p-Index From 2021 - 2026
8.375
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Prima Edukasia MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN GLASSER ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Educatio SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Dinamika Sosial Budaya Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Journal of Classroom Action Research AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Renjana Pendidikan Dasar Journal La Edusci JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Empiricism Journal Jurnal Pijar MIPA MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pedidikan (JARTIKA) Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Journal of Authentic Research PALASTREN: Jurnal Studi Gender AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Learning Profile at SD 3 Banjar Sari During the Covid-19 Pandemic Haryati, Linda Feni; Nursaptini, Nursaptini
Educatio Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia began to be affected by Covid-19 in early 2020, of course, this will give changes to all sectors of life. One sector that has also felt the impact is the education sector. On March 24, 2020, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia issued a government circular number 4 of 2020 concerning the Implementation of Education Policy in an Emergency for the Spread of COVID, by stipulating the provisions of the teaching and learning process starting from tertiary to basic education levels to be carried out online or learning at home. This distance learning course provides new challenges for teachers, students, and parents, in its implementation. This research aims to find out more clearly how the distance learning process and what obstacles are faced by teachers, students, and parents at SDN 3 Banjar Sari during the Covid-19 Pandemic. The method used in this research is qualitative research methods. This type of research uses a multi-case study design. Research results: the teacher has tried to do several learning methods, but until now there is no method that is considered the most effective in the teaching and learning process during the Covid-19 pandemic. Each method used by the teacher does not escape from various obstacles and shortcomings. Even so, teachers still try their best to carry out their duties in order to realize the goals of education.
Identifikasi Bakat Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) di Madrasah Inklusi Kabupaten Lombok Widodo, Arif; Indraswati, Dyah; Sutisna, Deni; Nursaptini, Nursaptini; Novitasari, Setiani
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol 3, No 2
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v3n2.p102-116

Abstract

Talent is a special ability possessed by someone, is no exception to Students with Special Needs (PDBK). The talent that is in PDBK should be identified early so that the learning program it gets is right on target following its talents and abilities. Through appropriate learning and services, it is expected that talent development as a provision for the future of PDBK can run optimally. This study aims to identify the talent of PDBK in MI NW Tanak Beak, Narmada District, West Lombok Regency. The main problem in this research is to explain whether all of the PDBK have been identified as talents and also identify what talents are in themselves PDBK. The subjects in this study were GDPK, amounting to 54 people. The approach used in this research is descriptive qualitative. The research phase consists of data collection, data analysis and concluding. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. Data analysis is performed together with data collection in the field. The data that has been collected is then presented in the form of a table or diagram and then described. Based on the results of research, most of the GDPK talent has not been identified. PDBK whose talent has been identified is in the high class, whereas for the low class the talent has not been identified. Most PDBK have talents in sports, art, and a small proportion have logical-mathematical, linguistic and recitational talents. AbstrakBakat merupakan kemampuan spesial yang dimiliki seseorang, tidak terkecuali dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Bakat yang terdapat pada PDBK seharusnya dapat terindentifikasi sejak dini agar program pembelajaran yang didapatkannya tepat sasaran sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Melalui pembelajaran dan layanan yang tepat diharapkan pengembangan bakat sebagai bekal masa depan PDBK dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat dari PDBK di MI NW Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Masalah utama dalam penelitian ini adalah menjelaskan apakah semua PDBK telah teridentifikasi bakatnya dan juga mengidentifikasi bakat apa saja yang ada pada diri PDBK. Subyek dalam penelitian ini adalah PDBK yang berjumlah 54 orang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tahap penelitian terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data di lapangan. Data yang telah terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk tabel atau diagram kemudian dideskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar dari PDBK belum teridentifikasi bakatnya. PDBK yang telah teridentifikasi bakatnya berada di kelas tinggi, sedangkan untuk kelas rendah belum teridentifikasi bakatnya. Sebagian besar PDBK mempunyai bakat dibidang olahraga, seni prakarya, dan sebagian kecil mempunyai bakat logis matematis, linguistik dan tilawah. 
Profil Kemandirian Belajar Mahasiswa dan Analisis Faktor yang Mempengaruhinya: Komunikasi Orang Tua dan Kepercayaan Diri Nursaptini Nursaptini; Muhammad Syazali; Muhammad Sobri; Deni Sutisna; Arif Widodo
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 7, No 1 (2020): January 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.598 KB) | DOI: 10.30734/jpe.v7i1.711

Abstract

The purpose of this study is to analyze (1) the profile of learning independence, and (2) the effect of parental communication and confidence in student learning independence. This study uses quantitative expost-facto. The study was conducted on students of Elementary School Teacher Education (PGSD), FKIP Universitas Mataram. The sample consisted of 66 students from 2 different classes and determined by purposive sampling. Data collection uses a closed questionnaire. Analysis of learning independence profiles using descriptive statistics, namely percentages. The influence of parental communication and self-confidence were analyzed using correlation and regression. The results showed that students' learning independence can be grouped into 5 categories: very good (68.18%), better (27.27%), good (1.51%), more than adequate (1.51%), and less (1.51%). The results of the correlation analysis of linear regression showed that the effect of self-confidence was higher (R = 0.553) compared to the effect of parental communication on student self-reliant learning (R = 0.451). This means that self-confidence gives an effect of 55.30%, and parental communication of 45.10% on the formation of student learning independence.       Keywords: Parental Communication, Self Confidence and Learning IndependenceTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis (1) profil kemandirian belajar, dan (2) pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuantitatif expost-facto. Penelitian dilakukan pada mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Universitas Mataram. Sampel berjumlah 66 mahasiswa dari 2 kelas berbeda dan ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Analisis profil kemandirian belajar menggunakan statistik deskriptif yaitu persentase. Pengaruh komunikasi orang tua dan kepercayaan diri dianalisis menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori yaitu sangat baik (68.18%), lebih baik (27.27%), baik (1.51%), lebih dari cukup (1.51%), dan kurang (1.51%). Hasil analisis korelasi dari regresi linear menunjukkan bahwa pengaruh kepercayaan diri lebih tinggi (R = 0.553) dibandingkan dengan pengaruh komunikasi orang tua terhadap kamandirian belajar mahasiswa (R = 0.451). Artinya bahwa kepercayaan diri memberikan pengaruh sebesar 55.30%, dan komunikasi orang tua sebesar 45.10% terhadap pembentukan kemandirian belajar mahasiswa.Kata kunci: Komunikasi Orangtua, Kepercayaan diri dan Kemandirian Belajar
Metode Problem Based Learning untuk Mengklasifikasikan Argumen Mahasiswa PGSD terhadap Masalah Mohammad Archi Maulyda; Dyah Indraswati; Lalu Hamdian Affandi; Nursaptini Nursaptini; Fitri Puji Astria
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 10, No 2 (2020): JULI - DESEMBER
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v10i2.3775

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengklasifikasikan jenis-jenis argument yang diberikan mahasiswa ketika menyelesaikan masalah. Metode penelitian yang gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 50 mahasiswa PGSD Universitas Mataram yang telah melaksanakan perkuliahan dengan metode PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argument mahasiswa terbagi menjadi 3 jenis kategori yakni, (1) True-False Argument; (2) Good-Bad Argument; dan (3) PolicyArgument. Jenis argument yang paling sering digunakan mahasiswa adalah True-False Argumen dimana subjek dalam kelompok ini cenderung memberikan pernyataan untuk membenarkan pendapatnya atau menyanggah pendapat orang lain. Sedangakan subjek dalam kelompok Good-Bad Argument cenderung melihat argument berdasarkan kebermanfaatan dan implementasi pernyataanya secara nyata. Untuk jenis argument Policy Argument subjek dalam kelompok ini cenderung tidak menggunakan teori-teori individual (personal) namun menggunakan data Undang-Undang atau kebijakan pemerintah sebagai landasan argumenya.
Merdeka belajar dalam pandemi: Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran jarak jauh berbasis mobile Arif Widodo; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v8i2.35747

Abstract

Mobile learning merupakan salah satu alternatif model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih lagi dengan misi merdeka belajar dari pemerintah membuat mobile learning semakin dikedepankan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam model mobile learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan mobile learning dalam perkuliahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 158 mahasiswa. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan instrumen, pengumpulan data, klasifikasi, tabulasi, penyajian, dan deskripsi kesimpulan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Masalah yang dikaji adalah apakah mahasiswa dapat merasakan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis mobile? Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada responden yang mengaku mengalami kesulitan dalam penggunaan mobile learning. Beberapa aspek kemudahan dalam pembelajaran berbasis mobile belum sepenuhnya dirasakan mahasiswa terutama terkait dengan fleksibilitas tempat dan kemudahan penguasaan materi kuliah. Dua aspek ini berkaitan erat dengan koneksi internet dan atmosfir akademik. Kemudahan yang telah dapat dirasakan adalah aspek komunikasi, informasi dan fleksibilitas waktu.AbstractMobile learning is an alternative model of distance learning (PJJ). What's more, with the government's mission to be independent of learning, mobile learning is being put forward. This is inseparable from the various conveniences offered in the mobile learning model. This study aims to describe students' perceptions regarding the use of mobile learning in lectures. The research used a quantitative descriptive design. Data collection using surveys. The instrument used was a questionnaire. The research subjects were PGSD students of Mataram University. The number of respondents involved in the study was 158 students. The research stages started with making instruments, collecting data, classifying, tabulating, presenting, and describing conclusions. Data were analyzed using descriptive statistics. The problem studied is whether students can feel the various facilities offered in mobile-based learning? The survey results in this study indicate that there are still respondents who claim to experience difficulties in using mobile learning. Some aspects of the convenience in mobile-based learning have not been fully felt by students, especially related to the flexibility of the place and the ease of mastering course material. These two aspects are closely related to the internet connection and the academic atmosphere. The ease that can be felt is the aspects of communication, information, and flexibility of time.
Observasi keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC) Muhammad Syazali; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v9i2.46306

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu tantangan di abad ke-21. Keterampilan bertanya juga dibutuhkan oleh mahasiswa calon guru. Di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Mataram, kemampuan tersebut sulit dieksplorasi karena fasilitas pembelajaran yang selama ini diimplementasikan belum dapat menjangkau seluruh mahasiswa untuk bertanya selama perkuliahan tatap muka maupun pembelajaran daring. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan bertanya mahasiswa melalui implementasi Student Questioning Card (SQC). Sampel terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram yang dipilih secara random. Untuk mengoleksi pertanyaan, setiap mahasiswa menuliskan minimal 3 pertanyaan di SQC selama perkuliahan berlangsung. Kualitas pertanyaan dinilai dari aspek kesesuaian dengan topik makalah, struktur bahasa, dan tingkatan kognitif berdasarkan taksonomi Bloom hasil revisi. Kami menemukan bahwa kualitas pertanyaan mahasiswa berada pada kategori tidak baik di atas 61%. Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan benar sebesar 34.25%, dan LOTS sebesar 65.75 %. Untuk Proporsi HOTS pada kelompok pertanyaan kurang benar sebesar 22.38%, dan LOTS sebesar 77.62 %. Adapun pada kelompok pertanyaan yang salah HOTS sebesar 37.93%, dan LOTS sebesar 62.07 %.AbstractCommunication skills are one of the challenges in the 21st century. Asking skills are also needed by prospective teacher students in the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD) at FKIP University of Mataram. This ability is difficult to explore because the learning facilities that have been implemented so far have not been able to reach all students to ask questions during face-to-face lectures or online learning. This study aims to describe students' questioning skills through the implementation of the Student Questioning Card (SQC). The sample consisted of 35 students of the PGSD FKIP University of Mataram who were randomly selected. Each student writes down at least three questions in SQC during the lecture to collect questions. The quality of the questions was assessed from the aspect of suitability with the paper's topic, language structure, and cognitive level based on Bloom's revised taxonomy. We found that the quality of student questions was in the poor category, above 61%. The proportion of HOTS in the correct question group is 34.25%, and LOTS is 65.75%. The proportion of HOTS in the question group that is less true is 22.38%, and LOTS is 77.62%. As for the wrong question group, HOTS is 37.93%, and LOTS is 62.07%.
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM DAKWAH BIL HIKMAH: UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK TUNA LARAS DI MADRASAH INKLUSI Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3939

Abstract

Abstrak Anak tuna laras identik dengan perilaku yang buruk. Stigma anak tuna laras sebagi anak nakal telah melekat. Anak tuna laras memiliki masalah yang serius dengan karakter. Permasalahan semacam ini juga terjadi di salah satu madrasah inklusi di Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembentukan karakter terhadap anak tuna laras di madrasah inklusi. Penelitian in ididesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima anak tuna laras. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan metode dakwah bil hikmah terhadap perubahan karakter anak tuna laras? Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembentukan karakter anak tuna laras di madrasah inklusi dengan menggunakan pendekatan komunikasi persuasif dari metode dakwah bil hikmah telah berhasil. Guru memperlakukan anak tuna laras dengan kasih sayang, mau mendengar keluh kesah dan melakukan komunikasi persuasif. Penggunaan pendekatan ini dapat merubah perilaku anak tuna laras, emosi menjadi lebih stabil, hubungan sosial membaik dan partisipasi belajar meningkat. Kata Kunci: komunikasi persuasif, dakwah bil hikmah, tuna laras, pembentukan karakter Abstract Children with emotionally handicapped identic with bad behavior. The stigma as a naughty children has lingered. Children with emotionally handicapped have serious character problems. This kind of problem also occurs in one of inclusion madrasas in West Lombok. This study aims to determine the effect of character building methods on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah. This research was designed in qualitative research with a case study approach. The subjects in this study consist of five children with emotionally handicapped. The main problem in this research is how is the effect of using da'wah bil hikmah method on changes in children with emotionally handicapped character. Based on results of the study, it can be concluded that character building on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah using persuasive communication approach da'wah bil hikmah method has been successful. The teachers treat the children with emotionally handicapped with love, willing to listen their complaints and makes persuasive communication. The use of this approach can change children with emotionally handicapped behaviour, their emotions become more stable, improve in social relations and increase in learning participation. Keywords: persuasive communication, da'wah bil hikmah, children with emotionally handicapped, character building
PERAN PENDIDIKAN KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI ANAK USIA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS TERHADAP TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI LOMBOK TENGAH Arif Widodo; Ashar Pajarungi Anar; Nursaptini Nursaptini; Deni Sutisna; Muhammad Erfan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 5 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.521 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i5.8053

Abstract

Literacy is not only the responsibility of formal education institutions. One form of education in society is a community library. This study aimed to describe the roles and problems faced by community library forums in enhancing literacy culture. The subject in this study was a community reading garden as a part of a community library forum. Data were collected in Kabupaten Lombok Tengah. This study applied a qualitative research design with a case study approach. Data collection was conducted through surveys, observation, and in-depth interviews. Then, the data were presented in the form of tables, diagrams, and word descriptions. The researchers extended the observation time in order to achieve the validity of findings. The main problems found in this study included: what are the challenges faced by community library forums? What is the role of the community library forum in enhancing the literacy culture of children in Lombok Tengah? The results revealed that the challenges faced by community library forums included problems of regeneration, inadequate facilities, lack of book collections, low literacy culture, and non-optimal support from the government. The role of libraries in enhancing literacy culture was as a facilitator, motivator, creator, and pioneer of the literacy movement in rural areas. With the presence of the community library, the children felt more excited about reading.
Amfibi sebagai model untuk mengembangkan media dan alat peraga pembelajaran sains Muhammad Syazali; Nurwahidah Nurwahidah; Ketut Sri Kusuma Wardani; Muhammad Erfan; Nursaptini Nursaptini
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v9i1.2316

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah menganalisis potensi amfibi sebagai model untuk pengembangan media dan alat peraga pembelajaran sains sekolah dasar (SD). Analisis potensi dilakukan dengan mensinkronisasi aspek-aspek sains amfibi dan sains SD menggunakan metode komparatif. Aspek sains amfibi diperoleh melalui hasil review dokumen, sedangkan aspek sains SD mengacu pada permendikbud No. 37 Tahun 2018. Hasil studi menunjukkan bahwa amfibi memiliki potensi sebagai model untuk mengembangkan media dan alat peraga pembelajaran sains SD. Untuk kelas IV, pemanfaatan amfibi sebagai model dapat dilakukan pada KD 3.1, KD 3.2, dan KD 3.8. Di kelas V, terdapat 6 KD pengetahuan yang dapat memanfaatkan amfibi yaitu KD 3.1 – KD 3.5, dan KD 3.8. Adapun untuk di kelas VI, terdapat KD 3.1 dan KD 3.3 yang sesuai untuk menjadikan amfibi sebagai model dalam pembelajaran sains SD.
Dampak Bantuan Operasional Sekolah di MTs Nurul Yaqin Praya dan MTs Al-Ittihadiyah NW Sepakat Nursaptini Nursaptini; Suyanto Suyanto
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 6, No 2 (2019): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v6i2.9845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap tantangan kemandirian Madrasah Tsanawiyah Nurul Yaqin Praya dan Madrasah Tsanawiyah Al-Ittihadiyah Nahdlatul Wathan (NW) Sepakat Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subyek penelitian adalah pengelola yayasan, kepala madrasah, guru, bendahara BOS, komite madrasah, orangtua siswa, siswa dan Tim Manajemen BOS Kementrian Agama Kabupaten Lombok Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengadaptasi Model Spiral Analisis yang dikembangkan Creswell meliputi mengorganisasikan data, membaca dan membuat memo, mendeskripsikan, mengklasifikasikan, dan menafsirkan data menjadi kode dan tema, menafsirkan data, menyajikan data, dan memvisualisasikan data. Hasil penelitian ini adalah pada awal berdirinya madrasah merupakan institusi pendidikan yang tumbuh dan berkembang dari dan oleh masyarakat. Segala kebutuhan madrasah berasal dari masyarakat mulai dari biaya pembangunan gedung, biaya operasional dan lainnya berasal dari swadaya masyarakat. Namun keadaan berbeda setelah adanya BOS. Bantuan Operasional Sekolah dijadikan sumber utama pemenuhan biaya nonpersonalia madrasah, tidak ada usaha dari pengelola madrasah dalam mendapatkan tambahan biaya nonpersonalia. Hal ini menyebabkan segala aktivitas pembelajaran dapat berjalan apabila dana BOS dicairkan. AbstractThis study aims to reveal the impact of School Operational Assistance (SOA) on the challenge of independence of Madrasah Tsanawiyah Nurul Yaqin Praya and Madrasah Tsanawiyah Al-Ittihadiyah Nahdlatul Wathan (NW) Sepakat. The approach used in this study is a qualitative case study. The research subject the foundation managers, headmasters, teachers, treasurers SOA, school committee, parents, student,  SOA management team in the central Lombok Ministry of Religion. The data were collected through observation, interviews and documentation. The data analysis was carried out by adapting the Spiral Model of analysis developed by Creswell including organizing data, reading and creating memo, describing, classifying, and interpreting the data into code and themes, interpreting data, presenting data and visualizing data. The results of this study are at the beginning of the establishment of the madrasa was an educational institution that grew and developed from and by the community. But the situation is different after the SOA. School Operational Assistance is used as the main source of madrasa nonpersonal cost. There is no effort from the madrasa manager to obtain additional nonpersonal cost. This causes all learning activities to run if the SOA funds are disbursed.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Alviona Putri Rengganis Amalda, Saskia Anar, Ashar Pajarungi Arif Widodo Arif Widodo Arif Widodo Arofah, Zainul Aryati Risma Ade Aryati, Risma Ade Ashar Pajarungi Anar Ashar Pajarungi Anar Astini, Baik Nilawati Astria, Fitri Puji Azizi, Hibatul Bafadal, Rifqi Cindani, Made Widia Deni Sutisna Deni Sutisna Dewi, Baiq Yulia Rahma Dewi, Oktaviani Dyah Indraswati Fachreza Fachreza Fachreza Fadina Raodatul Jannah Farida Nursanti Fawziah Zahrawati B Febriani, Haniza Febrianti, Laura Feni Haryati, Linda Fidhea Aisara Firda Devianti Komalasari Fitri Puji Astria Fitriana, Indah Nur Haerani, Nanda Hafiza, Nuril Hamdani Hamdani Hamidsyukrie Hamidsyukrie Hamidsyukrie ZM Hamidsyukrie, Hamidsyukrie Handayani, Liza Haniza Febriani Haryati, Linda Feni Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati, Nadia Hery Widijanto Hulaemi Umar Husadi, Izhar I Ketut Widiade Ida Ayu Putu Maheswari Imam Malik Indah Suryanda Indraswati, Dyah Indraswati, Dyah Irma Suryani Irmasuci, Dayu Jannah, Fadina Raodatul Jihatul Hadi Juliana Juliana juliani juliani Ketut Sri Kusuma Wardani Lalu Hamdian Affandi Lestari, Ines Maharani Linda Feni Haryati Lisani, Nurul Made Novi Suryanti, Ni Made Widia Cindani Maharani Sabila Putri Maheswari, Ida Ayu Putu Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Mohammad Archi Maulyda Mubayyinah, Istiharatul Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Ilyas Muhammad Juandika Rahman Muhammad Rizki Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Tahir Muhammad Tahir Nanda Haerani Nazuwa, Laela Ni Made Novi Suryanti Nopiza, Liza Noviandita, Devy Novitasari, Setiani Novitasari, Setiani Nurlaili Handayani Nursanti, Farida Nurul Kemala Dewi Nurul Yuliatul Mi'rojah Nurwahidah Nurwahidah Nzobonimpa, Claver Parameswari, Kinanti Idha Prihma Sinta Utami Putri Adinda, Rosa Gita Putri, Maharani Sabila Putu Septiastuti Raden Mohamad Herdian Bhakti Radiusman Radiusman Rahman, Muhammad Juandika Rahmayanti, Mira Rahmiah Ramdhani, Jihad Akbar Rengganis, Alviona Putri Rizian Asri Rosa Gita Putri Adinda Safitri, Vivi Safruddin Safruddin Saputri, Olivia Riski Sasnika, Epa Sembiring, Rinawati Setiani Novitasari Setiani Novitasari Shoffah, Siti Nur Arifia Su'ud, Su'ud Sudarmini, Luh Ayu Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumitro Supraini, Deny Sutisna, Deni Sutisna, Deni Sutisna, Deni Suud Suud Suud Suud, Suud Suyanto Suyanto Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syazali, Muhammad Tarisa Tarisa Umar Umar Umar Umar Vivi Safitri Wadi, Hairil Wahidah, Ananda Wardatun, Lisa Warok, Niswatun Warthini, Ni Luh Putu Nina Sri Widiade, I Ketut Widodo, Arif Winarta, Lalu Riyan Yundari, Yundari Zahrawati, Fawziah ZM, Hamidsyukrie