cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Pemilihan Karir Siswa di Daerah Pesisir Pantai dan Implikasinya melalui Layanan BK Ade Chita Putri Harahap; Rodiyah Simatupang; Yumna Khairiyah Pane
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.314 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5837

Abstract

Pemilihan karir merupakan proses yang berlangsung terus menerus. Pemilihan karir lebih memerlukan persiapan perencanaan yang matang daripada sekedar mendapatkan sesuatu yang sifatnya sementara. Untuk menyesuaikan pilihan karir dengan bakat atau potensi yang dimiliki, tentunya diawali dari peserta didik dibekali dengan ilmu yang membantu mereka memahami dirinya dan karir yang akan dipilihnya. Peran sekolah menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan karir siswa. Sama seperti dengan subjek yang kami teliti ini, dalam melakukan proses layanan Konseling Kelompok di Desa Bagan Kuala, Tanjung Beringin tersebut, kami menemukan salah satu subjek yang memiliki permasalahan sulit menentukan pilihan antara lanjut kuliah ke perguruan tinggi atau memilih bekerja. Oleh karena itu, kami memilih judul ini agar bisa memudahkan mereka-mereka yang sedang berada di kelas XII dalam mengambil keputusan karir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara melakukan observasi dan wawancara kepada para anggota yang mengalami beberapa masalah yang dihadapinya dalam kehidupannya sehari-hari. Hasilnya, Dengan beberapa nasihat atau diskusi yang sudah kami lakukan, maka subjek merasa kebingungannya ini sedikit teratasi, yang mana nantinya ia akan mengajak kedua orang tuanya untuk berbincang-bincang atau bertukar pikiran dengannya mengenai pilihannya tersebut
Analisis Metode Critical Thinking Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Islam Diah Perwitasari; Arum Fatayan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.633 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksaan dan evaluasi pengelolaan metode belajar mandiri bagi warga belajar program kesetaraan Kejar Paket C di PKBM Bintang Flobamora Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling purposive digunakan untuk menentukan subyek penelitian yang terdiri dari 2 orang tutor dan 4 orang warga belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga belajar belum sepenuhnya dilibatkan dalam tahap perencanaan pembelajaran dan tujuan pembelajaran masih berfokus pada pengembangan kompetensi pengetahuan. Pelaksanaan metode pembelajaran mandiri juga masih belum berhasil sepenuhnya karena warga belajar masih memiliki pemahaman yang keliru mengenai makna belajar mandiri yang sesungguhnya. Evaluasi berupa post test yang dilakukan ternyata hanya mampu mengukur perkembangan aspek kognitif dan belum menyentuh aspek-aspek perkembangan lainnya serta kendala-kendala yang dihadapi selama proses belajar mandiri guna perbaikan ke arah pengembangan yang lebih baik.
Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Topik Perkalian Kelas IIA Sekolah XYZ Tangerang Panondang Sinaga; Clara E.C Citraningtyas
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.464 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5845

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap kemandirian belajar, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa kelas IIA Sekolah XYZ Tangerang pada pembelajaran Matematika topik perkalian dibandingkan dengan topik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan tutor sebaya dalam meningkatkan sikap kemandirian, motivasi, dan hasil belajar Matematika topik perkalian. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas IIA. Penelitian ini dilakukan di semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 di masa pandemik Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sikap kemandirian dan motivasi belajar diukur dengan menggunakan rubrik penilaian yang terdiri dari tiga indikator, sedangkan hasil belajar siswa menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan rata-rata nilai kemandirian belajar yaitu pada siklus satu 68,82, siklus kedua 71.51, dan siklus ketiga menjadi 72,85. Peningkatan rata-rata nilai motivasi belajar yaitu pada siklus satu 61,02, siklus kedua 66,13, dan siklus ketiga menjadi 71,77. Peningkatan rata-rata nilai hasil belajar yaitu pada siklus satu 84,19, siklus kedua 87,42, dan siklus ketiga menjadi 94,52. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa tutor sebaya dapat meningkatkan sikap kemandirian, motivasi dan hasil belajar Matematika topik perkalian siswa kelas IIA Sekolah XYZ Tangerang. Kata Kunci: Tutor Sebaya, Kemandirian Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Matematika, Perkalian. This research was motivated by the low attitude of self-regulated, learning motivation, and learning outcomes of class IIA students at XYZ Primary School Tangerang in learning Mathematics on the topic of multiplication compared to others. The goal of this research was to examine the use of the peer teaching in increasing the self-regulated learning, learning motivation, and learning outcomes of Mathematics multiplication topics. The participants in this research were 31 students from class IIA in semester 1 of the 2021/2022 academic year. This research applied three cycles of classroom action research. Each cycle was divided into four steps: planning, action, observation, and reflection. The self-regulated learning and learning motivation were assessed using rubrics, whereas student learning outcomes were assessed using tests. The results showed an increase in the average value of self-regulated, which was 68.82 in the first cycle, 71.51 in the second cycle, and 72.85 in the third cycle. The average value of learning motivation increased by 61.02 in the first cycle, 66.13 in the second cycle, and 71.77 in the third cycle. The increase in the average value of learning outcomes was 84.19 in the first cycle, 87.42 in the second cycle, and 94.52 in the third cycle. Based on the result of the research, it is concluded that the peer teaching is able to improve the self-regulated, learning motivation, and learning outcomes of grade IIA students at Sekolah XYZ Tangerang in Mathematics on the topic of multiplication. Keywords: Peer Teaching, Self-regulated Learning, Learning Motivation, Learning Outcomes, Mathematics, Multiplication.
Pendekatan Teknik Konseling Gestalt dalam Meningkatkan Nilai Kejujuran di SD IT Khoiru Ummah Lampung Barat Intan Belinda Cahyana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.146 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5846

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan pendekatan teknik konseling gestalt dalam meningkatkan nilai kejujuran di SD IT Khoiru Ummah Lampung Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul: “Pendekatan Teknik Konseling Gestalt dalam Meningkatkan Nilai Kejujuran di SD IT Khoiru Ummah Lampung Barat”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Penarikan sampel dalam penelitian ini dengan purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada informan, analisa dilakukan dengan melalui tahapan pengumpulan informasi, tahap pemilihan data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan teknik konseling gestalt dalam meningkatkan nilai kejujuran untuk siswa sekolah dasar masih kurang efektif, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah pendekatan lainnya serta bantuan dari faktor-faktor pendukung yang lain.
Perbandingan Model Pola Pengembangan dan Strategi Kemitraan UMKM Danau Siombak Uswatun Hasanah; Annisa Ilmi Faried; Rahmad Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.898 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5847

Abstract

individu atau rumah tangga, namun belum memiliki daya saing maka perlu dilakukan pengembangan kerjasama strategis antara UMKM salah satu cara pengembangannya adalah dengan pola pengembangan bentuk kerjasama dan strategi kemitraan sehingga dapat menjadi transformasi pengembangan UMKM yang dapat berdaya saing. Penelitian ini mengmenggunakan metode deskriptif-eksprolatif. Dengan 30 responden yang terpilih berdasarkan purposive random sampling. Adapun 7 (tujuh) kriteria yang diukur dalam menentukan strategikemitraan UMKM Danau Siombak yakni kriteria efektivitas, profesionalitas, pembinaan, pengawasan, modal, pengembangan, dan birokrasi. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner tertutup dan terbuka. Adapun hasil penelitian ini diketahui Pola kemitraan Danau Siombak saat ini secara umum menggunakan konsinyasi dan keagenan, maka model usulan kemitraan yang diusulkan sebaiknya memfokuskan pengembangan kemitraan antara BUMN/Lembaga Keuangan kemitraan secara profesional dan mandiri. Namun pengaplikasian pola ini harus didukung oleh stake-holder dan management yang baik dengan pola top down dan top up (hubungan mutualisme) dengan pemerintah yang berfungsi sebagai pengawas sehingga pola kemitraan ini dapat meningkatkan daya saing UMKM Danau Siombak
Penyuluhan Hukum Pentingnya Penyelesaian Sengketa Secara Mediasi (Penyelesaian di Luar Pengadilan /Non Litigasi) oleh Mediator di Desa Salo Timur Rian Prayudi Saputra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.851 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i1.5849

Abstract

Secara umum pengertian lembaga bantuan hukum pada hakikatnya adalah organisasi nirlaba. Memberikan layanan gratis terbaik bagi mereka yang membutuhkan bantuan hukum tetapi tidak mampu, atau yang buta hukum atau tertindas oleh kasus yang mereka hadapi dibentuk secara khusus. Tetapi ada juga lembaga bantuan hukum yang berusaha mencari keuntungan. Oleh karena itu, Anda harus selalu meminta klarifikasi selama konsultasi awal Anda. Bantuan hukum gratis ini juga dijelaskan dalam Pasal 16 Ayat 1 UU 2011 yang menyatakan: Bantuan hukum adalah orang atau sekelompok orang miskin yang menghadapi masalah hukum karena tidak dapat melaksanakan hak-hak dasarnya secara baik dan mandiri. Selain itu, Pasal 27 SEMA No. 10 Tahun 2010 mengatur tentang hak atas penasihat hukum bagi mereka yang kurang beruntung, buta atau lainnya. Membayar layanan, khususnya advokasi bagi perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelayanan hukum ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mencari keadilan secara imparsial mungkin. Selain itu, semakin banyak lembaga bantuan hukum yang didirikan di pengadilan dan pos setempat. Dengan cara ini, kami menerima semua keluhan dan pesan langsung dari masyarakat dan dapat menanggapinya dengan cara terbaik. Melihat beberapa penjelasan tersebut, berikut beberapa fungsi dan peran penting bantuan hukum yang harus Anda ketahui. Pelayanan publik, pedagogi sosial, perbaikan sistem hukum, reformasi hukum, pembukaan pasar kerja, magang, pembelaan dan tindakan hukum lainnya. Tujuannya tidak lain untuk memberikan jaminan dan mewujudkan hak-hak penerima manfaat agar dapat mengakses keadilan secara seadil-adilnya
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah IPA melalui Model Problem Based Learning untuk Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Mulya Asri Rosita Noer Pratiwi; Trikinasih Handayani; Dewi Partini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.25 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5850

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa yang disebabkan oleh beberapa masalah yang sering muncul dari kegiatan pembelajaran di kelas. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah di lihat dari hasil belajar pada pelajaran IPA Tema 6 Subtema 1 dengan tidak tuntasnya nilai ulangan harian di bawah KKM yaitu 25% dari 24 siswa. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru hanya sebatas konvensional saja, hal ini juga mengakibatkan kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dan kebanyakan siswa cenderung pasif dan hanya sebagian kecil siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti bertujuan untuk memberikan arahan yang jelas berdasarkan rumusan masalah dengan tujuan untuk mengetahui dan memuktikan model Problem Based Learning dalam memperbaiki pembelajaran IPA kelas V di SD Muhammadiyah Mulya Asri.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Penelii bertindak sebagai guru dan mitra kolaborasi sebagai observer yaitu guru kelas. Pembelajaran dilakukan dengan 2 siklus selama 4 kali petemuan setiap siklus memiliki tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi (pengamatan) dan refleksi. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah obsevasi untuk mengamati aktivitas belajar siswa, observasi aktivitas guru, wawancara dan tes untuk mengetahui kemampuan peecahan masalah. Hasil belajar siswa pada siklus I meningkat yaitu sebanyak 27,84% yang memenuhi KKM dengan nilai tertinggi 80, tes dilanjutkan kembali pada siklus II dengan sedikit perbaikan di dapat kembali hasil belajar pada siklus II sebanyak 95,83% yang memenuhi KKM dengan nilai tertinggi 100. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dapat emingkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran IPA kelas V. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I diketahui pada pretest sebesar 4,16%, Pada Posttest sebesa 70,83% sedangkan pada Siklus II pretest sebesar 32% dan posttest sebesar 95,83% jadi tingkat ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan 25%, maka target yang dinginkan telah tercapai untuk ketuntasan kemampuan pemecahan masalah, karena pada akhir siklus telah mencapai sesuai target yang dtentukan yaitu 75%.
Pengaruh Model Pembelajaran Eth (Everyone Is A Teacher Here) dengan bantuan Ice Breaking Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 MI Husnul Abror Ititi Fitrianti; Andi Sulastri; Zalia Muspita; Muhammad Sururuddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.667 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5851

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ETH (everyone is a teachere here) dengan bantuan ice breaking untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4 MI Husnul Abror. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental designs jenis one group pretest-postest designs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada H1 terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking terhadap minat belajar matematika siswa,dilihat dari hasil uji t antara nilai postes dan minat menunjukkan hasil sign.(2 tailed) sebesar 0,000 yang artinya 0,05. Adapun hasil uji H2 terhadap pengaruh pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking terhadap hasil belajar matematika siswa, dilihat dari hasil uji t antara nilai postes dan Hasil Belajar menunjukkan hasil sign.(2 tailed) sebesar 0,000 yang artinya 0,05. Sedangkan untuk H3 terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4, dilihat dari uji f diperoleh nilai sign. 0,03 0,05. Sehingga peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang sigifikan/positif antara model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking dengan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4 MI Husnul Abror.
Penyuluhan Tentang Pemberian Bantuan Hukum bagi Masyarakat Desa Suka Mulya Rian Prayudi Saputra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 3 No. 2 (2021): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.826 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v3i2.5852

Abstract

Secara umum pengertian lembaga bantuan hukum adalah sebuah lembaga yang sifatnya non profit. Didirikan khusus untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin secara gratis kepada mereka yang butuh bantuan hukum tetapi tidak mampu, atau buta hukum, maupun tertindas oleh kasus yang sedang dihadapinya. Namun meskipun demikian ada pula lembaga bantuan hukum yang mencari keuntungan. Oleh karenanya Anda harus meminta kejelasan yang pasti ketika pertama kalinya berkonsultasi. Bantuan hukum secara cuma – cuma ini bahkan sudah dijelaskan dalam Undang Undang tahun 2011 No 16 Pasal 1 yang berbunyi, ‘Bantuan Hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum (LBH) secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum.1 Lalu, penerima bantuan hukum adalah orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri yang menghadapi masalah hukum’. Selain itu, hak mendapatkan bantuan hukum bagi mereka yang kurang mampu, buta hukum, atau dengan alasan lainnya juga dinyatakan dalam SEMA tahun 2010 No 10 Pasal 27 yang berbunyi, ‘Seseorang yang berhak mendapatkan jasa dari pos bantuan hukum adalah orang yang tidak mampu membayar jasa advokat terutama perempuan dan anak- anak serta penyandang disabilitas, sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku’. Melalui layanan hukum inilah diharapkan agar masyarakat semakin mudah dalam mencari keadilan seadil – adilnya. Apalagi sekarang sudah semakin banyak saja didirikan lembaga bantuan hukum di kantor – kantor pengadilan atau pos – pos di lingkungan sekitar masyarakat. Dengan begitu setiap keluhan dan laporan dari masyarakat bisa langsung ditampung dan dilayani dengan sebaik mungkin. Jika dilihat dari beberapa penjelasan tersebut, berikut ini adalah beberapa fungsi dan peran penting lembaga bantuan hukum yang harus Anda ketahui. Public service,Social education, Perbaikan tertib hokum, Pembaharuan hokum , Pembukaan lapangan kerja atau labour market, Practical training Bantuan lembaga hukum pada dasarnya meliputi menjalankan kuasa, mendampingi, mewakili, melakukan pembelaan, dan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum si penerima bantuan hukum. Tujuannya tidak lain untuk memberikan jaminan dan memenuhi hak penerima bantuan agar mendapat akses keadilan seadil – adilnya.
Strategi Penghimpunan dan Pengelolaan Dana Pihak Ketiga pada BMT Maslahah Cabang Besuk Agung Riput Agustina; Ahmad Fauzi; Nuntufa Nuntufa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.921 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan BMT Maslahah Cabang Besuk Agung dalam menghimpun dan mengelola dana pihak ketiga, faktor penghambat apa saja yang mempengaruhi strategi penghimpunan dan pengelolaan dana pihak ketiga di BMT Maslahah Cabang Besuk Agung.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis kualitatif deskriptif yaitu dengan mengumpulkan, menyusun dan mendeskripsikan berbagai dokumen, data dan informasi yang aktual. Data-data yang diperoleh akan diinpretasikan dalam bentuk pemaparan dan analisa sehingga penulis dapat memberikan kesimpulan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya strategi penghimpunan BMT Maslahah Cabang Besuk Agung adalah Strategi pemasaran dan promosi. Adapun strategi promosi yang dilakukan BMT Maslahah Cabang Besuk Agung dengan brosur dan website. Sedangkan strategi pemasaran/dilapangan dengan sistem jemput bola. Adapun strategi pengelolaan dana pihak ketiga menggunakan fungsi pendanaan dan fungsi investasi. Sedangkan kendala yang mempengaruhi strategi penghimpunan dan pengelolaan dana pihak ketiga adalah Kurang ketertarikannya masyarakat dalam menabung, Kurangnya sumber daya manusia yang

Page 90 of 546 | Total Record : 5452