cover
Contact Name
Nursyamsi
Contact Email
multilingualsulteng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
multilingualsulteng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Multilingual
ISSN : 14124823     EISSN : 26206250     DOI : -
MULTILINGUAL aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of MULTILINGUAL includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MULTILINGUAL is published by Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Asal Usul Bamba Libo Toaya dan Peranannya dalam Pembentuk Karakter Generasi Muda M. Asri. B; Aminah NFN
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.167

Abstract

Abstrak Nilai kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu pada suatu komunitas masyarakat  dan memiliki peran mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat. Nailai-nilai keraifan lokal ini dapat dijumpai dalam cerita rakyat, termasuk cerita Asal Usul Bamba Libo Toaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kearifan lokal yang terdapat di dalam cerita rakyat Asal Usul Bamba Libo Toaya  dan peranannya dalam pembentuk karakter generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan data bersumber pada cerita Asal Usul Bamba Libo Toaya. Cerita itu diperoleh dari  Dokumentasi Perpustakaan Balai Bahasa  Sulawesi Tengah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh  nilai kearifan lokal dalam cerita Asal Usul Bamba Libo Toaya, yaitu  nilai rasa syukur dan rasa hormat,  nilai amanah/dapat dipercaya,  nilai tolong-menolong,  nilai kesopanan, nilai keberanian dan percaya diri,  nilai kebijaksanaan,  nilai musyawarah, nilai kerja keras, nilai komitmen.  Dari kesepuluh nilai kearifan lokal yang ditemukan, secara keseluruhan dapat digunakan untuk dasar pembentukan karakter generasi muda. Kata Kunci: Nilai kearifan lokal, cerita Asal Usul Bamba Libo Toaya, pembentukan  karakter  Value of Local Culture in History of Asal Usul Bamba Libo Toaya and Its Role in Forming the Young Generation Character Abstract Value of Local Culture was a product of past culture in a society community and have role to organize the system of community life. These values of local culture could be found in folklore, including story of Asal Usul Bamba Libo Toaya. This research purposed to describe the value of local culture which was inside of folklore of Asal Usul Bamba Libo Toaya and its role in forming the young generation character. The method which was used was descriptive analysis method with data sourced on story of Asal Usul Bamba Libo Toaya. That story was gotten form library documentation of Balai Bahasa of Central Sulawesi Province. The results of research showed that there were ten values of local culture in story of Asal Usul Bamba Libo Toaya, that were the value of thankfulness and respect, the value of trust, the value of mutual assistance, the value of politeness, the value of bravery and self-confidence, the value of wisdom, the value of deliberation, the value of hard work, the value of commitment. From ten of the local culture values which were found, overall they could be used to basic formation of the young generation character. Key word: The Value of Local Culture, Story of Asal Usul Bamba Libo Toaya, Character Forming
MENGUNGKAP KOSAKATA DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN ETNIS KAILI DI KOTA PALU Nurmiah NFN; Aminah NFN
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.164

Abstract

AbstractThis paper had aimed to describe to vocabularies using in traditional ritual of marriage of Kaili’s ethnic in Palu city. Method applies was descriptive one. The data sources was the oral speechs which was using in the ritual. The data collecting was taken by observation technique and extended by non participate observation technique and recorded technique. The result were described that there were three stages in traditional ritual of marriage in Palu, : (1) before marriage, (2) in-process marriage, and(3) after marriage. There were nineteen vocabularies which related with the ritual; eight in stage of before marriage, eight in-process, and three vocabularies in the stage of after marriage. Those nineteen vocabularies were verbs, nouns, verb phrases, noun phrases, and proverb.Keywords: Kaili’s ethnic, vocabularies, marriage
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM BAHASA BAKUMPAI DALAM CERITA “MANG RAJA HAJI DENGAN UJU PUTRINYA” INDONESIAN INTERFERENCE IN BAKUMPAI LANGUAGE IN THE BAKUMPAI FOLKLORE "MANG RAJA HAJI DENGAN KEUJU PUTRINYA" SITI JAMZAROH
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.172

Abstract

Abstract             This study aims 1) to describe the morphological interference events, and 2) to describe the lexical interference events; Indonesian in the Bakumpai language in a story entitled Mang Raja Haji with his daughter's Keuju. The method used in this research is data provision, data processing, and data analysis. Provision of data using the technique of engaging free listening proficiently and technique of note taking. Data processing is done by using the triangulation technique with the help of dictionaries and native speakers of Bakumpai language informants. Data analysis was carried out by classifying data based on word categories and types of interference found. The findings are 1) morphological interference occurs in verbal words and phrases, 2) lexical interference occurs in types of words or phrases: verbal, adjective, adverbial, conjunction, and noun.            Key Word, interferensi, trianggulasi, frasa AbstrakPenelitian ini bertujuan  1) mendskripsikan peristiwa interferensi morfologi, dan 2) mendeskripsikan peristiwa interferensi leksikal; bahasa Indonesia dalam bahasa Bakumpai dalam cerita yang berjudul Mang Raja Haji dengan Keuju Putrinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penyediaan data, pengolahan data, dan penganalisasisan data. Penyediaan data dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik  catat, Pengolahan data dilakukan dengan mengunakan teknik trianggulasi dengan bantuan kamus dan informan penutur asli Bahasa Bakumpai. Penganalisisan data dilakukan dengan mengklasifikasikan data berdasarkan kategori kata, dan jenis interferensi yang ditemukan. Hasil temuannya adalah 1) interenferesi morfologi tejadi pada kata dan frasa verbal, 2) interferensi leksikal terjadi pada jenis kata atau frase:  verbal, adjektiva, adverbial, konjungsi, dan nomina,            Key Word, interferensi, trianggulasi, frasa
NILAI-NILAI PENDUKUNG KESANTUNAN DALAM BAHASA BANJAR:TINJAUAN PRAGMATIK NFN Jahdiah diah
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.154

Abstract

Everyone needs speak politely. A person speaks and behaves politely for self-actualization. The use of language politeness is not only determined by the choice of words, but also by the attitude of the speaker to the speech partner or interlocutor. The objective of this study is to describe the supporting values of language politeness in the Banjar language. This study uses a descriptive method; it is a descriptive quantitative, this research consists of three steps, namely 1) collecting data, 2) data analysis, and 3 presenting the results of data analysis. This research data consists of various kinds of utterances in various social communication situations in the Banjar language speaker. This study uses a pragmatic theory, especially regarding the politeness scale of language by Robin Lakoff. The results show that the supporting values of politeness in the Banjar language are based on 1) humility, 2) empathy, 3) respect, 4) sacrifice and 5) introspective manner.
EFEKTIFITAS MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS WACANA ARGUMENTASI Sakaria NFN; Asia NFN
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar, yaitu: (1) mahasiswa kesulitan menuangkan ide, analisis dan refleksi pada tulisan wacana argumentasi, (2) Kemampuan mahasiswa dalam menulis wacana argumentasi masih rendah, disebabkan model pembelajaran yang digunakan kurang efektif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang bertujuan : (1) mendeskripsikan hasil belajar menulis wacana argumentasi dengan menggunakan dan tanpa menggunakan model discovery learning, dan (2) mengetahui efektifitas penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran menulis wacana argumentasi. Data dikumpulkan menggunakan tes menulis wacana agumentasi dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) rata-rata hasil belajar pada pretest kelas kontrol berada pada kategori sedang. Sedangkan, rata-rata hasil belajar pada pretest eksperimen berada pada kategori tinggi, dan (2) model discovery learning efektif digunakan dalam pembelajaran menulis wacana argumentasi.
5 CM FROM NOVEL TO FILM: ECRANIZATION STUDY AND STRUCTURE COMPARISON Fitriyanti Bunga; alif affany; Karkono Supadi Putra
Multilingual Vol 19, No 2 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i2.148

Abstract

This research aims to determine the ecranization process and the differences in plot, figures, and setting in the form of simplification, addition, or variation changes in the process of adaptation of the 5 CM novel by Donny Dhirgantoro to the film of the same title by director Rizal Mantovani. The method used in this study is descriptive with a qualitative approach. The research data source is the 5 CM novel and the 5 CM film. Data collection techniques are done by reading, watching, and capturing. The analysis guidelines for this research are researchers. The validity of the data used in this study was the validity of discourse. Reliability of data is obtained using the reliability of the test interraters. The results of the study of the 5 CM novel by Donny Dhirgantoro and the 5 CM film by Rizal Mantovani produced an ecranization process that is simplification, addition, and variation changes in the plot, figure, and setting.
Nilai Pendidikan Berkarakter Religius dalam Syair-Syair Sayed Idrus bin Salim Adjufrie Pendiri Perguruan Alkhairat Sulawesi Tengah NFN TAMRIN; M Asri B
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.206

Abstract

AbstrakTema syair yang diciptakan oleh Sis Al-Djufri pada umumnya bersifat ajakan dan seruan yang berkarakterkan pendidikan secara Islami. Hal tersebut diungkapkan untuk  memberikan pendidikan yang berkarakterkan Agama Islam kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan yang berkarakter Islam dalam syair-syair Sis AJ.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tahapan  penelitian pengumpulan data dan penganalisisan data. Pada tahap pengumpulan data  metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik dasar pembacaan  dan akan dilanjutkan dengan teknik pencatatan. Berdasarkan metode tersebut, jenis penelitian ini adalah kualitatif kepustakaan dengan menggunakan strategi deskriptif analisis (descriptif  of analyze research).  Hasil analisis menunjukkan  bahwa bahwa nilai-nilai pendidikan yang berkarakter  religius dalam syair-syair Sis Aj meliputi nilai  akidah, nilai akhlak, dan nilai syariah.
MEDIA-MEDIA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI LISAN BANJAR SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA IBU DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.179

Abstract

Abstrak Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pergeseran pemakaian akibat pengaruh globalisasi. Hal itu menyebabkan diperlukannya upaya pemertahanan bahasa Banjar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan banyak media sebagai sarana pemertahanan Bahasa Banjar melalui pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar itu sendiri. Hal itu disebabkan media penyampai tradisi lisan Banjar adalah Bahasa Banjar. Hal itu berarti pelestarian kearifan lokal dalam tradisi lisan Banjar secara tidak langsung merupakan pemertahanan Bahasa Banjar itu sendiri. Oleh sebab itu, penelitian ini didasarkan pada dua tujuan penting, yaitu untuk mengetahui media-media penyampai kearifan lokal tradisi lisan Banjar dan untuk mengetahui tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal pada masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah media-media yang dapat digunakan pemertahanan bahasa ibu melalui tradisi lisan dan  jenis tradisi lisan apa saja yang dapat digunakan dalam  pelestarian bahasa ibu sebagai wujud pelestarian kearifan lokal yang ada pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa media-media yang dapat digunakan adalah: 1) menggunakan televisi sebagai sarana pelestarian tradisi lisan Banjar; 2) membuat lomba-lomba penciptaan sastra tradisi dengan menggunakan bahasa daerah; 3) membuat karya sastra tradisi pada saat pembelajaran mulok di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah; 4) Pendokumentasian bahasa Banjar dan tradisi lisannya; 5) melakukan sosialisasi kepada para sastrawan, pelajar,  dan budayawan mengenai pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam penciptaan karya sastra sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal. Adapun tradisi lisan yang masih dapat digunakan untuk pelestarian bahasa daerah dan kearifan lokal adalah tradisi lisan yang masih hidup ditengah masyarakatnya, seperti: pantun, paribasa, dan cerita rakyat. Kata kunci: media,  tradisi lisan, kearifan lokal
PROSES MORFOLOGIS AFIKSASI DALAM KALIMAT (SINTAKSIS) DALAM BAHASA MANDAILING (BM) Zainuddin Hasibuan
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.195

Abstract

The changes of affixation morphology have a number of effects on  the changes of sentence structure (syntax) in Mandailing language. The process of changes can also lead to a change in meaning directly. The objective of the research was to find out morphological change of affixes which  effected the changing of sentences structures (syntax) in Mandailing language. The method  which is used to carry out this research is qualitative research method. The type of research approach which is  used in this research is descriptive qualitative research, which is one type of qualitative research that uses a descriptive analysis process. Descriptive is intended to describe and get information about the data needed precisely. The data were collected by using observation and interview. The source of data in this research was taken from many informant of native speakers of Mandailing   language which had been  listened and interviewed by the researcher whether in the form of observation and interview. The research result of the research was finding many affixes in Mandailing language and three formula that was generally effected morphological change of affixes which was also effect the sentence structures and meaning of the sentences. They were ma + kt. dasar, ma + kt.dasar + i, ma + kt.dasar + kon/hon.
TUTURAN DEKLARATIF DAN INTEROGATIF BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA BIPA UNIVERSITAS INDONESIA (Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental) Dendi - Wijaya
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus kajian prosodi melalui pendekatan fonetik eksperimental. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosodi dalam hal ini struktur melodic dan struktur temporal yang dilafalkan oleh penutur Jepang dan Australia ketika berbicara dalam bahasa Indonesia serta menemukan formula pengajaran pengucapan bahasa Indonesia untuk penutur asing. Objek dalam penelitian ini adalah ujaran deklaratif dan interogatif yang dituturkan oleh mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dalam kajian ini, peneliti, mendeskripsikan seperti apa struktur melodik (nada dan tekanan)  dan struktur temporal dalam ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Jepang dan Australia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan struktur melodic dan struktur temporal antara ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Asutralia dan Jepang. Penutur Jepang dalam hal intonasi lebih mendekati dengan pola intonasi kalimat deklaratif bahasa Indonesia, dibandingkan dengan penutur dari Australia. Sementara itu, intonasi dalam menuturkan kalimat interogatif, baik penutur dari Jepang maupun dari Australia belum bisa mendekati pola intonasi kalimat interogatif bahasa Indonesia. Dalam hal durasi, dapat dikatakan bahwa penutur Australia memiliki durasi yang lebih panjang ketika menuturkan kalimat introgatif dibandingkan dengan penutur dari Jepang.Kata Kunci: tuturan, deklaratif, interogatif, prosodi, struktur melodik, struktur temporal, fonetik eksperimental