cover
Contact Name
Aslati
Contact Email
aslatidakwah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
madani@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat
ISSN : 2338607X     EISSN : 26567741     DOI : -
Jurnal Masyarakat Madani menerbitkan penelitian terkait pemberdayaan masyarakat dan komunitas, agama, ekonomi, lingkungan, kebijakan public, kesejahteraan sosial, kewirausahaan sosial, pemetaan sosial dan pengorganisasian masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, gagasan-gagasan orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
DAKWAH KULTURAL: KAJIAN LITERATUR PADA KOMUNITAS KIAI KANJENG EMHA AINUN NADJIB PERSPEKTIF SASTRA, MUSIK DAN SPIRITUALITAS Muhammad Soim; Martin Kustati; Nelma warni
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis pola dakwah kultural yang dikembangkan oleh Emha Ainun Nadjib melalui komunitas Kiai Kanjeng, mengombinasikan sastra, musik, dan spiritualitas sebagai pendekatan utama. Studi literatur menunjukkan bahwa dakwah interaktif Emha Ainun Nadjib mengedepankan keakraban sosial dan dialog dengan audiens melalui forum Maiyah, diiringi ekspresi seni berbasis tradisi lokal yang efektif membangun kepekaan spiritual dan kebaikan sosial masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini mengkaji praktik dakwah kultural yang dilakukan oleh komunitas Kiai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Nadjib melalui pendekatan interdisipliner, yakni sastra, musik, dan spiritualitas. Tujuannya adalah untuk menganalisis bagaimana ketiga elemen tersebut diintegrasikan sebagai medium dakwah yang efektif dalam mengomunikasikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan secara inklusif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis teks sastra (puisi, prosa), aransemen musik, serta konsep spiritualitas yang terkandung dalam karya-karya Kiai Kanjeng. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, rekaman pertunjukan, dan dokumentasi digital. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa dakwah kultural Kiai Kanjeng berhasil memadukan sastra (terutama puisi sufistik) sebagai sarana refleksi filosofis, musik (campuran tradisional, Islam, dan modern) sebagai penggerak emosional, serta spiritualitas berbasis tasawuf yang menekankan keragaman dan kedamaian. Kombinasi ini menciptakan ruang dialog antar-agama dan budaya, sekaligus mentransformasikan pesan keagamaan menjadi lebih adaptif bagi masyarakat kontemporer. Implikasinya, model dakwah seperti ini menawarkan alternatif bagi pendekatan konvensional, dengan memperluas cakupan audiens dan relevansi sosial. Kata Kunci: Dakwah Kultural, Kiai Kanjeng, Sastra, Musik, Spiritualitas.
DA’I SEBAGAI AGEN PERUBAHAN: PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN DAKWAH DIGITAL DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL-LINGKUNGAN DI PEKANBARU Elfiandri elfiandri Adjus; Ginda Harahab
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi pemanfaatan media sosial oleh para da’i serta perannya sebagai agen transformasi sosial dalam merespons isu sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 64 da’i yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan media sosial di kalangan da’i rata-rata 3–4 akun dan durasi penggunaan sekitar 2,14 jam per hari. Media sosial dimanfaatkan terutama untuk memperoleh informasi dan pembelajaran yang memperkaya materi dakwah. Konten dakwah bergeser ke format audiovisual, terutama video, dengan isu ekonomi sebagai tema dominan. Dalam komunikasi lingkungan, peran da’i relatif seimbang melalui dakwah bil lisan dan bil hal. Secara keseluruhan, media sosial meningkatkan produktivitas dakwah dan memperkuat peran da’i dalam transformasi sosial Kata kunci: Media sosial, da’i, transformasi sosial, dakwah digital, komunikasi lingkungan AbstractThis study aims to analyze the significance of social media utilization by da’i and their role as agents of social transformation in responding to various social, economic, political, cultural, and environmental issues in Pekanbaru City. This study employs a quantitative approach involving 64 da’i as samples, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics.The findings indicate that da’i own an average of 3–4 social media accounts, with a daily usage duration of approximately 2.14 hours. Social media is primarily used to obtain information and learning resources that enrich da’wah materials. Furthermore, da’wah content has shifted toward audiovisual formats, particularly videos, with economic issues emerging as the most dominant theme. In the context of environmental communication, the role of da’i is relatively balanced between da’wah bil lisan and da’wah bil hal. Overall, social media contributes to increasing da’wah productivity while strengthening the role of da’i as agents of social transformation within society. Keywords: Social media, da’i, social transformation, digital da’wah, environmental communication
GREEN ECONOMY DI KOTA PADANG: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TANAMAN HIAS DAN PEMBIBITAN Sari Dusni; Fernando Yudistira; Al zikri
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui sektor tanaman hias dan pembibitan dalam memperkuat implementasi green economy di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha tanaman hias dan pembibitan, kelompok masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor tanaman hias dan pembibitan memiliki potensi besar sebagai basis ekonomi lokal yang ramah lingkungan, namun belum dikelola secara optimal. Optimalisasi sektor tanaman hias dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan teknis, antara lain: (1) Peningkatan kapasitas masyarakat; (2) Penguatan kelembagaan lokal; (3) Penerapan praktik produksi ramah lingkungan; (4) Dukungan kebijakan yang terintegrasi.  Permasalahan utama meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya kelembagaan lokal, keterbatasan akses pasar, serta belum terintegrasinya sektor ini dalam kebijakan green economy daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan masyarakat berbasis kapasitas, kelembagaan dan praktik produksi berkelanjutan menjadi kunci dalam menjadikan sektor tanaman hias dan pembibitan sebagai penggerak green economy di Kota Padang.Kata Kunci: Green Economy; Pemberdayaan Masyarakat; Tanaman Hias Pembibitan; Ekonomi LokalAbstrakThis study aims to analyze community empowerment through the ornamental plant and nursery sector in strengthening the implementation of the green economy in Padang City. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with ornamental plant and nursery business actors, community groups, and related stakeholders. The results show that the ornamental plant and nursery sector has great potential as an environmentally friendly local economic base, but has not been managed optimally. The main problems include limited human resource capacity, weak local institutions, limited market access, and the sector's lack of integration into regional green economy policies. This study confirms that community-based development of capacity, institutions, and sustainable production practices is key to making the ornamental plant and nursery sector a driver of the green economy in Padang City.Key Word: Green Economy, Community Empowerment, Ornamental Plants; Nursery, Lokal Ekonomi.
DARI IMAGINITAS MENUJU REALITAS: TRANSFORMASI TATA KELOLA PASA NAGARI BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DI PITALAH–BUNGO TANJUANG, SUMATERA BARAT Welhendri Azwar; Yuris man; Yuli Permatasari; Ahdal Walid; Putri Diani Sausan
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika pengelolaan Pasa Pitalah–Bungo Tanjuang (Pita-Bungo), yang terletak di tanah adat milik Suku Jambak di dua nagari, dan untuk merumuskan strategi pemberdayaan kelembagaan berdasarkan Penelitian Aksi Partisipatif (PAR). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan serangkaian Diskusi Kelompok Fokus (FGD) yang melibatkan pemilik tanah, Kerapatan Adat Nagari (KAN), pemerintah nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebutan kepemilikan dan pengelolaan tanah pasa merupakan akar penyebab stagnasi pasar. Melalui pendekatan PAR, dicapai kesepakatan untuk menyerahkan hak pengelolaan pasar dari pemilik tanah adat kepada KAN, disertai dengan pembentukan komite pasar yang mewakili unsur adat, pemerintah, dan masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya tata kelola pasar tradisional yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dan prinsip-prinsip manajemen profesional, sehingga pasar tidak hanya kompetitif secara ekonomi tetapi juga menjadi instrumen untuk melestarikan warisan budaya. Kata Kunci: Minangkabau; Pasa Nagari; Tanah Ulayat; Tata Kelola  AbstractThis study aims to explain the dynamics of the management of Pasa Pitalah–Bungo Tanjuang (Pita-Bungo), located on customary land belonging to the Jambak Tribe in two nagari, and to formulate an institutional empowerment strategy based on Participatory Action Research (PAR). Data were obtained through participatory observation, in-depth interviews, and a series of Focus Group Discussions (FGDs) involving landowners, the Kerapatan Adat Nagari (KAN), the nagari government, and other stakeholders. The results indicate that the tug-of-war over ownership and management of pasa land is the root cause of market stagnation. Through the PAR approach, an agreement was reached to transfer market management rights from customary landowners to KAN, accompanied by the formation of a market committee representing customary, government, and community elements. These findings emphasize the importance of traditional market governance that integrates cultural values and professional management principles, so that markets are not only economically competitive but also become instruments for preserving cultural heritage. Keywords: Minangkabau; Pasa Nagari; Tanah Ulayat; Governance
ANALISIS SOSIAL KEISLAMAN TERHADAP MINAT SIVITAS AKADEMIKA DAN STAKEHOLDER TERHADAP PENGEMBANGAN PROGRAM DOKTOR: STUDI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN Nur Azizah; Uswatun Hasanah; Abdul Aziz Harahap; Muhammad Khoirul Basyar
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis minat sivitas akademika dan stakeholder terhadap pengembangan Program Doktor di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melalui perspektif Sosial-Keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 30 informan dari unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, serta stakeholder eksternal. Analisis dilakukan dengan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa minat sivitas akademika dan stakehorder tinggi pada dimensi afektif dan kognitif, namun lebih rendah pada dimensi konatif sehingga terjadi kesenjangan antara minat dan partisipasi aktual. Faktor penghambat meliputi keterbatasan biaya, waktu, kapasitas riset, dan dukungan akademik, sedangkan pendorong utama adalah kebutuhan peningkatan kualifikasi, pengembangan karier, dan tuntutan sosial-keagamaan masyarakat. Kata Kunci: minat akademik; program doktor; sosial-keislaman; pendidikan tinggi Islam; stakeholder AbstractThis study aims to analyze the interest of academic communities and stakeholders in the development of a Doctoral Program at Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan through a Socio-Islamic perspective. The research employs a qualitative approach with an instrumental case study design, with data collected through interviews, observations, and documentation involving 30 informants, including university leaders, lecturers, graduate students, and external stakeholders. Data analysis is conducted using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that interest is high in the affective and cognitive dimensions but lower in the conative dimension, resulting in a gap between interest and actual participation. Inhibiting factors include financial constraints, limited time, research capacity, and academic support, while the main driving factors are the need for higher qualifications, career development, and socio-religious demands of society. Keywords: academic interest; doctoral program; socio-Islamic analysis; Islamic higher education; stakeholders
PENDEKATAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF PENGELOLA BANK SAMPAH DALAM MENDORONG PARTISIPASI WARGA: STUDI BANK SAMPAH SEKAR 18 Serafina Mary Tricia; ⁠Ainun Ni’Matu Rohmah; Silviana Purwanti; Ziya Ibrizah
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan komunikasi partisipatif oleh pengelola Bank Sampah Sekar 18 dalam meningkatkan partisipasi warga RT.18 untuk memilah sampah dari sumbernya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada empat indikator komunikasi partisipatif, yaitu heteroglasia, dialogis, poliponi, dan karnaval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indikator telah diterapkan untuk membangun keterlibatan warga. Heteroglasia terlihat dari upaya menyatukan keberagaman masyarakat dalam menjaga lingkungan, meski partisipasi warga masih rendah. Dialogis tercermin melalui komunikasi dua arah lewat sosialisasi dan interaksi langsung. Poliponi menunjukkan adanya perubahan pola pikir warga karena kedekatan sosial dengan pengelola, walau respon belum sepenuhnya sesuai harapan. Karnaval tampak pada suasana komunikasi yang santai dan terbuka sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah. Kata kunci: Komunikasi Partisipatif, Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Lingkungan Berkelanjutan.  AbstractThis study aims to analyze the implementation of participatory communication by the managers of Sekar 18 Waste Bank in increasing community participation in waste sorting from the source. The study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation. The analysis focused on four indicators of participatory communication: heteroglossia, dialogic, polyphony, and carnival. The findings show that these indicators were applied to build community involvement. Heteroglossia was reflected in efforts to unite community diversity in maintaining the environment, although participation remained low. Dialogic communication appeared through two-way interactions, socialization, and direct engagement with residents. Polyphony showed changes in residents’ mindsets influenced by social closeness with the managers, although responses were not always consistent. Meanwhile, carnival was reflected in a relaxed and open communication atmosphere that encouraged community participation in waste bank activities. Keywords: Participatory Communication ,Waste Bank, Waste Management, Sustainable Environment
PEMETAAN POTENSI LOKAL BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DESA: PENDEKATAN PARTICIPACTORY RURAL APPRAISAL (PRA) Khairun nisa; Rizza Armelvia Sari; Hoiril Sabariman
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi lokal yang ada  Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, dengan melibatkan masyarakat melalui PRA. Penelitian ini menggunakan metode PRA melalui teknik Pemetaan Desa, Persiapan Kalender Musim dan Penelusuran Desa (Transect Walk). Hasil penelitian dengan teknik pemetaan desa menemukan bahwa Desa Sawah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk diakses oleh masyarakat dan sumber daya alam yang merupakan peluang untuk dioptimalkan dalam memajukan kemandirian masyarakat. Kalender musim menjelaskan tantangan dalam mengoptimalkan peluang yang dimiliki desa sehingga masyarakat dan perangkat desa sebagai pengambil kebijakan harus mencari alternatif yang tepat sasaran. Penelusuran desa menekankan tata letak dan titik-titik koordinat tertentu yang menjadi perhatian para pembuat kebijakan untuk memperkuat potensi sumber daya yang dimiliki desa. Penggunaan metode PRA menghasilkan informasi yang menjadi acuan bagi masyarakat dan pengambil kebijakan untuk melahirkan program pembangunan berkelanjutan.  Kata Kunci: Potensi Lokal, Keterlibatan Masyarakat, PRA AbstractThis research aims to identify the local potential in Sawah Village, North Kampar District, by involving the community through PRA. This study uses the PRA approach with Village Mapping, Season Calendar Preparation and Village Tracking (Transect Walk). The results of the research with village mapping techniques found that Sawah Village has adequate infrastructure facilities to be accessed by the community and natural resources which are opportunities to be optimized in advancing community independence. The seasonal calendar explains the challenges of optimizing the opportunities that the village has so that the community and village officials as policy makers must find alternatives that are right on target. Village tracing emphasizes the layout and certain coordinate points that are of concern to policy makers to strengthen the potential of resources owned by villages. The use of the PRA method produces information that becomes a reference for the community and policy makers to give birth to sustainable development programs.  Keywords : Local Potential, Community Participation, PRA