cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020): UNDAS" : 9 Documents clear
Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilukosi Bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan:Tinjauan Pragmatik NFN Jahdiah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2348

Abstract

Setiap tuturan yang dihasilkan oleh penutur mempunyai jenis dan fungsinya masing-masing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi  dalam bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu dan mendskripsikan fungsi tuturan tersebut. Data penelitian ini adalah tuturan yang dituturkan oleh penutur bahasa Bugis, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan  teori yang dikemukan oleh Searle mengenai tindak tutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap. Teknik analisis data  menggunakan teknis deskriptif adalah teknik analisis data yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data sesuai dengan rumusan masalah. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) tindak tutur apa saja  yang terdapat dalam tuturan bahasa Bugis, dan(2) B bagaimana fungsi setiap tuturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tindak tutur dalam dalam bahasa Bugis, yaitu (1) tindak tutur asertif/refresentatif, (2) tindak tutur komisif, (3) tindak tutur direktif, (4) tindak tutur ekpresif, dan (5) tindak tutur deklaratif. Berdasarkan fungsi tuturan ilokusi diperoleh empat fungsi yaitu (1) fungsi kompetitif, (2) fungsi menyenangkan, (3) fungsi bekerja sama, dan (4) fungsi menantang.Every utterance produced by the speaker has its own type and function. This study aims to describe the form of the illocution speech act in Bugis language in Tanah Bumbu regency and describe the function of those utterances. The data of this study are utterances uttered by Bugis speakers, Simpang Empat District, Tanah Bumbu Regency. This study uses Searle's theory of speech acts. The method used in this study is qualitative. The data technique used in this study is speaking and listening.  To analyze the data, this study uses descriptive techniques by describing the data in accordance with the formulation of the problem. The problems in this study are (1) what kind of speech act exists in Bugis language, (2) how does the function of each utterance. The result shows that there are five speech acts in Bugis language, they are (1) assertive/representative speech act, (2) commissive speech act, (3) directive speech act, (4) expressive speech act, and (5) declarative speech act. Base on the function of illocution utterance there are four functions, (1) competitive function, (2) favor function, (3) cooperate function, and (4) challenge function.
Budaya Banjar dalam Kitab Puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan Karya Iberamsyah Barbary: Perspektif Antroposemiotik Fajarika Ramadania
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2419

Abstract

The poem book of Balahindang Sakumpul Sapalimbayan by Iberamsyah Barbary contains local cultural elements of the Banjar community in South Borneo; that reflects the daily life of the Banjar people as a character and identity in the poetic form that different from other ethnic groups. The objectives of this study are to describe the language, the livelihood system, the system of living equipment and technology, the religious system, the social organization system in the poetry book, the semiotic code in the Balahindang Sakumpul Sapalimbayan poem by Iberamsyah Barbary. This research uses an anthroposemiotic approach. The type of research is library research It applies a descriptive analysis method. The researcher takes the data source from the Book of Poetry Balahindang Sakumpul Sapalimbayan by Iberamsyah Barbary published by the Yayasan Kamar Sastra in 2014.  The data collection applies text observation and documentation techniques. The data analysis technique of this research is descriptive. The results of this study are as follows: (1) It uses the Banjar Pahuluan language with denotation and the domination of vocal sound vowels such as a, i, and u.  (2) the livelihood of Banjar people are farming and trading, (3) the living equipment systems that the Banjar people use are as follows: Ironwood logging, jukung, gumba, house, kindai, bungkalang, and lanting.  (4) The religious system of Banjar people comprises tapung tawar, hakikat, makrifat, sharia, faith, and tauhid.  (5) system of a social organization described is wife and king and (6) The use of semiotic codes includes the puzzle code, symbolic code, connotative code, and cultural code.Kitab puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary mengandung dan memuat unsur-unsur budaya lokal masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang mencerminkan kehidupan sehari-hari orang Banjar sebagai suatu ciri khas dan identitas yang tidak dimiliki oleh etnik lain yang dituangkan dalam bentuk puisi. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bahasa, (2) memaparkan sistem mata pencaharian,  (3) mengemukakan sistem peralatan hidup dan teknologi, (4) menentukan sistem religi, (5) mengemukakan sistem organisasi sosial yang terdapat dalam kitab puisi, (6) kode semiotik dalam puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary. Penelitian ini menggunakan pendekatan antroposemiotika. Jenis penelitian ini penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Sumber data yang dipakai adalah Kitab Puisi Balahindang Sakumpul Sapalimbayan karya Iberamsyah Barbary yang diterbitkan oleh Yayasan Kamar Sastra tahun 2014. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi teks dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar pahuluan atau bahari dengan bahasa yang bersifat denotasi serta unsur bunyi bahasa yang mendominasi adalah vokal a,i, dan u. (2) mata pencaharian yang ada yaitu bahuma dan badagang,  (3) sistem peralatan hidup yang digunakan sebagai berikut: kayu ulin, jukung, gumba, rumah, kindai, bungkalang, dan lanting. (4) sistem religi yang ada tapung tawar, hakikat, marifat, syariat, iman, dan tauhid. (5) sistem organisasi sosial yang dikemukakan adalah bini dan raja dan (6) penggunaan kode semiotik yang ada diantaranya menggunakan kode teka-teki, kode simbolis, kode konotatif, dan kode budaya.
Pronomina Persona Bahasa Melayu Ambon di Wilayah Tutur Kota Ambon Erniati Erniati
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk pronomina persona bahasa Melayu Ambon. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif mengkaji fenomena kebahasaan yang secara objektif. Data dalam penelitian berupa data lisan yang bersumber dari tindak komunikasi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya yang terdiri atas semua rentang usia, yang menggunakan bahasa Melayu Ambon. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi melalui teknik rekam dan catat. Data yang telah diklasifikasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pronomina bahasa Melayu Ambon terdiri atas pronomina persona pertama tunggal dan jamak, pronomina persona kedua tunggal dan jamak, pronomina persona ketiga tunggal dan jamak, dan pronomina persona leksem kekerabatan.The objective of this study is to describe the types of personal pronouns in the Ambonese Malay language. This research applies the qualitative descriptive method to analyze the language phenomenon objectively. The research data are oral data taken from communication between the people in Ambon City and its surroundings, which consists of all ages of the Ambonese Malay language speaker.  The data are collected using the observation method, recording, and writing technique. The analysis of selected data is using a descriptive qualitative method. The results show that there are several pronouns of the Ambonese Malay language. They are first-singular personal pronouns, and first-plural personal pronouns; second-singular personal pronouns, and second-plural personal pronouns; third-singular personal pronoun, and third-plural personal pronouns; kinship lexeme personal pronouns.
Refleksi Budaya Lampau Leksikon Kebendaan Peribahasa Banjar: Kajian Etnolinguistik Norvia Hanafi
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2176

Abstract

Peribahasa Banjar merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang masih pamiliar dikalangan etnik Banjar. Namun minimnya pengetahuan tentang leksikon kebendaan yang merefleksikan budaya lampau membuat sulitnya memahami maksud dan tujuan penggunaan leksikon kebendaan dalam peribahasa Banjar. Leksikon kebendaan budaya lampau merupakan kata benda yang tertuang dalam peribahasa Banjar yang dapat memberikan gambaran terhadap budaya (kebiasaan) etnik Banjar zaman dahulu atau masa yang sudah lampau. Penelitian ini bertujuan (1) mengkalsifikasikan leksikon kebendaan yang merepleksikan budaya lampau dalam peribahasa Banjar, (2) mendeskripsikan leksikon kebendaan yang merepleksikan budaya lampau dalam peribahasa Banjar. Peneitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa leksikon kebendaan budaya lampau dalam peribahasa Banjar. Data yang dikumpulkan bersumber dari studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) leksikon kebendaan yang merepleksikan budaya lampau dalam peribahasa Banjar meliputi: (a) benda yang digunakan di rumah, (b) benda yang digunakan di sungai, dan (b) benda yang digunakan untuk huma (bercocok tanam). (2) repleksi budaya lampau dalam peribahasa Banjar direalisasikan dalam bentuk kebendaan yang metaforis. Pemataforisan kebendaan ke dalam peribahasa Banjar  merupakan wujud dari penggambaran budaya Banjar. Leksikon kebendaan dalam peribahasa Banjar adalah sebagian kecil dari kekayaan bahasa Banjar yang sarat dengan budaya lampau, budaya yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat suku Banjar .Banjar proverb is one of the old literary works that are still familiar in Banjar ethnicity. However, the lack of knowledge about the material lexicon that reflects past culture makes it difficult to understand the purpose or the aim of using material lexicon in Banjar proverbs. The old culture material lexicon is a noun contained in Banjar proverb that can provide an overview of the ethnic culture (customs) of the ancient Banjar or the past. The purposes of this study are (1) to classify the material lexicon that reflects the past culture in Banjar proverb, (2) to describe the material lexicon that reflects the past culture in the Banjar proverb. This research uses a descriptive qualitative method. The data are in the form of a lexicon of past culture material in Banjar proverb. Data are collected from the literature study. The results of this study indicate: (1) material lexicons that reflect a past culture in Banjar proverb include: (a) the objects used at home, (b) the objects used in rivers, and (b) the objects used for farming. (2) cultural reflection of the past in Banjar proverb is realized in the form of metaphorical material. The use of a metaphor of material in Banjar proverb is a form of Banjar cultural depiction. The material lexicon in Banjar proverb is a small part of the wealth of Banjar language which full of past culture, a culture that has already left by Banjar ethnic. 
Wujud Pelanggaran Kesantunan Tuturan Manyambati dalam Bahasa Banjar Rissari Yayuk
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.1738

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk memaparkan tuturan manyambati  dalam bahasa Banjar. Masalah yaitu bagaimana wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati     dalam bahasa Banjar.Tujuan penelitian mendeskripsikan  wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati     dalam bahasa Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga langkah kerja yaitu tahap penyedian data, analisis data, dan penyajian data.Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik  rekam dan dokumentasi.Waktu pengambilan data dari bulan Januari 2019 s.d Maret 2019. Tempat dan sumber  data adalah tuturan masyarakat di Banjarmasin, Banjar baru, dan Martapura. Data berasal tuturan masyarakat Analisis data dilakukan berdasarkan teori tindak tutur Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik interpretatif. Hasil analisis data disajikan dengan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati  dalam bahasa Banjar terdiri atas manyambati  dengan penyebutan kekurangan fisik, pekerjaan negatif, nama orang tua dan benda kotor.Keempat  maksud  tuturan manyambati  ini telah melakukan pengancaman muka kepada mitra tutur.Penutur telah melanggar prinsip kesantunan berbahasa.This study aims to present manyambati utterances in the Banjarese language. The problem is how does the form of violations of politeness utterance manyambati in Banjar language. The purpose of this study is to describe the form of violation of politeness utterance manyambati in Banjar language. It is a qualitative study using a descriptive method. This study uses three steps of work, they are providing data, analyzing data, and presenting data. The technique used in data collection is recording and documentation. The data are taken from January 2019 to March 2019. The place and source of data are taken from people who live in Banjarmasin, Banjarbaru, and Martapura. To analyze the data this study uses the speech act theory. This study uses a descriptive and interpretative technique. The result of data analysis is presented in common words. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the form of violations of politeness utterance manyambati in Banjar language consists of mentioning someone's physical deficiency, negative work, names of parents, and dirty objects. These four manyambati utterances have already threatened someone's dignity. The speaker has already violated the principal politeness language.
Formula dan Struktur Mantra Banjar: Sumpah Serapah Mamburu Hantu Kuyang Sri Wahyu Nengsih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2215

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan formula mantra ‘Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang’. Mantra merupakan puisi lama berisi susunan kata-kata unik dengan kandungan tuah-tuah magis tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini menganalisis mantra Banjar pengusir hantu kuyang “Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang (SSMHK)”. Mantra SSMHK biasa dipergunakan oleh bidan atau dukun beranak di Banjar pada zaman dahulu supaya tidak diganggu hantu kuyang saat membantu persalinan. Hantu kuyang dipercaya sebagai hantu perempuan pengisap darah yang menggunakan minyak kuyang untuk mencari mangsanya. Minyak kuyang sebagai sarana untuk membuat wajah seorang perempuan menjadi tampak cantik jelita. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan pendekatan struktural yang menekankan pada analisis tekstual.  Hasil analisis memberikan gambaran singkat mengenai aspek-aspek kelisanan berupa struktur mantra, formula repetisi, formula pararelisme, formula sintaksis dan ekspresi formulaik pada mantra Banjar ‘Sumpah Sarapah Mamburu Hantu Kuyang’.This study aims to describe the structure and formula of mantra 'The Oath To Hunt Kuyang Ghosts'. Mantra is an old literary poetry that contains a unique arrangement of words and certain magical power to achieve a goal. This study analyzes the Banjar mantra to exorcize Kuyang ghosts (SSMHK). Mantra SSMHK is usually used by midwives or traditional birth attendants in Banjar a long time ago so that they wouldn't be disturbed by Kuyang ghosts when they are helping people to give birth. Kuyang is believed as a bloodsucking female ghost who uses Kuyang oil to find her prey. Kuyang oil is used as a means to make a woman's face look beautiful. This study uses a structural approach that emphasizes on textual analysis. The results of the analysis provide a brief description of the oral aspects in the form of mantra structures, repetition formulas, parallelism formulas, syntactic formulas, and formulaic expressions on Banjar mantra 'The Oath To Hunt Kuyang Ghost'.
Kearifan Lokal dalam Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo Ery Agus Kurnianto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2390

Abstract

Parikan Tari Topeng Lengger adalah salah satu sastra lisan yang hidup dan berkembang di komunitas sosial Wonosobo. Penelitain ini akan membahas masalah nilai-nilai kearifan lokal Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. Sastra lisan ini menarik untuk diteliti karena sastra lisan Parikan Tari Topeng Lengger sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal komunitas sosial pemilik cerita yang masih relevan dengan perkembangan zaman serba digital seperti sekarang ini. Selain itu, sepengetahuan peneliti, penelitian tentang hal tersebut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis  Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. Penelitian ini bersifat eksplanasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kearifan lokal. Secara garis besar nilai-nilai luhur yang terdapat dalam tradisi lisan tersebut dikategorikan menjadi lima hubungan, yaitu (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) manusia dengan komunitas sosialnya, (3) manusia dengan alam, dan (4) manusia dengan dirinya sendiri.The Rhymes of Parikan Tari Topeng Lengger is one of the oral literature in Wonosobo. This research will discuss the values of local wisdom in the Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo.  The study on oral literature is interesting since the Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo has many values of local wisdom of the supporting community, which are still relevant to the current digital era. As long as we know that no other researcher studies on Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo.  The objective of this study is to find and describe the values of local wisdom in the Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. The researcher uses a descriptive method to analyze the Parikan Tari Topeng Lengger Wonosobo. This is  explanatory research. It uses an objective approach. The theory relevant to this research is the local wisdom theory. In short, the category of noble values in the oral tradition has four relations: (1) the relation to God, (2) people and its social community, (3) people to nature, and (4) people to themselves.
Budaya Patriarki dalam Kumpulan Cerpen Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek Karya Djenar Maesa Ayu Randa Anggarista
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2208

Abstract

Penelitian ini menggunakan perspektif feminis dengan tujuan untuk mengidentifikasi bentuk budaya patriarki dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian berupa teks yang mengacu pada rumusan masalah tentang budaya patriarki dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2016. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas yang digunakan oleh penulis adalah validitas semantis atau isi yang berorientasi pada kedalaman proses interpretasi, kecermatan, interpretasi yang luas dan lengkap, serta ketepatan interpretasi dan deskripsi berdasarkan pisau analisis yang digunakan. uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu intrarater yang dilakukan melalui proses membaca teks secara berulang-ulang dengan tujuan untuk memperoleh data yang konstan dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam kumpulan cerpen Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek karya Djenar Maesa Ayu, ditemukan adanya budaya patriarki dalam bentuk kuasa seorang ayah terhadap keluarga dan sadisme seksual.This study uses a feminist perspective with the aim of identifying the forms of patriarchy culture in a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu. This research is a type of qualitative research using descriptive analysis method. The data in this research are in the form of text which refers to the formulation of a problem about patriarchal culture in a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek, while the source of data in this study is a collection of Short Stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu published by Gramedia Pustaka Utama in 2016. The data validity technique in this study uses the validity and reliability test. The validity test used by the author is semantic or content validity oriented to the depth of the interpretation process, accuracy, broad and complete interpretation, and the accuracy of interpretation and description based on the analysis knife used. The reliability test used in this research is interrater which is done through the process of reading texts repeatedly with the aim to obtain constant and in-depth data. Data collection techniques are done by reading and note-taking techniques, while data analysis techniques are carried out through the stages of identification, classification, interpretation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, in a collection of short stories Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek by Djenar Maesa Ayu, there is a patriarchal culture in the form of a father's power in the family and sexual sadism.
Undas: Volume 16, Nomor 1 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9