communication on student self-reliant learning (R = 0.451). This means that self-confidence gives an effect of 55.30%, and parental communication of 45.10% on the formation of student learning independence.       Keywords: Parental Communication, Self Confidence and Learning IndependenceTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis (1) profil kemandirian belajar, dan (2) pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuantitatif expost-facto. Penelitian dilakukan pada mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Universitas Mataram. Sampel berjumlah 66 mahasiswa dari 2 kelas berbeda dan ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Analisis profil kemandirian belajar menggunakan statistik deskriptif yaitu persentase. Pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri dianalisis menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori yaitu sangat baik (68.18%), lebih baik (27.27%), baik (1.51%), lebih dari cukup (1.51%), dan kurang (1.51%). Hasil analisis korelasi dari regresi linear menunjukkan bahwa pengaruh kepercayaan diri lebih tinggi (R = 0.553) dibandingkan dengan pengaruh komunikasi orang tua terhadap kamandirian belajar mahasiswa (R = 0.451). Artinya bahwa kepercayaan diri memberikan pengaruh sebesar 55.30%, dan komunikasi orang tua sebesar 45.10% terhadap pembentukan kemandirian belajar mahasiswa.Kata kunci: Komunikasi Orangtua, Kepercayaan diri dan Kemandirian Belajar
Metode Problem Based Learning untuk Mengklasifikasikan Argumen Mahasiswa PGSD terhadap Masalah Mohammad Archi Maulyda; Dyah Indraswati; Lalu Hamdian Affandi; Nursaptini Nursaptini; Fitri Puji Astria
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 10, No 2 (2020): JULI - DESEMBER
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v10i2.3775

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengklasifikasikan jenis-jenis argument yang diberikan mahasiswa ketika menyelesaikan masalah. Metode penelitian yang gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 50 mahasiswa PGSD Universitas Mataram yang telah melaksanakan perkuliahan dengan metode PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argument mahasiswa terbagi menjadi 3 jenis kategori yakni, (1) True-False Argument; (2) Good-Bad Argument; dan (3) PolicyArgument. Jenis argument yang paling sering digunakan mahasiswa adalah True-False Argumen dimana subjek dalam kelompok ini cenderung memberikan pernyataan untuk membenarkan pendapatnya atau menyanggah pendapat orang lain. Sedangakan subjek dalam kelompok Good-Bad Argument cenderung melihat argument berdasarkan kebermanfaatan dan implementasi pernyataanya secara nyata. Untuk jenis argument Policy Argument subjek dalam kelompok ini cenderung tidak menggunakan teori-teori individual (personal) namun menggunakan data Undang-Undang atau kebijakan pemerintah sebagai landasan argumenya.
Merdeka belajar dalam pandemi: Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran jarak jauh berbasis mobile Arif Widodo; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.35747

Abstract

Mobile learning merupakan salah satu alternatif model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih lagi dengan misi merdeka belajar dari pemerintah membuat mobile learning semakin dikedepankan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam model mobile learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan mobile learning dalam perkuliahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 158 mahasiswa. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan instrumen, pengumpulan data, klasifikasi, tabulasi, penyajian, dan deskripsi kesimpulan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Masalah yang dikaji adalah apakah mahasiswa dapat merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis mobile? Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada responden yang mengaku mengalami kesulitan dalam penggunaan mobile learning. Beberapa aspek kemudahan dalam pembelajaran berbasis mobile belum sepenuhnya dirasakan mahasiswa terutama terkait dengan fleksibilitas tempat dan kemudahan penguasaan materi kuliah. Dua aspek ini berkaitan erat dengan koneksi internet dan atmosfir akademik. Kemudahan yang telah dapat dirasakan adalah aspek komunikasi, informasi dan fleksibilitas waktu.AbstractMobile learning is an alternative model of distance learning (PJJ). What's more, with the government's mission to be independent of learning, mobile learning is being put forward. This is inseparable from the various conveniences offered in the mobile learning model. This study aims to describe students' perceptions regarding the use of mobile learning in lectures. The research used a quantitative descriptive design. Data collection using surveys. The instrument used was a questionnaire. The research subjects were PGSD students of Mataram University. The number of respondents involved in the study was 158 students. The research stages started with making instruments, collecting data, classifying, tabulating, presenting, and describing conclusions. Data were analyzed using descriptive statistics. The problem studied is whether students can feel the various facilities offered in mobile-based learning? The survey results in this study indicate that there are still respondents who claim to experience difficulties in using mobile learning. Some aspects of the convenience in mobile-based learning have not been fully felt by students, especially related to the flexibility of the place and the ease of mastering course material. These two aspects are closely related to the internet connection and the academic atmosphere. The ease that can be felt is the aspects of communication, information, and flexibility of time.
Observasi keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC) Muhammad Syazali; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.46306

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu tantangan di abad ke-21. Keterampilan bertanya juga dibutuhkan oleh mahasiswa calon guru. Di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Mataram, kemampuan tersebut sulit dieksplorasi karena fasilitas pembelajaran yang selama ini diimplementasikan belum dapat menjangkau seluruh mahasiswa untuk bertanya selama perkuliahan tatap muka maupun pembelajaran daring. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC). Sampel terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram yang dipilih secara random. Untuk mengoleksi pertanyaan, setiap mahasiswa menuliskan minimal 3 pertanyaan di SQC selama perkuliahan berlangsung. Kualitas pertanyaan dinilai dari aspek kesesuaian dengan topik makalah, struktur bahasa, dan tingkatan kognitif berdasarkan taksonomi Bloom hasil revisi. Kami menemukan bahwa kualitas pertanyaan mahasiswa berada pada kategori tidak baik di atas 61%. Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan benar sebesar 34.25%, dan LOTS sebesar 65.75 %. Untuk Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan kurang benar sebesar 22.38%, dan LOTS sebesar 77.62 %. Adapun pada kelompok pertanyaan yang salah HOTS sebesar 37.93%, dan LOTS sebesar 62.07 %.AbstractCommunication skills are one of the challenges in the 21st century. Asking skills are also needed by prospective teacher students in the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) at FKIP University of Mataram. This ability is difficult to explore because the learning facilities that have been implemented so far have not been able to reach all students to ask questions during face-to-face lectures or online learning. This study aims to describe students' questioning skills through the implementation of the Student Questioning Card (SQC). The sample consisted of 35 students of the PGSD FKIP University of Mataram who were randomly selected. Each student writes down at least three questions in SQC during the lecture to collect questions. The quality of the questions was assessed from the aspect of suitability with the paper's topic, language structure, and cognitive level based on Bloom's revised taxonomy. We found that the quality of student questions was in the poor category, above 61%. The proportion of HOTS in the correct question group is 34.25%, and LOTS is 65.75%. The proportion of HOTS in the question group that is less true is 22.38%, and LOTS is 77.62%. As for the wrong question group, HOTS is 37.93%, and LOTS is 62.07%.
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM DAKWAH BIL HIKMAH: UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK TUNA LARAS DI MADRASAH INKLUSI Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3939

Abstract

Abstrak Anak tuna laras identik dengan perilaku yang buruk. Stigma anak tuna laras sebagi anak nakal telah melekat. Anak tuna laras memiliki masalah yang serius dengan karakter. Permasalahan semacam ini juga terjadi di salah satu madrasah inklusi di Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembentukan karakter terhadap anak tuna laras di madrasah inklusi. Penelitian in ididesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima anak tuna laras. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan metode dakwah bil hikmah terhadap perubahan karakter anak tuna laras? Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembentukan karakter anak tuna laras di madrasah inklusi dengan menggunakan pendekatan komunikasi persuasif dari metode dakwah bil hikmah telah berhasil. Guru memperlakukan anak tuna laras dengan kasih sayang, mau mendengar keluh kesah dan melakukan komunikasi persuasif. Penggunaan pendekatan ini dapat merubah perilaku anak tuna laras, emosi menjadi lebih stabil, hubungan sosial membaik dan partisipasi belajar meningkat. Kata Kunci: komunikasi persuasif, dakwah bil hikmah, tuna laras, pembentukan karakter Abstract Children with emotionally handicapped identic with bad behavior. The stigma as a naughty children has lingered. Children with emotionally handicapped have serious character problems. This kind of problem also occurs in one of inclusion madrasas in West Lombok. This study aims to determine the effect of character building methods on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah. This research was designed in qualitative research with a case study approach. The subjects in this study consist of five children with emotionally handicapped. The main problem in this research is how is the effect of using da'wah bil hikmah method on changes in children with emotionally handicapped character. Based on results of the study, it can be concluded that character building on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah using persuasive communication approach da'wah bil hikmah method has been successful. The teachers treat the children with emotionally handicapped with love, willing to listen their complaints and makes persuasive communication. The use of this approach can change children with emotionally handicapped behaviour, their emotions become more stable, improve in social relations and increase in learning participation. Keywords: persuasive communication, da'wah bil hikmah, children with emotionally handicapped, character building
PERAN PENDIDIKAN KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI ANAK USIA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS TERHADAP TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI LOMBOK TENGAH Arif Widodo; Ashar Pajarungi Anar; Nursaptini Nursaptini; Deni Sutisna; Muhammad Erfan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 5 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.521 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i5.8053

Abstract

Literacy is not only the responsibility of formal education institutions. One form of education in society is a community library. This study aimed to describe the roles and problems faced by community library forums in enhancing literacy culture. The subject in this study was a community reading garden as a part of a community library forum. Data were collected in Kabupaten Lombok Tengah. This study applied a qualitative research design with a case study approach. Data collection was conducted through surveys, observation, and in-depth interviews. Then, the data were presented in the form of tables, diagrams, and word descriptions. The researchers extended the observation time in order to achieve the validity of findings. The main problems found in this study included: what are the challenges faced by community library forums? What is the role of the community library forum in enhancing the literacy culture of children in Lombok Tengah? The results revealed that the challenges faced by community library forums included problems of regeneration, inadequate facilities, lack of book collections, low literacy culture, and non-optimal support from the government. The role of libraries in enhancing literacy culture was as a facilitator, motivator, creator, and pioneer of the literacy movement in rural areas. With the presence of the community library, the children felt more excited about reading.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Anar, Ashar Pajarungi Arif Widodo Arif Widodo Arif Widodo Aryati Risma Ade Aryati, Risma Ade Ashar Pajarungi Anar Ashar Pajarungi Anar Astini, Baik Nilawati Astria, Fitri Puji Azizi, Hibatul Bafadal, Rifqi Deni Sutisna Deni Sutisna Dewi, Baiq Yulia Rahma Dewi, Oktaviani Dyah Indraswati Fachreza Fachreza Fachreza Fawziah Zahrawati B Febrianti, Laura Feni Haryati, Linda Fidhea Aisara Firda Devianti Komalasari Fitri Puji Astria Fitriana, Indah Nur Hamdani Hamdani Hamidsyukrie ZM Hamidsyukrie, Hamidsyukrie Handayani, Liza Haryati, Linda Feni Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati, Nadia Hery Widijanto Hulaemi Umar Husadi, Izhar I Ketut Widiade Imam Malik Indah Suryanda Indraswati, Dyah Indraswati, Dyah Irma Suryani Irmasuci, Dayu Jannah, Fadina Raodatul Jihatul Hadi Juliana Juliana juliani juliani Ketut Sri Kusuma Wardani Lalu Hamdian Affandi Lestari, Ines Maharani Linda Feni Haryati Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Mohammad Archi Maulyda Mubayyinah, Istiharatul Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Ilyas Muhammad Rizki Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Tahir Muhammad Tahir Nazuwa, Laela Ni Made Novi Suryanti Nopiza, Liza Noviandita, Devy Novitasari, Setiani Novitasari, Setiani Nurlaili Handayani Nursanti, Farida Nurul Kemala Dewi Nurul Yuliatul Mi'rojah Nurwahidah Nurwahidah Nzobonimpa, Claver Parameswari, Kinanti Idha Prihma Sinta Utami Putri Adinda, Rosa Gita Putu Septiastuti Raden Mohamad Herdian Bhakti Radiusman Radiusman Rahmiah Rizian Asri Safitri, Vivi Safruddin Safruddin Sasnika, Epa Sembiring, Rinawati Setiani Novitasari Setiani Novitasari Su'ud, Su'ud Sudarmini, Luh Ayu Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumitro Sumitro Supraini, Deny Sutisna, Deni Sutisna, Deni Sutisna, Deni Suud Suud Suyanto Suyanto Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syahrul Syahrul Syazali, Muhammad Umar Umar Umar Umar Wadi, Hairil Wahidah, Ananda Wardatun, Lisa Warok, Niswatun Warthini, Ni Luh Putu Nina Sri Widiade, I Ketut Widodo, Arif Yundari, Yundari ZM, Hamidsyukrie