cover
Contact Name
Nursyamsi
Contact Email
multilingualsulteng@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
multilingualsulteng@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Multilingual
ISSN : 14124823     EISSN : 26206250     DOI : -
MULTILINGUAL aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of MULTILINGUAL includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. MULTILINGUAL is published by Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
REPRESENTASI AKTOR PEMBERITAAN IZIN INVESTASI INDUSTRI MINUMAN KERAS PADA MEDIA CNN INDONESIA Toni Heryadi; Rizaldi Amri; Nani Darmayanti; Tri Saptarini
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana pemberitaan izin investasi industri minuman keras pada media daring CNN Indonesia. Sumber data penelitian berasal dari teks berita daring CNN Indonesia yang direpresentasikan dengan wujud kata-kata dan kalimat pada teks berita dalam portal berita bersangkutan. Data dibatasi dari pemberitaan pada tanggal 25 Februari sampai 28 Februai 2021. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kritis melalui teori analisis wacana kritis (AWK). Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap, metode catat, metode studi pustaka, dan metode dokumentasi. Hasil studi menunjukkan temuan berupa representasi aktor yang ditunjukkan melalui (1) kosakata yang terdiri dari asosiasi dan metafora, (2) tata bahasa yang terdiri dari proses dan partisipasi, dan (3) kombinasi klausa. Penelitian ini memberikan manfaat pada perkembangan keilmuan umunya pada bidang linguistik, khususnya bidang analisis wacana kritis.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI PADA CERPEN WANITA BERMATA TERSENYUM ITU TELAH PERGI KARYA FUAD SULISTYONO Endang - Wiyanti
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.188

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kohesi gramatikal referensi  dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Objek yang diteliti adalah kohesi gramatikal referensi dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi karya Fuad Sulistyono yang mengandung kohesi gramatikal referensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mencatat dan menguraikan data dalam bentuk kata-kata. Berdasarkan hasil penelitian dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi dapat disimpulkan bahwa jenis referensi yang terdapat dalam cerita pendek berjumlah 129. Jenis referensi tersebut adalah: (1) Referensi persona yang berjumlah 104 dengan persentase 81%. (2) Referensi demonstratif yang berjumlah 20 dengan persentase 15%. (3) Referensi komparatif yang berjumlah 5 dengan persentase 4%. Dilihat dari persentase jumlah penggunaan frasa endosentris yang sering muncul maka dapat dilihat bahwa dalam cerpen Perempuan Bermata Tersenyum Itu Telah Pergi yang sering digunakan adalah referensi persona. Referensi persona adalah penggunaan pronomina yang memang biasa digunakan dalam karya sastra bentuk cerpen, sedangkan referensi komparatif sangat jarang ditemukan.Kata Kunci: kohesi gramatikal referensi, persona, demonstratif, komparatif
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIPA DI ASEAN Muhammad Yasif Femi Mifthah
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.199

Abstract

AbstractCultural issues often become learning matters in the Indonesian as a foreign language (BIPA) program. In fact, ASEAN learners also face the learning experience. Hence, the use of folklores is an option to overcome the issue. The famous folklores from the learners’ country were considered on choosing Indonesian folklores as a learning material for BIPA learners. It regards the Gagne schema theory that emphasizes on the learner’s insight as the fundamental of understanding. This study elaborates the use of proper Indonesian folklores in learning BIPA, especially for ASEAN learners.  The comparative literature focusing on the Aarne-Thompson motif-index was used to compare Indonesian folklores to target BIPA learners’. The result depicted that some of ASEAN folklores are identical to Indonesian folklores. The Indonesian folklores like ‘Ande-Ande Lumut’ or ‘Bawang Merah dan Putih’, ‘Si Kancil dan Pak Tani’ or ‘Raja Palsu (Petualangan si Kancil)’ have similarities in the Cinderella motif and the trickster motif to Thailand folklores like ‘Kao and the Golden Fish’ and ‘Xiang Miang and The Snail’; Vietnam folklores like ‘The Story of Tam and Cham’ and ‘The Peasant, ‘The Buffalo, and The Tiger’; Filipina folklores like ‘Abadeha’ and ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’; and Malaysia folklores like ‘Bawang Merah dan Putih’ and ‘Kerbau and Buaya’. In brief, the Indonesian folklores having similarities to target learners’ can be considered as a cultural material in learning BIPA, especially for ASEAN learners.Key words: folklores, motif-index, BIPA. AbstrakMeski di ASEAN sekalipun, faktor budaya sering menjadi hambatan dalam pembelajaran BIPA. hal itu dapat dijembatani dengan memanfaatkan cerita rakyat Indonesia yang memiliki kesamaan dengan cerita dari negara asal pemelajar. Mengacu teori skema strategi pembelajaran bahasa asing Gagne, pembelajaran BIPA di ASEAN perlu mempertimbangkan dengan serius faktor budaya dalam pemilihan/penentuan bahan ajar. Kajian ini menawarkan teknik pemilihan cerita rakyat Indonesia yang akan digunakan sebagai bahan ajar BIPA dengan memanfaatkan metode sastra bandingan dan teori kesamaan tipe/indeks motif Aarne dan Thompson. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerita rakyat di ASEAN identik dengan tipe/motif Cinderella dan the trickster. Cerita rakyat Indonesia dengan tipe Cinderella seperti; ‘Ande-Ande Lumut’ atau ‘Bawang Merah dan Putih’, dan cerita bertipe the trickster seperti; ‘Si Kancil dan Pak Tani’, atau cerita ‘Raja Palsu’ (Petualangan Si Kancil) dapat dijadikan bahan ajar BIPA di ASEAN karena memiliki kesamaan dengan cerita rakyat Thailand; ‘Kao and the Golden Fish’ dan ‘Xiang Miang and The Snail’, cerita rakyat Vietnam; ‘The Story of Tam and Cham’ dan ‘The Peasant, the Buffalo, and the Tiger’, cerita rakyat Filipina; ‘Abadeha’ dan ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’ dan cerita rakyat Malaysia; ‘Bawang Merah dan Putih’ dan ‘Kerbau dan Buaya’.Kata-kata kunci: Cerita rakyat, tipe, motif, bahan ajar, BIPA
INTEGRITAS KONVERSASI BERTEMA KADADA ANGSULAN DALAM BAHASA BANJAR Rissari Yayuk Rissari Yayuk
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.191

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam Bahasa Banjar. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan integritas konversasi bertema Kadada Angsulan  dalam Bahasa Banjar. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yaitu observasi, rekam , dan catat. Sumber data yaitu percakapan penjual dan pembeli makanan dan sayuran di Kota Banjarbaru.Langkah kerja penelitian yaitu pengumpulan data, penyuntingan data hasil observasi, rekam dan catat. Berikutnya pemilihan data yang akan dianalisis. Selanjutnya penyajian data. Adapun analisis data menggunakan teori pragmatik.Pengambilan data di lakukan di Bnajarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Januari 2021. Hasil penelitian yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam bahasa Banjar ini dapat dilihat dari pelaksanaan maksim kerjasama dan prinsip kesopanan berbahasa yang dilakukan oleh penjual maupun pembeli. Kesimpulannya yaitu integritas konversasi bertema kadada angsulan dalam bahasa Banjar ini salah satu wujud berfungsinya bahasa sebagai media komunikasi yang mampu mengekspresikan segala persoalan melalu ujaran bagi semua peserta tutur.
Analisis Morfologi Kata Kongsi Fathimatuzzahroh Fatma
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.204

Abstract

Kata kongsi merupakan salah satu sinonim dari kata teman. Kata kongsi menjadi objek kajian penelitian bertujuan untuk melihat sejauh mana afiksasi yang dapat dibentuk dari kata kongsi dapat dipakai oleh pengguna Bahasa Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan melalui studi pustaka, yang mana sumber data berasal dari peneliti, koran elektronik serta sosial media. Metode peneltian ini menggunakan metode ekspansi dan subtitusi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 6 afiks yang dapat melekat pada kata kongsi, tiga bentuk kata ulang pada kata kongsi, dan satu kata majemuk yang terdiri dari unsur kongsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui produksi proses morfologik pada kata kongsi, mengingat kata kongsi ialah sinonim dari kata teman, yang mana kata teman dalam penggunaan bahasa lebih sering digunakan dibanding kata kongsi.Kata kunci: Afiks, Reduplikasi, Kata Majemuk, Kata Kongsi, Morfologi. 
PENAMAAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI IDENTITAS SURABAYA Moulidvi Rizki Permita
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.192

Abstract

Surabaya merupakan kota dengan mobilitas yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan Surabaya lekat dengan kehadiran pasar, baik modern maupun tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identitas Surabaya melalui penamaan pasar tradisional, karena nama-nama tersebut tampak sebagai pemandangan kota. Pemerolehan data pada penenelitian ini dilakukan dengan mengkases situs resmi PD Pasar Surya Surabaya. Data diolah dengan menjabarkan masing-masing unsur penyusunnya. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan pemilihan kosakata. Hasil penelitian menunjukan bahwa penamaan pasar tradisional tersusun dari Unsur Generik dan Unsur Spesifik. Kuantitas kehadiran Unsur Generik dan Unsur Spesifik bervariasi. Beberapa pasar tradisional memiliki satu Unsur Spesifik. Namun, ditemukan juga pasar tradisonal yang menyematkan dua Unsur Spesifik. Hal ini dilakukan untuk memberikan pembeda dengan tempat yang telah ada sebelumnya. Sementera itu, penamaan pasar tradisional kerap menggunakan kosakata yang merefleksikan nama daerah letak pasar tersebut. Selain itu, kosakata pada Unsur Spesifik ditemukan juga sebagai penjelasan spesifikasi sifat dan arah pasar tersebut.
VARIASI DAN FUNGSI RAGAM BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 SUATU TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Anisa Dimas Tutik
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.245

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the problems contained in public service advertisements on social media during the covid-19 pandemic. The objectives of the research are (1) to describe the form of language variations of public service advertisements on social media during the Covid-19 pandemic. (2) To describe the function of the various languages of public service advertisements on social media during the Covid-19 pandemic. The method used is descriptive qualitative by explaining objects based on facts contained in public service advertisements on social media during the covid-19 pandemic. The data source of this research is public service advertisements on social media. Data collection techniques used were recording techniques and data transcripts in the form of words, phrases, and sentences in public service advertisements. The data analysis techniques used in this study include data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that there are as many as 3 types of language variations in terms of speakers, usage and formality. There are 5 types of language functions, namely emotive, referential, directive, poetic, and fatigued
REKONSTRUKSI SEJARAH 1998 DALAM PERSPEKTIF NEW HISTORICISM: KAJIAN ATAS NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI Derri Ris Riana
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.224

Abstract

Teks sastra sebagai produk sejarah dilandasi oleh peristiwa sejarah yang melatarbelakangi kelahirannya. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menghadirkan peristiwa sejarah 1998. Masalah penelitian adalah kekuasaan negara dalam konstruksi peristiwa reformasi 1998, gerakan mahasiswa sebelum dan sesudah tragedi 1998, dan representasi ekonomi dan budaya sebelum dan sesudah tragedi 1998. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kekuasaan negara dalam konstruksi peristiwa reformasi 1998, gerakan mahasiswa sebelum dan sesudah tragedi 1998, dan representasi ekonomi dan budaya sebelum dan sesudah tragedi 1998. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan new historicism dengan mengaitkan teks sastra dan nonsastra sebagai upaya untuk mengungkap kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang melingkupi karya sasta. Metode yang digunakan adalah pembacaan secara paralel teks sastra dalam novel dan nonsastra pada peristiwa 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tragedi 1998 digambarkan melalui kekuasaan negara dengan kepemimpinan yang didukung oleh kekuatan militer secara otoriter dan represif. Jika dilihat dari wacana yang berkembang ketika periode sebelum dan sesudah tragedi 1998, terjadi pertarungan kekuasaan yang memicu gerakan mahasiswa. Sementara itu, pada masa pascareformasi kekuasaan Orde Baru tidak lagi memegang kendali Mahasiswa tidak lagi melakukan perlawanan. Kendali kekuasaan pascareformasi menunjukkan perkembangan ekonomi dan budaya yang makin baik.
KONSTRUKSI FEMININITAS BARU DALAM NOVEL METROPOP RUNAWAY RAN KARYA MIA ARSJAD Tania Intan
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontruksi femininitas baru yang disajikan dalam novel metropop Runaway Ran karya Mia Arsjad. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data yang terdiri dari kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dari novel sebagai objek penelitian dengan teknik dokumentasi. Data selanjutnya diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan, yang di antaranya yang digagas oleh Arvanitaki, Gill  Herdierckerhoff,dan Taylor.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa (1) sebagai sebuah karya bergenre metropop, novel Runaway Ranmenarasikan kehidupan urban dan mapan pada para tokohnya. (2) Indikator femininitas baru yang muncul dalam novel tersebut ditandai melalui kelajangan, warga urban, kemandirian, bekerja di ruang publik, terpelajar, penampilan menarik, dan perilaku konsumtif. (3) Sekalipun ada upaya pengarang untuk mengangkat dan menyosialisasikan nilai-nilai femininitas baru, novel tersebut ternyata masih mempertahankan konstruksi tradisional yang ditunjukkan melalui superioritas laki-laki dan dominansi maskulin secara stereotipik. 
KLASIFIKASI DAN FUNGSI PERIBAHASA DALAM MASYARAKAT BANJAR The Classification and Functional of Banjarese’s Proverb. SITI JAMZAROH; Eka Suryatin
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.253

Abstract

This study aims to a) describe the classification of Banjar proverbs based on S. Keyzer; and b) describe the function of proverbs in Banjar society. This research is descriptive qualitative. Data collection using SBLC technique and recording technique. The data are in the form of Banjarese proverbs or expressions contained in the book Paribasa Urang by Syamsiar Semar. The data is processed by being classified based on the S. Keyzer grouping. The results showed that based on S. Keyzer's classification, Banjar proverbs were classified as: a) animal proverbs; b) group of plant proverbs; c) group of human proverbs; d) group of kinship proverbs; e) group of body function proverbs; 2) The functions of Banjar proverbs include 1) a mirror or projection of the owner's imagination, 2) a tool for ratifying the institutions of cultural institutions, 3) an educational tool, and 4) a means of suppressing or forcing the implementation of community values (means of social pressure), and controlling behavior. community (exercion social control).Key words: proverbs, education, values